Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Honey-moon?


__ADS_3

Semua orang tertuju ke arah sumber suara dan melihat Vero masuk. Melihat dua wanita dengan satu pria yang ada di ruangan membuat Vero merasa perlu untuk bertanya. Vero menghampiri mereka,


"Keenan, istri kamu udah datang?" tanya Vero lalu menghampiri mereka.


"Ini Zoya istri aku, ini Chief Aiden, dan Chelsea. Mereka semua temanku," ucap Keenan memperkenalkan mereka pada Vero.


"Oh, Zoya. Maaf ya, saya udah melibatkan Keenan dalam masalah saya. Saya udah bertanggung jawab mengurus semua biaya perawatan, jadi kamu nggak usah pikirin soal itu." Vero berusaha menjelaskan akar masalah yang terjadi.


"Oke, aku terima. Karena Keenan terlihat nggak mengalami keparahan, aku minta anda jangan lagi melibatkan Keenan dan jangan pernah pakai jasa taksinya lagi!" Dengan tegas Zoya meminta Vero untuk tak lagi membawa Keenan dalam masalahnya.


"Eng..oh iya, maaf!" ucap Vero merasa kagum akan ketegasan dari wanita yang sudah berstatus sebagai istri Keenan itu.


Vero mengulurkan tangan pada Zoya, "Saya Vero, kita bisa berteman mulai hari ini!" ujar Vero. Zoya perlahan menjabat tangan Vero dan ditimpali senyuman oleh Vero. Terlihat berbeda saat Vero menatap Zoya namun Keenan merasa itu hanya perasaannya saja.


Setelah Zoya, Vero juga menjabat tangan Aiden dan Chelsea.


"Maaf Keenan, aku tinggal dulu ya, ada yang harus aku urus, kamu bisa pulang sore ini. Aku udah melunasi biaya administrasinya." ujar Vero.


"Makasih Vero," ucap Keenan.


"Kamu bisa pulang sore ini, apa kamu udah baik-baik aja?" tanya Zoya merasa aneh.


"Ayah yang minta sayang, dia marah banget waktu tau aku dipukuli. Sebentar lagi dia kesini, kita tinggal di mansion untuk beberapa hari, ya!" ajak Keenan.


"Ayah kamu??"


"Ayah kamu yang miliarder itu Keenan?" tanya Aiden.


"Iya, Aiden." ucap Keenan sedikit karam karena mengingat statusnya saat ini.


*******


Setelah melihat keadaan Keenan, Aiden dan Chelsea memilih pulang sedangkan Vero masih menunggu Danu wijaya dan Dila datang yang hendak menjemput Keenan di rumah sakit. Setelah mengurus segalanya, mereka bermobil dan Hilal yang mengendarainya. Saat di mobil Keenan diberi siraman rohani oleh Danu Wijaya.


"Kan udah ayah katakan, kamu selalu aja bantah. Untuk sementara kalian bisa tinggal di mansion, tinggal yang lama, sampai Keenan pulih." ujar Danu.


"Iya ayah!" sahut Zoya yang menuruti ayah mertua yang sangat menyayangi suaminya itu.


"Tapi ayah!" malah Keenan menyanggah.


"Kan, lihat Zoya suami kamu selalu aja membantah kami." ujar Dila.


"Sayang dengerin aja apa kata ayah, mereka kan khawatir sama kamu!" Zoya memberi pengertian pada sang suami.


"Iya mba Zoya, kalian di mansion aja dulu, aku akan jagain mas Keenan juga supaya cepat sembuh!" ujar Hilal menambahkan.


"Hum,,iya Hilal." sahut Zoya sedangkan Hilal tersenyum simpul dan kegirangan karena akhirnya mereka menemani Hilal di mansion.


Tak lama mobil tiba di mansion bak istana. Zoya dan Hilal membantu Keenan melangkah. Kakinya sedikit sakit dibawa berjalan karena penganiayaan tadi. Dan benar saja, di kamar tak kalah megah itu, sudah ada perawat yang Danu perintahkan untuk memantau kondisi Keenan.

__ADS_1


Keenan kembali dibawa ke kamarnya dan Zoya membantu sang suami merebahkan diri di ranjang empuknya.


"Sayang, kamu jagain anak nakal ini, ya! Kalau dia rewel, ikat saja!" ucap Dila.


"Anak nakal??" Keenan menggerutu disaat Dila pergi dari hadapan mereka.


"Iya bu!" sahut Zoya kemudian duduk di samping sang suami.


Wajah Keenan memerah, ia agak malu karena sikap orangtuanya yang memperlakukannya seperti anak kemarin sore.


"Mereka benar-benar memperlakukan kayak anak kecil sayang, makanya aku nggak mau tinggal sama mereka." keluh Keenan merasa kesal.


"Jangan bilang begitu sayang, mereka kan perhatian sama kamu!" ujar Zoya kemudian pelayan datang membawakan bubur hangat untuk Keenan.


"Den Keenan, ini bubur pesanan tuan Danu, dimakan ya den!" ucap pelayan itu.


"Makasih ya mba!" ucap Keenan.


"Makasih mba!" Zoya menambahkan kemudian mencicipi sedikit bubur buatan sang art, barulah Zoya menyuapi sang suami.


"Bersandar sayang, kamu makan dulu, ya! Biar cepat sehat," pinta Zoya dan mulai menyuapi sang suami dengan telaten.


"Iya sayang." sahut Keenan dengan senyuman. Ia menikmati saat sang istri menyuapinya.


Tak lama Hilal datang dan meminta Zoya menemui Danu dan Dila di ruang tamu.


"Mau bicara apa dek?" tanya Keenan.


"Yaudah, aku temui ayah sama ibu dulu, ya sayang. Kamu jagain mas kamu ya hehe.." ujar Zoya kemudian meninggalkan mereka. Setelah Zoya beranjak dari kamar Hilal lekas melingkari tangannya di tengkuk Keenan.


"Yee, ada hikmahnya mas dipukuli. Mas jadi bisa ke mansion hehe.." ucap Hilal malah senang.


"Kamu senang aku seperti ini?" tanya Keenan memelas.


"Bukan gitu mas, abis mas nih harus dipukuli dulu baru kesini, aku akan jagain mas. Mas baru boleh pulang kalau udah sehat, ya!" pinta Hilal. Keenan hanya menghela nafas seraya mengangguk.


********


Zoya tengah menemui Dila dan Danu yang terlihat begitu mesra di sofanya. Mereka bersenda gurau dan Zoya perlahan menghampiri mereka.


"Ayah, Ibu!" sapa Zoya pada mereka.


"Oh Zoya, duduk sayang!" ucap Dila dengan lembutnya. Nyatanya meskipun ia sempat bersikap kurang baik pada Keenan, ia tetap menyayangi menantunya itu karena merasa mendapatkan anak perempuan.


"Ada yang mau ayah tanyakan ke kamu," ujar Dila seraya memandang Zoya.


"Kenapa kalian menolak rumah pemberian ayah dan malah memilih tinggal di rumah atap lagi?" tanya Danu tanpa basa-basi lagi.


"Ini keinginan aku ayah, aku merasa nyaman tinggal disana. Keenan menyanggupinya dan kami berniat merenovasinya kalau sudah ada biayanya." ulas Zoya.

__ADS_1


"Jadi rumah dari ayah gimana, terbengkalai. Atau kalian punya rencana akan rumah itu?" tanya Danu.


"Em..gimana kalau kita bicarakan ini juga bersama Keenan, ayah. Biar lebih jelas!" pinta Zoya.


Mereka berjalan beriringan menuju ke kamar Keenan. Tampak dua kakak beradik itu tengah terkekeh bercanda riang gembira karena keseruan main play station. Dila geleng kepala melihat kelakuan kedua anak lelakinya itu.


"Ya ampun ayah mereka akrab banget!" ujar Dila pelan.


"Hilal itu sumringah bu karena punya saudara, apalagi dia sering merengek minta ayah untuk mengajak kalian tinggal bersama, Zoya." ulas Danu seraya menatap Zoya yang tersenyum tipis melihat perlakuan Keenan yang begitu menyayangi adik tirinya itu. Mereka benar-benar bromance, brother romance.


"Ayo kita gabung sama mereka, sayang!" ajak Dila seraya menggandeng lengan Zoya.


"Keenan, Hilal!" sapa Dila.


"Ibu, Ayah, Zoya! Udah ngobrolnya?" tanya Keenan lantas meletakan remote.


"Udah, kalian nih ngapain, seru banget kayaknya?" tanya Danu.


"Main ps, mas Keenan kalah telak haha.." sahut Hilal.


"Aku ngalah sama yang lebih muda. Oh iya, ada apa Ayah, ibu, Zoya?" tanya Keenan.


"Kami mau nanyain soal rumah itu, katanya kamu nggak mau menempatinya lagi?" tanya Danu.


"Iya ini kesepakatan kami, ayah. Aku juga ngerasa jauh lebih nyaman tinggal di rumah atap." jawab Keenan penuh keyakinan.


"Yaudah kalau mau kamu begitu, yang penting kalian merasa nyaman. Kalau mau apa-apa bilang aja sama ayah, hum..karena kalian menolak rumah, kalian ayah kasih tiket honeymoon aja ya, ke kota B selama seminggu, kalian bisa menginap di cottage milik teman ayah!" ujar Danu.


"Honeymoon selama seminggu di kota B?" tanya Zoya sedikit melotot lalu menetralkan perasaannya. Antusias memandang Keenan.


"Hum, semoga sebulan setelah liburan, Zoya langsung berbadan dua, gimana? Soal biaya, ayah akan tanggung. Sampai kalian tiba di kota ini lagi?" tanya Danu memberi penawaran.


"Oke." jawab Keenan singkat.


"Zoya? Kamu setuju?" tanya Dila.


"Aku ikut Keenan aja, bu." sahut Zoya.


"Yeeee..dapat ponakan baru yuhuuu!!!" pekik Hilal begitu riang sehingga yang lain hanya hening.


"Kenapa hehe.." Hilal jadi merasa malu.


"Aamiin!" seru mereka kompak sehingga Keenan terkekeh dan Zoya menghela nafas berat.


Fiuh!!!...


**********


Rajin up tapi sepi 😂 yang udah mampir jangan lupa tinggalin jejak ya 😍 makasih..

__ADS_1


__ADS_2