
''Disini bukan tempat yang nyaman untuk bicara..''desis Marco lalu membawa Matteo bersamanya keluar dari keramaian dan mau tak mau Serena pun mengikuti mereka sampai di luar...
Dan ia menghentikan langkahnya ketika mereka sudah berada di tempat yang sedikit jauh dan sepi...
Serena berdiri dengan kaku di hadapan Marco yang menatapnya dengan begitu tajam seolah semua waktu terhenti di tempat ini..suasana pesta yang begitu ramai seolah menjadi senyap, waktu seolah berhenti dan menyisakan kedua pasangan itu berdiri saling memandang dengan tatapan yang sulit di artikan..
Tak pernah di bayangkan Serena kalau mereka pada akhirnya bertemu padahal dia sudah menghindar dengan kekuatannya...menjauh dari pria yang telah menyakitinya dengan begitu besar...
Mata Serena menjadi basah ketika dia menurunkan pandangan pada genggaman tangan sang putra Matteo yang begitu erat pada Marco seolah menemukan pelindungnya..takdir seolah membuat keputusan sendiri tanpa melibatkan perasaannya tanpa tau kalau dia benar-benar terluka dengan pertemuan ini...
Sementara hal mengejutkan dan tidak pernah di sangka Marco akhirnya datang, di saat dia sudah di ujung kata pasrah akhirnya dia menemukan wanita yang begitu ia cintai...tak pernah di bayangkan Marco kalau Serena berdiri di hadapannya dengan sempurna..tak ada yang berubah dari Serena nya..dia tetap cantik dan tidak pernah meninggalkan perubahan...apakah Serena benar adalah pemilik butik M...?
Marco menurunkan pandangan pada sosok Matteo dan dia baru ingat kalau Matteo adalah anak lelaki yang ada di bingkai foto berukuran besar yang ia jumpai di butik M tadi siang...
Marco semakin mempererat genggaman tangannya dan Matteo seolah dia sudah yakin kalau Matteo adalah miliknya putranya..
Serena kehilangan kata, ketika berhadapan dengan kedua pria yang mempunyai wajah sama persis..sementara Fred yang berada di belakang mereka begitu terpukau..ia langsung memberi hormat kepada sang nyonya yang telah kembali..
''Mommy....mencariku..''suara Matteo mengejutkan Serena dan Marco sekaligus menarik mereka dari lamunan..
''Matteo.. sebenarnya..''
Serena mendekat namun, di luar dugaan Marco menarik tangan Matteo jauh dari Serena...
hingga mata Serena begitu tersiksa..ia bergerak maju ingin merebut tangan Matteo namun malah Marco mencekal tangan Serena dan menariknya mendekat dan menubruk dada bidang Marco.....pria itu tak menunggu lama dan langsung melingkarkan tangannya di punggung Serena dan membuat wanita itu mengerang ketika wajah mereka begitu dekat sekarang ini..
Serena dan Marco saling menatap tajam.....
''Apa kabar, dunia begitu kecil Serena....bagaimana rasanya meninggalkanku dan memisahkan aku dan anakku..''
''Oh...Marco...''
''Bagus kau tidak melupakan namaku...''
''Lepaskan aku...semua orang melihat kita...''
Meski mereka berada sedikit jauh namun tetap saja ada beberapa tamu yang lewat dan melihat mereka....
''Aku tak perduli kau istriku...atau kau yang sedang takut sekarang,...''
''Apa maksudmu..aku tidak takut apapun.''
''Mommy...Paman Marco, mengapa kalian berpelukan..'' tanya Matteo dengan pandangan bingung..
Sementara Serena menggunakan kesempatan itu untuk melepaskan diri dari rengkuhan Marco namun ketika dia ingin melangkah jemarinya tertahan oleh genggaman tangan Marco yang posesif...Serena menoleh gusar...ah..berakhirlah segalanya...
''Matteo...malam ini akan panjang sayang, Mommy mu akan memberi kita kejutan..apa kau suka kejutan..''tanya Marco pada Matteo yang tersenyum...
__ADS_1
''Yah...aku suka...''
Pandangan Marco mengeras pada Serena yang cemas..
''Jangan pikir aku bisa melepaskan diri dariku...kau berhutang penjelasan..''desis Marco..
''Aku masih bekerja...''
''Baiklah..pergilah namun Matteo bersamaku...''Marco tersenyum menang..
''Tapi....''
Serena terkejut ketika Marco mengecup punggung tangannya dengan lembut...
''Aku ada di sekitar sini dan lakukan tugasmu lalu kembali di tempat dimana kau berasal istriku...''desis Marco tersenyum penuh ancaman..
''Tapi...Marco...jangan membawa Matteo pergi...'' Serena menyentuh lengan Marco dengan gemetar...
Marco membalikan tubuhnya dia tersenyum...
''Sikapku tergantung kau Serena...kau berhutang begitu banyak padaku......apa kau mengerti..''
Serena hanya mampu pasrah ketika Marco tetap menggenggam tangan Matteo yang nyaman dengan Marco...pandangan mata Serena masih tak rela...ia mendekati Matteo yang tersenyum kepadanya..
''Mommy.....''
Serena memperbaiki jas milik Matteo dan mengusap wajahnya..
''Yah...kami memiliki beberapa rahasia...Mommy lanjutkan saja pekerjaannya dan aku akan bersama paman Marco...'' jawab Matteo malu-malu..
Marco yang mendengar hal itu lantas menundukan tubuhnya sejajar dengan Serena ia menatap mata Matteo dan menemukan kemiripan mereka..
''Matteo...akulah Daddymu jadi sayang, mulai sekarang kita tak akan terpisah..''
''Hah...''Matteo melebarkan matanya..
''Daddy...''ulangnya bingung..
''Marco belum saatnya..''
''Dia harus tau segalanya sayang....''Marco mengedipkan matanya,..
Lalu menegakan tubuhnya berdiri, sembari menarik Serena bersamanya...
''Sekarang kau ikut Daddy sedangkan Mommy akan meneruskan pekerjaannya..''
Matteo menatap sang Mommy yang memijit pelipisnya..
__ADS_1
''Mommy..apakah paman Marco berkata benar...''
Dengan berat hati Serena mengangguk..
''Mommy akan menjelaskannya padamu, dan memang benar paman Marco adalah Daddy mu..''ucap Serena dengan mata berkaca-kaca...
''Wah...'' Matteo terdiam...
Matteo menatap mereka bergantian...sementara itu Marco mengangkat tubuh Matteo dan menatapnya dengan dalam...
''Kau adalah putraku...apa kau menyukainya..''
Matteo mengangguk malu...
''Aku menyukaimu....paman...opss...Daddy..''
''Bagus...itu baru anakku..''
Tubuh Matteo di turunkan dan kini giliran Marco dan Serena berhadapan...
''Jangan memaksa keadaan Marco..dia masih kecil..''
''Itu semua karna dirimu, jadi lakukan tugasmu dan putraku akan tetap bersamaku..Marco tertawa menang dan menatap Matteo yang lebih banyak tersenuyum...ayo kita menikmati pesta Matteo...Daddy akan memperkenalkanmu sebagai putraku..''
''Yah....aku mau..''Matteo tampak antusias..
Entah mantra apa yang di pakai Marco hingga Matteo langsung patuh di pertama kalinya mereka bertemu, hal itu cukup mengejutkan ketika menyadari kalau Matteo sering mengingatkannya agar jangan mendekati pria manapun...
Marco tersenyum lalu membawa Matteo di dalam genggaman tanpa mampu di cegah oleh Serena..wanita itu memijit pelipisnya..
''Mengapa semuanya jadi begini...'' Serena ingin menjerit keras, dia ingin marah sekuat tenaga namun Serena sadar semua percuma ketika Marco kembali itu artinya...Serena tak akan bisa berkutik...
Serena menoleh ketika Marco juga menoleh kepadanya,...keduanya bertatapan dengan begitu tajam...lalu Marco mengedipkan matanya dengan senyum kemenangan yang tergambar jelas di wajahnya....
Hingga Serena memalingkan wajahnya dengan kesal..bagaimana sekarang, bagaimana dia menghadapi Marco..sudah tak ada harapan untuk melarikan diri...dian sudah kehilangan sayap untuk terbang karna Marco telah mematahkan sayapnya.....
Serena menundukan kepalanya dan meneteskan airmata...
********
Sementara itu, Marco memasuki area pesta dengan tetap menggenggam tangan Matteo dengan erat,...dan langkahnya terhenti ketika bertemu dengan Axel yang mendekatinya...mata Axel menajam karna melihat Marco menggenggam tangan Matteo...bukankah Matteo adalah putra Serena,...
Wajah Axel begitu terkejut..apa maksudnya ini....
''Selamat malam tuan Marco...aku mencari tuan kemana-mana...''
'Aaah....Axel....aku menghabiskan waktu bersama putraku, namanya Matteo...''
__ADS_1
''Apa...Matteo adalah putra anda..''ulang Axel terlihat hancur,...
Matanya melebar tak percaya dengan kebenaran yang dia dengar saat ini...