
Arron tersenyum ketika menyadari betapa penasarannya Matteo saat ini..
''Maaf...sepertinya aku harus melindungi gadisku dari pandangan matamu yang akan meracuninya..''
''Kau posesif sekali Arron...''
Arron terkekeh...
''Dia lucu, dia cantik dan menggetarkan hatiku..''ucap Arron menerawang...''
Matteo menganggukan kepalanya..
''Aku juga sedang jatuh cinta..''
Arron menoleh dia juga terkejut dengan peristiwa langka pada sahabatnya..
''Jangan bercanda...''
''Kau bisa melihat wajahku Arron...aku serius tentang gadis ini...
''Waw...kau akhirnya berhasil di taklukan...biar aku tebak dia pasti gadis yang istimewa...''
''Yah..kami bahkan pernah melewatkan malam panas bersama..''ucap Matteo dengan mata berbinar..
Arron sampai ber waow ria...pria itu menganguk, dia dan Matteo bersahabat dekat jadi mereka bisa berbagi cerita apa saja,..termasuk petualangan di atas tempat tidur..
''Lalu dimana gadis itu sekarang..''
''Aku sedang kehilangannya sekarang...''ucap Matteo menghela nafas..
''Apa dia pergi..''
''Yah..dan aku tidak bisa melacak keberadaaannya..''Matteo tertunduk lemas..
Arron menggangguk-angguk...
''Bersabarlah..dengan begini kau bisa sekaligus menguji perasaanmu sendiri...apa kau benar-benar mencintainya atau hanya sebuah obsesi semata..''ucap Arrron dengan tenang..
Matteo pun setuju dengan ucapan Arron, mengenai perasaannya pada Miley dia bahkan tidak tau ini cinta atau obsesi...namun yang pasti dia tak bisa kehilangan Miley...
''Aku akan memikirkannya Arron semua perkataannmu benar..''Matte pun tersenyum..
****************
Miley muncul siang ini di kampusnya...yah..dia harus mengetahui apa yang sudah di lakukan orang tuanya, Cafe sedang di jaga oleh para pelayn yang lain dan dirinya sudah minta ijin pada tuan Arron..
''Aku minta maaf, tapi dengan sangat terpaksa aku harus memberitahumu, mulai detik ini kau bukan lagi mahasiswa di sini..''
Miley terdiam..dia tentu sudah menduga apa yang akan terjadi...
''Aku mengerti tapi apa yang sebenarnya terjadi...''
Pria di depannya membetulkan kacamatanya dan tersenyum menatap mata Miley dengan tajam..
''Pagi ini ibumu datang kemari dan mengatakan pada kami bahwa kau telah membawa lari uang mereka, kau adalah seorang kriminal dan sebenarnya kau bukan anak kandung mereka..aku minta maaf ini mungkin kasar bagimu tapi..apakah semua itu benar..''
__ADS_1
Miley rasanya ingin meledak dalam kemarahannya..mereka sangat kejam hanya untuk menghancurkannya..
''Aku tidak pernah melakukannya pak kalau itu maksud anda..tapi mungkin memang ibuku membenciku sejak lahir dan tak sabar ingin menyingkirkan aku..''
''Kalau begitu kau bisa menuntut mereka..''
Miley berdiri dengan tatapan dingin..ia lalu melonggarkan tenggorokannya,..
''Aku sudah bekerja jadi...aku berencana berhenti kuliah...aku akan mengambil sisa barangku di loker...aku permisi..'ucap Miley menunduk hormat lalu melangkah keluaar ruangan...gadis itu menghela nafasnya.
Miley melangkah menuju loker miliknya dan mengambil semua sisa barangnya, mengembalikan kunci dan keluar dari kampus....setelah setahun menimba ilmu disini..Milyae mencoba untuk merelakan semuanya,...ia rela berhenti kuliah dan akan bekerja..
Miley baru saja melangkah di parkiran ketika sebuah mobil mewah berhenti di sana,...seorang wanita yang begitu dia kenal turun dari dalam mobil dan mendekatinya dengan tatapan tajam,..
Miley membeku, memeluk sisa bukunya dengan erat....matanya berkaca-kaca menyadari siapa yang datang di depannya...
''Ibu,.........''
Wanita itu mendekatinya dengan tatapan beku...
Plak!!!!!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Milye hingga membuatnya jatuh dan semua buku-bukunya terlepas..
''Beraninya kau muncul setelah menghancurkan hidupku dan hidup keluargaku..''
Miley hanya diam dan memungut buku-bukunya yang berserakan...rambutnya yang tergulung berantakan, dan mereka menjadi tontonan beberapa mahasiswa yang lalu lalang..
Margaret belum puas, dia mendekati Miley dan menariknya berdiri...ia tertawa melihat sudut bibirnya yang berdarah....
Margaret mengangkat tangannya ingin memukul Miley namun di luar dugaan kali ini gadis itu menangkap tangan Margaret..
''Cukup sekali aku membiarkan kau memukulku...''
''Kau berani melawanku Miley...''
''Jadi kau pikir aku takut..tidak....kau dan suamimu adalah monster yang mencuri hidupku...aku kehilangan orang tuaku apa kalian menggerti...''jerit Miley dengan tangisan histeris...
Margaret tertawa dingin..
''Waah...jadi kau tau yang sebenarnya....dengarkan Miley..kau akan menderita di sisa hidupmu karna kau tidak akan pernah bertemu dengan orang tua kandungmu...apa kau mengerti..''
''Aku akan menemukannya dan aku akan membuktikannya kepadamu..''
Miley kemudian mendorong tubuh Margaret hingga wanita itu tersungkur di aspal...lalu Miley melangkah pergi meninggalkan tempat itu..meninggalkan Margaret yang mengerang menahan amarah...
''Miley...awas kau......''
***************
Syakira duduk di dalam toko eskrim bersama Nala putrinya sementara Nathan sedang kuliah..
''Eskrim ini enak sekali Momm...''bisik Nala antusias..
''Makan yang pelan saja..''
__ADS_1
''Baik Mom...''
Nala menatap sang Mommy yang tampak sedih....siang ini mereka makan eskrim kesukaan Mommynya..
ketika mereka sedang asik makan,...dari arah pintu seorang gadis pirang masuk ke dalam toko..dia mengambil tempat paling sudut disana...dan meletakan buku-bukunya di atas meja...tatapannya menyimpan kemarahan dan kesedihan sekaligus...dan wajahnya cantik...
Syakira tanpa sadar memperhatikannya dari tempat duduknya...dari cara gadis itu duduk caranya mengolah emosinya..Syakira terus memperhatikannya...tanpa sadar dia tersenyum..
''Aku ingin sekotak eskrim yang besar...rasa Vanila...''ucap Miley tegas pada pelayan..
Gadis itu lalu memejamkan matanya mencoba menahan rasa marah yang mulai berkecamuk di dalam dadanya..ia ingin menangis namun terlalu marah...
Miley...sungguh merasa hancur....ia sungguh merasa sendirian, ketika rasa sakit mulai menyiksanya..
tak lama kemudian pelayan datang mengambil sesendok eskrim daan memasukannya ke dalam mulutnya..ia berharap eskrim ini bisa meredakan dadanya yang panas, namun sebaliknya..ia malah tersedak...Miley terbatuk-batuk hingga matanya memerah..
''Minumlah dulu..''
Sebuah suara membuatnya menoleh...
Deg!!!!
Miley menemukan seorang wanita yang sangat cantik...di depan matanya, aura hangat dan keibuan langsung membuat Miley ingin menangis..
''Terimakasih nyonya..''
''Baiklah sayang, boleh tante duduk..''
''Yah...''
Syakira duduk di samping Miley yang sedang meneguk air mineral pemberiannya, dan ia merasa lega saat itu...
Syakira terus memandang Miley dengan tajam...
''Maaf..mengapa nyonya melihatku begitu..''ucap Miley sedikit tidak terima ada orang asing yang menatapnya dengan iba..
Namun...
Semua pikirannya menguap ketika Syakira menyentuh wajahnya dengan lembut matanya berkaca-kaca..
''Jika kau ingin menangis..maka menangis saja...jangan melampiaskan pada eskrim..kau akan menderita sendiri...''
Hening...
Miley merasa bodoh karna ia tak mampu mengucapkan satu katapun...airmatanya mengalir begitu saja...di hadapan wanita asing yang baru dia temui..
Tanpa aba-aba...Syakira mendekap Miley dengan erat untuk menenangkannya..
Disitulah tangisan Miley pecah di dalam pelukan Syakira..
''Oh...jangan menangis....tante juga akan menangis..''bisik Syakira meneteskan airmatanya..
Namun tangisan Miley semakin deras saja.....
mengapa dia nyaman di pelukan wanita asing ini...??
__ADS_1