Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Melegakan


__ADS_3

Malam ini setelah menyelesaikan makan malam mereka, Keenan dan Zoya menikmati langit malam dengan sukacita karena mereka baru saja mengikat tali cinta. Zoya menyandarkan kepalanya di bahu Keenan dan Keenan membelai rambut wanitanya itu.


"Zoya, katanya Aiden mau kesini, kok daritadi nggak muncul orangnya?" tanya Keenan.


"Nggak tau, biarlah, lagian yang ada aku bingung kalau dia datang nanyain perasaan, kan aku udah sama kamu, sayang." jawab Zoya seraya menekan hidung Keenan sehingga Keenan kesulitan bernafas dan berusaha melepas tangan Zoya.


"Hah..hah..kalau nekan hidung jangan kelamaan Zoya, kamu mau bikin aku semaput?" tanya Keenan dimana hidungnya memerah saat ini.


"Hehe..maaf sayang, abis kamu bikin gemas." sahut Zoya seraya membelai rambut Keenan yang menutup keningnya itu.


"Nanti kalau Aiden datang, harus nolak, oke! Kalau kamu lama jawabnya biar aku yang bantu kamu kasih tau Aiden buat berhenti menyukai kamu, karena kamu udah jadi milik aku!" tegas Keenan karena ia tak mau wanitanya menjadi idaman pria selain dirinya.


"Huu..takut hehe.." ledek Zoya pada Keenan.


"Ah, kamu ini." Keenan meraih kepala Zoya dan menyandarkan di pelukannya.


"Kok, nggak ada bintang jatuh, ya?" tanya Zoya.


"Ngapain nanyain bintang jatuh, kan bintangnya ada bersamaku sekarang hehe.." kelakar Keenan sehingga Zoya tersenyum.


"Dasar kamu nih hehe.."


Keenan menyadari sesuatu, biasanya tiap malam mereka sudah rebahan di kamar mereka masing-masing. Namun kali ini mereka seperti terbius tak ingin beranjak.


Namun tak disangka Aiden benar-benar memenuhi janjinya untuk datang menemui Zoya di rumah atap. Aiden terkejut mendapati kedekatan Zoya dan Keenan. Ia mencoba mengatur perasaannya agar tetap tenang.


"Ehm..Zoya!" panggilan itu membuat sepasang kekasih itu terkejut. Seseorang yang baru mereka bicarakan benar-benar datang saat ini.


"Eh, Aiden!" Keenan langsung menyapa.


Aiden menghampiri mereka dan merasa sangat cemburu karena Keenan menggandeng tangan Zoya.


"Sepertinya kalian sedang bermesraan, maaf kalau aku ganggu. Aku permisi dulu!" ujar Aiden namun Zoya menghampirinya.

__ADS_1


Keenan meneguk saliva cemburu akan perhatian yang Zoya lakukan. Dan melihat ke sekeliling. Namun berusaha tetap tenang.


"Kenapa, pak Aiden terburu-buru? Ayo kita mengobrol dulu!" ajak Zoya.


Akhirnya mereka kembali mengobrol bertiga ditemani minuman kaleng.


"Bisa tinggalkan kami sebentar Keenan, aku ingin bicara berdua aja dengan Zoya!" pinta Aiden menatap Keenan. Keenan menatap Zoya dan Zoya tersenyum.


"Kenapa aku harus meninggalkan kalian, aku nggak mau kalau pacarku berduaan dengan lelaki lain!" ujar Keenan sehingga Zoya menghembuskan nafas pelan.


"Pacar? Apa yang kamu katakan Keenan!" tanya Aiden karena dipikirnya Keenan tengah bercanda.


"Jadi kamu udah menjalin cinta dengan Keenan, Zoya. Kenapa kamu nggak jujur sejak awal, sejak kapan kalian pacaran?" tanya Aiden sedikit kesal seraya memandang Zoya yang masih terdiam tak bicara sepatah katapun.


Dari awal Zoya sudah menyukai Aiden, namun saat Keenan menyatakan perasaan pada Zoya. Zoya menyambutnya dengan antusias karena Zoya juga mulai ada rasa dengan Keenan.


"Jadi ini alasan kamu, kenapa kamu meminta aku untuk menunggu kalau nyatanya kamu memilih dia, Zoya!" pekik Aiden kesal sehingga Zoya merasa ketakutan.


"Tolong! bicara yang sopan Aiden, sebaiknya kamu pergi dari sini!" pinta Keenan dengan lembut.


Ternyata saat marah Aiden terlihat begitu menakutkan, sebelumnya Zoya tak pernah melihat Aiden marah, ia selalu bersikap ramah. Namun kali ini Aiden benar-benar mengeluarkan sisi lain dirinya.


"Kamu jangan asal bicara Aiden, sebelumnya aku udah merencanakan untuk menyatakan perasaanku sore ini, tapi Zoya jujur kalau tadi kamu juga melakukan itu. Dan Zoya udah memutuskan kalau dia memilih aku, Aiden!" jelas Keenan sehingga Aiden mengepal tangannya dan mendaratkan bogemannya di pipi Keenan sehingga Keenan jatuh tersungkur.


Bugh..


"Pak Aiden, apa yang bapak lakukan?" pekik Zoya segera menghampiri Keenan yang terkapar tadi.


"Kamu tau, betapa aku udah menetapkan hatiku pada Zoya. Tiba-tiba kamu masuk dalam lingkaran cinta kami dan mengacaukan segalanya!"


Keenan terbangun dan tersenyum dengan ucapan Aiden. Keenan mengakui, Aiden memang lebih dulu menyukai Zoya karena sebelumnya Zoya selalu ramah padanya.


"Itu benar, tapi Zoya ini masih sendiri saat aku menyatakan perasaan sama dia, jadi aku nggak perlu memikirkan soal lingkaran cinta kalian bukan, Zoya juga menerimaku karena dia juga mempunyai perasaan sama aku, apa itu salah! Seharusnya kamu menerima hal itu, Aiden!" ujaran Keenan semakin membuat kekesalan Aiden makin menjadi.

__ADS_1


"Benar apa yang dikatakan dia, Zoya. Kalau kamu mencintainya?" tanya Aiden.


Sementara Zoya tak dapat banyak berkata, ia juga merasa resah akan tindakan Keenan yang terkesan mendadak. Namun, tak dapat dipungkiri Zoya memang jauh lebih nyaman bersama Keenan.


"Hey, kenapa kamu terus membentak Zoya, hah! Bersikaplah lembut dengan wanita!" ancam Keenan seraya menarik kerah pakaian Aiden.


"Lepasin aku, Aku nggak bicara sama kamu, ini bukan urusan kamu!"


"Tentu ini urusan aku, karena dia milikku saat ini, mengerti kamu, aku nggak suka kamu membentak dia seperti itu!" pekik Keenan sehingga Zoya makin resah saja.


"Cukup!" pinta Zoya pada kedua pria yang sama-sama berparas menawan di hadapannya itu.


"Daritadi kalian sibuk bertengkar! Sebaiknya pak Aiden pulang! Aku minta maaf karena aku mencintai Keenan, aku baru benar-benar menyadari kalau yang aku inginkan adalah dia, jadi mengertilah pak Aiden!" lirih Zoya pada bos nya saat ini.


"Oke, Aku akan mengerti. Tapi Zoya aku akan selalu menunggu kamu, kalau dia menyakiti kamu, hatiku akan selalu terbuka untuk menyambut cinta kamu, kalau dia nggak bisa menjaga kamu, katakan sama aku, biar aku beri dia pelajaran!" ujar Aiden.


"Aku permisi!" ucap Aiden yang akhirnya pergi meninggalkan mereka saat ini.


Zoya tak lagi menghiraukan Aiden, Ia lebih khawatir akan kondisi Keenan saat ini.


"Kamu baik-baik aja, Keenan?" tanya Zoya khawatir.


"Iya, sebaiknya kamu jaga jarak saat bekerja nanti, jangan biarin Aiden merayu kamu, aku nggak mau kamu jadi miliknya, kamu cuma buat aku, Zoya!" pinta Keenan posesif.


"Iya ih, bawel banget sih kamu," sahut Zoya.


"Aku bawel karena sayang banget sama kamu, tau!" sahut Keenan.


"Hum..aku percaya kok, sama kamu. Ya, udah ayo kita istirahat! Kamu yang nyenyak ya tidurnya, jangan lupa mimpiin aku hehe.." pinta Keenan.


"Malas ah," sahut Zoya sehingga Keenan meringis.


"Aku duluan, Keenan, bye!" ucap Zoya kemudian berlalu pergi dari hadapan Keenan.

__ADS_1


"Bye, sayang!" sahut Keenan lalu kembali masuk ke rumahnya untuk beristirahat.


__ADS_2