Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Rencana Pernikahan


__ADS_3

Marco berhasil meyakinkan Serena untuk menikah karna itu dia sudah mulai mempersiapkan segalanya termasuk rencana kepindahan mereka ke kota lain, semua itu dia lakukan semata untuk mengantisipasi jika mungkin, Serena akan mengetahui kebenaran...meski dia tau tak akan selamanya dia bisa menutup segalanya namun...dengan kekuatannya Marco akan melakukan apapun untuk membungkam informasi tentang hidup masa lalunya..Serena tak akan pernah mengetahui segalanya..


''Aku akan ke kampus dan mulai mempersiapkan kepindahanku..''ucap Serena sembari mengambil tasnya, berisi beberapa dokumen.


Marco memeluk punggung Serena dengan erat dan membuat gadis itu menatapnya..


''Apa kau sedih meninggalkan kota ini...''


Serena tersenyum memang dia tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya...di kota ini tempat Mami di kuburkan dan memang sedikit berat untuknya..sebenarnya Serena sedikit heran mengapa Mark ingin pergi, karna disini dia punya karier yang bagus dari pada menetap di kota lain yang asing..tapi mereka akan menikah dan Serena tidak bisa tinggal disini sementara Mark di kota yang lain jadi gadis itu mengalah....Mark adalah calon suaminya..


''Aku baik-baik saja Mark, meski aku sedikit sedih karna akan sulit bagiku untuk mengunjungi makam Mami...''


Marco terdiam sebentar...


''Mami Flow....''ucapnya dengan suara yang tegas...


Serena menatapnya dengan anggukan kepala..


''Aku bersykur kau adalah orang yang sudah berusaha menyelamatkan Mami di saat terakhir hidupnya...jadi bagiku aku sangat bahagia..Mark..''


''Aku berusaha menyelamatkannya yah..''ucap Mark berusaha tersenyum..


''Yah...apa kau lupa dokter Mark...aku tak pernah lupa tatapanmu ketika aku menangis karna kehilangan Mami..aku jatuh pingsan di depanmu dan kau menyelamatkan aku...Mark, jadi tak ada alasan bagiku untuk menolak ikut denganmu.''


Serena kembali menghambur memeluk Marco yang terpaku....gadis itu seolah menyandarkan hidup kepadanya...bukankah itu sangat menyakitkan ketika di depan mata Serena dia adalah Mark bukan Marco...namun pria itu mencoba bersabar sampai mereka pindah kota..


''Baiklah sayang....bagaimana kalau kita pergi sekarang...aku juga harus ke suatu tempat namun aku akan lebih dulu mengantarmu..''


''Tentu saja...'' balas Serena tersenyum..


Marco lalu mengambil jasnya dan memakainya, sementara Serena membantunya..mereka menghabiskan beberapa malam di apartemen dan tentu saja dengan percintaan panas..


********


Sepanjang jalan Serena memandang keluar jendela, berusaha menyimpan memory tentang kota ini dan semua kenangan indah disini bersama teman-temannya dan juga dirinya sendiri....


gadis itu memejamkan matanya...sementara Marco memandangnya sesekali..dia sudah memerintahkan Fredd untuk mempersiapkan segalanya agar mereka bisa kembali ke kotanya....pesawat pribadi akan membawa mereka pergi besok dan semua akan selesai sesuai rencananya..Marco berjanji sampai disana Serena akan mengetahui kebenaran sesungguhnya dan mulai belajar untuk menerima dirinya..sang Mafia yang selama ini dia benci..

__ADS_1


''Sudah sampai sayang..''bisik Serena menyentuh lengan Marco sekaligus menariknya dari sadarnya.


''Ow,.....maafkan aku..''ucap Marco baru sadar dia telah melewatkan kampus dan harus memutar balik arah...


''Apa yang kau pikirkan...''goda Serena menyentuh pundak Marco dan mengusapnya..


Pria itu mengangkat bahu...


''Aku memikirkanmu..''


''Gombal...''bisik Serena terkekeh..


''Yah...aku berkata benar...aku terlalu mencintaimu..''ucap Marco dengan mata berbinar...


''Ya...ya...yah...baiklah...aku milikmu, tapi sekarang aku harus ke kampus..oya...Mark..aku akan pulang naik taksi karna aku harus mampir ke makam Mami sebelum pergi...aku harap....''


''Aku akan menemanimu Serena...aku juga harus pamit padanya..sekaligus berjanji akan menjagamu dengan nyawaku...''


Serena mengangguk bahagia...Mark sangat manis..itulah sebabnya dia jatuh cinta dengan mudah..semua yang di lakukan pria ini sangay indah dan spontan..


Marco mengangguk sebelum pergi dia mencium Serena seperti biasa dan membiat gadis itu melayang..


keduanya lantas berpisah..Marco meninggalkan area kampus sementara Serena melangkah masuk..


Ketika dia sedang menghidupkan ponsel ada banyak sekali panggilan masuk dari sebuah nomor yang tidak di kenal..Serena mengerutkan kening...siapa yang mencoba menghubunginya berkali-kali...? Gadis itu mencoba menelfon kembali namun tak ada jawaban....


Siapa yang menelfonnya, mengapa dia merasa aneh....hatinya bergetar....


**********


Sementara di luar negri...


Dokter Elena menatap dokter Mark yang membuka matanya dengan perlahan..keheningan melanda mereka saat ini..


ketika Mark sadar kalau dokter Elenalah yang telah memukulnya pria itu sama sekali tak mau menatap Elena...sementara seorang rekan yang lain mengobati Mark..dia bernama Dokter Stev..


''Apakah kau ingin membunuhnya dokter Elena..''ucap Stev tajam..

__ADS_1


Elena memalingkan wajahnya dengan kesal, matanya berkaca-kaca...


''Dia mencoba pergi meninggalkan aku...kau tau selama ini kami sudah menikah..''


''Astaga..pernikahan itu tanpa cinta Elena...kau tau benar kalau aku tidak pernah mencintaimu.''ucap Mark tajam...


Elena menatapnya dengan marah..


''Benarkah...kau sangat membenciku yah....Elena mendekat...dia menatap Mark dengan tajam, lalu memperlihatkan sesuatu hingga Mark terpaku disana...sebuah alat tespek di tunjukan Elena di depan mata Mark hingga pria itu membeku...


''Elena...''


''Aku tak perduli cintamu dokter Mark tapi jangan lupa kalau kau punya anakmu sekarang...dan kau tak bisa begitu saja melemparkan semua tanggung jawab padaku...aku hamil anakmu..''ucap Elena dengan airmata yang menetes..


Sesak dada Mark saat itu juga..membayangkan kalau kabar ini sekaligus akan menghancurkan harapannya bersama Serena...yah...gadis yang dia cintai adalah Serena..namun karna kebodohannya dia telah menghamili Elena..


Stev juga ikut terkejut mendengar kabar ini...dia tau bagaimana perasaan dokter Mark sebelumnya...tentang gadis bernama Serena..Stev juga pernah bertemu gadis itu...dan memang di akui Stev kalau dokter Elena telah mengincar Mark sejak lama jadi pria ini telah masuk dalam perangkap ketika mereka sampai di negara ini..


''Kalau dokter Elena hamil maka kalian berdua akan di pulangkan kembali ke negara kita,..tak mungkin kalau dokter Elena terus ada di negara penuh konflik ini sangat berbahaya bagi kehamilannya...''


''Tidak mungkin..''ucap Mark dengan wajah penuh rasa sesal di hatinya..


Hening.....


''Aku akan membiarkan kalian bicara...jadi putuskan yang terbaik karna anak itu tidak bersalah....''ucap Dokter Stev dengan senyuman datar,...


Stev meninggalkan tempat itu..meninggalkan Mark dan Elena berdiri saling menatap dengan tajam..


''Aku tau ini salah satu trikmu untuk mengikatku bukan...kau adalah wanita yang sangat mengerikan..kau pikir dengan begini aku akan mencintaimu...Elena cinta tak bisa di paksakan..''


Elena tertawa....dia mendekat..


''Siapa bilang cinta tak bisa di paksa,....aku akan memaksamu untuk tetap berada disisihku...karna kalau tidak..aku akan menemui Serena dan mengatakan semua kebenaran itu..bahwa kita telah menikah dan aku sedang mengandung anakmu..''


Jemari Mark terkepal dengan erat...


''Apa katamu..'' pria itu sungguh tidak terima...

__ADS_1


__ADS_2