
Keenan tersenyum pada Zoya saat mereka tengah bermobil bersama. Zoya teringat akan performance Keenan nanti malam yang akan live di stasiun tv. Lalu, Keenan menyalakan lagu Ed Sheren, dimana lagu itu akan dibawakannya nanti malam.
"Nanti malam, kamu jadi, Keenan?" tanya Zoya seraya menikmati lagu yang Keenan putar saat ini.
Tiba-tiba Zoya mengambil ponsel Keenan yang berada di dashboard, ia membuka playlist lagu didalamnya. Semuanya lagu korea, entah apakah Keenan benar-benar mencintai drama korea.
"Apa-apaan ini lagunya korea semua kebanyakan soundtrack, Kamu suka Drakor atau lagunya aja Keenan?" tanya Zoya.
"Dua-duanya, aku suka yang bertema romance yang tokoh prianya menye-menye haha.." sahut Keenan.
"Pantas aja, kamu jadi sadboy sekarang, kamu kebanyakan nonton Drakor tau, nggak." ujar Zoya.
"Kamu tau nggak, pria yang suka nangis tuh langka di movie ataupun sinetron di negara kita, kebanyakan di Korea. Dan biasanya nangisnya pria jauh lebih tulus daripada wanita karena, airmata mereka langka, kalau dia udah nangis berarti perasaannya udah sakit tingkat dewa." jelas Keenan.
"Ucapan kamu tuh kayak pujangga tau nggak. Udah, cepatlah! nanti malam kamu pergi sama siapa, sama Chelsea apa sama aku?" tanya Zoya.
"Eng.." Keenan teringat kalau ia juga mengajak serta Chelsea. Dan Zoya menebak pasti Keenan takkan melewatkannya. Keenan jadi bingung seraya menggaruk kepalanya yang terasa gatal karena bingung.
"Aku tau jawabannya, biar aku pergi sama Aiden, Aiden jangan lupa dikabari ya, supaya dia melihat performance kamu juga, kalau aku yang ngajak kan nggak enak, aku akan dukung kamu, Keenan! ganbatte hehe..." ucap Zoya sumringah.
"Makasih Zoya, love you too haha.." ucap Keenan seraya menarik pipi Zoya karena gemas.
"Ish, love you..love you..nggak mau." sahut Zoya lalu menyingkirkan tangan Keenan dari pipinya dan melihat ke depan. Keenan menghela nafas lalu kembali mengendarai mobilnya membelah jalanan yang diliputi hiruk pikuk pagi ini.
Sesekali Keenan melirik Zoya yang tak menatapnya lagi dan terfokus menatap ke jalanan. Keenan tersenyum dan kembali melajukan taksinya lebih cepat agar Zoya segera tiba di perusahaan Aiden.
Setelah mengantar Zoya, Keenan kembali melajukan taksinya guna mencari penumpang. Hari ini ia tak akan lama bekerja karena siang nanti Keenan harus bersiap ke kediaman Rangga untuk latihan sebelum show. Namun ponselnya kembali bergetar karena Keenan kembali mendapat penumpang.
Ia segera ke lokasi yang dituju, hanya dengan cara itu Biily bisa menemuinya. Billy kembali mengajak anak buahnya yang baru ia rekrut karena anak buah sebelumnya masih mendekam di penjara.
Keenan tak memperhatikan membiarkan mereka masuk sehingga Keenan terkejut melihat mereka lagi. Keenan berusaha bersikap tenang.
"Kamu jangan cari gara-gara lagi Billy, kalau nggak silakan turun!" pinta Keenan secara halus.
"No, aku mau kita ke suatu tempat yang indah." jawaban Billy kali ini sedikit berbeda karena dia bergaya layaknya pria tulen pada umumnya.
"Huft, okelah. Kamu agak berbeda, bersikaplah terus kayak gini!" pinta Keenan sesekali melirik kedua bodyguard Billy yang nampak sangar itu. Lalu Keenan kembali melajukan mobilnya.
"Em..honey!" ucap Billy.
"Keenan, Billy. Bukan honey." sanggah Keenan.
"Sweety," dan Keenan hanya mendehem "Hmm.." seraya memfokuskan diri melajukan mobilnya.
"Aku mau lunch sama kamu, ayo kita ke restoran mencari makanan! Kamu suka apa, bunny ku?" tanya Billy.
"Maaf, tapi aku nggak bisa, aku harus mencari uang hari ini." sahut Keenan.
__ADS_1
"Kamu bilang aja, kamu mau kemana. Aku akan mengantar kamu," ujar Keenan.
"Hotel honey." jawab Billy.
"Hotel mana?" tanya Keenan.
"Hotel x kita check in honey."
Keenan memejamkan mata sejenak lalu mengantar ke hotel yang Billy inginkan. Namun apakah barusan Billy mengajaknya check in semoga ini bukan jebakan lagi. Lagipula kenapa juga Billy selalu mengganti nomornya, terkadang malah menggunakan private number. Seperti yang barusan Billy lakukan jadi Keenan kena juga akhirnya.
"Maaf Billy, aku nggak bisa mengantar kamu, carilah taksi lain." tiba-tiba Keenan menghentikan taksinya dan meminta Billy untuk turun.
"Kenapa, nggak sopan kamu, Keenan? Aku bayar tau." sanggah Billy.
"Ke hotel, check in, aku nggak mau kena jebakan batman lagi. Sebaiknya kalian turun sekarang." Keenan menghentikan laju taksinya dan dengan terpaksa meminta mereka turun.
"Kamu kok gitu, sih!" keluh Billy namun tiba-tiba ia mengepal kepalanya. Keenan pikir kenapa lagi dengan pria aneh di hadapannya ini.
"Hey, kalian turunlah! Bawa majikan kalian ini keluar!" pinta Keenan pada bodyguard Billy.
Namun, ponsel Billy berbunyi dari Rayan yang mencarinya. Keenan antusias mengambil ponselnya dan memberitahukan keadaan Billy saat ini. Sementara itu, Keenan mengantar Billy ke klinik psikologis, dimana ada Rayan disana tengah menunggu mereka. Dan sekeluarnya dari taksi Billy sudah menggelayut manja di leher Keenan dan tak mau melepaskannya. Melihat tindakan sang adik, Rayan segera melerai Billy yang tak mau melepaskan Keenan.
"Billy, lepasin Keenan. Kasian dia, Billy!" pinta Rayan sementara sang bodyguard membantu Billy dan membawa Billy untuk memeriksakan keadaanya.
"Terima kasih, Keenan. Udah membawa Billy. Maaf, kalau Billy sempat melakukan hal yang kurang baik sama kamu sebelumnya." ucap Rayan.
Pria berpostur tinggi dan tampan itu merasa tak enak akan sikap sang adik.
"Iya, saya mengerti. Hati-hati Keenan, doakan supaya Billy segera sembuh, meskipun ini sulit." pinta Rayan.
"Semoga Billy segera sembuh, saya permisi dulu!" pamit Keenan lantas pergi dari hadapan Rayan.
*******
Aiden putra company...
Setelah merapikan ruang depan Zoya beranjak ke pantry, Zoya justru ragu mengajak Aiden kali ini. Jika Chelsea juga ada bukannya akan terjadi kecanggungan nantinya. Namun ia berusaha tetap tenang menghadapi situasi yang memiliki beberapa perubahan kali ini.
Zoya berjalan menuju ke ruangan Aiden seraya membawakan kopi untuk Aiden. Zoya sedikit ragu setelah meletakkan kopi itu di hadapan Aiden, niatnya Zoya ingin mengajaknya. Namun, tiba-tiba Aiden mengeluarkan tiket show untuk menonton dance nanti malam.
"Zoya, kita nonton dance Keenan secara live yuk! Di studio, nanti malam Keenan bareng kamu, nggak?" tanya Aiden seraya melihat tiket yang Aiden sodorkan.
"Hum, dia bingung pak Aiden." jawab Zoya dengan jujur.
"Bingung? Oh, iya Zoya kita duduk di sofa itu biar lebih nyaman, yuk!" ajak Aiden serta merta menggandeng tangan Zoya sesaat.
"Eh, bingung kenapa?" tanya Aiden.
__ADS_1
"Oh, nggak apa-apa." jawab Zoya datar.
"Yaudah, nanti malam biar aku jemput kamu. Mungkin, Keenan mau pergi dengan Chelsea." ujar Aiden.
"Ah, iya. Mereka pasti pergi bersama," tukas Zoya namun tiba-tiba merubah raut wajahnya lantas Aiden tersenyum.
"Apa, kamu cemburu, Zoya. Sepertinya raut wajah kamu berubah saat kita membahas mereka?" tanya Aiden dimana hatinya juga jadi gamang karena sikap Zoya.
"Aku? Cemburu hehe..Apa yang pak Aiden katakan?" Zoya merasa ada sesuatu yang membuatnya tercekat.
"Syukurlah kalau kamu nggak merasa seperti itu, aku jadi tenang Zoya!" jawaban Aiden seraya meraih jemari Zoya dan menggenggamnya dengan senyuman.
"Kenapa, pak Aiden merasa tenang?" mendengar pertanyaan Zoya, Aiden tersadar ia baru saja terlarut akan perasaannya pada Zoya. Aiden melepas tangan Zoya perlahan.
"Em..karena, berarti...belum ada yang mengisi hati kamu. Jadi.." belum selesai Aiden bicara terdengar suara ketukan pintu dari luar. Segera mereka merasa salah tingkah, Zoya segera mengambil posisi berdiri. Namun tetap saja tingkah mereka diketahui karena ruangan Aiden tembus pandang hanya berlapis kaca.
*Tok....
Tok*...
"Masuk!" sahut Aiden akan ketukan pintu dari Chelsea tersebut.
"Oh, maaf! Apa saya mengganggu, pak Aiden?" tanya Chelsea seraya menatap Zoya.
"Eh, maaf, saya permisi ke pantry pak Aiden, mari Chelsea!" ucap Zoya seraya pergi dari hadapan Aiden dan Chelsea.
Aiden menghela nafas, hampir saja ia menyatakan perasaannya. Namun, kedatangan Chelsea jadi memecah segalanya dan Aiden gagal menyatakan perasaannya.
"Maaf, saya hanya mau memberikan laporan tentang pameran kemarin, banyak yang memesan furniture yang berharga fantastis pak Aiden, sehingga omset kita naik dengan signifikan bulan ini." ujar Chelsea seraya duduk di hadapan Aiden.
Lantas Aiden melihat laporannya dan membukanya satu demi satu. Chelsea merasa ada keanehan sebelum ia masuk tadi.
"Maaf, apa pak Aiden berniat menonton live performance Keenan nanti malam?" tanya Chelsea.
"Iya, saya sengaja membelinya khusus untuk melihat performance Keenan. Apa kamu akan pergi bersama Keenan malam nanti?" tanya Aiden.
"Iya, Keenan mengajak saya pergi bersama. Apa, pak Aiden akan menyaksikannya juga, bersama...Zoya?" tanya Chelsea dan sedikit melambatkan ucapannya sebelum menyebut nama Zoya.
"Oh, jadi kamu akan pergi dengan Keenan. Ah, iya. Aku akan pergi bersama Zoya, dia juga menyetujuinya. Sampai ketemu nanti malam, ya!" ujar Aiden berkata dengan tenangnya akan pergi bersama Zoya di hadapan Chelsea.
"Baik, pak. Saya permisi dulu!" ucap Chelsea dan Aiden mengangguk.
Aiden merasa lega saat Chelsea mengatakan akan pergi bersama Keenan. Jadi Aiden bisa mengajak Zoya pergi bersama malam nanti. Chelsea sebenarnya merasa iri, ia menyadari kalau Keenan dan Aiden sama-sama menyukai Zoya. Namun, karena belakangan Keenan dekat dengannya. Membiarkan Keenan patah hati, adalah awal dari rencananya. Karena Zoya telah merebut perhatian mereka dari Chelsea.
Hum..kita lihat aja, siapa yang kecewa dan siapa yang bahagia..bahkan kamu juga Keenan, aku nggak akan biarin kamu dan Zoya bersama, karena aku mulai menyukai kamu..huft...sabar Chelsea..
Chelsea bermonolog karena niatnya untuk mempermainkan Keenan malah membuat ia ketulah. Ia malah jadi balik menyukainya saat tau betapa nyamannya berada di dekat sopir taksi online tersebut.
__ADS_1
*********
Mohon dukungannya 😍...