Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Hujan


__ADS_3

Rintik yang jatuh dari langit karena rahmat Tuhan, membawa kesejukan. Semua menikmati setiap tetes sebagai berkah tak terkira. Saat kemarau menerpa tubuh yang merasa gersang dan menjadi sejuk sesejuk dalam dekapanmu. Menyejukkan, layaknya air hujan yang siap memeluk kepelikan dan membasahi hati yang merana karena cinta.


Hari ini Keenan berniat menjemput kekasih hati, terlebih hujan turun begitu deras kali ini. Namun, sengaja Keenan sampai lebih cepat agar saat Zoya keluar dari perusahaan Keenan bisa langsung membawanya masuk ke dalam taksi.


Namun tak disangka saat Keenan hendak bergegas terlihat Aiden yang tengah memayungi Zoya dan mengajaknya masuk ke mobilnya. Keenan pun mengikuti mereka dari belakang. Ia berusaha mengontrol hatinya yang dipenuhi kecemburuan.


Hingga, tak lama mereka tiba di dekat rumah Zoya. Entah kenapa setelah mendengar Zoya ingin menikah. Aiden merasa patah hati, sangat. Mereka bahkan belum lagi tiba masih didekat rumah Zoya. Aiden masih memayungi Zoya.


"Makasih pak Aiden." ucap Zoya dengan senyuman hendak melangkah ke rumah namun Aiden meraih tangan Zoya lantas menjatuhkannya dalam pelukannya.


"Kamu, aku harap kamu jadi milikku, Zoya." ucap Aiden lalu memeluk wanita yang dicintainya itu.


Melihat hal itu, Keenan membuang wajahnya disaat guyuran air hujan membasahi tubuhnya. Ia melipir melihat kekasihnya dipeluk pria yang juga awalnya dicintai oleh wanitanya. Sayangnya Keenan merasa justru ia jadi orang ketiga dalam asmara mereka yang tak kesampaian.


"Zoya," Keenan menunduk seraya menyilangkan tangan ke tubuh yang kedinginan karena tubuhnya yang basah kuyup.


Sementara itu, Zoya segera melepas pelukan itu. Selama ini Aiden juga tak pernah melakukan hal yang anarkis pada Keenan. Namun, sejujurnya Zoya merasa bersalah pada kedua pria yang mencintainya.


"Maaf, pak Aiden. Sebaiknya bapak pulang, makasih karena udah mengantarkan aku pulang, jangan kena hujan! Nanti bapak sakit!" ucap Zoya sehingga Aiden tersenyum dan menjimpit dagu Zoya lalu kembali memasuki mobil sport mewahnya itu. Setelah itu Aiden kembali melajukan mobilnya dan pergi.


Aiden tersenyum saat di mobil, ia merasa begitu nyaman berada di dekat Zoya yang sayangnya sudah tak sendiri lagi.


"Ah, Zoya. Gimana jadinya aku, kenapa aku nggak ikhlas kalau kamu menikah sama Keenan, aku sayang banget sama kamu, Zoya..fiuh.."


Keenan melihat dari kejauhan mobil Aiden yang sudah melaju. Kemudian Keenan segera berlari menaiki tangga ke rumah atap untuk membersihkan dirinya. Untuk menghilangkan kegalauan, Keenan memainkan gitarnya kemudian Zoya datang setelah itu membawakan makan malamnya.


"Sayang!" ucap Zoya seraya menyajikan makan malam untuk kekasih hatinya.


"Makasih Zoya," ucap Keenan.


"Hum..aku kebawah dulu, ya!" ucap Zoya namun Keenan memanggilnya lagi.


"Sayang!"


Zoya berhenti dan menatap Keenan lalu kembali menghampirinya.


"Hum.."


"Apa kamu masih punya perasaan sama, Aiden?" tanya Keenan.


"Perasaan, maksudnya?" Zoya menegaskan.


"Aku lihat dia peluk kamu tadi, fiuh...kalau kamu suka sama dia, jangan memaksakan diri, nyatanya aku orang ketiga diantara kalian. Di awal kalian saling suka, bukan?" pertanyaan Keenan karena ia cemburu.


"Maaf sayang, kamu melihatnya?" Zoya menanyakan saat Aiden memeluknya karena Keenan pasti melihatnya. Keenan kembali memetik gitarnya dan berusaha mengontrol perasaan yang berkecamuk.


"Iya." jawab Keenan sedikit membuang nafasnya. Zoya kembali memeluk Keenan dari samping dan menyandarkan kepalanya di lengan Keenan.


"Jangan marah ya, kita nggak ada apa-apa, dia sedih karena dia udah tau kita akan nikah." ujar Zoya.


"Kamu bilang ke Aiden?"

__ADS_1


Zoya mengangguk, "Chelsea juga, saat kami makan siang bareng tadi." jawaban Zoya kembali mengulas senyum tipis di wajah Keenan. Zoya memegangi kedua pipi Keenan dengan kedua tangannya.


"Yaudah, Chelsea..apa dia biasa aja?"


"Kamu ngarep dia cemburu?" selidik Zoya seraya mendelik dan dibalas senyuman oleh Keenan.


"Ah, enggak. Makan bareng, yuk!" ajak Keenan membuka makanannya dan Zoya menyuapinya sehingga Keenan tersenyum sambil mengunyah makanannya.


"Oh iya sayang, aku baru dapat kabar dari Jordan. Katanya aku menang kompetisi nyanyi audisi online." ujar Keenan seraya tersenyum lebar.


"Seriusan, kamu menang. Uh..selamat ya!" Zoya yang antusias segera memeluk kepala Keenan dan membenamkan dalam pelukannya.


"Selamat sayang, kamu emang berbakat. Mendingan kamu jadi penyanyi aja sayang, siapa tau, kamu bisa terkenal dan jadi idola. Uh..selamat ya!" ucap Zoya yang masih memegang tengkuk Keenan dalam pelukannya.


"Iya tapi, bisa nggak kamu lepasin aku, aku nggak bisa nafas..hah..hah.."


Zoya yang tersadar tak memberi ruang pada Keenan segera melepaskannya. Lalu membelai punggung Keenan.


"Maaf ya, aku gemas hehe.." ucap Zoya dan diangguki oleh Keenan.


"Jadi, kapan nih kita bisa kikuk kikuk hehe..." pertanyaan Keenan membuat Zoya tergelak.


"Gaya banget, emang ngerti begituan hehe.." ucap Zoya.


"Ngerti," jawab Keenan bersemangat.


"Katanya belum pernah." Zoya mendelik untuk meledek.


"Yee..suka nonton gituan, ya, kamu haha.." Zoya makin meledek.


"Sering sih hehe..tapi aku berani sumpah belum pernah. Cuma nontonin aja hehe.." Keenan panas dingin.


"Dasar..kamu, yaudah makan dulu, ya! Aku turun dulu," ujar Zoya namun Keenan kembali bertanya.


"Tunggu sayang, jadi kapan?" tanya Keenan lagi memastikan.


"Apa yang kapan?" tanya Zoya berpura tak tahu.


"Kamu siap, jadi kita bisa menikah." jawab Keenan seraya mengunyah makanannya.


"Bulan depan gimana?" tanya Zoya.


"Bulan depan, oke. Oke calon istriku hehe.." sahutan Keenan seraya memeluk Zoya dengan eratnya.


"Iya sayang. Makan ya, aku ke bawah dulu, nggak usah kebanyakan nonton video anuan, nonton Drakor aja!" ujar Zoya dan disenyumi Keenan.


"Oke, tiap malam aku nonton drakor kok haha.." sahut Keenan.


"Iya, aku ke bawah dulu!" Zoya pun beranjak meninggalkan Keenan.


Hujan turun semakin deras, meskipun sudah memiliki Zoya. Ia merasa meradang. Tapi ia senang karena menang dalam kompetisi online. Hadiah itu akan ia persembahkan pada Dila, Risna dan Zoya. Ketiga wanita hebatnya saat ini.

__ADS_1


Entah Keenan akan memberikan sesuatu tapi apa. Jordan dan Rangga malah mengajak minum alkohol, hah..ia tak mau mabuk-mabukan, ia tak pernah menyentuh minuman keras itu. Jadi bagaimana ia menolaknya, karena Jordan serta Rangga tak menerima penolakan.


Keenan memijat pelipisnya kemudian menunggu hujan karena akan menemui Rangga dan team dance nya kemarin.


********


Sementara Chelsea, ia terus terngiang-ngiang ucapan Zoya soal ia akan menikah dengan Keenan. Chelsea tengah memasak untuk menghindari kegusarannya. Chelsea berniat membuat brownies lumer untuk Keenan. Sekalian dengan ucapan berupa sepucuk surat, sangat kuno padahal Chelsea bisa mengatakan langsung pada Keenan lewat pesan.


Keenan yang hendak bersiap mendatangi acara yang Jordan dibuat terkesiap, saat kurir mengantar makanan itu ke rumah atapnya. Keenan tersenyum dengan kuenya dan membaca suratnya.


*Oh iya, maaf agak norak soal surat ini, tapi aku buatkan ini dengan hati. Hati yang tulus pada temannya, aku sangat menghargai kalau kamu mau mencicipinya.


Salam sayang, Chelsea*.


Keenan membuka brownies lumer yang rasanya sangat enak. Ia segera menelfon Chelsea untuk mengucapkan terima kasih. Chelsea selalu bersikap lembut padanya memperlakukannya dengan romantis, namun perasaan itu tak lagi untuknya. Keenan begitu menyayangi Zoya saat ini.


Chelsea mengangkat deringan ponsel dari Keenan. Dengan ragu Chelsea menghela nafas dengan mata berkaca.


*📞*


"Halo Keenan!"


"Halo Chelsea, makasih ya, kuenya. Dan suratnya!"


"Fiuh..jadi benar kalian akan menikah, kamu nggak punya perasaan apapun lagi sama aku, Keenan?"


"Kenapa kamu nanyain itu, Chelsea. Dari awal aku hanya menganggap kamu teman, maafin aku!"


"Hah..iya kamu benar, kapan kalian akan menikah?"


"Kami baru akan membahasnya lagi, itu baru rencana."


"Oh, rencana. Sebaiknya diam-diam saja lalu berikan undangan, karena kalau sampai tersebar, aku takut kalian nggak akan jadi."


"Kenapa kamu bilang begitu, Chelsea?"


"Ck, karena aku menyukai kamu, bodoh! Udahlah, jangan hubungi aku lagi, atau aku ganti kirim bom kerumah kamu."


"Bom? Apa kue ini isinya bom juga hehe.."


"Hum, nggaklah, itu khusus aku buat untuk kamu, sebelum kamu jadi milik orang lain."


"Maafin aku, Chelsea."


"Hum..aku matikan ya, selamat malam!"


"Selamat malam."


Keenan pun menghela nafasnya, ia merasa sangat bersalah pada Chelsea. Kemudian membuka brownies lumer dalam cup. Rasanya sangat enak, Chelsea sangat pandai membuatnya. Keenan memakannya dengan kesedihan dan rasa bersalah, karena sempat memberikan harapan palsu pada Chelsea yang sekarang makin menyayanginya itu.


**********

__ADS_1


__ADS_2