
Arron mendekatkan wajahnya hingga dia dan Amanda bertatapan tajam..
''Kau harus mau bekerja di cafe milikku menggantikan calon kakak iparmu Miley selama 3 bulan sebelum aku mendapatkan pengganti..''
''Apa....kau...kau tidak salah dengar, aku punya banyak pelayan dirumah dan aku sama sekali tidak bisa melakukan pekerjaan itu...aku adalah gadis kecil yang sedang tersesat karna itu aku mohon..jangan lakukan itu...please..''
Arron menggeleng....
''Jika kau menolak maka syarat dariku batal dan kau...siap-siap menerima hukuman dari mereka..''
Arron bersiap masuk ke dalam mobil namun, Amanda tak rela dan menahan ujung jas Arron hingga pria itu menoleh tajam..
''Lepaskan aku mau pulang..''
''Tidak...aku mohon jangan katakan pada mereka...aa..aku masih sekolah bagaimana bisa aku bekerja di Cafe..''
Arron tertawa..
''Sepulang sekolah kau bisa langsung datang ke cafe dan mengerjakan pekerjaannmu..aku harap kau tak akan pernah lagi melakukan tindakan bodoh seperti tadi..untung saja aku datang kalau tidak pria itu mungkin akan membawamu ke tempat tidur...''
''Apa..''
''Yah...dalam minuman itu ada obat tidur...''
''Hoh...benarkah..'' jerit Amanda marah..
''Ada cctv yang merekam jelas..makanya jadi seorang gadis jangan terlalu percaya pada orang lain..''
Amanda menghela nafas, kalau begitu untung saja Arron datang tepat waktu..kalau tidakl maka habislah dia...
''Yah....karna itu kau pantas mendapatkan hukuman karna kecerobohanmu..jadi katakan, kau lebih suka hukuman dariku atau dari orang tua dan kakakmu..''
''Yah..baiklah....aku terima..hanya 3 bulan..aku akan bertahan..''ucap Amanda jengkel..
''Baiklah..kalau begitu ayo aku akan mengantarmu pulang sebelum terlalu malam, jika kau pulang bersamaku..Mommy Serena tak akan marah..''ucap Arron percaya diri..
''Lalu mobilku..''
''Orangku akan mengatar mobilmu kerumahmu dengan alasan mobilmu pecah ban di tengah jalan dan aku menemukanmu Amanda..''
Senyum terbit di wajah Amanda,...dia mendekati Arron dan sontak memeluk pria itu dengan gemas..
''Kau sangat tampan sekali...dan jenius...terimakasih kakak..''
Harumnya aroma parfum bunga yang keluar dari tubuh Amanda ketika memeluknya sanggup membuat Arron terpaku....hatinya bergetar seketika...
Ia membeku ketika Amanda melangkah masuk ke dalam mobil dan masih berdiri disana dan menyentuh dadanya sebelum teriakan Amanda agar dia masuk ke dalam mobil...
''Ayo cepat...masuklah..''
''Baik...''balas Arron langsung masuk ke dalam mobil dan melaju meninggalkan tempat itu untuk mengantar Amanda pulang..
***********
''Aku tak mau menemui dia..''ucap Nala keras pada Nathan yang sudah bersiap untuk kerumah sakit..
Daddy bilang mereka harus segera ke rumah sakit untuk bertemu dengan Kak Ana....namun sikap Nala yang keras kepala sungguh membuat Nathan kesal.
__ADS_1
''Katakan padaku mengapa kau seperti ini..''
Nala memalingkan wajahnya,...dulu dia adalah seorang putri tapi sekarang semuanya berubah dalam sekejap tentu saja siapa yang akan terima...
''Katakan saja aku sedang sibuk dengan tugas sekolah atau apapun pokoknya aku tidak ingin ke rumah sakit..titik..''
''Kau benar-benar kerras kepala Nala...bagaimana mungkin kau mengatakan hal seperti itu hah....kak Anna adalah kakak kandung kita dan kita sudah bertemu mengapa kau menolak bertemu apa kau cemburu pada kakak..''
''Diam....kau juga telah memilhak padanya tak ada lagi yang sayang padaku....tangisan Nala pecah...aku tak ingin dia kembali dan merebut semuanya...semua perhatian Daddy dan Mommy adalah milikku..hanya milikku..''
''Apa kau bercanda....Nathan tertawa kesal,...bahkan kau tak pantas bicara seperti itu...''
''Biarkan ini masalahku bukan kau..''
''Tapi kau adikku jadi aku berhak mengingatkanmu Nala..jangan membuat masalah....kau tau apa yang di lalui Kak Anna selama di culik..ada banyak rasa sakit...bukankah sebagai adik kita..''
''Tidak...aku tidak mau mengakuinya..meski dia benar kakakku...sejak awal kedatangannya telah membuatku kesal...Mommy menamparku karna dia...aku di perlakukan tidak adil...airmata Nala menetes...aku tak mau menerimanya..''
Nathan mengangguk meski dia kesal..
''Baiklah...jangan menyesal atas hukuman yang akan kau terima...tapi aku ingin kau sendiri yang menolak ka Anna di depan orang tua kita,....jadi sekarang..ikut aku..''
Nathan mendekat dan menarik paksa, agar Nala ikut bersamanya..
''Aku tidak mau Nathan....''
''Ikut atau aku akan memberimu sedikit kekerasan..''ucap Nathan tajam..
Nala menggeleng takut, yah..dia takut pada Nathan karna kalau Nathan marah terlihat menakutkan seperti Daddy..dengan sangat terpaksa, Nala ikut Nathan pergi dari sana...
Keduanya akhirnya sampai di garasi mobil, tepat di saat yang sama..Amanda pulang bersama Arron..
Sinar mata Nala menjadi dingin, Amanda adalah musuhnya sekarang, sementara Nathan menatap beku pada sosok Amanda yang di antar oleh seorang pria cukup tampan...
''Hai..Nathan...Nala...kalian mau kemana malam-malam begini..''tanya Amanda ramah..
Nala memalingkan wajahnya kesal,...sementara Nathan berdehem..
''Kami akan kerumah sakit, mungkin besok pagi Mommy sudah pulang..kami akan bertemu kak Anna...''ucap Nathan sembari menatap Arron yang memandang Amanda..
''Baiklah hati-hati..'' ucap Amanda dengan ramah..
''Terimakasih Amanda..''
Sementara Nathan dan Arron saling beradu pandangan sebentar...sebelum Nathan masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah,..
''Mengapa dia menatapku seperti itu..''tanya Arron mengerutkan kening..
''Dia hanya sedang sedih..kau tau Miley adalah Anna..yang sebenarnya kakak kandungnya..''
Arron terkejut...
''Miley adalah Anna..''ulangnya menghela nafas...
''Yah...ayo masuk..''ajak Amanda melangkah masuk ke dalam rumah..
Dan ketika sampai di pintu,...kedatangan mereka di sambut oleh Serena dan Marco yang sedang bersama seorang desainer untuk berdiskusi..
__ADS_1
''Selamat malam Om Marco dan Tante Serena..''sama Arron dengan sopan..
Arron dan Serena saling menatap dengan senyuman..
''Arron si tampan itu...ayo kemarilah, mengapa kau dan Amanda datang bersama..''tanya Serena...
Arron lalu duduk sementara Amanda langsung duduk di tengah-tengah Mommy dan Daddynya dia langsung di peluk Marco..
''Bukankah kau ke pesta bagaimana pestanya sayang.''tanya Marco mengusap rambut putri kesayangannya..
Amanda dan Arron saling menatap...
''Eehm...pestanya berlangsung meriah, namun ketika acara bebas, aku pulang..di jalan ban mobilku kempes dan kebetulan kak Arron lewat dan aku menumpang...bukan begitu kak Arron..''
Marco kagum dengan Arron, sebegai pengusaha muda yang sukses, dari semua teman Mattew hanya persahabatan dengan Arronlah yang awet...
''Terimakasih nak Arron...kau telah menolong putriku..''
''Tidak masalah Om..karna aku kebetulan lewat dan aku cemas melihatnya berdiri di pinggir jalan sendirian..''ucap Arron sopan..
Serena menyentuh dadanya karna lega..
''Syukurlah...Amanda, lain kali gunakan ponselmu kau akan membuat Mommy gila jika terjadi sesuatu..''
''Maaf..''balas Amanda menunduk.
''Oya...Amanda bilang untuk kegiatan magangnya dia ingin belajar mengelola Cafe di tempatku...apakah Om dan Tante mengijinkan..''
Amanda memejamkan matanya, sial sekali pria ini dia benar-benar tidak melepaskan kesempatan untuk mengerjai Amanda...
''Tentu saja....Amanda bisa belajar banyak disana..tante sangat setuju Arron...tolong bimbing Amanda..''
''Om juga berharap ini kesempatan bagi Amanda agar dia mulai memikirkan bisnis..''sambung Marco setuju..
Amanda dan Arron saling menatap tajam..
Oh..sial sekali....
***************
Sementara di ruang perawatan......
Nathan akhirnya membawa Nala masuk ke dalam ruangan, disana ada orang tuanya dan juga Anna dan Matew...
Nala menyipitkan matanya dengan tajam...
''Nala...kemarilah kenalkan dirimu secara langsung di depan kakakmu Anna..''titah Rive tak ingin di bantah..
Nala mengangkat wajahnya dengan dingin.....
''Aku tidak mau...''
Semua terkejut termasuk Mattew...
''Apa maksudmu Nala..''ucap Syakira mulai terbakar emosi..
__ADS_1