Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Matteo Vs Miley


__ADS_3

Suasana di dalam Club menjadi hening seketika...alunan musik keras seketika di matikan hingga menimbulkan keheningan yang mencekam..


Erik dan Dani lalu meminta bodyguard untuk membawa mereka keluar dari dalam gedung itu satu persatu...Miley memang sedikit takut menyadari beberapa pengunjung tampak tak ragu melemparkan tatapan kasihan padanya, meski beberapa dari pengunjung lainnya tampak memaki dari jauh, tentu saja tindakan Miley membuat malam indah mereka jadi terganggu namun, dia menolak untuk menyerah apalagi merasa bersalah karna telah menampar wajah pria lancang ini..


Keduanya bertatapan dengan begitu tajam..


''Katakan sekali lagi Miley...kau bilang apa...''


Nora yang menatap mata Miley mengirim isyarat agar Miley berhenti membuat masalah dengan seorang Matteo Antonio...namun Miley menolak untuk menyerah dia tidak bersalah..


''Kau sangat hina dengan memintaku agar kita berdansa bersama....kau pikir aku tak tau apa yang kau inginkan sebenarnya..''


''Miley...''


''Yah....awalnya kau mengajakku berdansa bersama lalu kau membuatku mabuk dan memanfaatkan aku...''


Wajah Matteo merah padam, memang tak salah tuduhan Miley namun dia menolak untuk tunduk pada tuduhan gadis ini...


Matteo tersenyum dingin, ia menekan tubuh Miley dan mendekatkan wajahnya..


''Kau gadis yang pintar...kalau ya...seperti semua yang ada di pikiranmu lalu kenapa....aku bahkan sangat ingin melakukannya karna tuduhanmu..''desis Matteo..


Di luar dugaan kalau Matteo pikir Miley seperti gadis lain yang bodoh..dia salah...karna, beberapa detik kemudian tampak Miley menertawai Matteo yang heran...


''Apakah aku lucu bagimu..''tanya Matteo mengerutkan kening..


Miley mendorong tubuh pria itu menjauh dan menunjukan sesuatu yang membuat Matteo membeku...


''Apa yang kau lakukan...''


''Aku merekam dirimu, wajahmu tuan Matteo yang terhormat...jika kau masih ingin membuatku marah maka aku akan menyebarkan fotomu bagaimana...aku tau orang tuamu akan malu punya anak sepertimu...''


''Apa kau bilang.......''


Tangan Matteo terangkat ke udara....


''Terlambat....jika kau sampai menyakitiku maka aku akan meminta temanku mengirimkan wajahmu dan mari kita liat bagaimaba ibumu melihat semua ini...''


Ajaib.......

__ADS_1


Kata-kata Miley sanggup membuat pria itu melepaskannya...hingga Miley tersenyum menang...


gadis itu menegakan tubuhnya dan mendekati Matteo yang masih memenjara matanya...


''Tidak semua wanita ingin menggadaikan dirinya kepadamu hanya karna kau tampan....ingat baik-baik ini tuan Matteo....aku bahkan bersumpah kalau aku tak akan pernah berhubungan denganmu selamanya....''


Miley baru saja ingin melangkah.......


''Masih terlalu awal untuk bersumpah Miley baiklah untuk saat ini kau bisa lolos tapi aku...akan mengingat penghinaanmu malam ini...''


Miley kembali menoleh dengan senyuman dingin.......ia tertawa pelan..


''Kau pikir aku takut padamu...tuan Matteo karna ancamanmu...yah...lakukan sesukamu karna aku akan menghadapimu sampai kapanpun...apa kau mengerti,...selamat malam tuan Matteo..jangan lupa jika kau butuh gadis maka aku akan mentraktirmu agar kau tidak kesakitan...''


Miley lalu melangkah pergi meninggalkan Matteo dengan wajah merah padam...Erik dan Dani saling menatap, ini pertama kalinya seorang gadis menghina seorang Matteo Antonio bukankah hal itu sangat langka,...? Kejadian itu pertama kalinya mereka liat dan pastinya gadis itu tak akan baik-baik saja..


Matteo masih berdiri dalam diam...menahan rasa marah di dalam dirinya hingga dia merasa ingin meledak di dalam kemarahan...sedangkan Dani dan Erik menjadi takut dan serba salah..


''Mungkin kami akan menangkapnya atau menculiknya Matteo..seperti biasa..''


''Tidak.....apakah kalian bodoh..dia memegang bukti rekaman videonya,...aku tak ingin membuat Mommy panik dan kecewa jadi aku memilih sabar dan menanti waktu yang tepat untuk balas dendam..''desis Matteo mengepalkan tangannya..


Tapi jika Matteo akan balas dendam maka Miley akan merasakan kehancuran sebentar lagi..


''Baiklah katakan apa yang harus kami lakukan untuk membuatmu tenang Matteo...apa kami memesan para gadis..''


''Tidak....aku akan melakukannya dengan gadis sombong itu..dia harus membayar semua penghinaannya yang telah dia lakukan padaku..jadi aku mau kalian mengatur pesta di Villa secepatnya....aku tak sabar lagi untuk menemuinya disana...''desis Matteo tajam...


''Baiklah...jangan sedih, kami akan melakukan apapun untuk membuat tuan kami senang...''


Matteo akhirnya duduk kembali dan mereka minum bersama sampai mabuk, setiap kali Matteo meneguk minumannya dia selalu memanggil nama Miley...yah...Miley...gadis itu akan membayar semua penghinaannya..yah...dia akan membayar dengan sangat mahal..


**********


Sementara...


Lutut Miley gemetar sampai dia tersungkur sebelum mencapai mobil, jantungnya berdebar cepat..yah...dia baru saja menentang pria kejam itu...Miley bahkan masih merasa kalau itu adalah mimpi...dam dia sungguh ketakutan....sangat ketakutan...


Miley menoleh ke sekelilingnya, dia harus cepat pergi atau, anak buah pria itu akan mengejar dan menangkapnya...Miley segera masuk ke dalam mobil, di liriknya jam di tangannya dan membeku di tempatnya berusaha menetralisir deru jantungnya..Miley mencengkram stir mobil dengan gemetar...ini sudah pukul 03.00 pagi dan dia belum tiba di rumah...gadis itu memejamkan matanya...baru saja ingin menikmati waktu sendirian di luar rumah, tapi mengapa harus bertemu dengan pria gila itu...astaga,...mengapa Miley harus gemetar seperti ini...

__ADS_1


''Hoh.....pria mesum itu...semoga kita tak akan pernah bertemu lagi..''


Miley segera menghidupkan mesin mobil lalu meninggalkan parkiran, tanpa dia duga kalau seseorang mengikuti mobilnya dengan menggunakan motor di belakangnya..


**********


Ketika tiba dirumah, gadis itu lalu turun dari dalam mobil dan menoleh ke arah jalan, dari jauh dia bisa melihat sebuah sepeda motor berhenti tak jauh darinya..


Miley melangkah ingin mencari tau siapa yang sudah menguntitnya namun sebuah suara pelan memanggilnya..gadis itu menoleh..


''Miley..''


''Bibi......''jerit Miley dengan mata melebar tak percaya..


''Ssst...kemarilah, ayo masuk..jangan sampai ayahmu tau kalau kau baru saja pulang...''bisik seorang kepala pelayan kepadanya..


Miley langsung mengangguk patuh dan mengendap-endap masuk ke dalam rumah..


Yah....bisa di bilang kalau dirumah ini hanya bibi yang memperhatikannya, tentu saja..bibi mengerti perasaannya..


''Sekarang tidurlah...bibi akan menyembunyikan semua pakaianmu yang bau asap rokok....''


''Apakah ayah mencariku bibi..''


''Sykurnya tidak...ayahmu hanya pulang dan langsung ke kamar..''


''Baiklah.....aku akan tidur sekarang..''


Bibi lalu meninggalkan Miley sendirian di kamar...namun gadis itu tak bisa tidur dan akhirnya ia bangkit dari tempat tidurnya dan keluar dari kamar...


Langkah Miley terarah ke kamar orang tuanya namun, sebuah pertengkaran di tengah malam membuat Miley menghentikan langkahnya...ketika dia mendengar suara..


''Kau pikir aku akan membiarkan kita bangkrut..lalu untuk apa aku menculik Miley dan mengurusnya susah payah....aku akan menjualnya pada si tua bangka itu kau dengar itu..''teriak sang Ayah..


Miley membeku di tempatnya...matanya berkaca-kaca, dadanya terasa sesak ketika mendengar ucapan keras ayahnya..


''Jadi aku bukankah anak keluarga ini....''airmata Miley menetes di wajahnya.....


__ADS_1


__ADS_2