Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Mengambil Hati


__ADS_3

Serena duduk di kamarnya wajahnya tampak murung dia memandang dari ketinggian lantai 5 di balkon kamarnya memikirkan cara untuk melarikan diri meski kemungkinan itu terlalu kecil...hanya 1 persen dan itu pun bukan selamat namun mati...balkon ini sangat tinggi dan licin jatuh dari sini sanggup mematahkan seluruh tubuhnya..dia akan mati dalam hitungan detik..


Namun,...menyerah di dalam rengkuhan Rive bukanlah solusi untuknya yah...Serena sudah sejauh ini dan dia tak akan pernah membiarkan Marco menang..


Bagaimana caranya bisa lepas dari Marco, bagaimana caranya pergi dari sini...Serena sungguh tak bisa menemukan salah satu alasan dia harus menerima Marco dan pernikahan mereka..pria itu telah membuat kehancuran di dalam dirinya karna itu Serena hanya memikirkan caranya bagaimana bisa dia pergi...karna satu detikpun dia tak akan sanggup bertahan bersama Marco..


Tentu saja...jadi Serena harus bersikap pintar mulai sekarang...


Serena melangkah kesana kemari memikirkan bagaimana caranya melumpuhkan Marco atau setidaknuya membuat pria itu lemah padanya..setelah mendapatkan kepercayaannya maka Serena akan langsung pergi meninggalkan pria itu...


Yah..hanya itu satu-satunya cara baginya...ada gerakan pintu terbuka dan Serena mulai waspada..dia berdehem beberapa kali untuk mengatasi kegugupannya...


Serena lalu berusaha tersenyum ketika sosok yang muncul di balik menatapnya tajam..


Serena tersenyum pada Marco...? Sesungguhnya ini sangat aneh dan langka bagi pria itu..


''Marco.....''


''Jangan tersenyum kepadaku Serena itu sangat menakutkan dari pada sikap marahmu..''desis Marco melepas jas miliknya.


Serena mendekat dia masih tersenyum, sudah tak ada lagi caranya bagi Serena ia sudah memikirkannya berjam-jam, dia sudah membayangkan bagaimana kalau dia terus melawan Marco..pria ini akan membunuhnya tanpa berpikir dua kali...tentu saja..jadi setelah dia berdebat dengan egonya Serena mengalah dengan merendahkan dirinya..yah tentu saja jalan satu-satunya adalah dia pura-pura bersikap baik untuk mendapatkan hati Marco dan membuat pria ini lengah..seolah dia sudah menyerah.


Tentu saja Serena pintar.....dia melangkah mendekati Marco yang sedang melonggarkan tenggorokannya..Serena sangat cantik ketika mereka berdekatan aroma tubuh Serena membuatnya tergoda...


Serena melakukan sesuatu di luar dugaan Marco dengan membantunya melepaskan dasi....keduanya berdiri dalam posisi saling menatap...


Marco meneliti sikap Serena yang terlalu berubah 180 derajat dalam semalam tentu saja hal ini membuat pria itu di liputi tanya..dan ketika Serena hendak menyentuh kemejanya jemari Marco menahan tangan Serena hingga mata mereka bertemu...


''Hentikan.......apa yang sedang kau rencanakan Serena,..''


''Ssst.....apa kau tidak lelah seharian bekerja...ingat usiamu...aku hanya ingin membantumu..''ucap Serena tersenyum.


Dengan mudah ia menepis tangan Marco yang menghalangi pegangannya,...lalu melepaskan dasinya dan membuka satu persatu kemejanya sementara Marco terus memenjara mata Serena namun sekali lagi gadis itu tidak perduli..


''Sekarang mandilah aku akan memilih piyama untuk tidur.''ucap Serena lalu mengambil pakaian Marco dan membawanya masuk dalam keranjang..


''Serena....apa katakan mengapa kau melakukannya..''


Serena tersenyum...

__ADS_1


''Aku hanya sedang menyerah dengan keadaan Marco...''


''Menyerah.......''ulang Marco waspada..


Yah..seorang Mafia tentu waspada, Serena tidak terkejut karna baru semalam Serena mengutuk, meronta dan marah..tentu saja bagi Marco ini adalah hal yang aneh...


Marco tertawa mendengar ucapan menyerah dari Serena, pria itu lalu mendekati Serena yang berdiri dengan mata berkaca-kaca...


Marco mendekatkan wajahnya....hingga nyaris menciumn bibir istrinya...pandangannya mengeras..


''Aku akan menghukummu dengan sangat berat jika aku mendapati kau hanya sedang memanfaatkan situasi Serena...aku akan...''


Kata-kata Marco terputus ketika Serena kemudian mengecup bibirnya lebih dahulu dan membungkam amarah pria itu..


''Aku memang tidak mahir berciuman Marco namun aku akan belajar cara menyenangkan suamiku...sekarang saatnya kau mandi...''


Serena tersenyum lalu melangkah melewati Marco namun lengannya kembali di tarik ke belakang....


''Serena.....'' desis Marco menggertakan giginya..


Serena berkaca-kaca....


''Yah....kau benar aku telah menyerah Marco...aku bisa apa sekarang selain menerima pernikahan kita..kau tau benar aku hidup sebatang kara...melawanmu sama saja dengan bunuh diri...jadi aku hanya ingin mengatakan padamu entah kau percaya atau tidak..tapi aku hanya ingin mengatakan kalau aku....akan menerima pernikahan ini dan berusaha menerimamu sebagai suamiku....apakah kau sudah puas dengan jawabanku Marco..''airmata Serena menetes di wajahnya hingga membuat Marco membeku di tempatnya..


''Baik...waktu akan membuktikan apakah kau benar-benar menyerah atau sedang mengatur strategi Serena..''


''Setidaknya aku pantas mendapat kepercayaanmu Marco karna bagaimana pun akulah yang menjadi korbanmu disini...''


''Aku sudah bilang kan kalau kau akan memiliki segala yang aku miliki..kau juga mendapatkan kehormatan menjadi istriku...''


Serena tersenyum...


''Maka aku akan menganggap diriku beruntung karna aku barhasil menikah dengan musuhku sendiri..''desis Serena tersenyum lembut..


Usai berkata Serena lalu melangkah meninggalkan Marco yang masih berdiri terpaku di tempatnya...tidak dia masih belum yakin kalau Serena benar-benar sudah berubah...


Tidak mungkin ini masih terlalu awal dan Marco memutuskan akan mengawasi Serena mulai dari sekarang......


**********

__ADS_1


Ada pemandangan berbeda di depan meja makan sekarang setidaknya itulah pemandangan di rumah seorang Marco, karna Serena sudah menyerah maka tak ada alasan baginya untuk menahan Serena di kamarnya dan mulai menemaninya makan diruang makan..


''Aku yang memasak ini semua Marco..''


Pria itu diam saja..melihat berbagai masakan kesukaannya..Serena ingat benar apa yang dia suka terutama setelah hubungan mereka yang cukup buruk..


Marco tersenyum....


Pria itu ingin mencoba masakan Serena namun Serena menghentikannya..keduanya saling menatap..


''Mengapa kau justru menahanku...''


Serena menghela nafas,....


''Aku tak mau kau makan dengan terpaksa jadi di depan matamu sekarang aku akan mencoba semua masakan ini agar memastikan dirimu kalau aku tidak memasukan racun apapun di dalam makananmu.''


Marco pun mengangguk...


''Baiklah......''


Pria itu hanya tersenyum ketika Serena mulai mencicipi satu persatu makanan di atas meja..Marco merasa geli dengan sikap Serena yang lucu...yah...sikap Serena menggetarkan hatinya..


''Tunggu beberapa menit apa yang akan terjadi padaku...''


''Lalu apakah kau hanya ingin aku melihat makanan ini dan menunggu reaksimu Serena...''


''Yah...''


'Tapi aku kelaparan...''


''Tapi ini juga demi meyakinkan dirimu kalau aku benar-benar sudah berubah....''


Marco sekali lagi harus menahan diri,dan mengikuti ucapan Serena,...akhirnya setelah menunggu 15 menit Marco memutuskan kalau dirinya akan percaya pada Serena...


''Waktunya belum selesai Marco..'' ucap Serena mencoba menahan tangan Marco..


Namun pria itu menatap Serena dengan tajam...


''Aku sudah memutuskan kalau aku akan percaya kepadamu Serena..''

__ADS_1


Deg!!!!!


Serena membeku di tempatnya......


__ADS_2