
Serena menggenggam pistol di dalam genggamannya dan menatap Marco yang tertidur lelap di atas ranjang miliknya, ingatannya terbang sebelum dia memasuki kamar...ketika Axel kembali menelfonnya..Serena memang telah memutuskan untuk tidak mengangkat telp tapi...ketika panggilan itu terus-menerus memanggilnya..Serena akhirnya memberanikan diri untuk mengangkat telp dari Axel..
FlasbackOn#
Serena : Hallo.......
Axel : Serena...apakah kau bersama dengan tuan Marco...?
Hening..........
Axel : Aku tau kau sedang bersamanya dan aku tau semua yang sebenarnya terjadi antara kalian....
Serena : Terimakasih sudah perduli padaku Axel...tapi aku minta maaf aku harus mengatakan hal ini kalau...ini bukanlah urusanmu...aku minta maaf aku terdengar keras...tapi kita baru saja saling mengenal...
Axel : Aku tau aku adalah orang baru yang baru saja masuk dalam kehidupanku..kau bahkan belum menjawab pernyataan cintaku..tapi Serena....bukan berarti aku tidak perduli kepadamu.....tuan Marco adalah pria yang paling kejam, mafia paling licik di antara kami...kau tau dia bahkan mampu melakukan apapun demi mendapatkan apa yang dia inginkan.
Serena : Aku mengerti..aku sudah mengenalnya cukup lama Axel, jadi aku tau siapa Marco antonio..
Axel : Bagus kalau kau tau Serena, meski yah..dia tidak membunuh ibumu secara langsung namun jangan lupa jika dia tidak datang dan mengacaukan usaha milik ibumu kau mungkin tidak akan seperti ini..
Serena terkejut..
Serena : Dari mana kau tau Axel....?
Axel : Aku mendapatkan informasi dengan cepat..
Serena : Axel.....aku tak tau mengapa kau melakukan ini padaku tapi.....aku akan jujur kepadamu kalau ini..bukanlah urusannmu..sudah banyak masalah yang terjadi padaku jadi aku mohon kepadamu jangan menggangguku...kita tak akan mungkin memiliki masa depan bersama..
Axel : Kau pikir aku sejahat itu dengan mengatakan semuanya agar kau menerimaku Serena..tidak...aku hanya ingin kau tau kalau yang kau hadapi adalah Raja mafia..tuan Marco lebih pintar..jika kau terus saja membantahnya mungkin dia akan lepas kendali dengan menghabisimu lalu mengambil Matteo dan membawanya pergi....
Serena : Apa maksudmu......
Axel : Serena....dengarkan aku, tuan Marco memiliki masa lalu yang kelam...dia pernah menghabisi tunangannya sendiri...kau bahkan tidak pernah menduganya kan..
Serena : Tunangannya.....siapa..
Axel : Namanya Luna...gadis malang itu meninggal setelah bertengkar hebat dengan tuan Marco...dan ada satu kata yang selalu dia tinggalkan pada setiap wanita dia bilang, selama dia masih hidup maka kau tidak akan bisa lepas darinya..
Serena : Apa......
Bukankah perkataan itu yang di ucapkan oleh Marco padanya tadi, itu artinya jika dia terus melawan maka Marco akan menghabisinya dan membawa Matteo pergi..
Axel : Lakukan sesuatu atau....kau akan menyesal Serena..
Serena : Apa maksudmu, kau pikir aku bisa melawan Marco...itu tidak mungkin..
__ADS_1
Axel : Kalau begitu kau harus menemukan cara untuk lepas dari Marco...
Apa........?
FlasbackOff#
Kini...ia bisa melihat sosok Marco yang tertidur tidak berdaya...bukankah inilah saatnya...waktu yang tepat untuk bisa melepaskan diri dari Marco..
Airmata Serena menetes...yah..ia harus bisa melepaskan diri dari Marco bukan..pria ini adalah pria yang dia benci seumur hidupnya, yang telah membuatnya kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kasih sayang dari Mami kandungnya..bukankah dia kejam...
Serena menurunkan pandangan dan menatap pistol di dalam genggaman tangannya dan merenung...dia tak perlu ragu untuk menghabisi Marco karna jika dia memberi kesempatan maka Marco akan semakin menekan dirinya agar ikuti kemauan Marco yang egois..
Jika dia melepaskan tembakan tepat sasaran maka bukan hanya ia melepaskan diri dari Marco saja, tapi Matteo akan seutuhnya menjadi miliknya lalu....tak akan ada pengancaman lagi, dan bukan hanya itu dia bisa sekaligus membalaskan dendamnya kepada pria itu atas kematian sang Mommy..
Serena menguatkan hatinya, meski jemarinya bergetar Serena mencoba menguatkan pegangannya pada pistol yang dia genggam dengan begitu erat lalu berkonsentrasi penuh mengarahkannya pada tubuh Marco...meski ia takut sekali dan ada sebagian hatinya yang tidak mengijinkan dia melakukan itu..
Tapi Serena tak ingin gagal...selesaikan dengan cepat lalu pergi membawa Matteo...
Namun...
Ketika baru saja dia akan melepaskan tembakannya pada tubuh Marco, sebuah suara yang begitu lembut dan halus terdengar dari arah toilet...
''Mommy.......'' jerit Matteo dengan tangisan yang pecah..dia berdiri dengan gemetar di dekat toilet kamar,.
Matteo ketakutan melihat Serena ingin menembak Marco, dan disaat yang sama...Marco membuka matanya dan langsung berhadapan dengan tatapan ketakutan di wajah Serena...
Hening........
''Mommy jahat....Mommy jahat........''tangis Matteo ketakutan...
Tubuh Serena menjadi lemah seketika....airmatanya berguguran dengan hati yang hancur menyadari Matteo bergerak menjauhinya..
Sementara Marco bangkit dan menggendong Matteo menghindari Serena yang putus asa....
''Serena...apakah kau sedang bercanda...kau ingin membunuhku...''
Deg!!!!!
Serena menangis pandangannya terpaku pada Matteo yang ketakutan melihatnya..
''Matteo..dengarkan Mommy...''
''No....Mommy jahat...Mommy mau menembak Daddy...Mommy jahat...pergi.....''jerit Matteo enggan di dekati Serena.
''Tidak sayang...maafkan Mommy...dengarkan...''
Serena mendekat hingga berada dekat dengan Matteo namun...Marco mencegah Serena agar tidak bisa mendekati Matteo..
__ADS_1
''Kendalikan dirimu Serena..kau sudah kehilangan akal dengan berpikir mudah untuk membunuhku...kau akan menyesal kau dengar itu...''teriak Marco dengan murka..
Marco membawa tubuh Matteo menuju pintu kamar namun Serena mengikutinya dengan putus asa..
''Kemana kau akan membawanya pergi Marco..jangan...''
''Lepaskan Serena....kau telah melakukan kesalahan besar dan kurasa Matteo tak akan memaafkanmu...''
Marco membuka pintu dan sudah ada anak buahnya di luar..Marco lalu melirik anak buahnya agar membawa Matteo pergi darinya...pintu kembali di tutup hingga Serena menjerit keras..
''Buka pintunya...Marco...''
''Diam...........''
Marco merebut pistol darinya namun Serena tak juga menyerah...lalu terjadi tarik menarik pistol di antara mereka...namun Serena mendapatkan pistol itu dari tangannya...dalam sekejap ketika Serena di kuasai emosinya...wanita muda itu mengarahkannya pada Marco yang berdiri dan menatapnya tajam.
''Semua ini gara-gara kau...kau merusak hidupku..aku benci kau...''
''Berhentilah menjadi seorang korban Serena....bagaimana denganmu yang mengatakan aku sudah mati, kau memisahkan aku dan anakku..bukankah kau harus berterimakasih karna aku tidak membunuhmu...''
''Seperti kau membunuh Luna begitu..''
Marco terdiam seketika, dia cukup terkejut Serena tau tentang masa lalunya...namun dengan santai Marco mendekati Serena yang tampak pucat...
''Aku menyesal kau memilih lebih mendengarkan pria lain dari pada suamimu sendiri...''
''Kataka siapa Luna,...apakah kau juga mencintainya seperti aku...dia sudah kau bunuh...apakah sekarang giliranku...''
Serena meronta lalu melepaskan tembakan pada Marco..
Dor...................
Keduanya bertatapan tajam...tubuh Serena bergetar menyadari di dalam pistol tak ada satu pun peluru yang tersimpan disana...tubuhnya menjadi ngilu..
''Marco......''
Marco tertawa sampai matanya berkaca-kaca...
''Bagaimana rasanya ketika kau tidak bisa membunuhku Serena..kau pikir aku pria bodoh....dengarkan aku...bagaimana rasanya ketika putramu sendiri...membencimu..''
''Kau licik Marco....'' teriak Serena histeris..
Marco lalu menarik tubuh Serena dengan paksa dan merengkuhnya cukup keras..hingga wanita itu tak bisa bergerak dalam cengkraman pria di depanya..
Marco tersenyum dingin........
''Kau akan menerima hukuman berat Serena....''
__ADS_1
''Tidak...........lepaskan aku.........''