
Sore ini, Keenan pulang lebih cepat dan ia membawakan Risna pakaian satu set gamis dan hijabnya. Kebetulan sekali Risna tengah membersihkan daun kering yang berhamburan di pelataran. Keenan tak bergeming, ia masih mengumpulkan keberanian untuk melakukan itu. Namun tak lama Zoya dan menegur sang suami.
"Sayang, kamu ngapain disini?" tanya Zoya lalu Risna beralih menghampiri mereka.
"Zoya, kamu udah pulang! Ibu kebawah dulu ya," Risna hendak kebawah dan Keenan menyembunyikan apa yang ingin ia berikan dibalik punggungnya.
Zoya dan Keenan beranjak masuk kedalam dan Keenan meminta Zoya saja yang memberikannya.
"Sayang kasih ini buat ibu!" pinta Keenan.
"Apa ini sayang?" tanya Zoya kemudian melihatnya.
"Kamu belikan buat ibu sayang, kenapa nggak langsung kamu kasih tadi?" tanya Zoya melihat baju gamis berwarna putih dengan motif bunga-bunga kecil.
"Kamu aja deh, aku mandi dulu ya!" Keenan beranjak ke toilet untuk mandi sedangkan Zoya tersenyum akan perhatian yang Keenan lakukan.
Zoya yang hendak masak beranjak ke kamar Risna dan memberikan baju pemberian Keenan.
"Bu, satu set baju gamis buat ibu." ujar Zoya sedangkan Risna tersenyum.
"Waduh senengnya ibu dibeliin baju gamis, lumayan buat ke undangan, eh..bagus banget ini, kayaknya beli di mall ya hehe..." Risna sangat senang dengan baju yang Dila pilihkan di mall tadi.
"Ibu suka nggak? Itu dari Keenan, bu." Zoya pun mengatakan yang sebenernya.
"Dari dia, apa dia mau menyogok ibu, sampai kapanpun ibu nggak akan pernah suka sama dia," ujar Risna lalu kembali mencampakkan baju itu di pangkuan Zoya.
"Ibu nggak boleh nolak rezeki, kenapa sih ibu sebenci itu sama Keenan, apa salah dia bu!" ujar Zoya merasa sedih.
"Emang dari awal ibu nggak suka sama dia tapi sama Aiden, mana udah dua bulan kalian nikah belum ada tanda-tanda kamu hamil, kamu pasti nyesel juga kan nikah sama dia," Risna mulai naik pitam.
"Ibu ngomong apa sih, nyesel darimana, justru aku takut Keenan yang nyesel nikah sama aku karena sikap ibu yang berubah-ubah kayak bunglon!" ujar Zoya merasa kesal.
Plok!!
Risna menepuk lengan Zoya dengan kencangnya.
"Auh, sakit bu!" lirih Zoya.
"Kalian periksa ke dokter, ibu mau menimang cucu secepatnya!" Risna bicara banyak hal dan Zoya hanya menghela nafas.
Setelah selesai memasak, Risna dan Zoya kembali naik ke rumah atap. Tampak Keenan tengah menyapu rumah atap itu.
"Eh ibu, gimana apa ibu suka gamisnya?" tanya Keenan sesaat Risna dan Zoya masuk ke dalam.
__ADS_1
"Biasa aja, yaudah Zoya bersiaplah ajak dia ke Dokter kandungan, dia punya uang nggak untuk mengajak kamu kesana?" tanya Risna seraya melirik Keenan.
"Ada bu, yaudah ayo sayang!" ajak Keenan kemudian mereka beranjak ke dokter kandungan.
Ternyata memang belum ada tanda-tanda sejauh ini, Keenan memberi pengertian pada Zoya dan Zoya beruntung mereka akan menunggu hingga Tuhan memberikan karunia itu dengan berikhtiar terus. Setibanya dirumah, Zoya memberitahukan hasilnya dan menghela nafas.
"Kalian yakin, kalian sehat. Atau kamu Keenan yang bermasalah?" tanya Risna dan Sandi hanya menghela nafas.
"Memang belum dikasih bu. Aku belum periksa bu, hanya Zoya aja!" ujar Keenan.
"Kamu jangan sok tau, apa Dokter itu membual, kalau Zoya sehat jangan-jangan kamu yang bermasalah!" tutur Risna nampak kesal.
"Besok saya akan periksa juga bu." ucap Keenan dengan lembutnya.
"Udahlah ibu mau ke toilet!" Risna beranjak dan pergi dari kamarnya.
"Yuk kerumah atap lagi sayang!" ajak Zoya seraya mengalungkan tangannya di tengkuk Keenan.
"Kenapa jalannya gini, lepasin leher aku dong!" pinta Keenan karena istrinya itu sengaja melakukannya. Risna yang melihat nampak jengah.
"Nggak mau, aku suka seperti ini haha.." Zoya mulai agresif lagi. Keenan hanya pasrah dengan perlakuan Zoya yang agresif tersebut.
"Gosh..." Keenan hanya menghela nafas.
Segitu sayangnya kamu sama aku Zoya, makasih ya, sikap kamu ini selalu menguatkan aku, nggak tau jadinya kalau tanpa kamu sayang, love you segunung hehe..
Keenan membatin dalam hatinya akan sikap Zoya padanya saat ini.
Sepertinya tak ada efeknya dengan apa yang terjadi. Anak sematawayangnya itu sudah bucin dengan Keenan. Keenan yang tak hanya berparas tampan tapi juga memiliki hati yang baik. Sudah jelas anak sultan tapi masih saja bersikap sederhana dan tak membanggakan nasib baiknya saat ini.
********
Sementara Aiden tengah kelimpungan karena tak pernah menunjuk asisten pria sebagai partner kerjanya. Ia biasanya melimpahkan semua tugas pada Chelsea namun Aiden tak tega dengan calon istri nya itu.
Rambut sudah acak-acakan mengurus pekerjaan dan pernikahan. Aiden bahkan jadi sering mandi telat mendekati malam hari. Itupun karena badannya terasa lengket jadi ia pun harus menunda pekerjaan dan menyegarkan tubuhnya di bawah kucuran air shower.
Setelah mandi Aiden hanya melilit tubuh polosnya dengan handuk di pinggangnya. Berkaca dan merapikan rambutnya lalu menuju ke almari untuk berpakaian.
"Ah, sepertinya enak nonton bioskop sama Chelsea, hari ini ada film romantis nggak ya, aku cek dulu!"
Aiden mengecek jadwal film yang akan tayang di bioskop hari ini.
"Nah untung ada, Sebenarnya aku suka film horor jadi kalau Chelsea ketakutan dia bisa memelukku..Film horor ajalah. Pas banget nih, ada. Judulnya apa nih layangan putus haha..seriusan ini film horor cari horor luar negeri aja, ahh..nonton streaming aja dirumah Chelsea, semoga dia mau!" ujar Aiden kemudian memakai baju casual dan menuju ke mobil mewah nya itu.
__ADS_1
Aiden berulang kali melihat pantulan wajah tampannya di spion yang berada di sisi kanan mobilnya. Tak lama ia tengah berada di depan rumah Chelsea dan hendak memasukinya.
"Assallamuallaikum!" ucap Aiden.
"Waalaikumsalam." sahut Chelsea.
Chelsea tersenyum dan mengajak Aiden menuju ke ruang home teater miliknya untuk menonton film romantis favorit Chelsea. Chelsea sangat menyukai film romantis barat, dan adegan yang kissing-kissing itu membuat gairah Aiden terbujuk untuk menirunya juga.
Saat menonton tanpa suara sangat khidmat ditemani camilan. Aiden agak canggung, kedua insan itu meneguk saliva berulang kali kala adegan yang memancing berahi datang.
"Heh..kenapa isinya seperti ini sayang?" Aiden memijat dagunya sesaat dan menatap Chelsea.
"Kenapa hehe..kamu mau juga?" Chelsea seolah memancing pria berusia 26 tahun itu untuk mengikutinya.
"Aku hehe..hah..kita ganti film komedi aja sayang hehe.." sanggah Aiden karena entah film panas apa yang tersaji di hadapannya kini.
"Ini film apa sih sayang?" Aiden mulai bertanya.
"film romantis komedi sayang." sahut Chelsea seraya bersandar di dada bidangnya.
"Mana komedinya? Ini mah film romantis panas hehe.." sanggah Aiden sehingga Chelsea terkekeh.
"Itu pemanis sayang, adegan komedinya ada nanti." Chelsea kembali membuat Aiden bingung.
"Oh ada ya. Oke." Aiden tetap berusaha mengerti. Sedangkan Chelsea menggeleng saja dengan respon yang Aiden tunjukan.
"Harusnya yang nonton ini udah nikah sayang, menonton ini serasa dibawah umur." Aiden mulai berkelakar.
"Aku hanya mengajak nonton sayang, kamu nggak usah travelling kemana-mana." Chelsea menyesap coklat panas yang ia sajikan untuk teman nonton.
"Gimana ceritanya, udah pasti aku traveling kalau adegannya demikian." Aiden berkilah lagi.
Chelsea hanya tersenyum seraya menggeleng. Lalu mematikan tv nya.
"Kenapa dimatiin sayang, lagi seru tau!" protes Aiden.
"Abisnya kamu bawel banget, yaudah kita karaokean aja, biasanya kan kita karaokean di Unyil Vista tapi sekarang disini aja ya!" ajak Chelsea.
"Hum..bolehlah." Aiden mengiyakan saja ajakan Chelsea daripada menonton acara yang katanya romantis komedi tapi malah komedi panas itu.
Setelah itu mereka karaokean dan kembali mesra lagi karena Chelsea terus bersandar di dada bidang sang kekasih hati. Seraya menyanyikan tembang modern yang sesuai dengan suasana hati mereka saat ini.
*********
__ADS_1