
3 bulan berlalu...
Seharusnya Zoya dijadwal melahirkan bulan besok, namun sepertinya ketiga anaknya sudah siap untuk menemui kedua orangtuanya karena Zoya sudah mengalami kontraksi dini. Zoya merasa kesakitan luar biasa ketika kandungannya berusia 36 minggu.
Ketika terbangun dari tidur, Zoya mengalami kontraksi yang makin lama makin sering.
"Sayang, perut aku sakit banget mulas!" lirih Zoya seraya meremas kuat-kuat tangan Keenan.
"Mulas, apa kamu mau lahiran, bukannya harusnya sebulan lagi sayang?"
"Kalau kembar bisa maju sayang, aku nggak kuat sayang, sakitt!!"
"Iya, iya, kita ke Dokter kandungan sekarang ya!"
Keenan segera mengambil taksinya di pool dan membawa Zoya serta kedua mertuanya ke Dokter kandungan.
"Bukannya harusnya awal bulan, ini baru pertengahan bulan kenapa sudah kasih sinyal cinta?" tanya Risna.
"Sinyal cinta?" Keenan dan Sandi yang berada di kursi kemudi dan samping kemudi terbelalak dan saling berpandangan.
"Sinyal cinta itu apa bu, sinyal ponsel?" tanya Sandi tak mengerti.
"Hah..bapak-bapak taunya menanam benih aja, sinyal cinta pun nggak tau, lahiran ayah, itu bahasa anak zaman now.." jawab Risna sekenanya.
"Hah..ibu nih ribet amat, bilang aja lahiran, pakai bahasa sinyal cinta segala, haish.." ujar Sandi.
"Sabar ya nak, sambil istighfar, semoga bisa lahiran normal!" harap Sandi menenangkan putrinya.
Praktek Kandungan Dokter Mila...
Zoya yang sudah kesakitan karena kontraksi dibaringkan di brankar. Sepertinya untuk tindakan normal tidak bisa dilakukan karena letak posisi janin yang tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan secara normal.
Sehingga Zoya menyetujui persalinan secara cesar. Keenan juga menghubungi seluruh keluarganya. Agar bisa datang dan ikut mendoakan jabang bayi yang akan terlahir ke dunia. Zoya yang awalnya kesakitan mulai berzikir dan berdoa namun dengan meringis karena kontraksi yang semakin lama semakin sering.
Keenan selalu setia berada di sampingnya. Seluruh pihak keluarga sudah datang, Danu dan Dila mengajak serta Mario guna mendoakan keselamatan Zoya dan bayi kembarnya.
"Gimana pak Sandi dengan Zoya?" tanya Danu cemas.
"Zoya akan di operasi Cesar, sepertinya sudah sangat kesakitan. Jadi segera diambil tindakan karena sudah pecah ketuban pak Danu, semoga mereka semua selamat!" Sandi sedikit menyeka air mata karena sedih akan putrinya yang kesakitan menahan kontraksi.
"Sabar ya, kita doakan semoga ibu dan bayi selamat, lancar persalinannya." ucap Dila pada Risna yang harap-harap cemas sehingga mereka terasa hening.
Perlahan Zoya sedikit tenang, operasi Cesar dilakukan. Keenan terus menemani Zoya dengan pakaian pasien. Keenan terus membimbing sang istri untuk melafalkan doa-doa agar Allah permudah perjuangannya.
"Zikir sayang, berdoa ya! Kamu hebat, kamu kuat sayang!" Keenan terus meluncurkan kalimat pujian pada sang istri. Sementara ibu jari menyeka air mata yang terus menggenang dari pelupuk mata.
Tak lama kemudian, suara tangisan bayi pertama menggema. Bulir air mata lolos begitu saja dari pelupuk mata pria yang kini sudah bergelar sebagai ayah itu. Kecupan terus dihujani oleh Keenan pada sang istri.
__ADS_1
Oek..Oek..
"Bayi pertama lelaki ya!" seru Dokter Mila.
Tak lama lagi terdengar suara tangis bayi kedua dan ketiga dengan jenis kelamin perempuan.
"Yang kedua dan ketiga perempuan," seru Dokter Mila lagi.
"Alhamdulillah sayang!" ucap Zoya memandangi Keenan dengan bahagia. Segera kedua bayi dibersihkan dan diletakkan di dada hangat mamanya. Sedangkan satunya lagi diletakkan di dada Keenan supaya hangat.
Bayi mungil itu ketiganya mirip wajahnya dengan dirinya. Setelah skin to skin dengan Zoya. Barulah ketiganya diletakkan di tempat tidur bayi.
Seluruh keluarga saling berpelukan penuh haru biru. Mereka berhambur melihat triple malaikat kecil. Betapa gemasnya para kakek dan nenek mereka. Karena mereka mendapatkan cucu pertama mereka sebanyak tiga sekaligus.
Mereka menggendongnya satu persatu. Setelah itu Keenan mengadzani ketiga bayinya. Saat Keenan melafalkan adzan, para keluarga terdiam dan menghayati merdunya lantunan suara adzan Keenan bak muadzin.
Keenan menggendong ketiga bayinya dalam dekapan tubuh kekarnya. Ketiga bayi mungil yang rata-rata berbobot 2 kg keatas itu begitu nyaman dalam gendongan papanya.
"Zoya, apa nama panggilan kalian untuk ketiga anak kalian?" tanya Risna.
"Mama..papa.." sahut Zoya dan diangguki oleh Keenan.
"Lalu siapa nama mereka, apa kalian sudah menyiapkan?" tanya Dila yang kemudian mengambil salah satu diantara ketiga bayi lucu nan imut itu dan Risna juga menggendong bayi satunya.
"Yang perempuan namanya Haura Latisha dan Meira Alesha dan yang lelaki, siapa sayang?" tanya Zoya.
"Berarti nama mereka Razka, Haura dan Meira ya, namanya sangat bagus, semoga jadi anak soleh solehah ya cucu-cucuku!" ucap Danu dengan sumringah.
"Aamiin." sahut yang lainnya.
Setelah ketiga malaikat kecil pasangan Keenan dan Zoya terlahir ke dunia. Mereka memberikan ranjang bayi buatan Danu. Ranjang itu besar sehingga muat untuk ketiganya sebelum mereka dewasa. Danu juga mendanai renovasi rumah atap untuk diperbesar, agar lebih nyaman untuk anak dan cucunya. Semua Danu lakukan karena Zoya dan Keenan tak bisa meninggalkan rumah atap penuh cinta itu.
Rumah yang didalamnya terisi banyak cinta dan kasih, dimana tumbuh rasa cinta yang membuat mereka jadi berdua dan kini sudah berlima.
********
Sementara Aiden dan Chelsea mendatangi mereka untuk melihat ketiga bayi imut dari pasangan Keenan dan Zoya. Aiden juga menghadiahkan stroller mewah khusus untuk ketiga bayi. Supaya Zoya mudah mengajak mereka berjalan-jalan.
Chelsea juga mulai sedikit terlihat perutnya meski persalinan tinggal beberapa bulan lagi.
"Makasih Aiden, Chelsea, udah perhatian sama si kembar!" ucap Keenan.
"Iya, harus dong sekarang kan mereka nih keponakan aku," sahut Aiden sedangkan. Chelsea mendelik pada Zoya seraya tersenyum simpul.
"Iya om Aiden, cepat nyusul ya, nanti om Aiden juga punya." ujar Keenan.
"Oh iya siapa namanya, Zoya?" tanya Chelsea seraya menggendong Meira.
__ADS_1
"Yang kamu gendong itu namanya Meira Alesha, yang aku gendong Arrazka Al-Farabi dan yang tidur ini, Haura Latisha, nama ini Keenan semua yang mencarikan, jadi karena semua artinya baik yaudah aku setuju, aku nggak pandai mencarikan nama jadi aku serahkan semua sama papanya!" jelas Zoya seraya melirik sang suami dan ditimpali senyuman oleh Keenan seraya membelai rambut Zoya.
"Dua perempuan dan satu laki-laki ya," tukas Aiden.
"Iya kalau perempuan semua, kamu paling ganteng sendiri dong haha.." seru Aiden.
"Bisa aja Chief, diminum dulu tehnya, yuk!" ucap Keenan sehingga mereka menikmati teh hangat buatan Keenan.
Namun sangat mencobanya Chelsea, Zoya dan Aiden meringis. Seperti ada yang aneh.
"Pada kenapa nih, apa ada yang aneh?" tanya Keenan seraya menggaruk kepalanya.
"Ini gulanya seberapa sayang, kemanisan!!" jawab Zoya dan diangguki oleh Aiden dan Chelsea seraya tersenyum.
"Hehe..maaf, aku emang payah soal ini haha..maaf ya!" Keenan pun tersipu malu.
"Nggak apa-apa Keenan, santai aja!" ujar Aiden seraya memegang bahu Keenan.
"Keenan..Keenan.." Chelsea menggeleng seraya tersenyum.
"Keenan bisa kita bicara sebentar di pelataran rumah atap?" tanya Aiden dan diangguki oleh Keenan.
Sedangkan Chelsea tetap berada bersama Zoya seraya belajar merawat ketiga bayi mungil yang menggemaskan. Sementara Keenan dan Aiden tengah menikmati minuman kaleng dan berbincang di kursi bambu.
"Selamat ya Keenan, Allah memberikan tiga malaikat kecil sekaligus dalam rumah tangga kalian. Kamu juga udah jadi pemilik pool taksi sekarang, semoga rumah tangga kalian langgeng sampai tua." ucap Aiden seraya meneguk minuman kaleng yang digenggamnya.
"Kamu juga Aiden, aku belajar banyak hal darimu!" ucap Keenan.
"Apa itu?"
"Keteladanan kamu sebagai pimpinan perusahaan, jarang-jarang loh ada atasan seperti kamu, maaf ya kalau dulu kita sering bersitegang soal perasaan kita," ucap Keenan mengenang masa lalu yang pernah terjadi.
"Udahlah Keenan, itu udah berlalu. Yang pasti kita udah bahagia dengan pasangan hidup kita masing-masing, kamu sama Zoya dan aku sama Chelsea. Kita sama-sama mencintai pasangan kita, wanita luar biasa, kita harus menjaganya Keenan, melindungi titipan Tuhan, menjadikannya wanita paling bahagia di dunia. Supaya Tuhan juga memberkahi hidup kita." ujar Aiden.
Tangan Keenan terulur memegang bahu Aiden dan Aiden tersenyum. Lalu Aiden memeluk Keenan dan menepuk-nepuk punggung pria yang dianggapnya sahabat itu. Dan melepasnya lagi,
"Chelsea, kapan dia akan melahirkan?" tanya Keenan.
"Usia kandungannya baru 4 bulan, jadi sekitar 5 bulan lagi," sahut Aiden.
"Hum..bersulang!" Keenan mengajak Aiden bersulang dan mereka saling tersenyum memandang lalu menghabiskan minuman mereka hingga tandas.
********
Hai semua mohon dukungannya Like, koment, vote juga boleh klo ada, sama budayakan like ya setelah baca karena like kalian sangat berharga bagi penulis remahan seperti saya. Sambil nunggu up mampir juga yuk ke novel temanku kisahnya menarik dan seru terima kasih 😍
__ADS_1