Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Keenan Zoya


__ADS_3

Melihat burung besi yang terbang ke langit lepas, Keenan jadi teringat Billy. Banyak hal yang ia alami, banyak hal juga yang ia lalui. Pagi ini, si kembar di jemur agar menghindari kuning pada bayi. Sementara Zoya menyiram tanaman sedangkan Keenan mencuci pakaian bayi. Keenan yang sudah selesai mencuci pun menjemur pakaiannya, Zoya dan ketiga anaknya.


"Papa rajin ya!" seru Zoya seraya menjaga ketiga bayinya yang ia jemur dari stroller.


"Udah lama baru cuci baju lagi aku nggak nih, dijemur ya anak-anak papa biar sehat!" gumam Keenan seraya menjemur pakaian bayi satu persatu ke hanger bulat.


"Papa juga dijemur mau nggak di atas kompor gas biar mateng?"


"Hum..jangan ikutin mama kalian ya dek, mama kalian tuh skeptis, galak, judes pula hihi.." gumam Keenan seraya terkekeh di akhir.


Udah jadi suami masih juga usil tuh mulut haish..


Keenan pun menjemur pakaian seraya bersenandung. Kemudian Zoya dengan sengaja mengarahkan selang air ke tubuh Keenan sehingga dengan sepuas hati dirinya menyiram suaminya itu.


"Sayang, aku basah kuyup nih," ucap Keenan memelas namun terkekeh dan pasrah menerima kejahilan sang istri.


Oeekkk..


Oeeekk...


Suara ketiga bayi saling bersahutan dan memekakan telinga. Keenan dan Zoya segera berlarian melihat keadaan bayi mereka dan menolongnya. Keenan langsung menggendong kedua bayi disusul Zoya. Zoya tersenyum saat melihat Keenan yang kelimpungan mendiamkan tangis bayinya.


"Razka bobo ohh Razka bobo kalau tidak bobo digigit kebo!"


Keenan bersenandung hingga membuat Zoya ingin terbahak. Ia terus melantunkan itu berkali-kali dan Zoya hanya membiarkannya karena Zoya merasa sangat terhibur.


"Papa, anak papa bukan cuma Razka, coba sebut semua nama anak papa!" seru Zoya seraya tersenyum.


"Razka bobo, Meira bobo, Haura bobo, papa juga mau bobo hoam.." Keenan malah jadi mengantuk karena kelelahan setelah mencuci pakaian. Ia membuka pakaian basahnya menyisakan kolor saja. Sehingga papa muda itu pun tergeletak di kursi bambu begitu saja hingga terlelap. Dibawah langit cerah pagi ini.


Zoya membiarkannya karena semalam Keenan menemani Zoya begadang lagi hingga menjelang subuh. Zoya pun beranjak membawa ketiga anaknya masuk ke rumah atap, karena ketiganya tertidur setelah mendengar Keenan bersenandung.


*********


Beberapa bulan pun berlalu...


Yang ditunggu pun datang karena kini giliran Chelsea yang tengah menghadapi persalinan. Aiden setia mendampingi Chelsea yang memilih persalinan normal. Chelsea tengah menunggu pembukaan disertai kontraksi yang makin lama makin sering.


"Kamu yakin mau melahirkan normal, dek?" tanya Aiden yang terus berada disamping istri tercintanya. Menggenggam tangannya supaya Chelsea bisa berjuang.

__ADS_1


"Iya mas, doain aku ya!" pinta Chelsea seraya meringis sesekali menggigit bibir bawahnya seraya melantunkan surat-surat pendek.


Para kelurga harap-harap cemas menunggu kelahiran sang buah hati. Chelsea mengikuti arahan Dokter mengejan saat pembukaan sudah lengkap. Dengan beberapa kali tarikan nafas akhirnya bayi perempuan yang cantik terlahir ke dunia.


Dokter meletakan sang bayi mungil di dada sang mama dan setelah itu menyusuinya. Aiden sangat bahagia menyambut putri cantiknya yang diberinya nama Navya El Nakendra. Sehingga lengkaplah kebahagiaan pasangan muda itu.


**********


Aiden dan Keenan begitu kompak mengajak anak mereka photo shot. Seluruh kelurga berkumpul berbaur menyaksikan kembar tiga yang sudah berusia 5 bulan dan Navya yang baru berusia satu bulan.


Setelah foto itu, mereka menikmati hidangan di sebuah gazebo dengan keluarga besar. Aiden dan Keeenan menyatukan dua keluarga yang berbaur menjadi satu, Aiden menatap danau yang letaknya tak jauh dari gazebo usai makan.


"Sayang, kamu temani pak Aiden aja, ajak ngobrol tuh!" ucap Zoya dan diangguki oleh Keenan.


"Hai Chief sendirian aja? Ayo gabung lagi kita habiskan makanannya!" ajak Keenan yang berdiri disamping Aiden.


"Aku mau melipir dulu Presdir." sahutan itu membuat Keenan terkekeh.


"Haha..Presdir? Berlebihan banget sih, aku Keenan sopir taksi online." ucap Keenan.


"Kamu bukannya jadi Presdir dadakan, jadi orang kaya dadakan, semua dadakan." ujar Aiden tersenyum tipis.


"Cih, kamu bisa berenang?" tanya Aiden.


"Kenapa, kamu kesal? Mau menceburkan aku ke danau ini, hah.." ujar Keenan.


"Aku heran kenapa dulu Chelsea bisa klepek-klepek sama kamu, padahal kamu menang ganteng aja, aslinya bikin kesal." Aiden berkelakar.


"Itulah, yang bikin kesal selalu meninggalkan kesan. Coba kamu tanya Chelsea, pasti masih ada sedikit cinta untukku di hatinya." Keenan yang memang selalu bikin kesal kini ganti menjahili Aiden.


"Cih, percaya diri banget!" tukas Aiden.


"Itulah aku, kepedean lebih tepatnya. Kalau nggak seperti itu, nggak mungkin dong aku mengalahkan CEO yang jelas jauh jabatannya dari seorang supir taksi." ujar Keenan seraya memberikan Aiden minuman kaleng.


"Iyalah Keenan, jabatan hanya titipan, udah selayaknya kita mawas diri, seperti kamu, dari yang awalnya hanya supir taksi sekarang sudah jadi pemilik pool taksi. Rezeki itu luar biasa bukan, kamu bertemu ibu kamu, ayah kamu, semua keluargamu, dan aku senang bisa jadi teman kamu. Makasih ya!" ucap Aiden.


"Sama-sama, aku harap kamu bisa pertahankan sikap kamu. Jangan jadi arogan hanya karena jabatan, karena semua hanya titipan Tuhan. Jika Tuhan mau mengambilnya kembali, bisa dipastikan kita akan kehilangan segalanya. Karena saat menghadap Tuhan, hanya membawa kain kafan!" ujaran Keenan membuat Aiden bergidik.


"Dih, ada ustad dadakan disini, udahlah ayo kita gabung lagi. CEO maupun supir taksi harus bisa hidup berdampingan, bukan?" ajak Aiden seraya merangkul paksa tubuh Keenan.

__ADS_1


"Hei, udahlah geli aku dirangkul begini haish, mana makin kekar banget aja badan kamu sepertinya!" tukas Keenan.


"Makanya gym lagi sana, mana tubuh kekar kamu yang dulu?" kelakar Aiden.


"Ada kok. Kamu mau lihat??"


"Ogah,"


"Aiden! Keenan, kenapa kalian malah bermesraan disana, ayo sini kita nikmati nasi liwetnya!" ujar Risna.


"Ibu mertua kamu tuh?" tukas Aiden.


"Ibu mertuaku, tapi mengimpikan kamu yang jadi menantunya, cih.." ujar Keenan.


"Sabarlah, namanya juga Ibu Risna,"


Aiden dan Keenan kompak membakar steak untuk teman makan mereka. Keluarga besar Aiden, Chelsea, Zoya dan Keenan berkumpul menjadi satu. Tak terkecuali Mario dan Minho. Ketiga anak Keenan juga tampak ceria dalam gendongan kedua neneknya, Dila dan Risna.


Keenan juga menyanyikan sebuah lagu seraya memetik gitar. Karena mereka seharian kumpul keluarga besar demi keakraban yang berlangsung hari ini.


Kisah Keenan dan Zoya berakhir disini. Satu hal yang pasti jagalah perasaan setiap insan dengan menghargai profesinya. Karena pada dasarnya kita sama di mata Tuhan, yang membedakan hanyalah keimanan. Buat apa memiliki jabatan dan kehormatan tapi tidak punya attitude. Sombong, durjana dan seenaknya.


Dunia hanya sementara, selayaknya hidup hanya sekali. Berjuanglah selagi bisa, meski harus diliputi dengan tangis dan air mata. Allah beserta orang yang sabar dan bertawakal, mungkin hari ini kita kita berada dibawah. Namun bisa jadi beberapa tahun ke depan kita akan bisa tersenyum dengan segala kenikmatan Tuhan yang sudah diberikan. Hingga kita bahkan menangis sejadinya saking bahagianya.


Makasih buat para reader dan author semua yang udah mendukung dari awal hingga akhir. Maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan, karena sejujurnya saya hanya berniat menghibur.


Maaf kalau ceritanya nggak nyambung, atau nggak jelas. Author hanya manusia biasa, banyak salah dan lupa. Sekali lagi makasih yang udah memberikan like, vote, komentar dan hadiah. Makasih yang udah singgah di karya remahanku, semoga kalian selalu sehat. Dukung terus author kesayangan kalian, karena tanpa dukungan kalian saya bukan apa-apa.


Terima kasih 😍😍


-Tamat-


Mampir juga ke karya temanku ya, ceritanya menarik lho, jangan lupa kasih dukungannya biar semangat 😍


makasih..



__ADS_1


__ADS_2