Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Bertemu Di Butik


__ADS_3


Ketika turun dari pesawat, Marco sudah di buat terpana dengan keindahan kota ini, sungguh tak ada yang bisa mengalahkan keindahan kota ini seperti berada di dalam lukisan, sangat tenang dan seolah ia berada di dunia lain...hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi Marco...


Dan ketika dia tiba di lokasi pernikahan matanya kembali takjub dengan dekorasi yang di penuhi berbagai bunga yang mengeluarkan keharuman alami yang menggoda...sungguh semua ini menarik untuknya.


''Acara belum di mulai...aku merasa tidak enak tuan Marco harus datang lebih dahulu..''ucap Axel merendah.


Sementara itu..Marco pun tersenyum,


''Aku suka melihat bunga-bunga disini...pihak WO nya pastilah seorang wanita yang anggun dan berkelas..


Axel ikut bangga ketika Serena di puji, ia pun mengangguk...


''Tentu dia wanita yang berkelas..aku akan memperkenalkannya pada tuan nanti malam mungkin saja jika tuan punya acara besar tuan bisa memintanya secara khusus..


''Ide bagus...mungkin setelah bertemu istriku, aku akan memakai jasanya..''


Keduanya lantas tersenyum..


''Oya tuan Marco..aku ingin meminta ijinmu, kami telah menyediakan beberapa jas..jika tuan mau maka aku akan mengarahkannya pada butik M yang tak jauh dari sini...''


''Butik M..''ulang Marco tertarik..


''Yah...tempatnya tidak jauh dari sini.''


''Baiklah tak ada salahnya aku mencoba...katakan dimana alamatnya..aku akan kesana..''ucap Marco tersenyum.


''Baik tuan Marco..''


**********


Di Butik M....


Serena menyelesaikan pekerjaannya dengan menyediakan drescod yang di minta oleh tuan Axel jadi dia benar-benar sibuk sekali...memang ini adalah kesempatan baginya untuk pembuktian diri bahwa dia adalah seorang Desainer dan pemilik WO yang cukup di perhitungkan..


''Nela..bisakah kau membantuku..''panggil Serena pada salah satu pegawainya.


Seorang gadis mendekat dan menunduk ke arah Serena..


''Yah nyonya Serena..''


''Tolong bantu aku...aku akan menjahit kancing yang terlepas..''pinta Serena..


''Baiklah..''


Sebuah jas yang cukup mahal dan di kerjakan dengan hati-hati..tuan Axel bilang Jass ini khusus untuk seorang tamu penting, dia akan datang sebentar lagi untuk melakukan fitting..Serena menjahitnya dengan teliti sampai akhirnya selesai..


Serena tampak puas sekali melihat hasilnya..


''Baiklah ini sangat bagus...''


''Tuan itu pasti menyukainya...''

__ADS_1


''Semoga saja Nela..''balas Serena tampak puas..


Tak berapa lama kemudian dia teringat dengan jas berukuran kecil untuk sang putra, wanita muda itu telah menyelesaikan sebuah Jass yang sangat bagus untuk sang putra..tentu saja dia ingin Matteo tampil dengan sempurna sebagai pendampingnya..


Serena pun sudah membayangkan betapa tampannya sang putra nanti malam...


''Nyonya Serena..di bawah seorang pria yang mengaku akan mengambil jas miliknya..apakah aku akan mengantar jass ini atau biarkan dia masuk nyonya Serena..''tanya Nela karyawannya..


Serena pun menimbang, dia harus mengukur ulang tubuh pria itu agar pas..Serena tak ingin jass itu sesak atau longgar..


'Baiklah...silahkan suruh dia masuk dulu, bukankah kita harus mengukur tubuhnya...''


''Ya nyonya Serena..''


Karyawannya telah pergi dan Serena mengambil masker miliknya dan memakainya...yah, dia terbiasa melakukannya ketika bertemu dengan konsumen pria nya..


Sementara...


Langkah kaki Marco terhenti ketika melihat foto berukuran besar di pertengahan menuju tangga atas...seorang anak lelaki berusia sekitar 5 tahun yang begitu tampan...


Matanya tajam, dan warna matanya abu terang,....Marco tampak tertarik melihat foto anak lelaki di depannya..


Tampan..sangat tampan...itulah yang pertama kali muncul di benak Marco saat ini...


''Tuan...silahkan naik ke atas...'' ucap sang pelayan memberi jalan..


''Siapa anak ini..dia tampan sekali..''puji Marco merasa sungguh tertarik..


Pelayan itu tersenyum..


Marco mengangguk....


''Dia tampan sekali..''


''Ayolah naik..''ucap Marco lalu melangkah melalui tangga...


Sang karyawan lalu membuka pintu ruangan dan mempersilahkan Marco masuk ke dalam ruangan..


Marco lalu masuk dan pintu di tutup, pria itu mengerutkan kening melihat seorang wanita tampak membelakanginya dan sedang memperbaiki jasnya..


Marco mendekati Serena yang sedang serius memperbaiki jasnya.


''Hai....''


Deg!!!


Serena membeku, ketika dia mendengar suara yang begitu familiar di telinganya, matanya berkaca-kaca dia terkejut setengah mati mendengar suara yang sudah lama tidak dia dengar...


Hingga sontak Serena menoleh dan membeku melihat Marco berdiri di depannya dengan tatapan tajam..


Marco...


Marco.....

__ADS_1


Marco........


Tubuh Serena gemetar hingga tanpa sadar ia terpaku seolah sedang melihat hantu, beruntung dia memakai masker...


Hoh....doanya selama ini adalah agar jangan di pertemukan dengan Marco namun hal yang sebaliknya terjadi, dia malah bertemu Marco...mengapa ini terjadi kepadanya,..


Mengapa mereka harus bertemu kembali....?


Mengapa.......?


''Apa aku seperti hantu...mengapa kau menatapku seperti itu...''


Serena menundukan kepalanya...lalu meraih secarik kertas di atas meja,..dia tak boleh bicara atau Marco akan mengenalinya..oh Tuhan bagaimana ini....?


Serena lalu menulis di kertas..


''Maafkan saya tuan..saya tak bisa bicara..''


Serena memperlihatkan tulisannya kepada Marco dan pria itu membacanya, dia tampak mengangguk...wanita secantik ini tak bisa bicara..


''Tapi kau mengerti ketika aku bicara..''


Serena mengangguk dengan patuh..


''Bagus...aku datang kemari karna akan mengukur jas milikku...apakah kau sudah menyiapkannya...''


Serena berkaca-kaca ketika melihat Marco dia malah bengong di tempatnya, bagaimana kabar pria ini...selama ini apakah dia baik-baik saja..mengapa dia terlihat lebih tua,...astaga...apa yang aku pikirkan..


''Nyonya..mengapa kau diam saja..''tanya Marco mendekat....ia tertarik dengan mata wanita asing ini yang seperti tidak asing..


''Maafkan aku tuan, aku hanya terkejut anda seperti orang asing..''Serena kembali menulis dengan gemetar..


Marco lalu membacanya dia tersenyum ketika melihat tulisan tangan itu...lalu kembali menatap mata Serena yang terlalu gugup..


''Aku hanya menghadiri pesta pernikahan rekan bisnisku dan akan pulang sebentar lagi....tentU saja...oya apakah kau bisu sejak lahir...''tanya Marco semakin mendekat..


Serena pun bergerak mundur dan mengalihkan perhatian Marco dan segera mengambil jas milik pria ini..lalu membawanya mendekat..disaat yang sama Marco menatap cincin milik Serena di jari manisnya...


Pria itu mengerutkan kening, kemudian menatap mata Serena sekali lagi seolah sedang mencari...


Serena kembali menulis...


''Tuan bisa mencoba jass ini dan aku akan melihat apakah pas di tubuh tuan...jika kurang aku masih punya waktu untuk memperbaikinya..''


Marco lalu mengangguk, membiarkan Serena membantu memakaikan jas miliknya....aaah..ternyata masa lalu begitu dekat dengannya...


Serena Antonio....kaukah itu....batin Marco menebak...


''Ini sangat pas di tubuhku, kau seorang desainer yang handal...oya siapa namamu..nyonya..''


Marco mendekati Serena hingga membuat Serena terjebak di meja kerjanya tanpa mampu pergi..


Habislah aku......bagaimana ini....??? Jerit Serena di dalam hatinya...

__ADS_1


Deg!!!!!


__ADS_2