
Keenan melipir sejenak ke counter untuk numpang mencharge sambil membeli power bank yang terisi penuh. Setelah dihidupkan, Keenan mencoba menghubungi si penelpon tadi. Ia mengambil power bank dan kembali memasuki pick up nya.
Keenan mengikuti arahan ke sebuah rumah mewah yang sangat megah. Entah rumah siapa itu, namun pintu gerbang otomatis terbuka seolah menyambutnya. Keenan segera memasukinya dan mereka mencekal tangan Keenan serta membawa pemuda itu ke hadapan pria yang sudah seenaknya menculik sang istri.
Betapa terkejutnya Keenan saat mendapati pria yang selalu membawa masalah belakangan ini tega melakukan hal demikian.
"Vero, ngapain kamu menculik istri aku, dimana dia sekarang??" Keenan memekik sehingga sebuah bogeman meluncur tepat di sudut mulutnya hingga menitik darah.
"Bicara yang sopan, Keenan. Aku, sepertinya menyukai istri kamu." jawaban itu membuat Keenan terbelalak.
"Kamu suka sama sama Zoya. Jangan sembarangan bicara kamu!!" ucap Keenan.
Bug..
Satu bogeman dari Vero kembali mendarat di perut Keenan sehingga Keenan berlutut meringis.
"Sekarang, lepasin dia. Lepasin Zoya, atau.." belum sempat lagi Keenan bicara Vero sudah mengarahkan tendangannya ke pelipis Keenan sehingga ia tergolek di lantai. Ia kembali bangun dan bangkit berdiri.
"Kamu bisa pergi Keenan, biarin Zoya bersamaku, aku mau jadi pahlawan kesiangan buatnya dan memilikinya." ujaran itu benar-benar membuat Keenan naik pitam. Sementara Zoya sedang berusaha membebaskan dirinya saat mendengar suara teriakan Keenan tadi.
"Keenan, aku harus keluar dari sini. Ya Allah semoga mereka nggak menyakiti suamiku!" harap Zoya berusaha membuka pintu yang terkunci.
Keenan kembali bangkit dan melihat sebuah pintu yang dijaga bodyguard. Mereka membawa Zoya ke hadapan Keenan yang tengah berdarah-darah itu. Zoya merasa kesal melihat keadaan Keenan yang mengenaskan itu.
"Sayang, kamu aku kasih dua pilihan, kamu putuskan untuk menikah denganku hari ini. Menjadi istri seorang CEO, atau menembak suami kamu dengan tanganmu sendiri, pilihan yang mudah, bukan?" Vero memberi penawaran.
"Hah..menikah sama kamu, hari ini. Aku udah punya suami tuan Vero yang terhormat. Kenapa harus aku," ujar Zoya merasa kesal.
"Kenapa yaa?? Karena aku menyukai kamu sejak pertemuan kita dirumah sakit waktu itu, sayang." jawab Vero dengan santainya.
"Aku bisa memberikan kamu segalanya. Rumah, mobil, uang yang banyak, dengan syarat yang sangat mudah, menikahlah dengan aku!" ulas Vero.
"Gila, kita bahkan hanya bertemu sekali di rumah sakit. Kenapa juga kamu harus ngelakuin ini hah..carilah wanita lain!!" pinta Zoya kesal.
"Jadi, kamu menolak! Nggak apa-apa, bawa mereka masuk ke kamar itu!" Dan akhirnya mereka terikat sebuah gudang yang gelap dan temaram hanya dihiasi lampu neon.
"Kamu baik-baik aja kan sayang, aku udah ngirim lokasi kita ke polisi. Semoga mereka segera nemuin kita, maaf aku nggak bisa menjaga kamu!" ucap Keenan merasa menyesal.
"Kenapa jadi seperti ini, aish..lihatlah wajah kamu babak belur lagi." ucap Zoya.
Keenan berusaha mencari celah agar mereka bisa pergi. Semalaman ini mereka bermalam di gudang sepi dengan penjagaan yang ketat.
********
Pagi ini mereka membawa Zoya yang hendak dinikahi paksa oleh Vero. Keenan yang berusaha menolong malah kena pukul lagi, Zoya juga berusaha melawan namun ia kalah dari pria berbadan kekar yang membawanya.
__ADS_1
"Sayang, tolongin aku, ini gila!! Aku nggak mau diginiin, lepasin aku, bodoh!!!" pekik Zoya kesal.
Ponsel Keenan kembali berbunyi dan Sandi menghubunginya.
"Halo Keenan, dimana kalian? Kenapa lokasi yang kamu kirim nggak benar, semalaman kami mencari, kenapa kamu malah ikut hilang, nak!!" Sandi merasa cemas.
"Keenan, mana Zoya?? Awas kalau dia kenapa-kenapa ya!!"
"Ma-maaf ayah, ibu, aku juga tertangkap sekarang. Kami ada di mansion," Keenan segera mematikan sambungan telepon ketika anak buah Vero kembali datang.
Keenan bergegas beranjak saat kedua anak buah Vero datang hendak menghajarnya lagi. Keenan ganti menghajar mereka dengan tinjuan dan tendangan, terkadang disaat kecemasan mulai melanda, ia akan bisa menghajar mereka tanpa ampun. Keenan berhasil membuat tubuh mereka terkapar.
"Maaf, karena kalian udah keterlaluan!!"
"Keenan! Jangan lari kamu," ujar pria berbadan kekar dan mereka berdua hendak mengejar Keenan.
Mengikuti arah yang Keenan berikan Sandi, Risna dan kedua orang tua Keenan mengikuti polisi. Dila merasa begitu mencemaskan putranya itu.
"Ibu nggak mau Keenan kenapa-kenapa ayah, Ibu akan sangat sedih kalau itu terjadi." ucap Dila.
"Berdoa aja bu, semoga Keenan sama Zoya baik-baik aja!" ujar Danu yang tak kalah cemasnya.
Zoya tampak menangis karena ia dipaksa menikahi Vero. Vero membuat pipi Zoya memerah karena tamparannya. Ia tengah dirias saat ini.
"Zoya!!" panggilan Keenan membuat Zoya beranjak. Namun Vero mengarahkan pistolnya kepada Keenan.
"Kalau kamu berani maju selangkah aja, kamu akan berakhir!!" pekik Vero.
"Mana mereka, bodyguard payah!!" ujar Vero nampak ketakutan.
"Aku udah menghajar mereka, mereka terkapar diluar sekarang! Tinggal kamu pengecut!!" ucap Keenan.
"K-kamu bisa berantem sayang??" sempat-sempatnya Zoya keheranan dengan kehebatan Keenan.
"Allah yang memberi kekuatan ini sayang!" ucap Keenan sehingga Vero mengarahkan pistol kepada Zoya tepat di kepalanya.
"Kalau kamu maju, dia akan mati!" ujar Vero. Zoya yang memiliki ide segera menendang ******** Vero dengan kaki mengarah kebelakang sehingga Vero melepas Zoya dan kesakitan.
"Brengsek, Zoya!!"
Sehingga Vero mengarahkan pistol itu ke arah Zoya sedangkan Keenan segera melindungi istrinya itu dan pistol itu mengarah ke punggung Keenan.
Dor..
Akh..
__ADS_1
Keenan yang dalam kondisi terluka, berusaha membawa sang istri keluar.
"A-yo Zo-ya!" Keenan terhuyung dengan darah yang merembes dari punggungnya.
Usai menembak Keenan, Vero melarikan diri saat polisi datang mengepung kediamannya. Namun karena jumlah mereka banyak, Vero akhirnya berhasil diringkus. Keenan ambruk karena tak kuasa menahan sakitnya peluru yang bersarang di punggungnya.
"Bertahan ya sayang hiks.." Zoya terisak mendapati sang suami yang terkapar.
"Aku udah janji sama ibu kamu sayang, syukurlah kamu selamat!" Keenan hampir hilang kesadaran saat para orang tua mereka datang.
Melihat Keenan yang tertembak Risna merasa amat sedih.
"Tolong! Bawa anak saya ke rumah sakit sekarang!!" pinta Dila dengan tangisan.
Keenan berusaha menahan sakit yang tak tertahankan terlebih darah terus saja tak berhenti keluar. Zoya terus mendampinginya menggenggam tangannya dengan erat dan bulir bening itu menghiasi wajahnya yang semakin sembab.
"Kamu harus bertahan sayang! Jangan tinggalin aku sayang!" Zoya memeluk tubuh tak berdaya itu. Sementara wajah Keenan semakin pucat menahan sakit yang teramat sangat akibat timah panas yang bersarang di punggungnya.
Sementara Vero tengah diringkus dan ia mengakhiri keangkuhannya selama ini. Dia malah senang karena berhasil membuat Keenan terluka.
Entah sesakit apa rasanya ditembak, jangan sampai merasakannya. Bisa dibayangkan sendiri yaa..ditembak timah panas ya bukan ditembak perasaannya.
Sementara ada guratan penyesalan di wajah Risna karena ucapannya semalam. Ia berharap Keenan akan baik-baik saja. Ia bahkan sempat mendaratkan tangannya di pipi Keenan semalam.
"Ayah, Keenan akan baik-baik aja, kan?" tanya Risna yang kini menaiki pick up bersama Sandi.
"Kita berdoa aja bu, semoga Keenan bisa selamat!" ujar Sandi yang juga merasa terpukul tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada menantu satu-satunya itu.
"Ibu menyesal udah menyakiti perasaannya semalam hiks.." keluh Risna.
"Udahlah bu, nggak perlu menyesali apapun, yang penting sekarang kita doakan semoga Keenan baik-baik aja." ujar Sandi seraya memegang pundak sang istri.
*******
Hilal juga tak kalah sedihnya, Dila sendiri terus berlinang air mata sejak tadi.
"Keenan udah janji nggak akan terluka lagi, ayah hiks..kenapa sekarang malah tertembak, apa anak kita akan selamat, yah!" Dila begitu terluka melihat sang anak tertembak.
"Sabar ya bu, ayah juga sedih. Kita doakan semoga Keenan baik-baik aja dan dia bisa bertahan!" ucap Danu seraya menyandarkan tubuh Dila dalam pelukannya.
"Mas Keenan, tolong selamatkan nyawanya, ya Allah!" Hilal yang tengah menyetir mobil juga menitihkan air mata nya mengingat Keenan adalah seorang kakak yang penyayang. Berharap Keenan bisa terselamatkan.
********
Hah..jangan lupa tinggalkan jejak ya 😊
__ADS_1