
Mark dan Marco berdiri berhadapan dengan Mark yang tampak pasrah di depan pistol yang di arahkan kepadanya, pria di depannya begitu marah menyadari Mark berani melawannya..
''Katakan dimana istriku...''teriak Marco menggertakan gigi..
Elen yang berdiri tak jauh dari sana menjadi gemetar, dia tak pernah membayangkan bahkan dua saudara kembar ini saling berhadapan dengan tatapan membunuh sungguh hal ini jauh dari pikiran Elena..
''Aku tidak bersama Serena...dia melarikan diri dariku Marco..''
Kesabaran Marco habis...dengan kuat ia mengangkat pistolnya..
Bugh!!!!
Tubuh Mark terhuyung jatuh membentur sofa di belakangnya dan tersungkur disana..darah mengalir dari hidung dan mulutnya hingga Mark mengerang kesakitan..
''Kau pikir aku bodoh hingga mau percaya...kau pikir aku akan membiarkanmu menipuku Mark....aku tak akan bisa memaafkanmu..katakan Serena dimana atau kau...akan hancur..''
Marco mendekat sudah siap menembak yah...kehilangan Serena membuatnya seperti orang gila,....dia tak pernah membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika Serena tak kembali.
''Aku tidak berbohong Marco meski kau membunuhku....aku bisa menceritakan segalanya padamu...Marco....''
''Bohong...katakan atau aku akan menebakkmu...''
Kali ini Marco tampak serius bersiap menarik pelatuknya namun di detik terakhir ia membeku ketika Elena..berlari mendekat menghalangi peluru itu akan menembus Mark...
''Kakak ipar aku mohon...kasihanilah aku dan bayiku...jangan bunuh adikmu sendiri,...bagaimana dengan aku dan anakku...''tangis Elena memohon dengan suara yang tertahan.
Sementara......
Marco terdiam menyadari wanita bernama Elena itu sedang hamil, perutnya terlihat menonjol disana hingga jemari Marco tertahan di udara..
Entah mengapa hatinya bergetar....yah...keadaan Elena ini sungguh membuat Marco hilang kata.....membayangkan mungkin saja Serena mengalami hal yang sama..mungkin saja Serena sedang hamil anaknya dan entah dimana dia sekarang...
Mark melirik Elena yang masih menghalangi tembakan yang mungkin saja akan mengenainya...
''Jadi kalian sudah menikah..lalu untuk apa kau membawa Serena dariku Mark..jawab atau kau akan membuatku tidak memiliki belas kasih..'
Mark mengangguk....
''Aku akan menjelaskan semuanya kepadamu Marco....mengapa aku membawa Serena pergi...''ucap Mark dengan wajah serius..
''Sebaiknya kau jujur atau aku akan menembak kepalamu karna bisa saja kau telah melakukan kesalan besar Mark...karna mungkin Serena juga sedang mengandung anakku..''
Mark melonggarkan tenggorokannya dengan susah payah..tidak ia yakin keputusannya adalah benar...
''Aku akan jujur Marco..''ucap Mark dengan tatapan gugup..
__ADS_1
Marco menegakan tubuhnya..ia meminta para anak buahnya untuk menunggu di luar rumah..sementara dia dan Mark duduk di ruang tamu sendirian...Elena pun memilih masuk ke kamar dia tak berani mendengar pembicaraan kedua kembar itu..
''Apa kau mau minum sesuatu..''
''Aku datang tidak untuk minum denganmu Mark..aku harap kau jangan pernah melupakan kalau hubungan persaudaraan kita tak akan putus..'' ucap Marco tajam.
Mark pun mengangguk....
''Baiklah....kau tau bahwa luka yang kau torehkan pada Serena itu sudah terlalu dalam..''
''Apa kau sedang mengguruiku...kau sama sekali tidak tau apapun Mark...kau tidak tau apa yang terjadi kepadaku dan Serena sebelumnyA..''
''Kau salah,.....aku tau segalanya, aku tau kau bahkan terlalu kejam untuk menghancurkan Serena...Marco aku menemukan Serena dengan keadaan yang begitu hancur...dia terlihat rapuh dan berada di titik terendahnya..dan semua itu karna dirimu..''
Marco mulai panas ketika ia merasa Mark sedang mengguruinya...
''Apa aku datang kemari untuk ceramahmu Mark...aku bertanya dimana Serena..dimana kau meninggalkannya.''
''Sebenarnya...Serena memukul kepalaku hingga aku pingsan...''
Hening...
Marco menggeleng kemudian dia tertawa dengan keras hingga Mark hanya mengangkat bahunya..
''Lihatlah kau bahkan tidak percaya padaku Marco...''
''Apa yang coba kau sembunyikan ini Mark..kau tau aku tak bisa hidup tanpanya...aku bahkan sudah mencurigai kalau Serena mungkin sedang hamil anakku..tapi sebelum kecurigaanku benar..kau malah melakukan sesuatu menghancurkan aku...kau pikir aku tak membayar apa yang aku lakukan dulu...Serena yang melukai bahuku dengan pisau, jika aku jahat maka aku akan membunuhnya di waktu kami bertemu, dan kau tau kalau ibunya, Mami Flow berhutang padaku sangat banyak...di banding memasukan Serena ke penjara...aku lebih suka mencintainya dan menikahinya...mata Marco terlihat basah...aku mencintainya Mark...aku sangat mencintainya karna itu aku menikahinya....jadi Mark....aku berjanji aku tak akan marah asal kau berkata hal yang jujur padaku...aku sungguh tak bisa hidup tanpa Serena...aku mohon..Mark...''
Mark di ambang Dilema..bagaimana sekarang, mengapa dia malah mengasihani Marco sekarang...
''Bagaimana aku tau kau tidak akan menyakitinya...aku juga mencintai Serena..''ucap Mark tak mau kalah.
Marco meletakan pistol di hadapan Mark dan menatapnya...
''Aku bersumpah demi orang tua kita...aku tak akan menyakitinya Mark...aku bersumpah..''ucap Marco putus asa...
Mark menghela nafas...dia menatap mata Marco dengan tajam..
''Baiklah aku...akan memberitahumu Marco...'ucap Mark sungguh-sungguh.
***********
Serena menatap pelabuhan yang ada di depannya...dan menimbang, setelah ada pengumuman dari ABK bahwa kapal akan bersandar di kota A...hal itu membuat Serena terdiam..
''Apakah kita akan turun disini Serena..''tanya Berta meminta pendapat..
__ADS_1
''Tidak...bibi...aku tak akan turun di kota ini...aku merasa Marco akan menemukan kita disini...''
''Jadi kita akan kemana Serena..''
Serena menghela nafas...
''Pergi jauh saja bibi hingga tak ada orang yang akan mengenali kita...aku ingin sebuah kota kecil yang tidak akan pernah ingin di datangi siapapun...aku ingin ketenangan..''ucap Serena lembut..
Mendengar hal itu membuat Berta pun mengangguk patuh...
''Baiklah..mari kita ke tempat dimana tak ada seorang pun yang akan menggangu kita Serena..'' ucap Berta menenangkan..
Ketika sampai di pelabuhan....ada banyak penumpang yang turun di kota A...namun Serena memilih tidak turun dan melanjutkan perjalanan....
Tak berapa lama kemudian...setelah kapal kembali berlayar jauh, beberapa mobil mendekati pelabuhan dengan Marco yang turun disana...mencari sendiri di antara penumpang karna Mark bilang kalau Serena akan turun ke kota A....jadi dengan segala cara Marco dengan cepat menemui Serena dan berharap akan bertemu istrinya..
Namun....harapannya sirna ketika dia tidak mendapati Serena di antara beberapa penumpang yang turun...
tak berapa lama kemudian anak buahnya mendekatinya..
''Tuan Marco ada berita buruk..''
Marco menoleh...
''Apa....''
''Menurut salah satu penumpang, di tengah perjalanan laut tadi..seorang gadis muda melompat jatuh ke dalam laut...kemungkinan dia bunuh diri....''
Tubuh Marco menjadi lemah seketika..dia sampai tersungkur..
''Tidak...tidak mungkin kalau itu Serena..aku tidak percaya...''
Marco tak kuasa menahan airmatanya yang jatuh di wajahnya...dadanya terasa sesak membayangkan apa yang telah terjadi pada Serena...
''Tuan.....kita akan terus mencari...''ucap anak buahnya mencoba menenangkan Marco,....
''Serena,.......aku akan menemukanmu liat saja nanti...''
Marco yakin kalau Serena tidak akan sebodoh itu untuk bunuh diri,...tidak...Serena adalah gadis kuat yang pernah dia temui.....
Marco masih berdiri disana dengan rasa sakit yang begitu terasa menyiksanya...
Serena............
5 tahun kemudian..............
__ADS_1
Deg!!!