
Seminggu berlalu,
Setelah perhelatan pernikahan kemarin yang dilakukan secara private. Aiden dan Chelsea bisa merengkuh nikmatnya malam pertama mereka. Malam ini di kamar pengantin, dua insan yang seharian tadi melakukan resepsi pernikahan tengah saling memadu kasih di ranjang. Mereka memutuskan untuk langsung menempati kediaman Chelsea.
Aiden masih mengecek pekerjaannya di laptop. Sedangkan Chelsea baru saja keluar dari toilet dengan lingerie putih yang sangat tipis. Chelsea membawakan air putih untuk sang suami dan meletakkannya di nakas.
"Udah dong sayang!" sapa Chelsea dengan lembut menggelitik telinga Aiden sehingga bulu romanya meremang.
"Eh, sayang!" Aiden meneguk saliva kasar melihat tubuh polos yang masih terlihat dibalik lingerie yang Chelsea kenakan.
Aiden meletakkan pekerjaannya di nakas dan menyandarkan tubuh Chelsea dalam pelukannya. Terdengar debaran tak karuan dari balik dada bidang pria yang kini sudah berstatus sebagai suaminya itu. Bagai jarum jam yang terus menyisir angka. Aiden mengecupi kepala sang istri dan beralih melakukan ciuman lembut hingga french kiss.
Tak disangka, chief yang sudah lama tidak merasakan sentuhan itu memainkan perannya di malam pertamanya. French kiss terus terjadi hingga kini Aiden terebah disamping Chelsea. Tangannya menyusur manik lingerie dan membukanya perlahan seraya mengemut bibir polos tanpa polesan. Setelah kancing terbuka tanpa celah, Aiden beralih meremass gundukan kenyal yang besar.
Si empunya melenguh merasakan kegelian terlebih Aiden kembali menyesap tengkuk sang istri hingga memunculkan kiss mark. Chelsea mendesahh ketika Aiden meremass gundukan kenyal seraya mengemutnya kuat-kuat.
"Ah.." desahaan demi desahaan keluar karena kegelian.
Setelah puas memainkan area bagian atas, Aiden beralih menyusuri bagian bawah. Chelsea sengaja tak menggunakan pakaian dalam, agar Aiden tak kerepotan menyingkirkannya. Bahkan, lingerie yang Chelsea kenakan sudah tak melekat di tubuhnya lagi. Aiden sudah menyingkirkannya. Mereka tak berbusana lagi saat ini.
Chelsea terbelalak melihat tubuh kekar dengan perut bak roti sobek mengungkung tubuhnya saat ini. Aiden meletakkan kedua kaki Chelsea di pundaknya dan memasukkan kepemilikannya ke milik Chelsea perlahan sehingga Chelsea menggigit bibirnya.
Cukup sulit Aiden melakukannya, namun Aiden senang karena Chelsea baru kali ini memberikannya padanya. Dan saat miliknya merobek selaput dara milik istri sahnya itu. Aiden bisa dengan mudah menarik ulur miliknya seraya meremass gundukan dan mencium bibir polos wanitanya. Seluruh tangan Aiden bergerilya meremass gundukan hingga tiada hentinya si empunya melenguh.
Kini ganti Chelsea duduk di pangkuan Aiden dan ia yang memainkan bak menaiki kuda. Sementara Aiden mendesahh kegelian disusul buah kenyal yang ada di hadapannya itu ia sesap dengan kuat.
"Ah.."
Saking kuatnya, gelora nafsuu yang Aiden rasakan, Chelsea sampai tak kuasa menahan sesapan itu. Kemudian Aiden menangkup pipi Chelsea dan melakukan french kiss kembali.
Setelah ronde demi ronde dilalui, kedua insan itu tidur dengan keringat yang masih membasahi tubuh. Tanpa pakaian dengan tubuh berpelukan. Hanya terbalut selimut tebal, mereka malas berpakaian karena kelelahan memadu kasih.
********
__ADS_1
Sedangkan Zoya dan Keenan yang baru pulang dari pesta pernikahan pasangan yang sudah tenggelam dalam cumbuan itu kini baru saja tiba di rumah atap. Entah kenapa wajah Zoya seperti berbeda, Keenan merasa perlu untuk bertanya ketika Zoya telah mengganti daster. Dan dirinya memakai kaos dan celana jersey.
"Hei, sayang. Ada apa?" tanya Keenan seraya memeluk tubuh mungil di hadapannya.
"Nggak apa-apa sayang. Aku mau tidur ya, capek. Oh iya sayang, aku mau ke peternakan sapi besok. Mau bantu ayah mengemas susu, kamu mau ikut nggak?" tanya Zoya.
"Mengemas susu, apa banyak pesanan lagi, aku mau sayang bantu memerah sapi, tapi aku ke pool dulu memeriksa pekerja aku ya!" ujar Keenan yang ternyata sudah memiliki karyawan.
"Eh, kamu udah merekrut karyawan. Baru seminggu berjalan. Udah gerak cepat ya!" ujar Zoya sumringah.
"Gerak cepatlah sayang, lagian semua udah beres. Kayaknya kamu agak sedih di acara Aiden tadi, kamu sedih ya karena dia nggak jadi sama kamu." ujar Keenan.
"Kamu bicara apa sih, Cepatlah tidur. Oh iya, sapi ayah makin banyak sekarang, aku pengen kamu, memandikan sapi besok. Dan memerah susu sapi, kamu nggak boleh berhenti sebelum aku minta!" ujar Zoya.
"Siap, nyonya!" sapa Keenan berkelakar.
"Jadi besok aku ngurusin sapi ya, ini mah, kayaknya nggak balik ke pool lagi aku," tukas Keenan dengan senyuman.
Zoya terkekeh pelan dan memeluk Keenan dari samping.
Namun Keenan yang selalu bangun juniornya saat berada di dekat Zoya tak kuasa lagi menahan hasratnya. Ditangkupnya pipi sang istri dan di ciuminyaa dengan lembut. Zoya yang selalu mencintainya tentu tak pernah melewatkan hasrat sang suami yang membawanya pada hormon sek"sual. Ciuman itu terus terjadi sesekali memainkan lidahnya dan kembali menyesap bibir polos yang selalu membuatnya candu.
Perlahan Keenan melepaskan pagutan, dan mereka saling tersenyum memandang.
"Cium lagi sayang, mau?" Keenan menawarkan.
"Hum..mau lagi hihi.." jawaban Zoya membuat Keenan gemas dan tentu saja disambut hangat oleh ciuman hangatnya.
Zoya menangkup pipi Keenan dan terhanyut dalam cumbuannya. Sedangkan Keenan memegang pinggul ramping sang istri. Setelah puas saling menyalurkan hasrat, kini Zoya tidur bersama Keenan dengan berselimut.
"Sayang!" sapa Zoya.
"Hum.." Keenan yang sudah lelah merasa ingin memejamkan mata.
__ADS_1
"Apa kamu begitu menyayangiku?" tanya Zoya.
"Kenapa tanya itu? Tentu aja aku sayang sama kamu, aku nggak bisa hidup tanpa kamu!" ujar Keenan dengan mengeratkan pelukannya.
"Hum..lebay!" ucap Zoya.
"Biarin, namanya juga cinta sama istri lagi, nggak lebay lah. Harusnya kamu bahagia!" ucap Keenan seraya memencet pelan pipi sang istri.
"Hum..bisa diterima. Sayang, jam berapa sekarang?" tanya Zoya sehingga Keenan melihat jam di ponselnya.
"Jam 9 malam sayang, kenapa?" tanya Keenan seraya mengelus rambut sang istri.
"Aku mau makan sesuatu sayang, kamu mau nggak nyariin?" tanya Zoya memastikan.
"Mau apa emangnya, biar aku cariin?" tanya Keenan terkesiap.
"Aku mau gado-gado sayang," jawab Zoya dan Keenan mulai berpikir sejenak. Ia bingung hendak mencari kemana.
"Dimana nyari gado-gado sayang?" tanya Keenan bingung.
"Ada di food street, cepatlah cariin ya! Unyil mau nih, pedas ya, awas kalau kurang pedas!" jawab Zoya diakhiri selalu dengan ancaman.
"Ngancem mulu kamu nih sejak hamil!" keluh Keenan.
"Emang kenapa, suka-suka aku dong, suami aku juga yang aku ancam, bukan suami orang!" ujar Zoya seraya menarik telinga Keenan.
"Auh, iya..iya..yaudah aku pergi dulu, ya!" Keenan hendak beranjak dan Zoya pun melepaskan tangannya dari telinga Keenan yang setelah itu memakai jaketnya.
Ia pergi dengan sepeda lipatnya mencari gado-gado yang dimaksud, untungnya ada. Lalu Keenan pun membeli dua porsi untuknya dan Zoya. Usai membeli gado-gado Keenan hendak pulang namun seseorang meraih tangan Keenan dan membuatnya menghadap padanya.
"Keenan!" sapa orang itu sehingga Keenan membulatkan matanya.
"Kamu, ngapain disini?" tanya Keenan malas.
__ADS_1
********