Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Happy mothers day


__ADS_3

Weekend..


Keenan tengah memakai kaos hitam dan sweater putih. Dilengkapi celana selutut dan sendal jepit. Ia menuruni tangga dan berniat akan joging. Ia berniat mengajak Zoya dan ternyata Zoya begitu antusias. Ia menggunakan kaos hitam dan training panjang dengan rambut dicepol kebelakang.


"Ayo, sayang! Kita makan lontong sayur aja!" ajak Zoya.


"Joging dulu sayang." sahutan Keenan diangguki oleh Zoya.


Namun, sebuah mobil datang di hadapan mereka dan keluarlah 4 pria dengan pakaian casual serba hitam meminta Keenan untuk ikut.


"Maaf Den Keenan, nyonya Dila minta anda untuk pulang sekarang!" pinta salah seorang diantara mereka.


"Maaf tapi aku akan kesana kalau aku mau, ini tempat tinggal ku, haruskah aku kesana dengan cara seperti ini?" tanya Keenan sedikit kesal.


"Sebaiknya kamu ikut aja, Keenan. Ini kan permintaan ibu kamu." ujar Zoya seraya memegang pundak Keenan menatapnya dengan lekat.


Tak lama ponselnya berbunyi dan Danu wijaya menghubunginya. Keenan mengangkatnya.


"Halo, ayah. Apa ayah yang minta mereka menjemput aku?" tanya Keenan.


"Iya, kamu harus pulang. Jangan membantah lagi, kamu akan segera melangsungkan pernikahan. Alangkah baiknya kamu segera mempersiapkan segalanya. Ayah akan datang sendiri membawa kamu kalau kamu nggak mengikuti ucapan ayah!" jawab Danu.


"Iya, aku akan ikuti apa kata, ayah. Aku tutup telfon nya ya!"


Zoya menatap Keenan dengan lekat dan mengangguk meminta ia menuruti ucapan sang ayah.


"Kamu ikutin aja apa kata ayah kamu, ini demi kebaikan kamu, sayang. Kabarin aja aku, kalau kamu mau pindah, aku akan bantu merapikan barang-barang kamu." pinta Zoya seraya membelai pipi Keenan.


"Maaf ya, aku ikut mereka sekarang. Aku pergi dulu, sayang." ucap Keenan dan diangguki oleh Zoya dimana Keenan pun masuk ke mobil disusul pengawal Danu Wijaya.


Tak lama mobil meninggalkan kediaman Zoya. Zoya sedih tapi juga bahagia, berharap mereka akan segera menikah. Karena yang Danu lakukan adalah demi kebaikan Keenan dan dirinya. Zoya kembali masuk ke rumahnya dan beranjak ke rumah atap guna menyirami bunganya.


Sementara Keenan pun tengah sampai di kediaman Danu Wijaya. Dila dan Danu tengah menunggu Keenan di ruang tamu. Keenan akan diantar menemui mereka hanya saja Keenan menolak dan menemui kedua orangtuanya sendiri.


"Assalamualaikum, ayah, ibu!" ucap Keenan dan disambut pelukan hangat oleh Danu yang begitu merindukan anak lelakinya itu.


"Ah, Keenan. Giliran dijemput barulah kamu pulang." ujar Danu sesaat melepas dekapannya.


"Ayah ini, aku akan pulang kalau aku mau, aku kan udah punya rumah." kilah Keenan.


"Sebentar lagi kamu akan nikah, Ayah nggak mau kamu selingkuh sana-sini, kita juga harus persiapkan pernikahan yang tinggal 3 minggu lagi. Kamu masih boleh bekerja sebagai supir taksi, tapi pulangnya kesini. Mulai hari ini." ujar Keenan sehingga ia tersenyum.


Setelah itu, mereka melanjutkan meninjau pembangunan kedai kopi yang rencananya akan diberikan pada Keenan. Kali ini, Keenan yang menyetir mobilnya, dan Danu tak henti menatap anak lelakinya itu.


"Kenapa ayah terus melihatku, apa ada yang aneh?" tanya Keenan dengan menyimpulkan senyuman.

__ADS_1


"Ayah sayang sama kamu, nak!" ungkap Danu sehingga Keenan tersenyum dan kembali menatap jalan membelah ramainya kendaraan yang melaju.


"Aku juga sayang sama ayah," ucap Keenan.


"Maaf kalau cara ayah kurang berkenan, jangan jauh dari ayah lagi, ya! Tinggalah dirumah mulai hari ini!" pinta Danu seraya memegang pundak Keenan berharap kali ini Keenan mau mendengarkan pintanya.


"Tapi, aku-"


Danu menggeleng, "Shut, ayah kurung kamu di kamar dan nggak ayah kasih keluar. Kalau kamu masih bandel!" ucapan berupa ancaman manis itu ditanggapi senyuman oleh Keenan.


"Astaga, aku bukan anak gadis ayah, aku anak lelaki. Hah..iya aku akan nurut! Aku nggak mau dikurung dikamar ayah, aku takut hehe.." tukas Keenan dengan tawanya disambut tawa oleh Danu.


"Ayah serius lho!" Danu menegaskan.


"Iya, Ayah. Aku nurut, ayah." sahut Keenan dengan menyimpulkan senyumannya. Danu pun tersenyum seraya mengangguk.


Keenan teringat kalau hari ini adalah hari ibu, jadi Keenan berniat membelikan sesuatu untuk wanita yang penting dalam hidupnya Dila dan Risna.


"Ayah, sekarang kan bertepatan dengan hari ibu, Aku niatnya mau kasih sesuatu ke ibu sama ibunya Zoya." ujar Keenan.


"Mau beli apa, emang kamu punya uang?" tanya Danu, dimana-dimana semua orang berpikir kalau Keenan itu tak beruang. Bahkan begitu banyak julukannya.


Keenan menghela nafas, "Kalau aku nggak ada uang, aku akan diam ayah." sahut Keenan sendu.


"Nggak ayah, ini sebenarnya bentuk syukur aku sama Tuhan, karena aku terpilih menjadi penyanyi terbaik dalam audisi online. Hadiahnya 10 juta, sebagian aku berikan sama temanku yang berjasa sama aku, dan sebagian lagi niatnya akan aku belikan sesuatu untuk ibu sama calon ibu mertuaku, ayah." jawab Keenan lugas.


"Wah, hebat kamu, Keenan. Emangnya kamu bisa nyanyi? Hum..oke, kita belikan mereka kalung aja, gimana?" usul Danu.


"Bisa ayah, Oke." sahut Keenan bersemangat.


"Ayah boleh lihat, apakah diunggah ke media sosial?" tanya Danu.


"Iya ayah, setelah ini gimana kalau aku traktir ayah makan. Ayah yang tentuin tempatnya!" sahut Keenan kemudian memberikan videonya pada sang ayah. Danu juga mengangguk menanggapi ajakan Keenan untuk mengajaknya makan di restoran.


"Oke." sahut Danu dan kembali fokus melihat video Keenan di ponselnya dengan seksama dan sumringah.


********


Entah kenapa Zoya malah sedih, jika ia mengatakan soal kepindahan Keenan sebenarnya itu bukan dari hati. Seperti yang pernah Keenan katakan, jika ia sampai pergi dari rumah atap Zoya pasti akan merasa rindu padanya.


"Hah..baru juga dia berencana pindah, aku udah kangen." gumam Zoya seraya menyiram bunga-bunga cantiknya.


Namun ada derap langkah terdengar ke rumah atap. Secepat itukah Keenan kembali, Zoya berniat akan menyambutnya. Namun tak disangka Aiden yang mendatanginya.


"Zoya!" sapa Aiden.

__ADS_1


"Pak Aiden," ucap Zoya seraya menghela nafas.


Setelah itu mereka mengobrol di kursi bale ditemani minuman kaleng. Aiden memberikan senyumannya.


"Aku senang dia nggak ada disini, jadi nggak ada pengganggu." Zoya masih belum sadar akan ucapan Aiden yang samar-samar terdengar.


"Maaf, anda bicara apa barusan?" tanya Zoya lagi.


"Nggak apa-apa, Aku cuma mau tau. Kapan pastinya, kamu dan Keenan akan menikah?" tanya Aiden.


"3 mingguan lagi, pak Aiden." jawaban Zoya membuat Aiden cukup terkejut karena secepat itu.


"3 minggu, fiuh.. selamat ya, Zoya!" ucapan Aiden seraya mendekap Zoya dengan eratnya.


"Iya, pak Aiden, aku harap bapak juga bisa menemukan kebahagiaan," harap Zoya dan ditanggapi sendu oleh Aiden.


Aiden melepas dekapannya, " Aku permisi dulu, ya! Makasih udah mau mengobrol, aku harap pernikahan kalian lancar!" ungkap Aiden dan mereka kemudian berpisah karena Aiden akan kembali pulang.


Setelah mengantar Aiden, Zoya kembali masuk ke rumahnya. Dan terkejut akan panggilan Risna yang sudah berada di kamarnya.


"Zoya!"


"Ya ampun ibu, kaget aku. Ibu ngapain disini?" tanya Zoya lantas duduk di dekat Risna.


"Ibu mau tau, apa kamu masih berhubungan dengan Aiden?" cecar Risna tiba-tiba sementara Zoya duduk di ranjangnya di samping Risna.


"Masih bu." sahut Zoya seraya bersandar di bantal.


"Jauhi dia, kamu akan nikah sama Keenan sebentar lagi." ujar Risna.


"Hehe...kayaknya kemarin ibu menggebu banget dukung aku sama Aiden. Sekarang malah sempet juga ya mikirin perasaan Keenan." tukas Zoya membuat Risna.


"Em..iyalah, Keenan kan calon menantu ibu. Jadi em..kamu harus mikirin perasaan dia. Tapi, dia kok nggak kelihatan dari tadi, dia nge grab juga hari minggu?" tanya Risna yang makin perhatian pada Keenan.


"Dia pulang ke rumah orangtuanya, ditelfon sama ayahnya tadi." jawab Zoya dengan senyuman.


"Hum..yaudah, bagusan dia tuh tinggal sama orangtuanya lho! Tapi dia bertahan disini, karena nggak bisa jauh dari kamu hehe.." kelakar Risna dan disenyumi Zoya.


"Ah ibu bisa aja, Udah siang bu, kita masak aja, yuk!" ajak Zoya.


"Ayo!" Sehingga mereka jalan bersama menuju dapur untuk memasak makan siang.


*********


Jangan lupa tinggalkan jejak yaa 😍...

__ADS_1


__ADS_2