Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Kau Masih Istriku Serena


__ADS_3

Keduanya bertatapan dengan tajam, hingga menciptakann sensasi berbeda pada Marco..5 tahun bukan waktu yang sedikit...dan semua waktu yang telah berlalu itu di gunakan Marco hanya untuk mencari Serena...


Jadi tak ada alasan Serena menghindar darinya, mereka harus menyelesaikan semuanya di masa lalu dan saat itu adalah sekarang...


''Lepaskan aku...Matteo membutuhkan aku Marco..''


''Berhentilah menghindar apalagi bersembunyi di balik nama anak kita Matteo...kau pikir aku akan melepaskanmu..''


''Apa yang kau inginkan...''


''Dirimu dan segalanya Serena..kita harus bicara dan kita akan bicara di kamar...''


Usai berkata Marco menarik tangan Serena menuju kamar utama yang cukup besar lalu mengunci pintu..


Serena menjadi gusar,...


''Aku tak bisa meninggalkan Matteo sendiri...''


''Diam...aku sudah bilang berhenti memakai nama Matteo sebagai tamengmu...kau harus menghadapiku sekarang Serena..''


Serena merasa benar-benar takut sekarang, padangannya berkeliling dan Serena menjadi lemas...tak bisa lari dari sini...selain menyerah..


Serena menatap mata Marco yang masih sama tajam seperti 5 tahun lalu dan ia melonggarkan tenggorokannya dengan susah payah..


''Katakan aku akan menjawabnya puas...''


Marco mendekati Serena yang bergerak mundur lalu terduduk di sofa empuk di belakangnya...pria itu mendekatkan wajahnya..


''Serena...jelaskan padaku mengapa kau...pergi jauh, mengapa kau menyetujui ketika Mark memintamu pergi...aku suamimu seharusnya kau menolak ketika Mark memintamu pergi....''


Serena terdiam sesaat,....dia lalu menatap mata Marco dengan begitu dalam...lalu Serena tersenyum dingin..


''Kau tau benar bagaimana hubungan kita Marco...tak taukah kau bahwa selama hidup bersama kau selalu memaksakan kehendakmu...''


''Jangan lupa aku memberikan segalanya bagimu Serena..''

__ADS_1


''Aku tidak butuh uang kalau itu adalah maksudmu Marco...''


Hening ketika airmatanya menetes..


''Setiap melihatmu aku selalu mengingat Mami Flow....kau pria kejam, kau telah menipuku mentah-mentah dan aku...sama sekali tidak bisa melakukan apapun selain patuh padamu...'


Marco terdiam sesaat..


''Apakah kau tidak terlalu berlebihan Serena..bukankah tidak adil kau menimpakan semua kesalahan padaku..bagaimana dengan Mami mu yang telah membangun bisnis haramnya...bagaimana kau melihatnya..ketika ada banyak gadis dan wanita putus asa yang terjebak dengannya..berada di bawah kendali ibumu demi uang.....''


Wajah Serena menjadi pucat, dia tak pernah membayangkan kalau Mami sebagai seorang Germo......dia pasti...., Serena terkejut ketika Marco kembali meraihnya tenggelam dalam rengkuhannya....


''Marco....''


''Kau memandangku sebagai seorang pendosa yang tidak punya kesempatan lalu bagaimana dengan ibumu, dia meminjam uang yang sangat banyak padaku aku menagihnya hari itu dengan ganti seorang perawan lalu kita bertemu dan kau tau apa yang terjadi....seperti dirinya yang mendapatkan pengampunan bukankah aku juga berhak lagi pula.....aku sudah menebus kesalahanku Serena...''


Serena kehilangan kata....yah...selama ini dia selalu berlindung di balik kata korban, Serena tidak menyangka kalau sebenarnya Marco juga memang telah menjalani hukumannya sendiri, namun begitu tetap saja kalau Serena tak bisa memaafkan Marco begitu saja...pria ini telah menipunya dengan sangat besar..dengan menyamar sebagai dokter Mark...namun sekali lagi, Marco telah menjalani hukuman...Serena meninggalkannya selama 5 tahun dan saat ini Marco cukup kuat untuk menghadapinya...


''Cukup......jangan pernah mengungkit ibuku Marco...bagaimanapun Mami adalah wanita yang telah melahirkan aku...jadi aku tak akan pernah membiarkanmu mengungkitnya..semua orang berbuat kesalahan.''


''Marco.....dengarkan aku hum....kita sudah lama berpisah dan bagiku kau adalah masa lalu...''


''Masa lalu.....Marco terbakar mendengar ucapan Serena..ingatannya terbang pada sosok Axel yang memang jauh lebih muda darinya...pria itu mengeraskan wajahnya...jadi apakah kau sengaja menghindariku karna pria bernama Axel itu....''


Serena menggeleng...bagaimana menjelaskan pada pria ini kalau saat ini Serena bahkan tak memikirkan seorang pria pun selain Matteo..bahwa hubungannya dengan Axel hanya sebatas hubungan kerja dan tak ada hubungan spesial...


''Jangan menuduhku...aku bukan wanita seperti itu.,..lagi pula kita belum bercerai...''


''Jadi kau mengharapkan kita bercerai dan kalian bisa dekat....Serena kau terlalu percaya diri karna sampai kapan pun aku tak akan pernah menceraikanmu...''


Serena berdecak kesal...pria ini adalah pria yang sangat menyebalkan dan sesuka hatinya...


''Mengapa kau ingin mempertahankan aku Marco....kita sama sekali tidak cocok...''


''Diam....aku tau benar apa yang ada di kepalamu Serena, kau sengaja mengatakan kalau kita tidak cocok agar aku melepaskanmu tapi kau salah besar...kau telah membuat kesalahan besar dengan meninggalkan aku sendiri dan itu adalah penghinaan terbesar bagiku Serena...''

__ADS_1


''Lalu kau mau apa Marco...apa yang akan kau lakukan...ayolah kita sudah sama-sama dewasa....bagaimana jika Matteo mendengarkan pertengkaran kita...''


Serena berdehem ketika pria itu melepaskan jas miliknya...suasana malam ini berbeda..pakaian Serena cukup membuatnya menjadi seorang putri jadi Serena mulai waspada dengan tatapan Marco yang berbeda...


''Dibanding pikiranmu terbang kemana-mana sayang, bukankah lebih baik kau menyerah saja...Matteo butuh seorang adik sekarang..''


Serena bergerak mundur...


''Marco hentikan dengan rencana gilamu karna aku sedang mempersiapkan sebuah fashion show merk ku dan aku tak ingin ada bayi...''


Mendengar hal itu Marco tertawa.....ia mendekati Serena setelah melepaskan dasinya dan melonggarkan kemejanya...Marco tampak bersemangat malam ini,...istrinya yang cantik dan muda...Marco pikir ia masih sedikit kesal menyadari bahwa ada Axel pria muda yang ingin bersaing dengannya...hal itu tentu saja membuatnya cemburu setengah mati..cukup waktu yang telah di gunakan Serena selama 5 tahun untuk lari dan mengejar impiannya namun Serena harus ingat kalau ia adalah seorang istri dan kewajibannya adalah untuk menyenangkan suaminya...


Marco menangkap tubuh Serena yang begitu indah dan menjebaknya di tembok..bibir Marco tak menunggu dan langsung menelusuri bibir Serena dengan panas...hingga Serena tak berdaya...di bawah tatapan tajam Marco...


''Marco cukup...apa yang kau lakukan...'' Serena meronta namun dia tak bisa bergerak sama sekali.


''Jangan lupa kau masih istriku sayang...aku berhak padamu, dan baiklah aku akan memberimu waktu setelah acaramu di mulai tapi sejak saat ini kita akan tinggal bersama...apa kau mengerti...''ucap Marco dengan tatapan beku..


''Marco...aku tidak mau...''


''Baiklah kalau begitu....kau akan tinggal sendirian dan ketika aku menginginkanmu maka kau harus datang padaku, dan Matteo akan tinggal bersamaku..bagaimana...apakah itu yang kau inginkan..''


Serena menggeleng enggan...


''Jangan coba-coba Marco...''


''Sssstt...aku hanya ingin bercinta denganmu sekarang....istriku...''


Sekejap saja....


Tubuh Serena berpindah dengan cepat ke atas ranjang dengan Marco yang bergerak menindihnya..


''OH...Serena...aku merindukanmu...''desah Marco dengan suara parau...


Skip..................

__ADS_1


__ADS_2