
Nala bersedekap tanpa ragu sedikitpun tentu saja..dia tak suka dengan Arron, di sekolah ia pernah punya teman mirip Arron dan ternyata..
Dia memanfaatkan ketampanannya untuk merayu para gadis namun tentu saja tidak dengan Nala...dia bahkan takut hanya dengan menatap mata Nala...
''Nala..tidak sopan bicara begitu, kau tidak mengenal Arron jadi tidak boleh bilang begitu..bukankah katamu mau berubah..''ucap Anna menekan lewat tatapan mata..
''Tapi...''
Suara Nala merendah ketika ia menyadari kakaknya Ana mungkin tidak enak kalau dia bersikap kasar...Nala langsung tersenyum penuh pura-pura..lalu menatap sang kakak..
''Aku hanya bercanda kok...tapi kalau benar juga tidak masalah kan..'' Nala kembali tertawa meski itu tidak lucu di mata mereka..hingga gadis itu terbatuk-batuk dan segera merubah wajahnya menjadi serius..
Hening...
Arron benar-benar tidak terima...tatapannya menajam pada sosok Nala yang memasang tatapan culas kepadanya, mengapa gadis ini menyebalkan sekali..dengan memandang Nala membuat kesabaran Arron setipis tisue yang basah oleh air...
Pria itu memalingkan wajahnya..sulit baginya untuk tidak terpengaruh dengan kata-kata dan sikap gadis ini..
''Well....aku minta maaf Arron...adikku...dia..''
''Tidak masalah....bukankah dia gadis yang baru saja di hukum karna perbuatannya..wajar jika Nala sedikit memberontak..''ucap Arron membalas..
''Astaga,...memangnya mengapa kalau aku memberontak..apakah kau terganggu..astaga...kau membuat jiwa gilaku bangkit..''sambung Nala kesal
Nala tak bisa berada lagi di tempat ini tak bisa....ia akan meledak dalam amarah jika tetap disini..
''Aku akan menunggu kakak di kamarku, jadi aku akan masuk sekarang..''
Tanpa menunggu jawaban Anna dan Amanda yang bingung, Nala melangkah masuk ke dalam rumah besarnya dan tenggelam disana...
Hening lagi...
Nala benar-benar meninggalkan kekesalan yang menguar dan mempengaruhinya...
''Anak itu benar-benar...'' Ana menghela nafas..dia merasa tak enak jika sikap Nala masih kasar..
''Kak Ana..biarkan saja...Nala memang begitu tapi dia gadis yang baik..''ucap Amanda menenangkan..
''Gadis menenangkan..apakah kau benar-benar serius..''ucap Arron tertawa kesal..
Anna dan Amanda hanya saling menatap beku,..mau bagaimana lagi..Nala memang sedikit berbeda...tomboy dan sulit di atur..
*******************
Syakira dan Rive tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya melihat Anna pulang dan membawa Nala yang sedikit lebih kurus,
keduanya datang bersama dengan saling menggenggam tangan masing-masing..
__ADS_1
''Putriku...Anna...Nala...''
''Mommy....''jerit Anna dan Nala berhamburan memeluk Syakira yang sedang duduk bersama Daddy Rive...
Rive yang melihat kedua putrinya akur tak mampu menahan rasa bahagianya...hal inilah yang paling di tunggu oleh Rive..
''Mommy maafkan aku...''isak Nala mendekap Syakira dengan erat hingga tangisannya pecah..
Anna duduk di samping Rive dan membiarkan Daddy memeluknya...
''Kau berhasil mengembalikan adikmu kembali Anna..kau berhasil sayang,...kau berhasil..''ucap Rive dengan mata yang basah..
''Itu semua karna Doa Mommy dan Daddy...''balas Anna juga bahagia..
Syakira menangis tersedu-sedu ketika ia sadar kedua putrinya sudah kembali..
''Berjanjilah kalian berdua akan terus akur dan saling mencintai...''bisik Syakira membelai rambut Nala..
''Ya...aku tau aku salah, aku berjanji akan berubah Momm....aku akan mematuhi kakakku mulai dari sekarang..''ucap Nala mengedipkan matanya ke arah Anna yang tertawa..
''Baiklah...kau harus bersikap lebih manis dan feminim bagaimana Nala..''tawar Anna..yang di dengar kedua orang tuanya..
''Baiklah...apakah kakak ingin aku menggunakan dres tiap hari meski itu dirumah..akan aku lakukan..''
Ucapan polos Nala sanggup membuat tawa seluruh keluarganya..
Syakira dan Rive tertawa karna sikap Nala yang polos dan manis ini tak biasa mereka dengar..hingga beberapa saat kemudian, sosok Nathan masuk ke dalam rumah dan menghentikan langkahnya..
Nathan melepas sepatunya, lalu jassnya dan melangkah mendekati keluarganya..pria itu duduk di samping sang Mommy dan memeluknya dengan erat..
''Apa sih kakak...carilah kekasih jangan menempel pada Mommy terus..''ucap Nala menyipitkan matanya..
''Kekasih.....apa kau punya beberapa kenalan..''
Nala dan Anna tertawa..
''Apa kau serius,...kau bahkan baru saja selesai sekolah..''canda Anna..
Yah...meski kembar Nathan mendapat perlakuan khusus, dia tamat sekolah tahun lalu dengan cepat karna dia terlalu cerdas,..sementara Nala sudah hampir lulus...
''Kak Ana...aku juga ingin punya kekasih..''
''Baiklah....terserah padamu, tapi biarkan kakak menikah lebih dahulu..''ucap Anna protes..
Semua kembali tertawa...
''Carilah wanita yang baik dan dekat dengan keluarga kita..kau tau bagaimana keluarga kita bukan..'' sambung Syakira mengingatkan..
Yang bisa dekat dengan Mommy bukankah hanya Amanda..apa jadinya jika dirinya dan kakaknya malah menikahi dua kakak beradik keturunan Antonio..itu pasti sangat lucu..
__ADS_1
Nathan tersenyum penuh arti..
''Tentu saja Mommy,...aku akan mengingat semua nasehatmu..''
''Bagus..kau adalah putraku satu-satunya kau akan menjadi penerus Mommy dan Daddy..''ucap Rive bangga..
''Tentu Daddy...aku akan mengingat itu semua..''ucap Nathan dengan patuh.
''Bagaimana kalau kita makan malam bersama....''ajak Syakira antusias.
''Yey...aku makan makanan kesukaan Mommy lagi...kangen..''ucap Nala terharu..
''Yah...kau akan makan dengan lahap mulai sekarang sayang..''bisik Syakira tersenyum..
Mereka lalu melangkah ke ruang makan...
*************
Amanda keluar dari sebuah salon mewah, ia baru saja melakukan perawatan tubuh..karna memang sudah waktunya..apalagi jelang pernikahan kakaknya Amanda harus tampil cantik dan menawan..juga wangi.
Hari ini Amanda memilih tidak masuk kerja ke cafe...beruntung dia sudah meminta tolong pada Nala untuk masuk kerja..Amanda menghela nafas..dia tak bisa bekerja pada pria yang telah mematahkan hatinya..Amanda tak suka di tolak...ia akan menghindar sejauh mungkin dari Arron..
Ketika dia sampai di mobilnya gadis itu terkejut ketika seseorang menghampirinya..
''Amanda...''
Gadis itu seketika menoleh...
''Tristan...''
Tristan kakak kelasnya yang juga telah merencanakan hal buruk padanya, pria ini begitu tega memasukan obat tidur dalam minumannya..jadi bagi Amanda itu adalah kejahatan serius...jadi Amanda memutuskan untuk mengabaikan pria itu dengan membuka pintu mobil..namun tetap saja Tristan benar-benar tidak menyerah padanya..
''Aku ingin bicara padamu Amanda..'' Tristan menarik paksa Amanda hingga merapat kepadanya...
''Lepaskan aku..Tristan apa yang kau lakukan..''
''Diam....kau pikir semua pengawalmu ada untuk menjagamu..kau terlalu meremehkan aku...kemarin aku gagal tapi hari ini aku pastikan kau akan menjadi milikku..'' Tristan menggertakan gigi...
''Tidak...cih..dalam mimpimu...'' Amanda meronta sekuat tenaga,..
Sampai beberapa detik kemudian..
Bug!!!!
Sebuah hantaman keras mendarat di wajah Tristan..pria itu jatuh tersungkur di aspal....Amanda langsung membalikan tubuhnya dan membeku...
''Nathan...''ucapnya terkejut..
Nathan mendekati Tristan dengan tatapan marah....kembali menghantam wajah Tristan hingga pria itu benar-benar tak berdaya..
__ADS_1
''Beraninya kau ingin menyentuhnya....''desis Nathan menyipitkan matanya dengan tajam...