
Nathan tampak marah dan ketika dia kembali ingin menghajar Tristan, Amanda menariknya menjauh..
''Nathan hentikan...kau bisa membunuhnya..''
Nathan membalikan tubuhnya..
''Kau malah membelanya..Amanda..''
''Aku hanya tak ingin kau membunuhnya..''
Sial...gerutu Nathan..sudah susah payah dia melindungi Amanda, gadis ini malah membela Tristan mentah-mentah..
''Sekarang masuk ke mobilku atau aku akan membunuhnya sekarang..''
Amanda tak punya pilihan dan segera berlari masuk ke dalam mobil Nathan sementara Nathan mendekati Tristan yang tergeletak penuh darah..
''Jika sekali lagi kau mendekatinya maka kau akan....hancur..''
''Siapa kau...apa hubungan Amanda denganmu..dia tak punya kekasih dia...mencintaiku..''
''Apa kau bercanda..dia mencintai bajingan sepertimu...jangan bermimpi Tristan,..dengarkan aku baik-baik...Amanda adalah milikku sekarang,..jadi menyingkirlah sebelum aku menyingkirkanmu..''
''Arrrggghhhh..''
Tubuh Tristan di hempaskan kembali ke aspal dan Nathan membiarkannya disana,...sementara pria itu segera masuk ke dalam mobilnya..
Amanda hanya memijit pelipisnya ketika melihat Nathan masuk ke mobil dan mulai meninggalkan tempat itu...Amanda masih sempat memandang tubuh Tristan di aspal...sementara Nathan hanya diam..
''Nathan terimakasih..kebetulan kau lewat disini dan menolongku..''
Nathan mengangguk...dia tidak kebetulan lewat tapi memang sengaja membuntuti Amanda sejak tadi..karna apa...dia sangat merindukan gadis ini..
''Jadi dia pria yang kau cintai..''
''Dulu...astaga pria itu sangat mengerikan, dia memasukan obat tidur ke dalam gelas minumanku waktu aku ke club malam..untung saja Arron datang tepat waktu dan menyelamatkan aku..''
''Itu sebabnya kau....bekerja di cafe miliknya, agar rahasiamu tidak terbongkar..''
''Yah..tentu saja,....''
Deg!!!
Amanda terdiam seketika, hal terlarang yang seharusnya dia sembunyikan malah dia katakan pada Nathan,...hingga gadis itu mengumpat pelan..dia sungguh menyesal lidahnya tak bisa di kendalikan....
''Kau pergi ke club Amanda..yang benar saja..apakah kau benar-benar melakukanya..''
''Itu sudah lama jadi lupakan saja..jangan pernah memberitahu siapapun..''ucap Amanda mulai cemas.
''Baiklah tentu saja...aku akan tutup mulut Amanda...''
Keduanya saling melemparkan senyum..
''Mengapa aku melihat ancaman dalam senyummu Nathan..''
''Aku hanya meminta sebuah syarat..''
''Syarat..''
''Yah....''
''Katakan saja..''
__ADS_1
''Jadilah kekasihku selama 3 bulan...''
''Apa...''wajah Amanda menjadi pucat..
''Hanya 3 bulan...aku akan di kenalkan dengan perjodohan namun aku tak pernah tau sisi lain seorang wanita Amanda..jadi aku pikir adalah kau bisa membantuku...untuk lebih mengenal bagaimana keinginan wanita..''
''Kau akan melakukan perjodohan..''
''Yah...''
Amanda menghela nafas..dia berpikir sebentar..dia sudah akan lulus dan Amanda harus sekolah di luar negeri..
''Jika untuk mengenal wanita..kau bisa bertanya padaku...mengapa harus pacaran..''Amanda masih berdebat..
''Aku butuh perasaan yang nyata dan bukan hanya menebak...kau mengerti maksudku Amanda..''
''Tidak...aku tak mengerti...jangan berpikir yang tidak-tidak padaku kita akan menjadi saudar Nathan..''ucap Amanda protes..
''Aku hanya bilang pacaran selama 3 bulan dan bukan untuk menikahimu..mengapa kau pucat begitu..'' tanya Nathan menggoda..
''Baiklah kalau begitu aku setuju...''ucap Amanda menyanggupi..
''Bagus....jadi sekarang aku akan mengantarmu pulang.''balas Nathan tersenyum menang.
Amanda pun setuju...
Sementara di Cafe.......
Arron tidak dapat menahan rasa terkejutnya ketika yang datang malah Nala..gadis bermulut pedas ini..
''Katakan dimana Amanda....''
''Aku tidak tau dia hanya memintaku menggantikannya...bagaimana kalau kau menelfon dirinya saja..'' ucap Nala cuek.
Arron segera menelfon namun, sialnya Amanda malah mematikan ponselnya hingga dia tak bisa di hubungi..
Bagaimana sekarang....baru saja Arron menyimpan ponselnya terdengar suara teriakan di belakangnya..ketika pria itu membalikan tubuhnya dia terkejut setengah mati melihat seorang pelanggan sudah di siram oleh Nala dengan segelas eskopi....
dan pelakunya adalah siapa lagi kalau bukan Nala..
Arron mengepalkan tangannya........ia mendekati mereka sementara Nala sangat marah..
''Mengapa kau menyiramku..''
''Karna aku ingin menyadarkanmu wanita bibir tebal...jangan mencari masalah denganku mengapa kau menghina pekerjaanmu...aku bisa tebak pekerjaanmu pasti lebih hina dariku..'' teriak Nala emosi.
''Anak kecil sepertimu tau apa.....aku tak akan mengampunimu..kau dengar itu...?aku tak akan pernah membiarkanmu lolos...aku ingin menemui atasanmu..''
''Oh...silahkan saja...aku akan menuntut balik padamu, wanita tua menyebalkan..astaga...lihatlah dirimu..''
''Kau....''
Ketika mereka akan saling memukul..suara Arron terdengar kencang di belakangnya...
''Hentikan....''
Nala dan Wanita itu berhenti saling menyerang....
dan menatap Arron yang terlihat sangat marah....
''Apakah kalian akan menghancurkan Cafe ini...sekarang...kalian berdua keluar dari sini...sekarang...''teriak Arron murka..
__ADS_1
Nala dan wanita itu saling menatap tajam...lalu keluar dari Cafe dengan tatapan dingin....sementara Arron memejamkan matanya...menyaksikan semua kekacauan yang di timbulkan oleh Nala..
Mengapa gadis itu sangat menyebalkan..?
''Tuan..permisi..aku akan membersihkan ini semua..''ucap salah satu pelayannya dengan kepala yang tertunduk..
Arron menoleh pasrah..ia mencoba sabar di dalam hatinya...
''Setelah kau membersihkan Cafe ini kau pulang saja...dan Cafe ini tutup lebih cepat..''ucap Arron tajam..
''Tapi ini masih sore tuan Arron...''
''Tidak masalah...tutup saja pintunya aku ada di ruang kerjaku..katakan pada siapapun yang ingin menemuiku kalau aku sibuk dan tak bisa di ganggu...''
''Baik tuan Arron...''
Arron mengangguk lalu melangkah menuju tangga dan ke ruang kerjanya..sementara sang pelayan membersihkan bekas tumpahan minuman...
********
Nala berdiri di luar Cafe dan menatap Cafe yang di penuhi tanaman hijau itu lalu menghela nafas....
ini bukan salahnya kan...wanita itu yang mencari masalah dengannya...apakah Arron benar-benar marah...?
Nala menjadi tidak enak....
Tak berapa lama kemudian, sosok pelayan keluar dari Cafe sembari menutup pintu, papan bertuliskan Close terbaca disana...
''Hey....apakah Cafe di tutup..''tanya Nala pada gadis itu..
''Yah...tuan Arron bilang..Cafe akan tutup dengan cepat..jadi aku di minta pulang..''
''Apakah tuan Arron marah...''
''Yah...aku tak pernah melihat dia semarah ini....''
''Astaga...apakah aku minta maaf saja....''tanya Nala menjadi segan..
''Tidak..tuan Arron tak ingin di temui oleh siapapun...jadi jangan memaksa bertemu..''
Nala pun menghela nafas.......bagaimana ini Amanda akan marah padanya....
**********
Sementara begitu tiba dirumah Amanda langsung memeriksa ponselnya dan menyadari ada banyak panggilan masuk dari Arron..dan salah satu pesan membuat Amanda membeku.......
Amanda, jangan datang lagi ke Cafe...kau di pecat...aku akan merahasiakan segalanya...
Arron......
Amanda terdiam sesaat....bagaimana sekarang...apakah Arron marah padanya, mengapa Amanda merasa bersalah...?
***************
Haiiiiii.........kali ini Author akan ngasih kalian kesempatan memilih pasangan yang kalian suka...
Ayo...pilih pasangan Favoritmu sekali lagi yah...siapa yang komen terbanyak maka Author akan menjodohkan mereka..
Arron/Amanda
Atau....
__ADS_1
Arron/Nala + Amanda/ Nathan..
Author tunggu sampai nanti malam yah..semua komen akan Author hitung biar adil,....so....jangan ketinggalan komen yah.....siapa koment terbanyak maka Author akan pilih pasangan favoritnya..