
Serena sudah memulai kuliahnya di jurusan seni...semua berjalan dengan normal setelah sebulan berjalan...hari demi hari Serena semakin terlihat dekat dengan Mark, sering bersama membuat keduanya semakin dekat...Mark selalu pulang lebih awal dan menghabiskan waktu dengan Serena..meski begitu tak ada sentuhan fisik karna Mark benar-benar menjaga Serena dengan baik sesuai tujuan awalnya mengangkat Serena sebagai adik.
Hari ini Serena pulang lebih awal dari perkuliahannya namun sebelum pulang Serena mampir ke sebuah Mall yang terkenal..dia ingin membeli sesuatu untuk Mark. hari ini Mark bilang akan pulang lebih awal dan bicara dengan seorang teman jadi Serena memutuskan untuk berbelanja makanan untuk di bawa pulang karna sampai saat ini Serena tidak pernah bisa masak sesuatu..
Ketika Serena melewati sebuah restoran dia kemudian masuk dan mencari tempat duduk yang paling tersembunyi lalu meletakan barang belanjannya dan ketika dia sedang memesan menu..matanya tak sengaja menangkap sosok Mark bersama seorang wanita dia terlihat berkelas dan dewasa..usia mereka terlihat sama mereka menyusuri butik-butik di sekitar Mall dengan sangat dekat..
Melihat hal itu tentu saja membuat Serena gemetar..entah mengapa pemandangan itu amat sangat menyiksanya...ketika wanita itu mengalungkan tangannya di lengan Mark mereka berjalan bersama sungguh membuat Serena cemburu entah mengapa....
Serena berkaca-kaca, mengapa dia merasa terluka..mengapa dia merasa sakit hati dan mengapa dia harus cemburu....mengapa ini terasa menyakitkan bagi Serena..?
Serena merasa dia hilang selera makan...
''Nona...apa yang anda ingin pesan..''
Serena menoleh dengan mata yang hampir menangis dan membuat pelayan itu terkejut..
''Ada apa...''
Serena meraih tas belanjanya dan menegakan tubuhnya...
''Maaf...aku harus ke suatu tempat, lain kali aku akan makan disini...''ucap Serena tersenyum sambil minta maaf..
Gadis itu pun keluar dari restoran itu dengan raut wajah cemberut..kedekatan Mark dan wanita itu benar-benar menyakitinya..ya ampun..lebih baik dia pulang saja dan melupakan semua perasaan bodohnya..
''Serena...'' suara Mark membuat jantungnya berdebar..
Serena sontak menoleh dan membeku melihat Mark tersenyum kepadanya dan juga wanita di sampingnya..
''Inikah Serena yang kau ceritakan itu....dia cantik sekali..hai..namaku Elena..''ucap wanita cantik itu mengulurkan tangan..
Serena pun mencoba tersenyum...ia membalas uluran tangan wanita itu..
''Serena..''balas gadis itu tersenyum...
''Baiklah...karna kita bertemu disini ayo kita makan siang bersama..''
''Aku akan pulang saja..''ucap Serena enggan..
__ADS_1
Mark menyipitkan matanya dengan tajam..
''Mengapa..kau mau pulang, kita bisa pulang bersama Serena..aku bisa..''
''Tidak...aku tak ingin mengganggu...''jawab Serena dengan mata berkaca-kaca..
Sementara Elena menatap Mark dengan senyuman..
''Sayang..jangan memaksa Serena..dia mungkin canggung jika makan bersama kita...Elena menatap mata Serena dengan sinar mata membara...baiklah kau pulang saja lebih dulu aku...adalah teman dekat dokter Mark aku akan pulang bersamanya nanti..''
Serena mengangguk...
''Baiklah...aku akan pergi..''
Serena hendak melangkah namun Mark mencekal tangannya hingga Elena dan Serena saling menatap..
Mark menatap Serena dengan tajam..
''Bibi sedang tak ada dirumah..kau mau makan apa Serena kau tidak bisa memasak..''
''Aku lupa Mark kalau aku ada janji dengan temanku..kami akan makan bersama disini...tenang saja aku akan baik-baik saja..''ucap Serena mencoba tersenyum...
Sementara Mark akhrinya mengangguk..
''Baiklah....pergilah, jangan telat pulang kerumah oke...setelah selesai makan aku akan mengantar pulang Elena dan langsung pulang kerumah..''
Serena mengangguk patuh lalu pamit dan membalikan tubuhnya dia melangkah menjauhi Mark dan Elena yang masih berdiri dan menatapnya...Serena benci ketika airmatanya jatuh...tanpa bisa dia kontrol..dadanya terasa sesak karna cemburu..
Mark ternyata tidak menyukainya dan mungkin selamanya akan menganggapnya seorang adik...?? Serena menghapus airmatanya..gadis itu melangkah menuju pintu keluar tanpa ia ingin menoleh lagi...semoga perasaan ini hanya sementara karna rasanya begitu menyakitkan untuk dia rasakan...
Serena akhirnya keluar dari Mall dan melangkah pelan dari sana...ia harus mencari taxi di tengah hari begini...Serena akhirnya sampai di pinggir trotoar dan menunggu taxi...ia kembali merenung..apakah dirinya yang terlalu baper...tapi selama ini Mark juga memberinya perhatian lalu untuk apa perhatian itu kalau bukan rasa suka...bagaimana Serena menghadapi ini...bagaimana dia menghadapi hatinya sekarang...bersikap baik-baik saja di depan Mark padahal dia tidak baik-baik saja...
Serena tidak menyadari bahwa dirinya sedang di awasi sebuah mobil yang tak jauh darinya,...dia adalah
Marco.....
Pria itu sebenarnya baru saja kembali dari rumah sakit untuk memeriksakan kondisi luka di punggungnya oleh Mark saudara kembarnya setelah dari sana Marco hanya iseng mengelilingi kota dengan mencoba peruntungan kalau saja bisa menemukan Serena,..
__ADS_1
Dan..sepertinya keberuntungan berpihak kepadanya...
Marco melihat gadis itu keluar seorang diri dari sebuah Mall besar..karna hari siang bolong Marco tak ingin membuat keributan...karna itu dia memerintahkan supirnya untuk mendekati Serena diam-diam agar mereka tidak menarik perhatian..
Serena memang cantik..kali ini dia tidak memakai maskernya dan itu semakin memudahkan Marco untuk mengenalinya..
''Serena,....kali ini kau akan menjadi milikku..'' Marco tersenyum dengan sangat puas....
Lalu limosin itu mendekat pada sosok Serena yang seolah kehilangan pikirannya...Marco tak akan menyia-nyiakan waktu mobilnya terparkir di dekat Serena jadi ia akan muda menjangkau Serena kalau gadis ini lari darinya...
Marco mengepalkan tangannya dengan kuat...
Sebuah mobil berhenti...dan Serena benar-benar tidak waspada..gadis itu masuk ke dalam mobil tanpa memperhatikan warna dan bentuk mobil di depannya...Serena masuk karna mengira itu adalah Taxi..ia masih berada di dalam pikirannya yang terluka dan patah hati..
Namun ketika pintu di tutup Serena segera menyadari ada yang berbeda..dia tidak masuk ke dalam taxi namun pada sebuah limusin yang mewah..
Deg!!!!
Wajah Serena memucat ketika melihat seorang pria duduk memakai masker untuk melindungi wajahnya..tepat di depan matanya,..
''Siapa kau..mengapa kau menangkapku...'' jerit Serena ketakutan...
Pria itu memajukan tubuhnya dengan sinar mata membara.....
''Apakah kau tidak mengenalku..yang benar saja...hahaha....''
Ingatan Serena terbang pada sosok pria yang berada di rumah Pesona Dewi,..tubuhnya gemetar ketika dia bisa membaca wajah pria itu walau dia memakai masker..
''Oh tidak.......kau....''
Serena meraih gagang mobil dan berusaha membukanya...
''Turunkan aku...''teriaknya histeris namun terlambat karna pintu di kunci secara otomatis..
Tubuh Serena melemah begitu ketakutan...airmatanya menetes ketika pria itu mendekatinya..
Deg!!!!!
__ADS_1