Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Sayangi istrimu


__ADS_3

Ia datang dengan wajah marah menghampiri Keenan. Zoya dan Keenan antusias berdiri menatap kedatangan wanita yang tampak dipenuhi amarah itu. Saat wanita itu tengah tiba di hadapan Keenan, tangan kanannya mendarat mulus di pipi Keenan.


Plak!!


Keenan terbelalak terutama Zoya, siapa wanita itu kenapa datang-datang menepuk kencang pipi suaminya. Keenan rasanya ingin marah namun ia mencoba sabar menghadapi wanita yang seenaknya menampar wajahnya itu.


"Kenapa kamu menampar aku, Mia? Aku salah apa emangnya?" tanya Keenan tak mengerti.


"Mia?" Zoya teringat kalau Mia adalah ibu dari Alvan. Wanita yang sudah tega menelantarkan anak kandungnya sendiri.


"Aku minta kamu menjaga Alvan, Keenan. Tapi kamu malah menitipkan Alvan ke panti asuhan!" geram Mia sudah jelas dia yang salah malah Keenan yang dijadikan sasaran karena ia cemburu akan kemesraannya dengan Zoya.


Mia sudah diasingkan lagi ke Indonesia karena tingkah lakunya yang tidak baik selama jadi tenaga kerja wanita. Keenan berusaha mengontrol emosi yang berkecamuk namun ganti Zoya yang menampar pipi mulus Mia.


Plak!!..


"Kenapa kamu nampar aku hah.." Mia merasa geram.


"Karena kamu udah seenaknya menampar suami aku, salah dia dimana haa..kamu yang menelantarkan Alvan, seenaknya kamu minta Keenan menjaganya, apa Keenan tempat penitipan anak, minta maaflah sekarang!" ujar Zoya.


Mia merasa amat sangat cemburu karena Keenan tak lagi sendiri. Mia adalah wanita berusia 23 tahun, hidup tak tentu arah karena kedua orangtuanya sudah tiada. Mia kembali menatap Keenan yang masih memandangnya dengan sendu. Lalu Keenan mengajak Mia berbicara di taman.


"Kamu tau, aku selalu menghubungi kamu supaya kamu mau menikahi aku, tapi kamu nggak pernah menggubrisnya?" tanya Mia.


"Maaf Mia, aku nggak menyukai kamu. Hubungan kita juga cuma sebatas supir dan penumpang. Aku menolong kamu karena aku peduli sama Alvan yang sakit, bukan karena aku mengharap yang lebih." jelas Keenan.


"Sebaiknya kamu jauhi Keenan, mulai sekarang. Jangan libatkan dia lagi, tengoklah anak kamu di panti asuhan, jangan maunya bikin doang tapi nggak mau ngurusin!!" sarkas Zoya.


"Kita duluan! Ayo sayang, kita pulang!" ajak Zoya seraya menggandeng tangan Keenan dengan eratnya. Namun Mia tak ingin menyerah, ia menarik tangan Keenan dan memohon untuk dinikahi juga.


"Tunggu, tolong nikahi aku Keenan, aku suka sama kamu! Awalnya aku menggunakan Alvan untuk menjebak kamu tapi ternyata semua rusak saat aku dengar kamu udah nikah!" pinta Mia.


"Jangan asal bicara kamu Mia, menikahlah dengan pria lain. Aku nggak bisa menikahi kamu," sanggah Keenan dan hendak pergi bersama Zoya sehingga Mia merasa kesal dan memukul punggung Keenan yang sempat tertembak.

__ADS_1


"Kamu ini!"


Bug!!


"Auh!" Keenan meringis menahan sakit.


"Apa yang kamu lakuin haa..Tolong!! Ada penjahat disini!" Zoya memekik sehingga Mia kembali pergi.


"Kita akan ketemu lagi lain kali Keenan, dan aku nggak akan melepaskan kamu!!" ancam Mia kemudian Zoya memapah tubuh kekar itu perlahan.


"Udah sayang nggak apa-apa, udah mendingan kok!"


"Seenggaknya kita pulang dulu, lukanya belum pulih kenapa dia malah memukul kamu di bagian yang terluka." Zoya kembali membawa Keenan hingga membantunya naik ke rumah atap.


Zoya melihat luka Keenan lagi, dan untungnya tidak serius. Ia ganti mengoleskan obat agar lukanya segera mengering. Wanita itu cantik, Zoya merasa mungkin sejak pertemuan mereka Mia sudah menyukainya namun Keenan tak pernah menanggapinya.


"Untung lukanya nggak kenapa-kenapa, masih nyeri nggak?" tanya Zoya seraya menyeka keringat yang membasahi keningnya. Keenan agak meringis mengelap darah yang berada di sudut mulutnya.


"Apa sekeras itu tamparannya hingga bibir kamu berdarah. Kapan sih wajah suami tampanku ini mulus lagi, baru mendingan luka bekas pukulan Vero kemarin, ini udah bonyok lagi, haduh.." Zoya menghela nafas kemudian mengoleskan obat pereda nyeri ke wajah Keenan.


"Laki begini mah biasa sayang hehe..tapi kamu jangan marah ya! Karena benar dia sering bilang suka ke aku dan minta dinikahi sebelum kita nikah tapi aku nggak pernah menanggapi karena aku nggak suka sama dia." jelas Keenan.


"Iya aku percaya, tapi aku jadi kuatir, dia aja berani menampar kamu, aku takut dia menjebak kamu lagi!"


"Semoga Allah selalu melindungi rumah tangga kita dari orang-orang yang berniat nggak baik!" harap Keenan seraya memeluk Zoya dengan eratnya.


"Aku nggak mau kehilangan kamu dan anak kita sayang!" ucap Keenan sehingga Zoya mengangguk dan ikut melingkari tangannya di punggung Keenan. Zoya juga berharap demikian semoga tak ada orang ketiga dalam hubungan mereka.


Mendengar pembicaraan Keenan dan Zoya, Risna antusias membuka pintu yang tak tertutup rapat dan menghampiri mereka.


"Keenan, anak kita, kalian? Zoya hamil?" tanya Risna dengan sumringah.


"Iya bu, aku hamil baru 5 minggu." jawab Zoya sehingga Risna berhambur memeluk putri sematawayangnya itu.

__ADS_1


"Akhirnya, ibu akan jadi nenek. Keenan, jagain Zoya dengan baik ya, tadi ibu seperti dengar kehilangan, kehilangan apa maksudnya?" tanya Risna namun menatap Keenan.


Keenan tergagap, Risna malah duduk hendak tau saja urusan pasutri itu. Keenan dan Zoya saling berpandangan, kemudian Zoya menjawabnya.


"Kehilangan bu, karena janinnya masih muda jadi kami harus menjaganya dengan baik. Iya kan, sayang hehe.." sahut Zoya seraya menatap Keenan.


"Iya bu. Doain Zoya sama calon cucu ibu ya supaya sehat terus hingga persalinan!" pinta Keenan dengan senyuman.


"Iya, kamu juga Keenan. Kalau sudah mulai bekerja nanti jaga diri kamu dengan baik, jangan sampai dipukuli lagi, terluka lagi. Karena ada Zoya dan calon anak kamu yang butuh kasih sayang kamu, jangan macam-macam ya!" nasihat Risna pada menantunya itu.


"Iya Ibu, aku akan jagain Zoya dan calon cucu ibu. Makasih atas perhatian ibu!" ucap Keenan serta merta memeluk Risna sehingga Risna terkejut. Zoya yang melihat hal romantis itu hanya tersenyum karena baginya seorang ibu adalah prioritasnya. Risna pun mengelus punggung Keenan yang makin mengeratkan pelukannya.


Setelah saling berpelukan bak teletubies, Risna kembali keluar untuk pulang. Zoya tersenyum pada Keenan dan mengelus Michi si kucing yang kemudian melepaskannya lagi. Sementara Keenan menyandarkan Zoya dalam pelukannya dan tak henti membelai perutnya.


"Besok cus kerja lagi, ngumpulin uang buat lahiran si unyil hehe.." ucap Keenan. begitu bersemangat.


"Kamu mau kasih nama anak kita unyil?" tanya Zoya yang mulai sensitif sejak hamil.


"Sebutan aja sayang, kan masih kecil unyu hehe.." jawab Keenan seraya menarik pelan pipi Zoya.


"Sayang, kemarin gimana rasanya tertembak. Apa rasanya kayak ketusuk durian atau ketusuk jarum?" tanya Zoya serius namun Keenan malah tertawa.


"Hahaha.."


Zoya langsung menarik diri karena ia sangat malas saat mulai serius Keenan malah tak bisa diajak kompromi. Zoya langsung melotot sedangkan Keenan malah mencium pipinya.


"Jangan marah, maaf! Untung kemarin aku yang kena sayang, kalau kamu yang kena kemarin, udah aku habisin Vero sialan itu!" ucap Keenan masih terbesit emosi yang begitu dalam.


"Kamu nih aslinya bisa berantem ternyata, tapi kok ujungnya babak belur sih hehe.." ujar Zoya terkekeh.


"Bisa berantem juga aku bukannya seorang jagoan, yang bisa karate, taekwondo atau apalah, aku ngelawan aja sebisaku, tapi kalau dikeroyok ujungnya tepar juga hehe.." jelas Keenan teringat saat ia dipukuli genk motor saat itu.


"Hah..kamu nih sayang, yaudah kita makan dulu yuk, gabung aja sama ayah dan ibu, barusan ibu kirim pesan buat makan bareng aja!" ujar Zoya sehingga Keenan mengangguk.

__ADS_1


"Ayo sayang!" ajak Keenan kemudian mereka selalu bergandeng tangan menuruni anak tangga. Bahkan Keenan beberapa kali menciumi pucuk kepala sang istri dengan penuh kelembutan. Zoya juga menikmati curahan kasih sayang sang suami dengan senyuman.


***********


__ADS_2