
Serena merasa familiar dengan tatapan Mark...sesuatu yang mencekam dan begitu dingin seakan menusuk ke dalam hatinya hanya melalui tatapan mata Mark, ada apa ini mengapa ia merasa ini bukan seperti tatapan Mark...bukankah itu tidak mungkin...?
Serena mengerutkan kening, dia pasti salah ini jelas Mark...mengapa dia malah berpikir pria ini orang lain...
''Aku sedikit sakit itu mengapa aku mengambil cuti sebulan ini Serena...''bisik Marco dengan tatapan tajam..
Serena segera mengusir pikiran buruknya dengan mencoba bersikap biasa, yah..dia yakin ini adalah dokter Mark dan bukan orang lain...tak ada orang lain yang menyerupai dokter Mark...selain kalau mungkin mereka adalah kembar indentik..
Kembar....? Serena menggeleng mengusir pikiran itu jauh darinya karna tidak mungkin dokter Mark punya kembar indentik, pria itu tak pernah mengatakannya..Serena kembali menatap Mark dan mencoba tersenyum....
''Baiklah...kau harus mendengarku sekarang dokter Mark...istirahat saja aku akan merawatmu dengan baik..''ucap Serena tersenyum..
Namun ketika ia kembali ingin melangkah...Mark menarik lengannya..jemari Marco langsung menggenggam tangan Serena hingga keduanya berdiri saling menatap...
''Ada apa...Mark..''
''Kau mau kemana...''
''Aku baru pulang kuliah dan akan istirahat sebentar lalu malam nanti aku akan mengikuti sebuah Fashion show...''
''Fashion show...maksudmu adalah kau mempertontonkan tubuhmu agar di liat orang...''
Serena menghela nafas...mengapa sikap Dokter Mark jadi aneh begini.bukankah awalnya dia selalu mendukung Serena..
Serena lalu duduk di tepi ranjang dan menyipitkan matanya dengan pandangan menilai..
''Bukankah Dokter selalu mendukungku soal impianku menjadi model..''
''Aku mendukungmu..''ucap Marco tak tahan..
Apa yang di pikirkan oleh Mark ketika mengijinkan Serena melakukan kegiatan modelingnya..cih...bahkan para Desainer hanya memanfaatkan para model untuk menujukan tubuh mereka di depan umum...
''Mark...aku tak lama..mungkin...sekitar jam 11 malam aku akan kembali..''
Mendengar hal itu membuat Marco bangkit dan menatap Serena di bawahnya...tubuh Serena memang sejajar dengan Marco hingga tatapan mereka saling memenjara dengan debaran samar yang mulai muncul.
''Baiklah....aku akan mengantarmu..cepatlah berpakaian..''Marco lalu melangkah menuju ruang ganti..
''Tapi bukankah kau sedang sakit...''
__ADS_1
Marco menoleh...
''Aku akan semakin sakit jika harus menunggumu di rumah..ayo cepat..''titah pria itu menekan..
Serena akhirnya memperlihatkan senyuman manisnya yang membuat Marco membeku disana...Serena cantik sekali jika dia tersenyum..
Sementara Serena begitu senang, biasanya dokter Mark selalu sibuk di rumah sakit mana pernah menemaninya untuk kegiatannya..namun kali ini Mark menunjukan sisinya yang lain...yang membuat Serena senang..
''Baik..aku akan bersiap dengan cepat..''ucap Serena dengan antusias...
Serena lalu melangkah keluar kamar sementara Marco lalu membukan kemejanya, ia tak mungkin membiarkan Serena tau siapa dirinya..Serena mengenalinya dari luka bekas tembakan di tubuhnya jika dia melihat dan menyentuhnya Serena akan langsung tau kalau dia bukan Mark melainkan Marco...mungkin sebaiknya dia mengubur diri Marco....demi Serena tentu saja....pria itu tersenyum....
**********
Usai bersiap-siap, Serena menunggu di depan lift...gadis itu tampak cantik dengan rok pendek di atas paha juga sepatu boat juga tshirt berawarna putih yang begitu ketat di tubuhnya..
Entah mengapa dia merasa berbeda...kalau kemarin dia tidak merasakan perasaan apapun pada dokter Mark maka hari ini berbeda..hatinya berdebar karna memikirkan pria itu...aaash..bagaimana ini....??
Serena membeku ketika melihat sosok Mark keluar dari pintu lift dan tersenyum, dan Mark sangat tampan..dia sangat coll dengan kemeja hitamnya ala mafia...jelas hal itu membuat Serena terpukau...
Marco menghampirinya dan menatap Serena yang di anggapnya berpakaian terlalu terbuka..
''Pake jaket atau sesuatu aku tak nyaman melihatmu seperti itu....''
Mark menarik punggung Serena mendekat hingga keduanya bertatapan tajam..
Deg!!!!!
''Aku kemarin berbeda denganku hari ini...cepat ambil jaketmu atau kau tak akan pernah pergi kesana hari ini..''
''Hah......''
Serena mengangguk dan segera melepaskan diri dari rengkuhan Mark atau dia akan pingsan karna gugup, ia yakin wajahnya pasti merah sekarang...
''Baiklah aku akan mengambil jaket, astaga ada apa denganmu..''jerit Serena terkejut dengan sikap Mark yang aneh baginya...
Namun...entah mengapa ucapan pria itu seolah bagai perintah yang tak boleh di langgar,...Mark benar-benar berbeda...apakah kepalanya terbentur sesuatu ataukah dia kerasukan hantu yang posesif...?
Serena langsung masuk ke kamar dan mengambil jaket, bukan hanya itu dia harus mengganti jaket beberapa kali karna Mark tak suka dengan gaya jaketnya yang di anggap terlalu ketat..
__ADS_1
''Kau cantik sekali...ayo..kita pergi Serena..''
Kini Mark membawa jemari Serena dalam genggaman posesifnya hingga wanita itu hanya terdiam di tempatnya...oh...mengapa hatinya berdebar...??
Serena menoleh dan menatap sorot mata Mark yang lebih tajam...namun indah....gadis itu menyembunyikan senyum ketika menatap genggaman tangan mereka seperti sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta...
**********
Di sebuah gedung mewah tempat di selenggarakan Fashion Show yang mengundang para artis dan petinggi politik juga orang kaya raya yang menghamburkan uang demi sepotong pakaian dengan harga mahal
Di ruang ganti terjadi perdebatan sengit antara sang penyelenggara dan juga Marco...
''Jangan beraninya kau membiarkan Serenaku memakai pakaian minim aku akan melenyapkan dirimu..''desis Marco dengan dingin..
Serena sedang disana, duduk di antara para model lain yang sedang menganti untuk memakai baju..ia tentu tidak menyadari kalau Marco sedang mengancam penyelenggara..
''Tapi tuan Mark....Serena punya tubuh yang paling sempurna di antara yang lain dia paling pantas untuk memakai pakaian itu..''
Marco tertawa lalu mendekatkan wajahnya...
''Pakaikan saja padanya jika kau berani...aku pastikan kau tidak akan pernah melihat hari esok....aku akan ada di depan untuk melihat apa kau berani melanggar perintahku..dan satu lagi jangan coba mengatakan tentang bagian tubuh Serena karna itu terlarang untuk siapapun.''
Wajah pria kemayu itu menjadi pucat dan pasi..jelas dia menerima ancaman terbuka....dari pria misterius ini...ia pun mengangguk patuh...
''Baik tuan...aa....aku akan melakukan yang kau perintahkan...''
''Bagus.....jangan sampai ada orang lain tau kau mengerti....''
''Yah...baiklah...''
Marco lalu membalikan tubuhnya dan melangkah mendekati Serena yang tampak gugup..pria itu tersenyum dan mendekatkan wajahnya untuk berbisik di telinga Serena..keduanya menatap pantulan cermin yang sama...
''Aku akan ada di depan untuk menontonmu...sayang..''
Serena membeku mendengar panggilan sayang dari Mark...ia pun tersenyum...dan mengangguk...
''Serena.....ayo kau akan memakai gaun panjang di sana..''ucap salah satu asisten pria kemayu tadi..
Serena sedikit terkejut padahal tadi dia tidak memakai gaun itu...mengapa sekarang berubah...
__ADS_1
Serena sebelumnya akan memakai dres pendek di atas paha dan potongan bagian dada tanpa lengan,...jadi dia akan menunjukan lekuk tubuhnya meski sedikit risih tapi dia tak bisa berkata apapun...namun gaun kali ini tampak elegan dan lebih tertutup syukurlah...dia beruntung bukan...?
Gadis itu tersenyum...