Takdir Mu Adalah Aku

Takdir Mu Adalah Aku
Terikat


__ADS_3

Serena terbangun dari tidurnya dan membeku...tubuhnya terasa lebih lelah dari sebelumnya...Serena memandang ke segala arah dan menyadari ingatan terakhirnya adalah semalam dia dan Marco melakukannya..gaun pengantin masih berserakan di bawah..ada jas milik Marco dan semua perlengkapan mereka..


Serena kemudian menjadi waspada ketika sebuah jemari besar melingkari perutnya, Serena menggertakan gigi...ia berusaha bangkit dan menghindari sentuhan Marco namun Serena terkejut ketika ia merasa nyeri seketika...rupanya pergelangan tangan Serena terikat borgol yang terkunci dan mustahil jika dia bisa melepaskan diri...sialan Marco beraninya dia melakukan ini kepadanya..


''Jangan bergerak sayang kau...akan terluka..''


''Apa yang kau lakukan ini Marco...lepaskan aku...''


Marco lalu menegakan tubuhnya dan menatap Serena dengan tatapan beku ia lalu bangkit dari tempat duduknya dan melangkah santai dengan tubuh yang polos terpahat sempurna disana..Serena sampai memalingkan wajahnya karna malu...pria itu meraih celana piyamanya dan membiarkan tubuhnya tanpa baju...ia mendekati Serena yang masih polos di bawah selimut...menarik kursi dan duduk di depan Serena...


''Maaf sayang aku harus melakukannya karna aku tak bisa membiarkan kau melakukan hal di luar kendali seperti melarikan diri atau...mungkin melukaiku...''


Serena masih menatapnya penuh dendam.,.bahkan setelah mereka bersama Serena masih menyimpan banyak amarah pada Marco..pria itu akhirnya menghela nafas...


''Kau licik..kau jahat, kau..sangat memalukan melakukan ini padaku Marco...lepaskan aku..''


''Sssst,...kau istriku yang sah...aku berhak menyentuhmu lagi pula tubuh kita tidak bisa menolak kenikmatan itu kan....percuma saja kau meminta lepas karna aku tak akan melepaskanmu sampai kau benar-benar merubah semua sikapmu..''


''Aku membencimu...aku benci...'' jerit Serena masih tak terima..


Tiba-tiba saja....


Marco kembali menerjangnya kali ini menekan tubuh Serena di ranjang dan menekan dagunya dengan keras...


Mata Serena berkaca-kaca menahan rasa sakit...


''Jangan mencoba mengancamku Serena...jika kau masih melakukannya maka aku akan kembali menyentuhmu lagi dan lagi tak perduli meski kau sudah lelah...''


''Apa........''suara Serena tercekat....


''Dengar baik-baik setiap kali kita tidur bersama tanganmu akan aku ikat..agar kau mulai belajar untuk menerimaku sebagai suamiku...apa kau mengerti...''


''Tidak....aku tidak sudi menerima dirimu Marco tidak........aku sangat membencimu aku benci..''jerit Serena dengan suara yang terputus..


Namun amarah Marco semakin meluap...


''Jadi kau menantangku lagi Serena...''


''Yah....aku tidak akan pernah memaafkanmu atau memberimu kesempatan karna bagiku kau tak lebih dari seorang monster...'' Serena meneteskan airmata...


''Kau menyebutku monster....apa kau yakin, jika monster aku tak akan punya perasaan kan....''


Wajah Serena menjadi pucat ketika sinar mata Marco menjadi terang, pria itu lalu membuka borgol di tangan Serena dan tersenyum dingin....ia menatap Serena tanpa belas kasih..

__ADS_1


''Kau lebih suka aku memperlakukanmu seperti seorang monster tanpa hati kan...''


'Serena mengigit bibirnya dengan gemetar..dia ketakutan setengah mati..yah meski dia siap mati tapi...bukan mati seperti ini....lebih baik Marco langsung membunuhnya saja..dari pada menyiksanya dalam gairah besarnya...


''Apa yang akan kau lakukan...Marco...''


''Diam dan nikmati saja Serena karna sepertinya aku masih belum puas...''desis Marco dengan kilatan penuh kemarahan...


''Oh...tidak.........''


***********


Marco keluar dari kamar setelah melampiaskan hasratnya yang kedua kalinya, dia sangat marah ketika Serena berani menentangnya, ingin membunuhnya dan selalu mengutuk...Serena membangkitkan sisi gelap dirinya yang selama ini tidur dan dia tak akan melunak...


''Awasi kamar ini karna aku tak ingin dia sampai keluar apa kalian mengerti..''ucap Marco dengan nada tajam..


''Baik tuan Marco...'' kedua penjaga berdiri di depan kamar Serena berjaga sementara seorang pelayan masuk ke kamar dan membantu Serena membersihkan dirinya karna wanita itu perlu orang lain untuk membantunya..


Marco turun ke lantai bawah dan anak buahnya langsung menundukan kepalanya dalam-dalam...


''Ada berita terbaru..''


''Tuan Mark sudah kembali ke negara ini dan satu lagi..dia tau kalau nona Serena bersama tuan Marco...''


''Biarkan dia tau,....namun tetap awasi dia agar dia tidak akan pernah tau tempat ini..'


''Baik tuan Marco...silahkan masuk ke mobil..klien tuan sudah menunggu..''


Marco mengangguk lalu melangkah menuju mobil....dan meninggalkan Mansion besar miliknya..


***********************


''Seharusnya nyonya tidak melawan..''ucap sang pelayan yang membantu Serena berendam dalam bathup yang berisi berbagai macam aroma bunga yang segar...


Serena memejamkan matanya berendam disini membuat tubuhnya sedikit lebih relax..meski masih terasa sakit di beberapa bagian karna Marco menyentuhnya sedikit kasar seolah menghukum...


''Aku tak akan menyerah....''


''Nyonya akan segera kehilangan tenaga, bukankah nyonya harus bersyukur di nikahi oleh tuan Marco Antonio....?''


Mendengar hal itu membuat Serena membuka mata dia tidak terima ketika semua orang menjilat kaki Marco termasuk pelayan di depannya..


''Apakah kau adalah salah satu penjilatnya..astaga lihatlah dirimu kau tidak seperti manusia..dengarkan aku baik-baik..menikah dengan Marco si tuan mafiamu itu seperti aku sedang mengalami kutukan..apa kau mengerti..''

__ADS_1


''Nyonya Serena...biasanya tuan Marco tidak mengijinkan siapapun yang melawannya hidup lebih lama..jadi maafkan aku nyonya..sebaiknya..nyonya menyerah saja karna melawan tuan Marco seperti nyonya sedang melawan matahari...nyonya akan hangus dan terbakar karna tak sanggup..''


Serena tersinggung mendengar ucapan wanita di depannya..ia begitu marah..


''Sebaiknya kau pergi meninggalkan aku sendiri...aku tidak butuh pelayan sepertimu..'' Serena menjatuhkan semua perlatan mandinya dan membuat sang pelayan wanita itu terkejut..


Pelayn itu menundukan kepalanya dalam-dalam..dia menatap Serena..


''Aku punya dua anak...jika aku keluar dari sini karna tidak mampu mengurus nyonya maka aku akan mati.....''mata wanita itu berkaca-kaca....


Hingga Serena terdiam.........


Tubuh Serena menjadi lemas mendengar ucapan pelayan ini...


''Baiklah...aku melakukan ini untuk kedua anakmu..jika kau yang melayaniku bisakah kau menutup mulutmu dan jangan membuatku marah....''


''Baik......maafkan aku Nyonya.''ucapnya menundukan kepalanya dalam-dalam..


''Kau bisa mengambil gaunku, dan tinggalkan aku sendiri...''ucap Serena tegas..


''Baik nyonya Serena..''


Pelayan itu pun meninggalkan Serena sendirian..


Wanita itu pun kehilangan kekuatannya...


Serena menghela nafas...ia kembali berendam disana....mencoba untuk meredam emosinya meski itu sulit...setiap saat otaknya selalu bekerja keras memikirkan jalan keluar bagaimana caranya agar bisa lepas dari Marco..dan bisa hidup tenang..


''Apapun caranya aku..akan melarikan diri..''desis Serena penuh janji.


*********


Sementara...


Mark masuk ke dalam rumahnya dengan tatapan marah, ketika dia sadar semua yang di lakukan Marco padanya..teganya saudara kembarnya malah menghianati kepercayaan dengan merebut wanita yang di cintainya


Mark tak akan membiarkannya.....ia pun menelfon mata-matanya...


Mark : Apakah kau sudah mendapatkan alamatnya...??


Mr.x : Aku akan mengirimkan alamatnya pada tuan Mark...


Mark tersenyum dan langsung mematikan ponselnya..pria itu tersenyum..

__ADS_1


''Kita akan segera bertemu Marco...'' desis Mark dengan tatapan dingin....


__ADS_2