Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Apa adanya


__ADS_3

...Pertemuan singkat..yang berjalan sangat cepat.......


...Tidak disangka......


...Aku langsung terhipnotis olehmu......


...-Zoya Almira-...


Zoya sumringah ketika Keenan, pria pujaan hatinya mengatakan akan menikahinya. Sejak mereka saling menetapkan hati, Zoya merasa makin bersemangat.


"Apa benar ya, dia mau menikahi aku, kamu tau Keenan aku merasa bersyukur dan beruntung memiliki kamu. Semoga hubungan kita bisa lancar hingga ke pernikahan. Oh iya pizza tadi aku kasihkan aja sama ibu." ujar Zoya.


Zoya menuju ke dapur dan memberikan pizza untuk mereka nikmati bersama.


"Bu, makan pizza yuk!" ajak Zoya sehingga mereka berada di ruang makan saat ini untuk menikmati pizza pemberian Keenan.


"Wah, enak nih! Dari Aiden, ya?" tanya Risna kemudian mengambil sepotong pizza dan melahapnya. Zoya tersenyum melihat sang ibu begitu menikmati pizza pemberian Keenan.


"Ini dari calon menantu, ibu." sahut Zoya.


"Ah Aiden ini paling tau yang ibu suka, bilang makasih sama dia, ya!" pinta Risna.


"Aiden? Bukan. Ini dari Keenan, bu. Calon menantu, ibu hehe..." ucap Zoya sehingga Risna segera melepehnya di dapur.


"Eh, kenapa bu?"


Risna tak menyangka kalau itu pemberian Keenan sehingga dengan segera Risna melepehnya. Padahal Risna sangat bersemangat makan tadi. Zoya mendengus tak menyangka kalau sang ibu segitunya. Setelah makan Zoya tengah bersiap untuk membeli pupuk ditemani Keenan yang juga baru turun dari tangga.


Risna menghela nafas malas dan tak menghiraukan tindakan putrinya itu. Kemudian Zoya dan Keenan melangkahkan kakinya menuju ke jalan besar untuk menaiki bus.


"Keenan!" panggil Zoya seraya mereka jalan beriringan kini.


"Waktu aku bilang kamu calon menantu ibu, ibu langsung keselek!" ujar Zoya sehingga Keenan malah tertawa.


"Hahaha..."


"Eh, kenapa kamu ketawa. Kamu ngetawain ibu aku?" tanya Zoya kesal.


"B-bukan, bukan soal ibu kamu tersedak, tapi saat kamu terang-terangan bilang aku calon menantu di hadapan ibu kamu!" ujar Keenan.


"Kenapa, apa itu salah? Kamu pacar aku, dan calon suami aku. Itu berarti kamu juga calon menantu dari ibuku dong!" tukas Zoya.


"Aku nggak nyangka, kamu bikin aku terharu, Zoya. Jadi kita sebentar lagi bisa dong, married?" tanya Keenan.


"Nanti aku kenalin kamu ke orangtuaku, dan meminta mereka untuk mendampingi aku melamar kamu." jawaban Keenan ditelan bulat-bulat oleh Zoya.


"Kamu ini, gimana ceritanya sayang. Uang darimana orang tua kamu, siapa mereka bukannya ibu Dila hanya janda dan.." tanya Zoya.


"Kita batalkan dulu beli pupuk sekarang kita main kerumah ibu sama ayah, yuk!" ajak Keenan sehingga Zoya merasa aneh.


"Tunggu, jangan asal kamu Keenan. Ayah siapa? Aku nggak mau kamu ngajak aku ngaku-ngakui orang lain sebagai ayah kamu!" kilah Zoya tak ingin memper yai Keenan.


"Aduh, ayah aku Zoya. Suami dari ibu aku yang sekarang, kamu tenang aja aku udah katakan kita akan berkunjung dan mereka udah nungguin kita. Ayolah!" ajak Zoya namun Zoya menolaknya dan Keenan gagal total mengajak Zoya kali ini.

__ADS_1


"Nggak mau, aku mau beli pupuk. Tampilan aku biasa banget, jadi lain kali aja kita mengunjungi mereka!" ujar Zoya kemudian menaiki bus dan meninggalkan Keenan begitu saja.


"Zoya tunggu, ya ampun..anak itu!" keluh Keenan sehingga Zoya masuk dan mereka duduk di bus bersama.


"Bisa tidur dulu, nih..hah.." Keenan lantas ambil posisi bersandar untuk tidur kali ini.


"***** banget nih orang," namun secepat kilat Zoya mendengar deru nafas beraturan menandakan Keenan sudah masuk dalam alam mimpi nya itu.


"Kebiasaan banget nih orang, mending aku kerjain aja dia haha.." Dan sikap usil Zoya datang kembali.


Perlahan Zoya mengibaskan tangannya memastikan Keenan benar-benar terlelap. Lalu Zoya mengikat kedua tali sepatu Keenan sehingga menyatu keduanya. Bisa dipastikan Zoya akan membuat Keenan malu. Tingkahnya tak juga berubah padahal Keenan adalah kekasihnya saat ini.


"Rasain kamu Keenan. Siap-siap kamu malu nanti hahaha.." ucap Zoya lalu kembali melihat ke jalan melalui kaca jendela bus yang ditumpanginya itu.


Perjalanan yang memakan waktu dua puluh menit itu tak terasa akhirnya sampai juga. Dengan sengaja Zoya membangunkan Keenan mengejutkannya.


"Kita udah sampai Keenan!" pekik Zoya tepat di telinga Keenan.


Sehingga Keenan terperanjat melihat Zoya yang sudah berdiri dan Keenan juga hendak berdiri. Namun ia malah terjatuh karena ulah Zoya namun untung saja jatuhnya di pelukan Zoya.


"Ngeselin tidur mulu, udah aku duluan!" kesal Zoya dan meninggalkan Keenan begitu saja.


"Zoya, ini sepatuku kenapa. Ish..kenapa dia bikin aku malu, huft.." Keenan menghela nafas jalan perlahan karena tali sepatunya dikaitkan satu sama lain.


Keenan segera membetulkan tali sepatunya namun Zoya malah meninggalkannya.


"See..dia bahkan nggak minta maaf! Udah jadi pacar pun, aku masih jadi bahan bully an..haish..." keluh Keenan dimana Zoya malah menghilang sekarang.


Keenan mempercepat langkahnya dan mencari Zoya yang hilang entah kemana. Keenan segera menghubungi Zoya namun tak ada jawaban. Sialnya Zoya meninggalkan ponselnya dirumah. Keenan berusaha tetap tenang dan mendapati Zoya tengah menunggu antrian membayar pupuk.


"Sendirian aja neng, baru pulang sekolah, ya?" tanya Keenan.


"Iya bang," sahut salah satu dari mereka dimana mereka berjumlah dua orang gadis belia.


"Jangan panggil abang dong, Oh iya namaku Keenan!" sapa Keenan dengan percaya dirinya.


"Maaf bang, abang bukan copet, kan?" tanya Ana salah satu dari mereka.


"Astaga tampang aku baik hati, rajin menabung dan nggak sombong kayak gini dikata, copet!" ujar Keenan.


"Maaf, kalau panggil nama sepertinya nggak sopan. Karena kayaknya kakak udah berumur!" kelakar Nia salah satu dari mereka.


"Sekalian aja neng, bilang kakak nih udah udzur." tukas Keenan sehingga dua gadis manis pelajar SMA itu cekikikan.


"Ngambek ceritanya kak, oh iya kak Keenan udah punya pacar belum?" tanya Ana.


"Wah mulai nakal ya kamu kepoin aku haha.." ujar Keenan sehingga Zoya mencolek bahu Keenan. Namun Keenan menyingkirkannya.


"Apa sih?" ujar Keenan dan kedua siswi SMA itu perlahan pergi menaiki bus yang berhenti di hadapan mereka. Keenan menoleh dan Keenan langsung ditimpakan pupuk sekarung.


"Eh sayang ugh..hehe.."


"Godain anak sekolah lagi, hmm??" Zoya memelototi Keenan sedangkan Keenan menimpali dengan senyuman.

__ADS_1


"Eng..negur aja, sambil nunggu kamu."


"Bawa nih, aku mau cari lampu tumbler buat kamar aku!" ujar Zoya.


"Iya sayang," sahut Keenan lalu mengangkat pupuk itu dan memanggulnya.


"Nyari lampu tumbler untuk apa, Zoya?" tanya Keenan.


"Buat pajangan di kamar, ayo cepatlah jalannya!" ajak Zoya menarik tangan Keenan begitu saja.


"Iya bawel." sahut Keenan.


Setelah mendapatkan lampu tumbler yang diinginkan mereka segera mencari bakso karena Keenan sudah kelaparan.


"Zoya abis ini ngebakso dulu, yuk! Apa makan kwetiaw enak juga kayaknya!" ajak Keenan karena perutnya terasa keroncongan.


"Kenapa ngajak ngebakso, emang kamu lapar?" tanya Zoya seraya terus berjalan di samping Keenan.


"Hum..abis bangun tidur tadi sebenarnya aku lapar." jawab Keenan seraya nyengir.


"Ish..tidur mulu kalau naik bus!" keluh Zoya.


"Maaf, ayo Zoya aku butuh tenaga buat angkat pupuk 5 kilo nih, makan bakso, ya!" ajak Keenan merayu.


"Yaudah, ayo!" ajak Zoya seraya menggandeng jemari Keenan sehingga Keenan tersenyum tipis sementara tangan sebelahnya memanggul pupuk.


Tak lama mereka tiba di pondok bakso. Zoya meminta Keenan duduk manis dan Zoya memesankan dua mangkuk mie bakso beranak dan dua gelas es teh manis. Zoya kembali tak lama kemudian menyusul pula pesanan mereka.


"Silakan!" ucap si pelayan dan menyajikan mie bakso beranak tersebut di hadapan sepasang sejoli itu.


"Makasih, ya!" ucap Zoya.


Setelah berdoa mereka pun melahapnya seraya berbincang. Keenan sesekali menanyakan tentang perasaan Zoya terhadap Aiden.


"Zoya, sebenarnya kamu masih menyimpan perasaan nggak sih sama, Aiden?" tanya Keenan.


"Masih." jawaban Zoya membuat Keenan tersenyum tipis.


"Emang kenapa, aku masih menyimpan perasaan, Keenan sama Aiden. Tapi udah nggak berharap lagi sama dia." jelas Zoya.


"Gimana kalau tiba-tiba Aiden melamar kamu, apa kamu nerima dia?" tanya Keenan.


"Nggak tau." jawab Zoya.


"Kok nggak tau sih?"


"Udah ah jangan bahas Aiden. Makan aja baksonya katanya kamu lapar, abis ini cari kwetiaw sekalian biar kamu gendut dan jelek!" ujar Zoya.


"Ish, aku nggak mau gendut," sanggah Keenan.


"Biarin kamu gendut, biar nggak ada yang mau deketin kamu!" tukas Zoya seraya menjulurkan lidahnya.


Keenan hanya tersenyum mendengar ucapan Zoya dan kembali melanjutkan memakan baksonya.

__ADS_1


**************


__ADS_2