Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Perpisahan


__ADS_3

Mendapati Keenan yang sudah memiliki ketiga buah hati. Chelsea merasa senang. Ia menjalani hari-hari kini dengan perut buncitnya. Ia sering makan makanan yang bergizi agar janin selalu sehat. Chelsea juga tetap bekerja dan melalui hari-harinya dengan terus menjadi orang kepercayaan Aiden yang kini juga suaminya.


"Dek, dijaga ya bayi kita, supaya dia selalu sehat hingga persalinan!" harap Aiden. Mereka berbincang di balkon kamar Chelsea.


"Iya mas, Kok Zoya bisa punya anak kembar ya, apa ada keturunan kembar?" tanya Chelsea.


"Nggak tau sayang, bisa jadi. Mungkin Keenan atau Zoya keturunan kembar, entahlah." jawab Aiden seraya menyandarkan Chelsea dalam pelukannya.


"Hum..kita masak bareng yuk! Aku mau mas masakin aku sesuatu!" pinta Chelsea.


"Apa dek, aku udah lama sih nggak ke dapur. Aku lupa nggak ya hehe.." ucap Aiden berkelakar.


"Harus ingat dong, yaudah yuk!"


Mereka berjalan bersama dengan mesra menuju dapur. Lalu mulai memasak dengan bahagia, Aiden terus memeluk Chelsea seraya membelai perut buncit sang istri yang sudah berbadan dua itu.


"Mas kenapa terus memeluk aku, katanya mau masak sesuatu?" tanya Chelsea.


"Hum..iya sih, mau masak apa ya?"


"Sayur asam aja sama ikan asin, segar tuh." jawab Chelsea.


"Oke, biar aku yang masak. Bumil silakan santai dulu, ya!" pinta Aiden.


"No, aku juga mau masak." sanggah Chelsea sehingga mereka masak bersama.


Akhirnya mereka masak bersama dengan sukacita. Setelah selesai, mereka pun makan bersama ditemani Fadli. Selera makan Chelsea sangat besar sehingga Aiden menyukainya. Setelah selesai makan mereka hendak ke perusahaan bersama.


Saat di mobil, Chelsea menggenggam erat tangan Aiden dan mereka tiba di perusahaan mereka disambut dengan sukacita oleh para karyawan mereka. Saat di ruangannya, Aiden mendapat surat pengunduran diri dari Zoya karena ia hendak fokus mengurus ketiga buah hatinya.


"Sayang banget kamu mau resign, Tapi semoga kamu sukses ya, makasih karena kamu udah kerja dengan baik selama ini. Tapi kayaknya wajah kamu terlihat kesal," Aiden menyadarinya.


"Ah kesal hehe..nggak kok, terima kasih karena udah pernah mengizinkan saya bekerja di perusahaan ini pak Aiden. Semoga ke depan perusahaan ini makin maju." harap Zoya.


"Aamiin, hati-hati ya, sukses selalu, Zoya." ucap Aiden.


"Terima kasih pak Aiden!" ucap Zoya.


Setelah selesai dengan menyerahkan surat pengunduran diri. Zoya kembali lagi ke taksi. Wajah Zoya begitu muram, sehingga Keenan kembali melajukan taksinya.


"Kamu marah sama aku karena aku maksa kamu berhenti bekerja?" tanya Keenan namun Zoya tak menjawab.


"Kamu nggak setuju kalau si kembar dirawat ibu aku kan, padahal sebelumnya kamu izinkan aku, tapi kenapa sekarang jadi begini?"


Keenan masih fokus berkendara, "Sayang, anak kita ada tiga. Ketiganya butuh asi kamu, asi kamu berlimpah, tugas kamu merawat mereka aja, biar aku yang bekerja." Keenan memberi pengertian.


"Bilang aja kamu pelit menggaji baby sitter, aku juga punya impian sayang bukan cuma kamu, hanya karena kamu udah punya jabatan jadi kamu bisa seenaknya mengatur aku." Zoya begitu kesal.

__ADS_1


"Mulai lagi deh kamu salah paham sama aku, emang apa impian kamu, biar aku yang mewujudkannya, kembar butuh ibunya sayang, aku lebih percaya kamu ketimbang baby sitter." ucap Keenan.


Zoya melihat kearah lain seraya cengengesan pelan. Keenan tak menyadarinya. Mereka pun sudah tiba lagi di rumah atap, Sudah seminggu Keenan tidak ke pool karena kerepotan mengurus ketiga bayinya. Terlihat sudah ada Risna yang merasa lega karena Zoya akhirnya datang.


"Cepatlah nak, mereka haus nih!" ucap Risna.


Sudah seminggu berlalu Keenan masih bingung cara menggendong bayi padahal Zoya selalu mengajarinya. Zoya segera menyusui mereka. Sedangkan bayi lainnya di gendong oleh Keenan. Setiap kali dalam gendongan papanya malaikat kecilnya itu selalu tenang.


Haura yang wajahnya cenderung sangat mirip dengannya. Keenan menimang-nimang Haura dalam dekapannya.


"Sayang yang benar gendongnya tulangnya itu masih rapuh!" seru Zoya.


Ish..salah terus sih aku ini..


Keenan menggerutu karena dia hanya bisa mengumpat saat istri cerewetnya sudah marah-marah.


"Kamu ini jangan marah-marah terus nak, lihat tuh Keenan matanya seperti panda!" ucap Risna.


"Tentu semalam dia juga begadang dan ternyata dia nggak bisa tidur lagi, bu!" sahut Zoya dengan senyuman.


"Nggak apa-apa, pengalaman pertama nanti juga terbiasa." ucap Keenan yang menguap dan memilih meminum kopi agar kantuknya menghilang.


Keenan mengajak Haura menuju ke pelataran rumah atap. Namun ternyata ia harus ke pool karena ada yang harus diurusnya.


"Sayang, aku mau ke pool sebentar ya, nanti aku bantu kamu lagi," ucap Keenan meletakan Haura yang terlelap setelah dari gendongannya.


Keenan beranjak menaiki taksinya menuju ke pool taksi. Setelah tiba segera ia selesaikan urusannya. Keenan menuju ke ruangan Presdir dan menyelesaikan dokumen-dokumen yang harus ia tanda tangani.


"Hoam..ngantuk banget, mau tidur tapi nggak bisa-bisa, apa karena minum kopi ya?"


Namun Keenan yang tak kuasa menahan kantuk tertidur di meja kerjanya. Dering ponsel mengejutkannya. Keenan terperanjat segera melihat panggilan itu. Padahal ia sudah sempat bermimpi tadi. Ketika ia mengangkatnya, si penelpon malah mematikannya sepihak.


"Hah..untung jantungku nggak copot. Siapa sih?" Keenan pun mengecek panggilan.


Namun samar-samar ada yang memasuki ruangannya dan berbisik di telinganya.


"Sweetty!"


"Swetty? Kayak nggak asing??"


Keenan menelan saliva kasar dan menatap pria yang begitu dekat diwajahnya.


"Arghhh.."


Keenan pun terjungkal ke belakang serta kursi panasnya. Tentu saja Billy segera menolong Keenan yang terkejut.


"Hah..Billy, kirain aku demit!!"

__ADS_1


"Jahatnya kamu, jangan ketakutan terus dong, ganteng!" ucap Billy duduk di sebrang meja Keenan.


"Kamu tau darimana tentang aku?" tanya Keenan seraya meneguk air mineral hingga tandas.


"Dari status fesbuk," jawaban Billy membuat Keenan berpikir.


"Ah iya, aku pasang foto ini di profilku. Tau darimana kamu fesbuk aku, perasaan aku nggak pernah kasih tau?" Keenan langsung melek saat Billy datang.


"Keenan, katanya kamu udah punya anak? Aku boleh lihat nggak?" tanya Billy seraya berkedip-kedip.


"Mau lihat anakku?" tanya Keenan.


"Ho oh.. Aku kemarin kesini tapi kata pegawai kamu, kamu masih cuti mengurus anak kamu," jawab Billy.


Billy mengeluarkan kado yang sangat besar dan memberikannya pada Keenan.


"Buat anak kamu!" ucap Billy.


"Besar banget, makasih ya!" ucap Keenan menerima kado itu dengan senyuman.


"Sekalian aku mau pamitan Keenan, aku mau pindah keluar kota karena aku akan ikut istriku!"


"Eh, istri? Kamu udah nikah? Apa dia perempuan?" tanya Keenan menelisik. Billy terkekeh dan Keenan menyusul tersenyum.


"Perempuanlah, aku udah sembuh total. Kamu pikir aku mau mencium kamu hah..hehe.." ucap Billy meledek.


"Hum..syukurlah, jangan selingkuh sama pria. Semoga memang sembuh total!" Keenan bicara pelan.


"Makasih Keenan, aku harus pergi besok, makasih karena udah memahami penyakit ku. Semoga kamu nggak kapok punya teman aneh seperti aku ya!" ucap Billy.


"Iyalah, karena saat menjadi imut-imut itu bukan kehendak kamu. Jadi aku memakluminya." ujar Keenan.


"Imut-imut hehe..memalukan ya? Hehe.." Billy terkekeh, Keenan menyadari kalau Billy memang sudah normal.


"Nggak kok, lupain aja, aku senang kamu udah sehat." ucap Keenan.


"Iya Keenan, aku permisi dulu ya, aku nggak akan melupakan kamu, aku akan selalu meletakkan kamu disini, di hatiku!" Billy menunjuk jantungnya.


"Itu jantung Billy, bukan hati!" sanggah Keenan.


"Eh, iya ya haha..hati disebelah mana sih?"


"Disebelah ampela mungkin. Iya aku juga nggak akan melupakan kamu, dari awal aku udah anggap kamu temanku!"


"Makasih!!" ucap Billy segera memeluk Keenan dengan eratnya. Billy menepuk punggung Keenan. Keenan mengantar Billy hingga keluar, Keenan tersenyum tapi entahlah kenapa ia juga merasa sedih. Keenan berharap Billy menemukan kehidupan barunya dengan baik terlebih ia sudah punya istri saat ini.


Keenan beranjak pulang lagi ke rumah karena urusan di pool sudah selesai dan waktu sudah mulai senja. Keenan kembali melajukan taksi menuju kerumah dan menemui Zoya dan ketiga anaknya lagi seraya mengingat kenangan nyeleneh dengan Billy saat itu.

__ADS_1


__ADS_2