Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Siasat


__ADS_3

Serena mengerutkan kening ketika melihat sebuah foto yang menunjukan Axel ketika sedang memeluk tubuh Serena dari belakang, entah dari mana Marco mendapatkan foto tersebut, Serena tidak tau persis..karna seingatnya di dalam kantornya hanya ada Axel dan dirinya, apakah Axel yang merencanakan semua ini dengan mengambil fotonya...mata Serena berkaca-kaca..


''Kau....apa kau benar-benar mencintainya Serena sehingga dengan mudahnya kau melempar tubuhmu padanya..''


''Jangan menuduhku...''


Marco menggertakan giginya..ia cemburu, dan pria itu tidak membantahnya di dalam hati...dia cemburu dan juga kecewa..


''Kau tau betapa aku ingin sekali memaksamu seperti dulu...betapa aku ingin sekali membuatmu tunduk padaku Serena..''


Entah mengapa...hati Serena bergetar mendengar ucapan Marco yang berbeda..biasanya Marco akan langsung memaksanya atau bahkan mengancam dirinya..bukankah hal itu yang biasanya terjadi..


Tapi..sikap Marco kali ini berbeda..pria ini tampak berbeda..marah namun seperti sedang mengendalikan emosinya sehingga membuat Serena di liputi rasa bersalah yang besar...


''Marco...sebenarnya...''


''Jadi kau benar-benar ingin memilih Axel untuk hidupmu..''


Serena memijit pelipisnya.,.melihat Marco terlihat begitu terluka membuat sebagian hatinya ingin menikmati lebih...tentu saja melihat Marco hancur adalah sebagian besar yang dia inginkan bukan..tapi walau begitu dia tak sepenuhnya bahagia..karna menyadari kalau hatinya juga terpengaruh sekarang..


''Dari mana kau mendapatkan foto itu...apakah Axel mengirimkannya kepadamu..dan kau percaya...Marco...''


''Haruskah aku tidak percaya Serena,..selama ini kau selalu menolakku dalam berbagai kesempatan...ketika aku mencoba mendekatimu kau selalu membangun sebuah benteng besar agar menghalangiku....aku mulai lelah untuk mengejarmu Serena...aku bisa menekanmu tapi aku memandang Matteo dalam hal ini..jadi jika memang kau ingin kita berpisah dan kau melanjutkan hubunganmu dengan Axel maka baiklah....mari kita lewatkan 3 bulan ini tanpa sedikitpun beban lalu kita berpisah saja...bagaimana...karna aku benar-benar lelah denganmu..''


Marco tidak memberikan Serena untuk membalas...pria itu lalu meninggalkan kamar dan entah pergi kemana, meninggalkan setumpuk penyesalan pada hati Serena yang mulai di liputi rasa bersalah sekaligus bingung...


Apakah Axel benar-benar melakukannya, tapi Marco tidak mendengarkan dirinya sedikitpun lalu bagaimana sekarang...dan mengapa dia harus merasa bersalah...?


''Haisss.....mengapa aku merasa seperti tersangka sekarang, tidak enak sekali merasakan perasaan ini...''keluh Serena lalu duduk di tepi ranjang dan mengeluh..


Wanita muda itu mengambil ponselnya dan hendak menelfon Axel dan akan menanyakan perihal foto tersebut namun..sekali lagi Serena terkejut ketika Axel meninggalkan pesan yang cukup membuatnya frustasi..


Aku tak akan menyerah sayangku, aku akan menikahimu 3 bulan lagi setelah, Marco menceraikanmu..


Serena terkejut dengan isi pesan itu lalu segera menelfon namun....di luar dugaan, ponsel Axel malah tidak tersambung dan berada di luar jangkauan..Serena semakin di buat bingung...


Apa yang sebenarnya terjadi...mengapa Axel malah mematikan ponselnya..lalu sekarang bagaimana...?


Serena menoleh sekelilingnya dan merasa sepi...Marco tidur dimana..yah meski dia tidak merindukan Marco namun sedikit khawatir...


benarkah pria itu marah padanya, tapi bukankah ini yang dia tunggu...Marco jenuh dan ia merasa bebas...bukankah Serena sudah menunggu hal ini sejak lama...? wanita itu menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang dan merenung...jika sikap Marco terus seperti ini maka pernikahan mereka akan berakhir,...

__ADS_1


Serena mencoba memejamkan matanya dan melupakan semuanya, dia masih ragu tak mungkin Marco berubah dalam sekejap...mungkin saja ini salah satu siasat Marco untuk membuatnya tunduk...


Serena mencoba tertidur dan melupakan semuanya..


******************


Pagi hari ada yang berbeda, sekali lagi..Serena mendapati dirinya tidur sendirian...tak ada jejak Marco di kamarnya, segera Serena bergerak turun dari ranjang, dan segera membersihkan dirinya lalu keluar dari kamar, dan menuruni lift..dia harus mencari dimana keberadaan Marco...dimana pria itu, dan langkah Serena berhenti di ruang makan dan menemukan kenyataan kalau ruangan itu kosong...


Serena menjadi histeris membayangkan kalau Marco mungkin telah membawa putranya Matteo pergi..tanpa memikirkan segala sesuatunya, Serena lantas berlari menuju halaman luar lebih tepatnya garasi..dia harus mengejar Marco mungkin saja pria itu membawa Matteo ke bandara sekarang,


Namun baru saja hendak masuk ke dalam mobil, terdengar teriakan Matteo dari arah belakang..


''Mommy........''


Hening.......


Serena membalikan tubuhnya dan membeku melihat Matteo juga Marco sedang duduk bersantai di taman..mereka menatap Serena dengan kerutan di dahi...


Serena memejamkan matanya ketika menyadari Marco benar-benar membuatnya gila karna ketakutan..Serena membalikan tubuhnya dan mendekati Marco juga Matteo yang sedang duduk bersama...mereka menatapnya dengan tatapan yang sama-sama dingin..


Serena lalu mengambil tempat dan duduk di kursi taman, pandangannya langsung menajam pada Marco yang terlihat segar di pagi hari ini...


''Mommy mengapa ingin masuk ke mobil...''tanya Matteo penasaran..


Serena menegakan tubuhnya, dia tau kalau Marco sedang mencuri pandang ke arahnya..


''Mommy mau ke suatu tempat...kau tau Mommy wanita yang sibuk..''


Matteo lalu menatap Marco yang terdiam..


''Aneh sekali Mommy dan Daddy...''pria kecil itu menggeleng pelan..


''Apa maksudmu sayang...''tanya Serena sambil meneguk teh...


''Daddy baru saja kembali pagi hari lalu Mommy juga ingin pergi...kalian membuatku bingung..''


Sontak Marco dan Serena saling menatap tajam...Serena lalu memalingkan wajahnya tak ingin menatap Marco...


''Mungkin semalam Daddy bersenang-senang, karna itu Mommy bilang sebaiknya kau tinggal dengan Mommy..''ucap Serena tak lelah membujuk..


Marco menegakan tubuhnya...

__ADS_1


''Bukankah kau harus menunggu dua bulan lagi atau kau mau kita berpisah sekarang...''ucap Marco dengan tajam..


Serena tertawa dingin...


''Lalu kau pikir kau malaikat Marco...kau saja yang bisa pergi semalaman tanpa kabar, dengarkan aku yah...kau menuduhku seolah kau suci tapi apa yang ku lihat ini..kau tampak segar setelah berpetualang semalam..jadi kau pikir kau berhak mengasuh Matteo..''


Marco bangkit dari tempat duduknya pria itu mendekatkan wajahnya..


''Untuk apa dirumah jika istriku sendiri memikirkan pria lain bahkan berpelukan...lalu kau mau aku berpikiran seperti apa.....Marco tertawa...aku lelah Serena.'' bisik Marco yang hanya di dengar keduanya.


Marco melangkah meninggalkan taman, sementara Serena tak bisa terima begitu saja...jika Marco memang ingin berpetualang maka dia tak perlu menunggu 2 bulan lagi..Serena juga bangkit dari tempat duduknya dan mengikuti Marco sampai ke dalam rumah.,..mereka tak sadar kalau mereka sudah meninggalkan Matteo seorang diri..


Matteo menggeleng dengan tatapan dingin...


''Dunia orang dewasa sungguh rumit.''desah Matteo dengan tatapan beku.


***********


Sementara Marco membuka pintu kamar dan melepas jass sekaligus dasi dan kemejanya, pria itu membiarkan tubuh atasnya tanpa baju ketika Serena melangkah masuk dan menutup pintu, mereka harus bicara sekarang,..


Marco menatap acuh pada Serena yang mendekat...


''Marco semalam kau kemana...''


Pria itu tak bergeming....hingga Serena semakin terbakar amarah...


''Marco..mengapa kau malah diam...kau dari mana...''


Kali ini Marco membalikan tubuhnya dia melangkah mendekati Serena yang menjadi pucat...dan bergerak mundur hingga tubuhnya membentur tembok kokoh di belakangnya, dan Marco mencengkram tubuhnya hingga dia tak bisa bergerak...


''Aku merindukan kehangatan namun mungkin kau membayangkan Axel..''


''Aku tidak pernah membayangkan Axel...kau salah paham Marco...dia memang memelukku tapi kau tidak melihat bagian selanjutnya aku menolaknya...''


Marco tersenyum dingin,..dia mendekatkan wajahnyan hingga nyaris saja bibir mereka bersentuhan...nafas Serena menjadi teratur,...dia gugup sekali..


''Jadi....kau tidak punya perasaan apapun pada Axel..''


Serena menggeleng membenarkan...Serena tak sadar kalau kilat mata Marco bercahaya....pria itu sedang bergairah.....


''Bagus...''

__ADS_1


__ADS_2