Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Takdirmu Adalah Aku


__ADS_3

Nala terkejut ketika di depannya adalah Arra gadis itu tampak begitu cantik hingga Dava terpana...


''Kau....''


''Yah...lepaskan aku..''jerit Nala menghempaskan pegangan Dava meski tak mudah karna pria itu tidak melepaskannya,..''


''Nala Morgan...akhirnya kita bertemu lagi..''


Nala tersenyum dingin..


''Kebetulan sekali karna aku akan membongkar kejahatanmu Dava...bahwa kau telah menculiku dan kau akan mencelakai Amanda..''


Dava terkekeh geli melihat sikap Nala yang begitu kasar kepadanya, dia mendekat...


''Ayo katakan saja...dan kita liat siapa yang akan malu..''


Nala tertawa..pria ini menantangnya, baiklah bukankah dia harus mengabulkan keinginannya..mata Nala berbinar mencari Amanda...dia harus memberitahu kalau Dava adalah kakak Tristan bahwa pria ini harus di usir..


Nala melangkah cepat mendekati Amanda yang sedang berbicara dengan mommy..


''Amanda..aku ingin bicara..''


Amanda yang sedang bersama Arron menoleh, dia langsung tersenyum melihat Dava.


''Hai...Dava...apa kabar...''


''Kalian saling mengenal.''ucap Nala tidak terima..


''Yah..dia kakak Tristan, tapi Dava pria yang baik..''


''Amanda aku mau bilang...''


Namun sebelum Nala mengucapkan kata-katanya, Dava langsung menggenggam tangan Nala dengan erat hingga Amanda cukup terkejut..


''Maaf Amanda..apakah menurutmu aku dan Nala cocok..''


Buggghh..


Dava mengerang ketika Nala memukul perut pria itu hingga Amanda dan Arron terkejut..


''Nala...apa yang kau lakukan..''


''Ini bentuk kasih sayangnya Amanda...dia kekasihku sekarang..''ucap Dava tersenyum..


''Kau sudah gila..mau kupukul..''

__ADS_1


''Nala...apa yang kau lakukan..''seru Daddy Rive di belakangnya hingga tangannya jatuh..gadis itu memejamkan matanya..


''Mengapa kau memukul Dava...astaga kau mau membuat pesta malam ini kacau..''


''Aku tidak apa-apa tuan Rive..''ucap Dava tersenyum.


Nala hanya memejamkan matanya, dia takut kalau Daddy marah dan akan mengembalikannya ke asrama,..karna dari tatapan Daddy sepertinya menuju kesana..


''Kami sudah saling mengenal Daddy jadi tak masalah..''


''Tapi Nala tetap saja...''


''Daddy Rive...mereka sudah pacaran k0k..biasalah anak muda..''ucap Amanda yang membuat Nala semakin syok..


Wajah Rive cerah seketika...ia menatap Dava..


''Benarkah...''


Dava mengannguk..


''Maaf merahasiakan ini tuan Rive...''


Rive tertawa...


''Bagus..jadi pesta besok putriku sudah ada pasangannya....aku senang sekali, baiklah..kalian lanjutkan saja..kau tidak apa-apa Dava..''


Rive menjadi lega dan meninggalkan mereka..


''Waah..selamat,...di pesta besok kita akan punya pasangan...''ucap Amanda girang..


''Kalian salah paham..kami tidak...''


Dava menarik Nala merapat padanya dan berbisik yang hanya di dengar mereka sendiri..


''Takdirmu adalah aku Nala...kau tak akan aku lepaskan..''


''Kau........''


''Jangan memukul atau Daddy akan marah..''


Nala menghela nafas....kini dia benar-benar tidak punya pilihan selain menurut..


**********


Pesta usai..

__ADS_1


Semua keluarga beristirahat, Arron baru saja pulang...Amanda baru saja akan masuk ke dalam namun dia melihat Nathan sedang merapikan beberapa sisa undangan....Amanda lalu mendekati Nathan..ia terlihat cemas apalagi Amanda tau kalau Nathan akan ke luar negri 3 hari lagi...


''Nathan....''


Pria itu mengangkat wajahnya..sedikit terkejut melihat Amanda berdiri di hadapannya..


''Hai....kau belum tidur Amanda...''


''Bagaimana denganmu...Nathan...''


Pria itu tersenyum..


''Aku baru pulang dari kantor dan tidak ikut acara tadi...jadi ku pikir aku akan membantu sedikit...''


''Nathan...apakah kau benar-benar akan menetap di luar negri..''


Nathan mengangguk..


''Yah...perusahaan sedang berkembang disana jadi aku pikir..peluang bagus disana..jadi aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan..'' sambung Nathan dengan senyuman..


Amanda mendekatinya dan duduk di sampingnya..


''Apakah kau marah padaku..''


''Tidak...apa yang kau katakan Amanda...aku pergi bukan karna dirimu...''


''Tapi aku akan merindukanmu nanti..''ucap Amanda dengan mata berkaca-kaca..


''Stt...sudah ada Arron..rumah akan ramai dengan keponakan kita berdua..''


Amanda mengangguk namun sedih...


''Nathan....maafkan aku, aku harap kau bisa bahagia disana...''


''Yah....aku juga berharap yang sama denganmu Amanda..dimanapun aku berada, tetap saja aku akan bahagia..''


''Aku senang mendengarnya..''


Nathan lalu meraih tubuh Amanda dan memeluknya dengan erat...tangisan Amanda pecah..entah mengapa dia sedih sekali dengan kepergian Nathan kali ini...


Amanda hanya berharap Nathan bisa bahagia dengan kehidupannya disana dan menemukan wanita yang tepat..


''Jangan lupakan aku Nathan..'' bisik Amanda pelan..


Nathan terkekeh..

__ADS_1


''Aku akan selalu mencintaimu Amanda..''bisik Nathan dengan mata yang basah..


Keduanya berpelukan erat dengan airmata yang menetes...Amanda sedih karna Nathan akan pergi sementara bagi pria itu keputusannya sudah tepat..pergi adalah jalan terbaik baginya...


__ADS_2