Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Beautiful


__ADS_3

Sore ini Zoya pulang ke rumah atap, namun sejak tadi ia tak bisa menghubungi Keenan. Entah kemana suaminya saat ini. Zoya berpikir Keenan tengah banyak mendapat penumpang, jadi Zoya membersihkan diri dan memasak makan malam saja.


Sementara Aiden tiba-tiba datang kerumah atap saat Zoya selesai merampungkan masaknya. Zoya menyambut Aiden dan membuatkan teh hangat untuk bosnya itu.


"Apa Keenan masih lama, Zoya? Bukankah biasanya dia sudah pulang?" tanya Aiden seraya menyeruput teh buatan Zoya.


"Kadang dia pulang cepat kadang lama Pak Aiden." jawab Zoya.


"Oh iya, nanti kalian datang ya, aku udah memberikan undangan langsung sama Keenan. Aku ketemu sama dia tadi, kami sempat ngopi bareng," ujar Aiden.


"Iya, selamat ya, pak Aiden. Pada akhirnya kalian menikah juga hehe.." ucap Zoya.


"Hum..kalo dulu kamu nggak mencampakkan aku, pasti kamulah yang akan jadi istri aku, bukan Chelsea." ungkap Aiden sedikit emosi.


"Jangan bahas hal itu lagi pak Aiden, sebentar lagi kamu akan menikah dengan wanita yang kamu cintai, karena aku juga udah bahagia dengan pernikahan aku." ucap Zoya seraya menunduk tak pelak menatap pria yang pernah dikaguminya.


"Ah iya, maaf!" ucap Aiden dengan tersipu.


"Diminum dulu tehnya pak Aiden mumpung masih hangat." ujar Zoya dan diangguki oleh Aiden.


Setelah meminum tehnya, Aiden menyinggung soal kehamilan Zoya saat ini. Entah kenapa Aiden bisa mengetahuinya padahal Zoya tak pernah cerita apapun padanya.


"Gimana perasaan kamu di kehamilan pertama kamu?" tanya Aiden seraya meletakan cangkir ke kursi bale tempat mereka duduk saat ini.


"Kok anda tau, sepertinya saya nggak pernah bicarakan hal ini pada teman sekantor?" tanya Zoya keheranan.


"Ibu kamu yang kasih tau, kami masih suka berhubungan, sekedar bertanya aja," jawab Aiden.


"Apa ibu menggosipkan kami?" tanya Zoya penuh selidik.


"Nggak kok." jawab Aiden dengan senyuman sehingga Zoya membalasnya dengan senyuman.


Sementara tak lama Aiden datang, Keenan juga datang menaiki rumah atap dan menyapa Aiden.


"Chief Aiden!" sapa Keenan.


"Hai Keenan, kamu baru pulang?" tanya Aiden.


"Iya," jawab Keenan sedangkan Aiden berdiri disusul Zoya.


"Loh, kamu mau kemana?" tanya Keenan.


"Ada urusan sama Chelsea, kalian jangan lupa datang ya, makasih Zoya atas waktunya, aku permisi dulu, Keenan, Assalamualaikum!" ucap Aiden dan disahuti oleh Zoya dan Keenan.


"Waalaikumsalam."


Setelah itu mereka masuk ke rumah dan Keenan hendak menginterogasi sang istri karena merasa cemburu dan mengintrogasi Zoya karena merasa kepo akan apa yang mereka lakukan barusan.


"Ngapain Aiden kesini, mau kangen-kangenan sama kamu sebelum nikah, iya?" tanya Keenan penuh selidik.


"Apa sih, dia tuh nyari kamu Keenan, tapi karena kamu belum pulang, jadi kami mengobrol sebentar." jawab Zoya kesal.

__ADS_1


"Oh, cari kesempatan ya kamu, mentang-mentang pujaan hatinya datang, kesempatan nggak ada aku jadi ngobrol cengengesan, cekikikan, seru banget ya, kayaknya??" Keenan malah menyulut emosi Zoya saking cemburunya.


"Nggak jelas banget deh, kamu cemburu haa..Dasar anak kecil!!" ucap Zoya makin kesal.


"K-kamu kenapa nyolot haa..aku kan cuma tanya??" Keenan berkacak pinggang di hadapan Zoya yang tengah duduk di ranjang.


"Ngapain berkacak pinggang hah..haish, udahlah, jangan cemburu nggak jelas kayak gini!" pinta Zoya hendak beranjak keluar dari rumah atap.


"Kamu mau kemana, aku belum selesai bicara, Zoya!" pekik Keenan sehingga Zoya yang sejak tadi bersabar ganti memandang Keenan dengan tatapan elang membuat Keenan memundurkan dirinya karena Zoya terus mendekat dengan wajah marahnya. Hingga Keenan terduduk di ranjang.


"Masih mau marah??" tanya Zoya dengan mata membola.


"Eng..enggak." Keenan langsung mematung saat Zoya sudah mode kesal tak terkira.


"Mandi sana, setelah itu makan malam! Kita udah suami istri jadi jangan ngajak adu mulut lagi!"


"Tapi aku," sedangkan Zoya langsung menempelkan jari telunjuknya ke mulut Keenan.


"Mandilah dulu, abis itu, makan ya!" titah Zoya dan diangguki oleh Keenan. Sedangkan Zoya kembali keluar dan Keenan misuh-misuh sendiri mumpung sang istri tak ada di dekatnya.


*******


Saat di dapur rumahnya Zoya malah senyum-senyum teringat pertengkaran tadi. Dua orang yang selalu saja bertengkar namun akhirnya berjodoh karena benci beda tipis dengan cinta bahkan sebentar lagi mereka akan dikaruniai seorang anak.


"Hah..kenapa jadi kangen ngerjain si sableng ya, tuh kan latah lagi bilang dia sableng haha..Tapi, kerjain aja ah, lagian udah resek sama aku haha..nggak sabar rasanya.." sepertinya bumil sedang ingin bernostalgia dengan kenangannya dulu saat bertengkar dengan mantan pacarnya.


Keenan sendiri tengah senang karena akhirnya ia telah dipertemukan kembali dengan ayah biologisnya.


"Dila??"


"Iya, apa pak Mario mengenalnya, Dila adalah ibu saya, saya adalah anak yang terlahir karena beliau dinodai oleh kekasihnya dulu, karena kekasihnya nggak mau bertanggung jawab, akhirnya saya dibuang dan sempat dibenci oleh ibu saya karena teringat kembali dengan anda saat melihat saya."


"Siapa nama kamu nak?"


"Keenan, nama itu diberikan oleh orang yang menemukan saya, dan wajah anda sangat mirip dengan saya."


"Aku__"


Flashback off


"Syukurlah pak Mario sehat lagi, operasinya berjalan lancar. Tapi biar gimana pun dia tetaplah ayah kandungku, dan Minho adalah adik tiriku,"


Dan Keenan teringat lagi karena dia malah diusir oleh ayah biologisnya. Ucapannya adalah karena Keenan penyebab putusnya ikatan cinta antara dirinya dan Dila wanita yang sangat dicintainya. Namun saat itu Dila malah dijodohkan dengan Danu Wijaya.


Keenan bersyukur, setelah sekian lama ia tahu kalau kedua orangtuanya masih hidup meski dengan jalan hidupnya masing-masing.


"Keenan?" Zoya tiba-tiba datang membuyarkan lamunannya.


"Makanlah!" titah Zoya.


"Iya sayang." Mereka makan bersama sedangkan Zoya malah memasang wajah juteknya.

__ADS_1


Keenan tak ingin bertanya dulu, takutnya Zoya malah balik memarahinya. Tak lama makan sore ini pun usai namun Zoya masih mendiaminya.


"Kok dari tadi aku didiemin sih?" Keenan memelas karena Zoya tak menegurnya barang sedikit pun.


Hah..dia ini, sedang memelas pun tetap aja tampan


Zoya segera beranjak merapikan piring kotor sedangkan Keenan membantunya.


"Nggak usah, aku sebal dituduh-tuduh, jangan bicara dulu sama aku!" di mulut bicara sebal namun dihati terbahak karena ia akan benar-benar bersikap menyebalkan lagi mulai hari ini. Entah apa Keenan akan tahan.


"Maaf, kok kamu semarah itu sama aku, jangan kayak gini kamu lagi hamil, iya aku salah hehe..Katakan apa yang harus aku lakuin supaya kamu berhenti kesal sama aku?" Keenan bicara seraya mendusel manja dan cengengesan.


"Beneran, apapun?" tanya Zoya sumringah.


Yeh, cepat sekali dia kalau lagi ada keinginan, kok aku teringat Zoya yang dulu ya, apa wanita hamil sedang berubah moodnya,


Keenan terus saja membatin, sejak menikah Zoya adalah wanita yang lembut, ia tak mau lagi Zoya berubah jadi wanita skeptis yang selalu bicara ketus padanya dan tak bisa ramah.


Perasaannya memang tak enak sejak tadi, Zoya benar-benar tega pada suaminya sendiri.


"Udah sayang ini memalukan, haish.." Keenan menggerutu saat Zoya membalurkan bedak dan lipstik ke wajahnya. Mendandaninya bak seorang wanita.


"Kalau bukan karena kamu istri aku, aku nggak sudi melakukan ini!!!!" geram Keenan namun ia tak bisa berbuat apa-apa karena setelah itu Zoya berucap.


"Diamlah, ini keinginan si unyil!!" sarkas Zoya sehingga Keenan hanya bisa pasrah.


"Jangan memakai unyil untuk alasan!!" pekik Keenan.


"Kamu memarahi aku sekarang? Kamu aduh.. lipstiknya jadi belepotan karena kamu terus bicara!" ujar Zoya sehingga merapikan make up sang suami.


"Maaf!"


Keenan rasanya jengah tapi yasudahlah pasrah aja haha..


Zoya benar-benar serius mendandani Keenan bak wanita. Dia begitu cantik saat didandani bak wanita sungguhan. Zoya bahkan menyukainya jika ia seorang pria.


"Cantik kamu Keenan haha.." ucap Zoya sumringah.


"Hum!!" Keenan mendehem dengan wajah memelas dan memerah, ia sudah merasa malu dan pasrah saja akan perlakuan istrinya itu.


Semahal itukah melihat senyuman wanita sehingga aku harus didandani seperti wanita, ahh. sabar Keenan..


Keenan terus membatin dengan wajah memelas, entah seperti apa hasil riasan sang istri namun Zoya sudah ingin terbahak-bahak sejak tadi. Keenan begitu mencintainya sehingga rela melakukan apapun demi istri tercinta. Yang penting Zoya tidak memintanya berlarian di taman komplek dengan daster wanita, ah tidak Keenan tak perlu menggerutu lagi, salah-salah Zoya malah akan mengabulkan rasa takutnya.


"Fiuh.." Keenan menghela nafas panjang.


Tak lama Zoya selesai merias wajah sang suami.


"Beautiful hahaha.."


Keenan pun berkaca dan memekik "Argh..." Keenan segera menutup wajahnya karena malu. Namun dia sangat cantik dan manis.

__ADS_1


********


__ADS_2