
Marco sungguh tak mampu menahan rasa senangnya ketika dia mendapati gadis ia cari di temukan dengan mudah..
Serena Ocean.....
Bahkan nama Serena menjadi sudah tertanam di dalam ingatan seorang Marco Antonio...pria itu tersenyum dingin....
''Akhirnya kita bertemu lagi Serena..''
''Baj*ngan...kau adalah pria paling menyedihkan yang aku temuI..aku pikir kau sudah membusuk di nerak*....''jerit Serena begitu marah..
Melihat pria di depannya sungguh membangkitkan kenangan lama,...ingatan tentang Mami Flow membekas dan melukainya...airmata Serena menetes karna ia sungguh membenci pria ini..
Namun kata-kata Serena sanggup membangkitkan amarah Marco dua pasangan yang saling membenci itu saling menatap tajam,....walau sedetik kemudian Marco meraih tubuh Serena hingga menekannya ke sofa mobil dan mencengkramnya dari atas,...
''Kau pikir kau bisa membunuhku dengan mudah...jika aku mati maka kau pun akan aku bawa Serena..''
''Ayo mati bersama bagaimana...''teriak Serena putus asa...
Semula tujuan hidupnya adalah untuk membuat Mami bangga padanya, dengan cita-citanya menjadi seorang model namun ketika melihat pria ini maka tujuan hidup Serena berubah....
Balas dendam...dan membuat pria ini hancur di depan matanya..dengan cara itu Serena bisa lega....
Marco tertawa kejam ketika mendengar ucapan putus asa dari gadis kecil ini bahkan dia masih sangat muda...
''Baiklah kita akan mati bersama tapi....belum saatnya bagaimana kalau aku membuatmu merasakan bagaimana kau seperti sudah mati walaupun saat ini kau masih hidup..''
''Apa maksudmu brengsek..aku akan...''
''Akan apa.....bahkan aku sengaja membiarkan rasa sakit di punggungku agar aku tetap mengingatmu Serena...jadi mari kita saling menghancurkan agar kita melihat siapa di antara kita yang lebih dahulu mati..........hahaha....''sinar mata Marco membara...
Dalam sekejap ia merobek gaun Serena dengan sinar mata membara.....Serena berusaha mengelak dari rengkuhan Marco yang begitu kuat...sekeliling kaca mobil ini seketika menjadi gelap karna Marco membuat batas...
Airmata Serena menetes....pada pria yang masih memakai masker di wajahnya...
''Lepaskan aku....lepas...''
Namun kekuatan Serena tidak sebanding dengan kekuatan Marco yang lebih besar..pria yang terlalu marah itu merobek pakaian Serena dan meninggalkan gadis itu dengan branya....
Ada bekas luka di dadanya yang membentuk luka kecil bekas mulutnya...mata Marco melebar...dia ingat ketika Serena menikam pisau di punggungnya secara reflex Marco mengigit dada Serena karna rasa sakit yang dia rasakan begitu kuat..
__ADS_1
''Lepaskn aku....'' teriak Serena ketakutan ketika ingatan pria ini menyentuhnya mulai menggetarkannya..
Marco tersenyum dingin pria itu melepas maskernya dan tertawa...
''Aku tak akan melepaskanmu Serena...kalau dulu aku gagal mendapatkanmu maka kali ini aku pastikan kau akan menjadi milik seorang Marco Antonio dan pastikan kau mengingat namaku apa kau mengerti...kau harus membayar atas luka dan rasa sakit di punggungku, juga atas rasa malu karna kau....telah berani mempermainkan aku...apa kau mengerti sa...yang...''
''Tidak...aku tidak mau lepaskan aku.....aku tak mau kau sentuh..lepas..''jerit Serena berusaha menendang, memukul dan berusaha melepaskan diri namun...
Tubuh Marco sekeras batu..pria itu menghimpit tubuhnya dengan keras hingga dia tak bisa bergerak...kemudian Marco melancarkan aksinya di dalam limosin yang berjalan dia memaksa Serena untuk memuaskan gairahnya...
Mobil mahal itu mempunya tempat duduk lebar dan bisa untuk di pakai tidur...disanalah Marco memaksa Serena...menyentuh, mengul**m, menggilas dan menghis*p kemanisan sang gadis..
Serena tak mampu melepaskan dirinya sekuat tenaga dia sudah berusaha namun....Marco terlalu kuat dan terlalu keras menyentuhnya dengan begitu kasar hingga meninggalkan bekas di permukaan pa yu da ra nya...bibirnya hingga akhirnya...milik Marco yang mengeras mendesak masuk dan menyatukan diri di dalam diri Serena hingga tangisan gadis itu pecah saat itu juga....kesuciannya hancur di tangan pria yang teramat dia benci di dunia...
Serena menangis keras rasanya dia ingin mati saja ketika tubuh Marco menyatu dengannya..
Tidak.............
*********
Mark membeku ketika sampai dirumah dan dia tidak melihat gadis itu dimanapun baik itu di kamar, di taman belakang, bahkan hanya ada Molly bersama pelayannya...dan kata pelayan Serena belum pulang...
Apakah dia marah melihatnya dengan Elena...? Mark mengusap wajahnya dengan kasar....ia sungguh merasa nyeri membayangkan kalau Serena mungkin pergi karna tak terima melihat dia berjalan bersama gadis lain..
Bodoh...mengapa dia malah menerima ajakan Elena begitu saja...Mark tidak menyangka kalau mereka akan bertemu Serena di jalan tadi....aaah...dimana gadis itu..hari sudah semakin sore...
Mark semakin cemas ketika dia mencoba menghubungi Serena lewat ponselnya namun ponsel Serena tidak aktif.....
Ya ampun kau dimana Serena...??
Mark kemudian keluar dari rumah dan menuju mobil...pria itu akan mencari Serena sampai ketemu...
********
Sementara...
Usai melakukan keinginannya Marco membelikan Serena baju yang baru dan memakaikannya pada gadis itu....Marco merasa aneh...tadi dia begitu membenci Serena bahkan sempat terbersit di pikirannya untuk membunuh gadis ini karna kebenciannya yang begitu besar pada Serena..
Namun.....
__ADS_1
Ketika semuanya selesai..Serena tidak mengeluarkan satu katapun di wajahnya yang pucat,....gadis itu hanya meneteskan airmatanya dan beberapa kali mengigit bibirnya..mungkinkah dia merasa sakit,...
Tidak...ini hanya perasaannya saja bukan....masalah di antara mereka sudah selesai...ia telah menghukum Serena dan tidak ada salahnya membiarkan gadis ini hidup toh..dia baru saja kehilangan hidupnya...
''Aku akan melepaskanmu Serena....jadi di antara kita...''
''Sudah selesai...''sambung Serena dengan suara bergetar...tatapannya berubah sayu....
Marco membeku sekali lagi merasa sesuatu yang keras menyentuh hatinya dan menggetarkannya..
''Turunkan saja aku di tempat tadi...tuan Marco..''ucap Serena memalingkan wajahnya berusaha menghapus airmatanya yang tidak mau berhenti..
Dan percayalah pemandangan di depan mata Marco sanggup membuatnya nyeri entah mengapa...
Marco sudah biasa merasakan rasa sakit....dia sudah biasa melihat airmata...namun mengapa airmata Serena bisa menyentuhnya...
''Baik..kalau itu maumu...Serena...''
''Aku tak akan pernah mengatakan apapun..anggap saja tidak pernah terjadi apapun antara kita....terimakasih karna sudah membiarkan aku hidup..''
Serena memberanikan diri menatap mata Marco yang berwarna abu terang ia sungguh membenci pria ini...
''Keluarlah dari mobil sekarang...''ucap Marco dingin..
Serena pun menganggukan kepalanya...gadis itu keluar dari dalam mobil dan berdiri seperti patung di pinggir jalan..
Hati Serena hancur berkeping-keping....menyadari ia telah kehilangan sesuatu yang berharga di dalam hidupnya...
Serena memejamkan mata ketika rasa sakit itu semakin menyerang hatinya, sakit sekali Mami.....
Tangis Serena pecah di tempatnya berdiri...kini dia sudah tak punya harapan.....
********
Sementara Marco membeku menatap isi mobil tempat yang menjadi saksi ketika dia telah merenggut kehormatan gadis itu...
Aaah....mengapa dia tidak tenang begini, mengapa wajah Serena menghantuinya...??
Selimut yang menjadi alas tubuh Serena terdapat bekas noda darah dan membuat pria itu memejamkan matanya...
__ADS_1
Sial...........