
Serena tak dapat mempercayai penglihatannya malam ini kalau dia melihat seorang Marco dalam diri Mark..mengapa begini..mengapa dia melihat pria yang sangat dia benci..
Mengapa......??
''Serena....apa yang terjadi mengapa kau memanggil nama Marco..''
Pria itu mengerutkan kening.....sial, di saat seperti ini kebencian Serena tampak begitu besar kepadanya..padahal dia sudah mencoba mengubur seorang Marco selama ini...bukankah itu sudah terlalu baik dengan menyembunyikan identitasnya yang sebenarnya..bukankah Serena harus melupakannya..
Sampai kapan dia harus bersembunyi dari topeng saudara kembarnya sendiri...?
Serena merasa ia sesak nafas hanya dengan tatapan tajam Mark...mata gadis itu berkaca-kaca dia menggeleng...hoh..apa yang dia pikirkan mengapa malah mengingat pria yang dia benci..
''Maaf...''
Serena berusaha menggeleng dan meyakinkan hati dan pikirannya kalau pria di hadapannnya adalah seorang Mark seorang dokter yang baik dan bukan seorang mafia kejam yang bernama Mark...tidak mungkin dia harus melupakan pria kejam yang telah menorehkan luka di tubuh dan hatinya..
''Serena...''
Marco mencoba menuntun Serena berdiri hingga mereka berdua berdiri saling menatap.
''Katakan siapa Marco..mengapa kau menyebut namanya...Serena..''suara pria itu terputus ketika..
Jemari Serena sedikit gemetar ketika menyentuh lengan Marco...dia terlihat trauma...
''Marco...dia pria yang paling aku benci di dunia ini Mark...oh tidak...aku tak ingin mengingat wajahnya...aku tidak mau..''jerit Serena saat itu juga..
Marco menyentuh wajah Serena dan membawanya lebih dekat...mereka bertatapan dengan tajam..
''Katakan padaku apa yang telah dia lakukan hingga membuatmu seperti ini Serena...''
''Tidak...aku tak ingin mengingatnya, Mark..terlalu menyakitkan untukku hingga aku tak ingin menyebut namanya..''
''Tidak....aku ingin mengetahui segalanya Serena bukankah aku berhak tau...aku adalah kekasihmu..''
Serena menggeleng....lalu tubuhnya menjadi lemah hingga Marco menangkapnya dan memeluknya dengan erat...
''Aku tak ingin mengingatnya Mark...aku terlalu membencinya..''isak Serena memeluk Mark dan menyembunyikan wajahnya di pelukan pria itu...
Hening...
Marco kehilangan kata...bagaimana mungkin dia adalah pria yang di benci oleh Serena,....tidak...Marco tak ingin menyerah dia menolak menyerah untuk melepaskan Serena..
Tak mengapa jika Serena membencinya dan ia harus hidup dalam bayang-bayang Mark selamanya...sungguh Marco seperti menerima kutukan dengan jatuh cinta pada gadis yang awalnya dia benci setengah mati..betapa Marco tak bisa kehilangan Serena selamanya...jadi apapun akan dia lakukan untuk membuat Serena tetap berada di sisihnya dan menjadi miliknya...tak ada yang bisa menghentikannya..
''Ssst...maafkan aku karna telah mencoba memaksamu menginngat masa lalumu yang begitu buruk...Serena....maafkan aku...''
Serena mengangguk ketika pria itu menjauhkan tubuhnya namun masih memeluknya...
''Aku sungguh ingin melupakannya Mark...pria itu,...dia sudah menghancurkan hidupku..dia telah merampas kesucianku dan satu hal yang paling tak bisa aku maafkan adalah karna dia...telah membuat ibu meninggal aku sangat membencinya Mark..''
__ADS_1
''Apa....''
''Kau sudah tau sekarang jadi.....aku tak bisa memaksamu menerimaku Mark..aku adalah seorang gadis yang penuh dengan masa lalu yang kelam...aku mungkin tak akan pernah bahagia.,..aku..''
''Ssst.....aku mencintaimu Serena kau harus tau itu...aku tak akan pernah meninggalkanmu jadi Serena...aku akan membuatmu melupakan rasa sakitmu tentang dirinya..bisakah kau percaya kepadaku.......''
Serena mengerutkan kening ketika Mark mendekatkan wajahnya...mengapa tetap saja...dia melihat Marco dalam diri Mark...apakah dia sudah gila ketika berpikir kalau mereka sangat mirip...yah...ini hanya kebetulan....jadi Serena tak akan membiarkan perasaan ini menghancurkan dirinya..
Entah dimana Marco sekarang jadi Serena memutuskan untuk berhenti memikirkan pria itu melupakannya....toh..dia sudah bahagia bersama Mark..dan mungkin pria itu sedang menerima karmanya..
''Serena...''
''Yah....Mark.''
Serena menyipitkan matanya....masih dalam keheningan panjangnya...
''Bisakah kita melupakan pria itu dan memandang masa depan kita...sekali lagi aku ingin menanyakan ini kepadamu...Will you mary me...Serena...''
Serena mengigit bibirnya tanda dia gugup..mata mereka bertemu sementara Marco tidak sedikitpun melepaskan tatapan mereka...
''Serena....''
''Yah.....aku menerimanya Mark...aku menyerah dan aku ingin menikah denganmu..''
Deg!!!!!
Marco melebarkan matanya seolah tak percaya, ini seperti mimpi baginya...yah..dia tak pernah menyangka kalau Serena akan menerima lamarannya...
''Serena....I Love You...''
''Yah....I Love You To..''balas Serena dengan airmata yang menetes..
Marco menarik kembali Serena ke dalam pelukannya dan mendekapnya dengan erat..betapa dia sangat mencintai wanita muda ini..betapa dia tergila-gila pada Serena tanpa melepaskan diri....sungguh hal ini tentu saja tak bisa di kendalikan Marco dia sudah jatuh cinta dan tak akan melepaskan Serena..
Kini cincin pengikat itu sudah terpasang di jari Serena..
''Aku akan mulai membuat persiapan..jadi kau tenang saja Serena,...aku tak akan menganggu waktu kuliahmu...aku akan mengurus segalanya hingga kita bisa menikah secepatnya..''
Serena bersedekap....
''Mengapa kita harus buru-buru Marco..tenang saja..tak akan ada yang mengejarmu..'ucap Serena terkekeh..
''Aku hanya tak ingin membuang waktu Serena..wajah Marco menjadi serius hingga membuat wajah Serena semakin gugup....aku takut kehilanganmu..''
''Hei...tak akan ada yang memisahkan kita Mark..tenang saja...aku adalah milikmu..''ucap Serena kemudian menubruk dada bidang Marco dan kembali mendekapnya dengan erat..
''Serena....''
''Aku mencintaimu Mark..yah....maafkan aku karna awalnya aku pernah mengatakan kalau aku tak ingin memiliki kekasih dan secara tidak langsung aku telah menolakmu dan membuatmu kecewa...tapi Mark...setelah kita bersama dan saling mengenal...aku sadar kalau hatiku tidak baik-baik saja....aku telah jatuh cinta pada malaikat penolongku..airmata Serena menetes......aku mohon jangan tinggalkan aku Mark....aku tak ingin kehilangan cintamu..''bisik Serena dengan suara bergetar..
__ADS_1
Marco tersenyum lega...
''Aku berjanji Serena kalau aku akan membuatmu bahagia....apa kau ingat itu...kau akan bahagia bersama denganku..''ucap Marco dengan tajam..
Kriuk....Kriuk.....
Serena membeku ketika bunyi di perutnya membuat Marco menghentikan ucapannya..
''Serena....kau lapar..''
Serena mengangguk...
''Aku akan pingsan sebentar lagi..''bisik gadis itu dengan wajah malu..
''Astaga aku juga lapar,....bagaimana kalau kita makan dulu..''
''Yey....''jerit Serena dengan mata berbinar..''
''Ayo...kita makan..''balas Marco menuntun Serena ke ruang makan...
*********
Di Luar Negri....
Seorang pria tampak putus asa hingga keluar dari ruang bawah tanah...dia tak bisa seperti ini karna seluruh pikirkannya adalah Serena..dan Serena..
''Dokter Mark tunggu...''
''Aku akan kembali ke negaraku, terserah kau mau ikut atau tidak...''ucap Mark melangkah..
''Apa kau sudah gila...kau mau meninggalkanku setelah menghancurkanku..'jerit dokter Elena tak mau kalah..
Dokter Mark menoleh...
''Apa maksudmu...bukankah kita sepakat kalau kita akan bercerai begitu sampai di negara kita..''balas Dokter Mark tak mau kalah..
Pria itu membalikan tubuhnya dan hendak melangkah meninggalkan Elena yang di penuh dendam..beraninya dokter Mark akan meninggalkannya...
Tidak..ia tak akan menyerah begitu saja..Elena memalingkan wajahnya di sekelilingnya dan menemukan sebuah balok kayu...dokter Elena mengambilnya dan mendekati Mark yang berjalan menuju mobil..dan dari jarak dekat Elena memukul Dokter Mark..
Bug!!!!!!!
*******************
Hai....kangen gk sama Author,..kalo Author kanngen banget...selama beberapa hari Autor sedikit mengalami cobaan tapi Puji Tuhan semua sudah terlewati...semoga kalian semua dalam keadaan baik dan sehat....
terimakasih bagi yang sudah menunggu Author..
Love you All..dan God Bless You...
__ADS_1
♥️♥️😘😘🙏🙏😇😇❤️❤️