Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Mendapat Kepercayaan


__ADS_3

Serena begitu bangga pada dirinya sendiri karna apa...Marco akhirnya memberi kepercayaan penuh kepadanya setelah makan malam yang menentukan kedudukannya di mata Marco..


Kini Serena sudah mulai bisa keluar dari kamar meski dia hanya melangkah seputar rumah besar sembari melihat-lihat sekitar...sialnya lokasi rumah ini sama sekali tak dapat di ketahui di tambah lagi para pelayan begitu setia pada seorang Marco Antoni, mereka tidak mau membantu Serena atau setidaknya berpihak padanya,....entah apa yang telah di lakukan Marco pada mereka hingga mereka enggan berkhianat..Serena lalu membawa ponselnya menuju taman yah...dia ingin memeriksan segalanya disana..pagi ini Marco tak ada dan biasanya akan kembali di sore hari karna itulah Serena memanfaatkan waktu dengan baik..


Ketika ponsel itu di hidupkan ada banyak sekali panggilan telp dan pesan yang masuk dan semuanya berasal dari satu nomor yang tidak dia kenal yang menghubunginya beberapa saat lalu untuk bicara..Serena menghela nafas..mau tak mau dia menjadi sedih luar biasa, Serena tau kalau itu adalah Mark..


Serena pun mulai membaca pesan........


Serena..ini aku Mark..saudara kembarku telah membawamu dan menyiksamu apakah aku berkata benar...tenang saja aku...akan menyelmatkanmu dari Marco...aku tak akan memaafkan dirinya...


Deg!!!!


Syakira menjauhkan ponselnya dan merasa ketakutan...apa yang akan dilakukan Mark..apakah mereka akan saling membunuh karna dirinya..oh tidak......


Serena mematikan ponselnya karna takut, bagaimana ini dia baru saja mendapat kepercayaan Marco....jika dia gagal meyakinkan Marco maka dia akan terjebak selamanya bersama pria itu....


Beberapa menit kemudian...Syakira masih duduk di taman dengan pikiran yang cukup kacau...bagaimana sekarang, ia harus melakukan apa...


''Nyonya Serena....''


Serena menoleh dan menemukan pelayan di belakangnya..


''Ada apa..''


''Tuan akan mengirimkan supir untuk menjemput nyonya dalam 30 menit...''


'Mau kemana...''


''Ada pertemuan makan siang dengan klien tuan Marco jadi nyonya di minta ikut..''


''Apa.....tapi aku tak ingin pergi...''


''Apakah nyonya Serena yakin tidak pergi..kalau ya aku akan memberi tahu tuan Marco kalau nyonya tidak mau ikut..''


''Eiit....jangan...maksudku adalah aku akan membutuhkan waktu untuk bersiap-siap....''suara Serena meninggi di taman itu..sementara sang pelayan hanya tersenyum penuh permintaan maaf...


Serena terpaksa kembali ke kamar untuk bersiap..meski dengan wajah kesal..


^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^


Begitu turun dari mobil, Serena langsung di sambut oleh Marco yang membuka tangannya untuk memeluk Serena..mau tak mau Serena pun tersenyum...walau dalam hatinya dia kesal setengah mati..ada sepasang suami istri yang terpana melihat Syakira yang cantik..


''Apakah ini istri anda tuan Marco..''ucap sang wanita dengan sopan..


''Itu benar sekali namaku adalah Serena Stew....Aah..maksudku adalah Serena Antonio...''

__ADS_1


Marco tersenyum bangga sementara jemarinya melingkar posesif di pinggang Serena dengan erat..


''Nyonya masih muda dan cantik, anda beruntung..''ucap pria itu menatap Marco dengan senyuman..


''Tentu saja...aku sangat beruntung...''


Kali ini jemari Marco singgah di bahu Serena yang mulus..


''Sayang, mereka adalah tuan Andrew dan istrinya nyonya Sofie..'' bisik Marco dengan lembut..


''Ah...senang berkenalan dengan tuan dan nyonya...''


''Oh,....aku suka dengan senyumanmu.''puji Sofie kagum..


Serena hanya menunduk malu...


''Bagaimana kalau kita makan siang saja...'' tawar Marco ramah,..


''Ide bagus karna aku sudah sangat lapar...'' ucap Sofie..


''Bagus..''


Sebuah restoran mewah menjadi pilihan Marco untuk menjamu tamu yang istimewa baginya..mereka lantas duduk dan makan dengan rileks...


Bagaimana menceritakan pertemuan mereka, Serena sungguh bingung,....dia tak mungkin menceritakan kalau di awal pertemuan mereka, Marco telah melecehkannya....tidak mungkin pria ini tampaknya seperti malaikat di mata tuan Andrew dan nyonya Sofie...


Serena menatap mata Marco yang bersinar tajam...


''Aaah...pertemuan kami sangat manis...''ucap Marco menjelaskan..


''Dan juga sangat romantis..''tambah Serena..


Andrew dan juga Sofie tampak kagum..


''Bisakah kalian menceritakannya lebih spresifik dengan menyebut nama tempat itu...dan kapan...''


Serena memijit pelipisnya sulit bagi dirinya untuk berbohong pada hari pertama dia menghujam punggung Marco dengan pisau lipat miliknya..haruskah pasangan suami istri yang kepo ini tau kejadian sebenarnya....?


Marco juga kehilangan jawaban...dia sulit untuk mencari kata-kata lain atau mengarang tentang pertemuan mereka..


''Eehm...sebenarnya aku sedikit malu menceritakan ini pada Tuan dan Nyonya..tapi karna hubungan tuan dan suamiku begitu dekat maka tidak mengapa jika aku menceritakanya saja..bukan begitu sayang.''ucap Serena menatap Marco yang sudah memijit pelipisnya..


''Tentu saja aku sangat penasaran.''ucap Sofie dengan penuh perhatian..


Serena melirik Marco yang menatapnya dengan tajam...seolah mengirim pandangan mengancam kepadanya..

__ADS_1


''Sebenarnya dimataku Marco adalah malaikat penolong bagiku....''


''Hah...bagaimana bisa...''


''Yah,...aku akan menceritakannya....''


Serena lalu mulai bercerita dengan berbunga-bunga seolah kejadian itu benar....kalau pertemuan pertamanya dengan Marco adalah hal yang paling romantis..


''Aku memukul pejahat itu dan tuan Marco datang menolongku,...dia hebat sekali aku bahkan langsung jatuh cinta padanya seperti dalam drama saja...Serena tertawa dengan malu-malu hingga siapapun yang mendengar ceritanya akan percaya bahwa kejadian itu benar-benar terjadi kepadanya..


Serena dan Marco terkejut ketika Andrew dan Sofie bertepuk tangan mendengar cerita dongeng Serena...


''Jadi tuan Marco baik sekali..''


''Yah...tuan Marco bukan lagi seperti suami tapi dia segalanya...aku mencintainya..'' mata Serena berbinar penuh cinta hingga Marco sendiri menggeleng...


Serena sangat pintar bersandiwara ternyata..


''Bagus...aku senang pada keluarga kecil kalian tuan Marco dan aku akan berinvestasi besar pada proyek kita kali ini..''ucap Andrew memuji..


Marco tersenyum lega dia memandang Serena yang sedang bicara akrab dengan Sofie sambil tersenyum...Serena...apakah dia benar-benar sudah berubah...? Marco tenggelam sendiri dengan pikirannya..


Mereka lalu makan dengan penuh canda,...Marco dan Andrew bicara tentang bisnis mereka sementara Sofie dan Serena terlibat sendiri dengan berbicara tentang fashion yang sedang trend saat ini...


''Jadi dulunya kau seorang model...''tanya Sofie antusias..


''Yah nyonya Sofie tapi setelah aku menikah aku ingin menikmati waktu berdua dengan suamiku saja..''


''Itu bagus ada prioritas yang harus kita pilih...''


''Tentu..kau benar nyonya Sofie...''


Makan siang pun berakhir...mereka mengantar Andrew dan istrinya pergi menuju mobil dan akhirnya meninggalkan restoran..


Pada saat mereka hendak masuk ke mobil...Serena terkejut ketika sosok Mark muncul tiba-tiba dan menodongkan pistol kepada Marco....


''Mark........''jerit Serena begitu terkejut..


Marco pun sama terkejutnya namun dia berusaha tenang...dan membalikan tubuhnya untuk menatap mata Mark yang penuh dendam kepadanya..


''Apa kabar adikku........'


''Aku bukan adikmu, Marco....aku ingin kita bertiga bicara sekarang..''


''Baiklah...''balas Marco menggertakan giginya...

__ADS_1


__ADS_2