Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Anakku.....?


__ADS_3


Serena seperti kehilangan sebelah jiwanya, ucapan sang guru seakan menghantam telak dadanya..Serena sungguh tak menyangka kalau Matteo hilang begitu saja...Serena keluar dari gerbang sekolah dengan tatapan kosong, tubuhnya menjadi lemah...ia segera menelfon Berta dan mengabarkan kalau Matteo hilang,...


''Oh...Tuhan...apa yang sudah aku lakukan ini...anakku...Matteo...''


Serena lalu berlari menuju mobil dan meninggalkan lingkungan sekolah, dia langsung mencari Matteo meninggalkan mobil menyusuri sepanjang jalan yang telah dia lalui tadi untuk mencari Matteo..mobil mulai berjalan pelan, airmata Serena jatuh begitu saja membasahi wajahnya..


''Oh..Tuhan, tolonglah aku...bagaimana bisa aku hidup tanpa anakku...aku mohon jangan mengambilnya...Tuhan...''tangis Serena sepanjang jalan..


Sementara siang yang sibuk cukup membuat kemacetan di kota kecil yang padat itu...di tengah jalan Serena melihat seorang anak seusia Matteo sedang berjalan kaki...


''Matteo..''


Serena segera menepikan mobilnya dia keluar dari dalam mobil dan berlari mengejar anak kecil yang sedang berjalan itu dengan putus asa..Serena sampai melepas highelsnya untuk mengejar anak itu dan ketika dia dekat...Serena mencekal tangan anak laki-laki itu lalu membeku..


''Matteo........''suara Serena serak tersiksa..


Anak laki-laki itu menoleh bingung..


''Aku bukan Matteo..''


''Hah.......''


Serena tak kuasa untuk berdiri...ia jatuh tersungkur di tengah keramaian...airmatanya mengalir deras,..dia sungguh putus asa dan menyesal..karna perbuatannya Matteo mungkin sakit hati dan marah lalu pergi...


Serena berdiri...matanya memandang ke segala arah dan mulai pusing, hatinya teramat sakit menyadari Matteo tersesat di suatu tempat dan kelaparan...


''Oh tidak..Matteo..maafkan Mommy...'isak Serena dengan nafas tersengal..


Sementara...


Ketika dia melangkah hendak ke mobil, seorang pria mendekatinya..


''Serena...apa yang kau lakukan disini..''tanya Axel mengerutkan kening..


Serena sudah terlihat berantakan, dia berada dalam posisi yang siap bertemu dengan rekan bisnisnya..


''Tuan Axel....''


''Yah,.....aku melewati tempat ini dan melihat kau menangis di tengah jalan..apa yang terjadi..''


Serena menggeleng....


''Aku baik-baik saja..maaf aku harus pergi..;''


Serena melangkah namun lengannya di cekal hingga keduanya lantas bertatapan...


''Apa yang terjadi Serena...bukankah kita rekan bisnis..''


Serena tak mampu menahan airmatanya lagi..dia berada di titik paling rendah hidupnya..


dengan suara bergetar dia bicara..


''Aku...kehilangan anakku...dia pergi dari sekolah...aku tak tau bagaimana mencarinya..aku akan menjadi gila sekarang..''jerit Serena histeris..

__ADS_1


''Apa.....''


''Jadi tinggalkan aku sendiri tuan Axel....aku sedang sibuk..''


''Aku akan menemanimu Serena..mencari berdua lebih baik dari pada mencarinya sendirian..''


Serena terdiam sesaat..


''Tapi aku tak ingin mengganggumu tuan Axel..''


''Aku tidak terganggu....aku baik-baik saja, di banding kau menolak dan membuang waktu bagaimana kalau kita pergi saja sekarang..''


Hening...


''Baiklah...''jawab Serena setuju, mereka berdua lalu masuk ke dalam mobil Axel dan melaju meninggalkan tempat itu dan terus mencari...


Menyusuri setiap sudut kota namun jejak Matteo seakan hilang begitu saja...hal itu semakin membuat Serena hancur..dia terus menangis sepanjang jalan....apalagi setelah menelfon kerumah namun bibi Berta bilang Matteo belum kembali...


''Aku akan menjadi gila...bagaimana ini..dimana anakku..''tangis Serena pecah saat itu juga..hingga Axel menoleh iba..


Serena yang perfeck, Serena yang cantik dan anggun ketika bicara seolah terpatahkan setelah ia melihat wanita ini menangis...yah...dia bisa mengerti kehilangan anak adalah hal yang paling menyakitkan...


''Serena..tenanglah...kita akan terus mencari...''


''Bagaimana aku bisa tenang...tidak...aku tak bisa kehilangan anakku seperti ini aku tidak bisa...Matteo adalah hidupku..''isak Serena sesegukan..dia terlihat begitu tersiksa..


Sementara....


Axel berusaha menenangkan Serena dari tangisannya...


Walau masih menangis, Serena akhirnya menurut...


hal itu membuat Axel lega..entah mengapa hatinya ikut sakit menyadari kalau Serena begitu terluka..padahal mereka baru saja bertemu, mereka adalah orang asing yang entah mengapa langsung dekat..Axel tau mungkin Serena adalah wanita yang di takdirkan untuk dirinya..


''Kita akan terus mencari..''


''Baiklah...'' balas Serena berusaha tenang.


Sementara Axel melajukan mobilnya meninggalkan tempat sebelumnya..di tengah perjalanan Serena baru ingat kalau mungkin dia telah menyita sebagian waktu Axel yang berharga, bagaimana pun pria ini adalah pengusaha yang sibuk jadi Serena tak bisa membiarkan pria ini menghabiskan waktunya..


''Berhenti saja di depan tuan Axel..''ucap Serena hati-hati..


''Mengapa harus berhenti....apakah kau melihat putramu di sekitar sini..''


''Tidak tuan Axel tapi...aku akan mencari putraku sendiri tanpa melibatkanmu..kau pasti sibuk jadi aku..''


''Tidak...aku tidak sibuk Serena.,..jangan sungkan padaku karna kita akan sering bertemu dan menjalin hubungan yang lebih baik..''


''Lebih baik.''ulang Syakira mengerutkan kening..


''Yah..jadi Serena jangan sungkan padaku, ayo temukan putramu setelah itu aku akan pulang...''ucap Axel bersikeras..


Mau tak mau Serena mengikuti ucapan Axel kepadanya..


mereka lalu terus mencari keberadaan Matteo....

__ADS_1


Sampai akhirnya ketika Serena benar-benar putus asa...ia mendapat kabar kalau Matteo sudah ada dirumah, jadi tanpa menunggu Serena pulang di antarkan oleh Axel sampai dirumah..sepanjang perjalanan Axel cukup terpukau dengan perubahan suasana hati Serena..awalnya dia melihat tangisan wanita ini namun ketika dia di beritahu kalau putranya sudah pulang Serena langsung ceria seperti biasanya..tentu hal ini membuat Axel merasa beruntung..


Axel melirik Serena yang sudah tersenyum..


''Jadi putramu telah pulang....''


''Yah..terimakasih tuan Axel kau menemaniku untuk mencarinya..aku tak bisa membalas kebaikanmu..''


''Eeiit..siapa yang bilang kau tak bisa membalas kebaikanku..kau bisa dan kau mampu Serena..paling tidak dengan satu kali makan malam..''


Mendengar hal itu Serena terdiam...


''Aku minta maaf,...Axel aku adalah seorang ibu..dan mungkin aku tak bisa mengambulkan permintaanmu tuan Axel...aku tak bisa bermain-main..''


''Aku tak ingin bermain-main..''ucap Axel menoleh.


Serena pun tersenyum..


''Mungkin nanti karna sekarang aku belum siap..'ucap Serena hati-hati..


''Baiklah....aku mengerti kau tidak percaya padaku, saat ini kau sibuk dan aku akan sabar menunggu mungkin setelah pesta pernikahan...aku ingin menegaskan padamu Serena...aku bukan tipe pria yang ingin bermain-main atau sebaliknya ingin mempermainkan seseorang..'ucapnya dengan tegas..


Serena mengangguk lega...ketika sudah dekat dengan rumahnya..mobil berhenti.


''Terimakasih tuan Axel..''


''Baiklah Serena, aku tak akan mengganggu waktumu bersama anakkmu..sampai bertemu besok..''


''Baiklah...terimakasih tuan Axel..''


Serena lalu keluar dari mobil dan melambaikan tangan pada Axel yang langsung pergi..


Serena lalu melangkah masuk ke dalam rumah dan ketika dia sampai di depan pintu...Matteo keluar dari dalam rumah dengan senyuman..


''Mommy........''jerit Matteo dengan suara yang lantang..


''Matteo..anakku..''


Serena membuka tangannya lebar-lebar ketika tubuh kecil itu berlari mendekatinya dan mereka berpelukan..tangisan Serena pecah saat itu juga..


'Oh...anakku...Mommy mencarimu kemana-mana..'' tangis Serena mempererat pelukannya....


***********


Sementara di kota lain, Fred meletakan sebuah undangan pesta..


''Apakah tuan akan datang...''


Marco yang bersandar di sofa miliknya lalu mengambil undangan di tangannya dan membacanya,..


''Adiknya Axel...''


'Yah..tuan Axel mengundang anda langsung ke kotanya..disana kota yang indah, mungkin sudah saatnya tuan Marco berjalan-jalan ke kota itu dan menikmati waktu disana...''


Marco terdiam sesaat......

__ADS_1



__ADS_2