Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Hati Yang Tak Tega


__ADS_3

Amanda menuruni tangga dengan tergesa-gesa, hingga dia tida memperhatikan apa yang ada di hadapannya..gadis itu terkejut ketika tubuhnya menubruk dada bidang Nathan..


''Amanda....''


''Nathan...hei...mengapa kau disini..''


''Aku lewat dari cafe ini dan ingat bahwa kau sedang magang jadi aku memutuskan kemari untuk minum sesuatu..dan mengapa kau melamun dan menabrakku..''


Amanda tersenyum hambar,....


''Aku hanya sedang memikirkan sesuatu..''


''Jika tak betah maka berhentilah...bagaimana kalau kau bekerja di kantorku saja..''ajak Nathan tak menyerah..


''Duduklah aku akan memesan sesuatu untukmu..''


''Baiklah..''


Tak berapa lama kemudian, Amanda membawa pesanan yang di inginkan Nathan..


''Duduklah sebentar denganku lagi pula cafe sedang lengang, kau hanya magang bukan seorang pelayan tetap Arron..''


''Jangan begitu.....aku tak enak dengan temanku yang lain.''


Nathan melirik jam tangannya dan tersenyum..


''Baiklah ini sudah mendekati jam pulangmu ..jadi bagaimana kalau kita pulang bersama..''


Amanda masih sangat kesal pada kata-kata Arron yang menganggapnya seorang anak kecil..gadis itu menganggukan kepalanya..


''Baiklah aku akan........''


''Bukankah kau lembur malam ini...aku bahkan sudah meminta ijin pada orang tuamu karna besok kau libur Amanda..''


Suara berat Arron terdengar di belakangnya, hingga Amanda menoleh...


''Arron....''


Sedangkan Nathan hanya tersenyum dingin...


''Katakan padaku kalau kau sengaja ingin menyiksa Amanda...''


''Tidak....aku tidak menyiksanya...kau salah Nathan...aku akan mengantarnya pulang..''


''Amanda bukan pelayan cafe tetap jangan lupa dia hanya seorang anak magang...''


''Aku mengerti Nathan tapi kau tidak berhak ikut campur..ini adalah urusanku dengan Amanda..bukan denganmu..''

__ADS_1


''Cih...kau sangat sombong Arron..aku akan tetap menunggu Amanda sampai kami pulang bersama...rumah kami berdekatan jadi dia seharusnya bersama denganku..''


''Tidak aku tak akan membiarkannya...''ucap Arron tak mau kalah..''


''Aku akan pulang sendiri..''ucap Amanda dengan tegas..


Gadis itu bangkit berdiri dan melangkah meninggalkan Arron dan juga Nathan yang saling menatap tajam..


''Lebih baik kau pergi dari sini Nathan..''


''Apakah kau tidak salah bicara...kau mengusir pelanggan...aku tidak terima..''


Arron mengerang...


''Terserah padamu...''


''Bagus.....aku tak akan menyerah soal Amanda...aku mencintainya...ku harap ingat itu..''ucap Nathan lalu mendekati Arron dan melangkah melewati pria itu yang tampak kesal..


Jemari Arron mengepal..sementara ia menoleh menatap Amanda yang sedang menyibukan diri bersama para pelayan yang lain...Arron lantas melangkah kembali ke tangga untuk sampai ke ruangannya...


Sementara Amanda hanya menghela nafas...hatinya telah patah sekarang...


****************


Di sekolah asrama..


Nala memandang dingin ketika makanannya di bawa ke ruang makan..sementara beberapa temannya yang lain tampak senang karna mereka mendapatkan kiriman makanan dari orangtua mereka..sementara tak ada makanan apapun yang dikirim Mommy untuknya..sudah seminggu dan rasanya hati Nala menyerah karna sedih...yah..dia benar-benar di tinggalkan sendiri...Nathan juga Daddy benar-benar meninggalkan dirinya sendirian...semua itu sangat menyakitkan untuk Nala sendiri..


Nala menoleh dingin...hanya dengan tatapannya saja teman-temannya menjadi takut padanya..


''Dia gadis yang aneh...tentu saja, dia di buang ke asrama ini karna sikapnya yang tidak sopan..pantas saja..wajahnya cantik tapi hatinya mengerikan...semua orang akan meninggalkannya.....''


Nala hanya memejamkan matanya ketika suara-suara sumbang itu di dengarkan olehnya..


gadis itu memilih mengabaikannya...dan memandang makannya dengan tegar...


Ketika Nala hendak makan, dari arah pintu seorang petugas menatapnya..


''Nala...ada kiriman untukmu dari kakakmu..''


Hening.....


Nala mengangkat wajahnya dan membeku ketika ada banyak makanan mahal yang datang...hal itu sanggup membungkam semua perkataan teman-temannya kepadanya..


Apalagi makanan yang datang dalam jumlah banyak...dan para petugas itu membagikannya untuk teman-temannya yang lain...mata Nala berkaca-kaca..dia pikir Daddy atau kak Nathan yang datang..ia berdiri dan tersenyum...


Namun senyumnya menguap ketika dia melihat sosok lain yang datang,....dia adalah gadis yang di benci oleh Nala...dia adalah kak Anna..

__ADS_1


Anna menatapnya dengan tajam..hingga Nala terdiam di tempatnya,


''Aku ingin bicara padamu...adikku..''


Ucapan itu di dengar oleh teman-teman yang tadi mengolok Lana dengan kejam...lalu mereka terdiam...Lana akhirnya menurut karna kedatangan kak Anna membuat teman-temannya menelan malu karna mereka mengatai Nala kalau tak ada yang sayang padanya..tapi mereka salah,...


''Baiklah..''jawab Nala masih dengan sisa keangkuhannya..


Anna tersenyum lalu melangkah mendahului Nala yang melangkah di belakangnya..akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan yang khusus yang biasa di pakai para orang tua untuk bicara dengan murid disini..


Pintu tertutup hingga meninggalkan keduanya...


Nala menghela nafas..


''Apakah semua baik-baik saja....aah....aku lupa Mommy dan Daddy pasti sudah melupakan aku bukan..''ucap Nala begitu saja..


Anna tersenyum lalu duduk dengan ketenangan...


''Tak ada orang tua yang ingin anak-anaknya bertengkar..apalagi berebut kasih sayang...''


''Cih...kau mulai berkata manis padaku kak.......''


''Aku senang kau memanggilku kakak..satu hal lagi aku tak perlu bekata-kata manis padamu, tanpa memintapun aku akan melakukan karna di dalam diri kita mengalir darah yang sama...''ucap Anna dengan mata berkaca-kaca..


Nala memalingkan wajahnya meski matanya sudah memerah, ia tersentuh dengan kata-kata Ana....seminggu berada disini sangat mengerikan.,.dia benar-benar sendirian, tidur sendirian, apapun sendirian..tak ada seorang pun yang mau sekamar dengannya, dia banyak merenung seminggu ini dan hasilnya...dia sangat merindukan rumahnya...Mommy, Daddy....dan kakak-kakaknya...


''Untuk apa kau kemari..''


Ana tersenyum...


''Pulanglah Mommy sedang sakit dan menunggumu,....dirumah hanya ada kebekuan...aku akan menikah sebentar lagi dan aku tak akan merampas posisimu di dalam rumah..kau adalah adik kandungku...aku telah dewasa jadi Mommy dan Daddy akan menjadi milikmu bagaimana..pulanglah karna aku mengalah padamu Nala..''ucap Anna dengan tulus..


Dan ucapan Anna sanggup menggetarkan hati Nala..gadis itu menundukan kepalanya ketika Anna mendekatinya...dan menyentuh pundaknya....


''Supir ada di depan....kau bisa pulang hari ini Nala...'' ucap Anna dengan suara yang serak..


Sudah cukup seminggu membuat Nala mengerti..dia yakin Nala sudah mengambil pelajaran yang berharga sekarang jadi dia pasti tak akan mengulanginya..Anna tidak tega membiarkan adik bungsunya menderita lagi..


Anna lalu melangkah hendak keluar dari ruangan itu..namun langkahnya terhenti ketika di luar dugaan Nala mendekapnya dari belakang..


Hening...


Anna cukup terkejut dengan pelukan Nala padanya...


bukankah Nala membencinya...


''Maafkan aku....aku mohon maafkan aku kakak....aku sungguh menyesal sekarang..''tangisan Nala pecah saat itu juga hingga Anna pun meneteskan airmatanya,..

__ADS_1


''Kakak maafkan aku...''rintih Nala sesegukan..


Anna tersenyum lega,.....


__ADS_2