Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Syok


__ADS_3

Axel terpaku untuk sesaat bahkan, cintanya baru saja tumbuh bukankah sangat menyakitkan jika harus patah hati lagi, terlebih cinta Axel sudah terlanjur besar kepada Serena...


''Mengapa kau menatap seperti itu..'' tanya Marco mengerutkan kening..


Axel tak bisa menahan diri untuk bertanya mungkin saja mereka adalah sepasang mantan suami istri yang sudah bercerai dan kini tuan Marco yang mendapat giliran untuk mengunjungi putranya karna kalau mereka masih suami istri selama ini Serena tidak pernah mengatakan apapun tentang suaminya dan malah mengatakan single parents...


Axel memutuskan untuk menahan diri dia harus menunggu Serena dan membiarkan semua pertanyaannya terjawab..


''Tidak tuan Marco..aku hanya terkejut ketika menyadari tuan sudah punya anak,aku pikir tuan seorang single.''


Marco tertawa renyah..


''Kau terlalu meremehkanku Axel....''


''Aku minta maaf....''


Marco melirik Matteo yang selalu tersenyum kepadanya dia sangat bangga walau merasa bersalah, dia melewatkan hampir 6 tahun perjalanan hidup putranya, kehilangan moment bersama meski dia belum terlalu terlambat sekarang..semua terasa begitu menyedihkan.


''Tidak masalah Axel...sekarang aku bangga mengenalkan putraku..''


Matteo dan Axel saling menatap dengan dalam, Matteo tau kalau pria ini yang bersama Mommy mencarinya kemarin...


''Baiklah....ada beberapa tamu penting yang hendak bertemu tuan...''ucap Axel memulai perkataannya.


''Baiklah....ayo Matteo, Daddy akan memperkenalkanm.''


''Yah,....Daddy..''balas Matteo dengan senyum berbinar di wajahnya.


Mereka lalu melangkah bersama menuju beberapa orang yang sedang bicara, Marco berbicara dan memperkenalkan putranya...


''Siapa namamu anak tampan..'tanya seorang rekan bisnis Marco pada Matteo..


''Matteo..''


''Matteo wah...nama yang bagus...pria itu lalu melirik Marco yang sedang minum, dimana Mommy mu...''


''Ada di pesta ini...''jawab Matteo dengan jujur..


Mereka saling berpandangan juga Axel yang sedikit melonggarkan tenggorokannya entah mengapa ada nyeri di hatinya...ia berdebar ketika wanita yang mereka maksud adalah Serena..


''Tuan Marco..anda benar-benar misterius, aku pikir anda seorang Single tapi ternyata sudah menikah..aku penasaran dengan wajah istrimu tuan Marco..''ucap pria di depanya..


''Dia sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya jadi aku memutuskan tidak mengganggunya..''


''Dimana dia...., yah...aku ingin mengenalnya, tuan Marco ini kesempatan keluarga kita saling mengenal bukankah begitu...'' seru beberap pria yang menjadi temannya itu..


Marco menaikan sudut bibirnya..


''Baiklah....aku akan mengenalkan kalian kepadanya..'' ucap Marco dengan tenang..

__ADS_1


Ia memandang ke arah belakang panggung pelaminan, Serena disana...sedang mengawasi pekerjaannya..


**********


Serena memandang jurang hitam di belakangnya dengan tatapan beku..dan salah seorang karyawannya mendekatinya..


''Nyonya Serena...mengapa memandang ke arah jurang yang dalam itu...''


Serena sontak menoleh gusar...


''Tidak...aku hanya sedang membayangkan sesuatu..''


''Jika jatuh disana maka jangan harap bisa selamat, tubuh kita akan hancur..'' sambung sang karyawan..


''Aku juga pikir begitu...sangat mengerikan..''balas Serena menggantung.


Serena mengusap wajahnya dia masih merenung disana...sialan mengapa dia menjadi seperti ini, sejak kedatangan Marco membuat dunianya seketika gelap, bahkan menarik semua konsentrasi Serena saat ini hanya untuk berpikir bagaimana caranya melepaskan diri dari Marco..bagaimana caranya..


''Jangan duduk disana nyonya Serena, terlalu berbahaya bagi nyonya.''


Serena mengangguk seteika dia berdiri dan menegakan tubuhnya..


''Terimakasih sudah mengingatkan, apakah semua baik-baik saja...''


''Nyonya Serena tidak perlu khawatir kami bisa mengatasinya, nyonya punya tim yang hebat...kita sudah seperti keluarga jadi kami bekerja sama seperti kami bekerja demi keluarga...jadi nyonya tidak perlu khawatir..''ucap karyawannya tersenyum...


Serena berkaca-kaca dengan rasa haru yang menguar, dia tak tau mau mengatakan apalagi sekarang..dia sangat bangga dengan para karyawan yang bekerja sepenuh hati mereka..


''Yah...nyonya, jadi bagaimana kalau Nyonya berpesta saja jangan khawatir tentang ini semua...kami akan mengatasinya..''


''Baiklah...aku senang mendengarnya tapi aku akan baik-baik saja disini...''ucap Serena memang sengaja berlama-lama disini..karna dia tau begitu keluar dari tempat ini maka ia akan bertemu dengan Marco dan Matteo...Serena sudah membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya..


''Baiklah..nyonya istirahat saja...''


Namun tak lama kemudian salah satu karyawan mendekatinya dengan kepala yang tertunduk..


''Nyonya Serena...''


''Ya ada apa...''


''Nyonya Serena, tuan Axel mencari anda dan meminta nyonya ke bagian tengah..''


''Hah.....bagian tengah...''ulang Serena merasa enggan.


''Yah....putra nyonya juga sedang menunggu disana..dia mencari anda..''


Serena berdiri sebentar dan ia menjadi gugup seketika, dan pemandangan itu membuat beberapa karyawannya menatapnya dengan khawatir...


''Nyonya apakah ada masalah..''

__ADS_1


Serena menoleh dan ia menggeleng, mengusir rasa khawatir dari wajah para karyawannya...Serena berdehem mencoba menghalau rasa gugupnya..


''Apakah penampilanku baik..maksudku..aku tidak terlihat berantakan..''Serena meminta pendapat..


Para karyawan saling memandang dengan senyuman..


''Nyonya sangat cantik sekali...hanya saja nyonya harus percaya diri dan tersenyum....''


''Tersenyum...''


''Yah...nyonya akan semakin sempurna jika tersenyum...''


Serena pun mengangguk lemah, baiklah aku akan kesana..


Serena lalu menarik gaun panjangnya yang menyapu lantai dan melangkah perlaha menuju ruang tengah...Serena berdehem beberapa kali untuk meredakan rasa gugupnya..


Sementara itu Marco masih menunggu bersama Matteo, sambil berbincang dengan beberapa rekan bisnisnya.


''Jadi....siapa nama istri anda tuan Marco, kami juga tinggal disini mungkin saja kami mengenalnya..''


''Dia seorang WO dan Desainer...''ucap Marco bangga..


Sementara itu Axel mengusap wajahnya dengan kasar....mengapa hanya dirinya merasa patah hati, seakan semua apa yang ada di dalam dirinya ingin meledak..ia mencintai Serena itu jelas dan sedikit tidak rela jika benar Serena masih terikat pernikahan dengan tuan Marco saat ini..sungguh menyakitkan untuknya....


''Wah...dia pasti sangat istimewa...''ucap salah seorang dari mereka..


Marco tersenyum....


''Dia adalah wanita pertama yang membuatku jatuh cinta..''Marco mengakuinya...


Tak lama kemudian...


Serena keluar dari bagian belakang, melangkah dengan anggun, dia cantik, dia muda dan penuh pesona jika melihat menatap Serena mereka akan menyangka dia adalah seorang gadis dan bukan ibu dari satu anak..


Serena begitu manis...dan ketika dia mendekat, Marco dan Axel memandangnya dengan tatapan kagum...hingga Matteo pun ikut tersenyum..


''Mommy.....'' jerit Matteo tersenyum senang...


Serena merasa ia ingin lari dari situasi ini, bagaimana ketika Marco dan Axel sama-sama menatapnya dengan begitu tajam....hingga dia merasa sesak nafas..


Juga beberapa pria dewasa yang berada di dekat Marco menatapnya dengan penasaran yang tinggi dan sekali lagi mereka menatapnya dengan tatapan kagum dan terpesona..


''Sayang kemarilah...''ucap Marco dengan pandangan menekan hingga Serena tak mampu berkutik...jika dia membantah maka bisa di pastikan kalau ini terakhir kalinya dia melihat Matteo putranya, Serena sadar betul dengan resiko ketika melawan Marco di depan matanya..


Marco mengulurkan tangannya dan memeluk Serena dengan posesif di depan teman-temannya termasuk Axel yang tak bisa menyembunyikan wajah kecewanya...


''Dialah istriku tercinta, Serena Antonio..''ucap Marco dengan bangga..


Serena menatap mata Axel yang terlihat tersiksa..

__ADS_1


Oh...bagaimana ini.....


__ADS_2