Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Tak Terima


__ADS_3

Serena membeku mendengar ucapan Axel yang terlalu berani padanya, bagaimana bisa Axel memintanya melepas putranya...


Wanita itu meronta melepaskan pelukan Axel yang terlalu posesif padanya hingga pria itu terdiam,...


''Serena.....''


''Semula aku tidak berpikir bahwa kau mungkin tak akan sejahat itu tapi Axel....aku kini mengerti kalau tak ada seorang pun yang bisa menerima seorang anak selain ayah kandungnya..jadi aku rasa tak ada yang perlu kita bicarakan lagi...''


''Apa kau tersinggung dengan ucapanku Serena..''ucap Axel tampak menyesal...


Serena mendekati meja kerjanya dan meraih tas nya..ia menatap Axel dengan dingin..


''Bagaimana bisa kau menanyakan pertanyaan seperti itu...mata Serena berkaca-kaca....aku mengandung anakku dengan susah payah, aku....telah melakukan segalanya demi melihat hidupnya...dan kau malah memintaku memberikan anakku pada Marco..yah...aku semakin yakin kalau aku tak butuh satu pria pun di dalam hidupku selain anakku..jika kau ingin sesuatu dari butik kami maka kau akan langsung bicara pada asistenku...pembicaraan kita sudah selesai..''


Serena meraih tasnya dan melangkah meninggalkan Axel sendirian, pria itu mengerang...sial sekali mengapa dia harus mengatakan hal itu pada Serena...yah..wanita itu sudah marah sekarang...bagaimana dia menghadapi selanjutnya..


Axel menyesal..tentu saja mana mungkin ada ibu yang mau di pisahkan dari anaknya, kecuali ibu itu mengalami gangguan jiwa...Axel memejamkan matanya sekali lagi dia harus memikirkan cara untuk mengambil hati Serena meski dia tau benar kalau mungkin itu sedikit sulit..


*********


Serena keluar dari butik lalu menghampiri mobilnya namun, seketika dia tertegun melihat mobil mewah milik Marco memasuki parkiran butik, wanita itu membeku ketika Marco keluar dari sana dan tersenyum...


''Selamat siang sayang...''sapa nya dengan lembut, Marco mendekati Serena dan mendekatkan wajahnya..


''Mengapa kau malah kemari...''


''Menjemputmu..''


''Aku....''


''Yah....siapa lagi..kau istriku..''ucap Marco tak perduli...''


Serena bersedekap tak terima,...dia bisa mengendarai mobil untuk apa Marco menjemputnya..


''Maaf Marco tapi aku membawa mobil..''


Kata-kata Serena terputus ketika punggungnya di tarik paksa hingga tenggelam dalam pelukan Marco.....hingga keduanya saling menatap dengan tajam...


''Kau istriku jadi aku tak akan tenang kalau kau selalu bersamaku...''


''Aku tidak mau kau...tidak boleh memaksaku Marco astaga..ada apa denganmu.......''


Kata-kata Serena terputus ketika seseorang keluar dari dalam mobil..


''Jadi Mommy tak ingin di jemput Daddy yah...katanya Mommy dan Daddy sudah berbaikan..''

__ADS_1


Mata Serena melebar dramatis, bagaimana bisa dia tidak sadar dengan kehadiran Matteo...hingga sontak Serena tersenyum lebar menunjukan pada Matteo kalau dirinya tidak masalah, hal itu membuat Marco merasa gemas dengan perubahan wajah Serena yang tiba-tiba...


''Kau manis sekali.''bisik Marco menggoda..


''Kau licik...awas kau Marco..''bisik Serena lantas menutup kembali pintu mobil dan melangkah masuk ke dalam mobil Marco tanpa paksaan..


Menyadari itu Marco dan Matteo mengirim sinyal bahagia karna mereka berhasil membuat Serena tak mampu berkutik..


Marco akhirnya masuk ke dalam mobil yang cukup luas itu...dan pergi dari sana..


********


''Mommy cantik sekali hari ini..''puji Matteo melirik Marco yang sedari tadi menatap Serena yang memang cantik.


Serena mengangkat wajahnya karna dari tadi dia sibuk membalas pesan asistennya terkait ada yang akan memakai jasa WO miliknya..


''Matteo sayang,...tau tidak Mommy adalah seorang gadis paling cantik di sekolah dulu...''


Matteo memandang dengan mata berbinar...


''Wah...benarkah...aku tidak ragu itu, Daddy juga tampan..''puji Matteo memandang Marco yang sontak menoleh..


''Yah sayang...kau tau kalau wajah tampan Daddy di turunkan padamu..''


''Tentu saja...aku mengakuinya..terimakasih Daddy...''


Serena yang mendengar hal itu mencibir...


''Oya Mommy dan Daddy....aku penasaran, bagaimana kalian bertemu untuk pertama kali dan jatuh cinta...''


''Apa.......''


Serena dan Marco sontak melebarkan matanya tak percaya..bagaimana mana bisa mereka mengatakan hal itu dengan jujur...jika Matteo tau yang sebenarnya..


Tidak...Serena tak akan membiarkan Matteo tau tentang pertemuan mereka..


''Jadi sayang...pertemuan pertama kami itu....''


***********


Marco membawa tubuh Matteo yang sudah tertidur ke dalam kamar di ikuti Serena dari belakang...mereka lantas naik ke lantai dua dan menuju kamar Matteo, disana sudah ada bibi Berta yang sedang merapikan kamar Matteo..


Sebenarnya sudah ada pelayan namun, bibi berta tak ingin melepas Matteo bersama pelayan..baginya dia dan Matteo sudah tak bisa di pisahkan..seperti nenek dan cucunya,...


''Kemarilah baringkan saja dia disini, bibi akan mengganti pakaiannya dan melepas sepatunya..'' ucap Berta tersenyum..

__ADS_1


''Apakah bibi sudah makan,...''tanya Serena berdiri dengan wajah lelah..


''Sudah nak..bibi tak ada kegiatan apapun jadi bibi memutuskan merapikan kamar Matteo.


''Jangan terlalu bekerja keras..ini adalah waktu santai bibi..''ucap Marco lalu membaringkan Matteo di atas ranjang dan menatapnya..


''Tidak apa..bibi senang bisa berada disini, terimakasih untuk kalian berdua,.''ucap Bibi Berta dengan senyuman bahagia,..


Marco mengusap punggung Bibi Berta,..


''Tidak apa...kita adalah keluarga sekarang..''


Ucapan Marco membuat Serena cukup terkejut..


pria ini memainkan perannya dengan baik....cih..itu tak akan berhasil karna Serena benar-benar ingin hidup sendirian saat ini..


''Baiklah kami lelah bibi...selamat sore..''pamit Serena di ikuti Marco..


''Baiklah istirahatlah...''


Marco dan Serena keluar dari kamar Matteo lalu melangkah kembali ke dalam lift untuk kembali ke kamar mereka..sepanjang jalan itu hanya keheningan..Serena bahkan sedikit terkejut menyadari Marco tak mengatakan apapun sepanjang perjalanan..


Ketika mereka sampai di kamar, Serena melangkah menuju sofa santai dan berhenti sebentar disana sambil beristirahat..sementara Marco melangkah menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya tanpa bicara,..


Serena merasa sedikit aneh karna pria itu tidak bicara sedikitpun kepadanya....


Ada apa......padahal tadi ada Matteo, Marco bisa bicara dengan baik......dan mesra padanya,...


Serena memutuskan untuk membiarkan hal itu..mungkin saja Marco sedang lelah...wanita itu kembali menyandarkan tubuhnya di sofa..sampai akhirnya Marco keluar dari sana dan mengabaikan Serena sekali lagi..


Mata Serena terbuka tak terima bukankah Marco terlihat aneh sekali..padahal dia tidak salah apapun...ada apa dengan pria ini...?


Marco mengambil labtopnya dan membawanya duduk di depan balkon...dan sekali lagi tak ada pembicaraan di antara mereka..


hingga Serena menjadi bingung sendiri...setelah mandi, wanita itu melangkah mendekati Marco yang tampak beku..


''Katakan ada apa dengan wajahmu Marco...''


Pria itu tak bergeming.....


''Marco...katakan padaku ada apa..''


Marco membanting labtop miliknya dan berdiri sejajar dengan Serena,...lalu ia menunjukan sebuah foto yang membuat Serena terkejut setengah mati...


''Kau mau mengatakan sesuatu istriku..''desis Marco dengan pandangan mengancam.

__ADS_1


''Tidak....apa ini....''


__ADS_2