
Keenan ngantuk berat karena semalam ia tak bisa memejamkan matanya. Keenan mengalami insomnia dan memilih menonton drama korea favoritnya demi memunculkan kantuk. Tapi, hingga pagi menjelang matanya itu masih betah saja melek.
"Ngilangin grogi nonton drama korea eh malah nggak terasa tidur kepagian. Grogi banget sumpah, mau ketemu pak Danu sampai nggak bisa tidur, hoam..ngantuk banget!" keluh Keenan seraya menyambar handuk melepas kaosnya dan memeloroti celana panjangnya beranjak ke toilet.
Setelah mandi rasanya memang segar, tapi tetap saja netra yang seharusnya terpejam saat malam hari terasa sulit untuk terpejam.
"Hoaam..ngantuk banget, tidur sebentar ah! Biarin aja Zoya berangkat sendiri." ucap Keenan lalu kembali tertidur di kasur tipis miliknya padahal ia masih melilit tubuh kekarnya itu dengan handuk namun guyuran air tadi sukses membuat dirinya terlelap.
Sementara Zoya sejak tadi celingukan menunggu Keenan yang biasanya sudah turun dari rumah atap.
"Mana sih si sableng, kok nggak turun-turun ya! kan lumayan nebeng di taksinya." keluh Zoya.
Lalu Risna juga datang bersama Sandi, Risna yang akan bersiap kerja di pabrik garment sebagai penjahit dan Sandi sebagai peternak sapi.
"Zoya, kenapa kamu, menunggu Keenan, ya?" tanya Sandi karena Sandi terbiasa melihat putrinya itu berangkat bersama Keenan.
"Ayah, sekalian aja Zoya bareng kita, udah ayo, nggak usah bareng sopir grab itu lagi." ajak Risna menarik tangan Zoya dan Zoya menuruti ibunya itu.
"Biarlah, bu. Kan mereka biasa jalan bersama untuk bekerja." ujar Sandi seraya menaiki pick up nya.
"Ih, udahlah bu. Biar aku samperin dia!" tukas Zoya sehingga Risna merasa geram.
Pas sekali Keenan juga turun dengan langkah gontai. Zoya mengibaskan tangannya di hadapan wajah Keenan.
"Mata panda??" ucap Zoya.
"Ayo Zoya," ajak Keenan seraya menggandeng tangan Zoya di hadapan Risna.
"E..eh, mau ngapain??" Risna tiba-tiba menarik telinga Keenan sehingga Keenan tersadar.
"Auh, kenapa aku dijewer bu?" tanya Keenan merasa aneh.
"Lepasin tangan Zoya!" pinta Risna lalu Risna segera menyingkirkan tangan Keenan.
"Maaf bu," ucap Keenan.
"Mulai sekarang, hubungan kalian putus!" ujar Risna.
"Pu-putus, Ke-kenapa bu? ibu udah tau kami pacaran?" kejut Keenan.
"Iya, Ayo Zoya! bareng ibu aja ayah udah nunggu, tuh! Keenan, jangan berharap lagi, ya Zoya ini cuma punya Aiden, bukan kamu!" ujar Risna pelan agar Sandi tak ikut campur dalam urusan mereka.
"Bu, kami baru aja berhubungan selama dua hari, saya nggak bisa putus hubungan ini begitu aja," pinta Keenan sendu.
"Tetap aja Keenan, ibu nggak setuju sama kamu, Ayo Zoya, jangan lagi bekerja bareng dia, mulai hari ini!" ujar Risna.
"Tapi, bu!" sanggah Zoya dan mereka sudah pergi dari hadapan Keenan masuk ke mobil.
Keenan terduduk di dasar tangga. Apa dia tidak salah dengar, Zoya milik Aiden katanya. Itu berarti Risna tak merestui hubungannya dengan Zoya. Keenan tak bisa melepaskan Zoya begitu saja, pikirannya menerawang apa karena ia hanya sopir dan Aiden CEO makanya Risna lebih setuju dengan Aiden.
"Hah..nasib Keenan," Keenan segera mengirimi pesan pada Zoya supaya Zoya bisa meyakinkan sang ibu kalau Keenan tulus pada Zoya.
__ADS_1
Zoya pun membaca pesannya itu, "Pasti dari Keenan, bilang sama dia nggak usah ngarepin kamu lagi!" ujar Risna.
"Ibu nih sewot aja sama Keenan dari tadi, emang Keenan salah apa?" tanya Sandi.
"Zoya dan Keenan ayah, mereka udah pacaran!" jawab Risna.
"Apa, kamu pacaran dengan Keenan, Zoya?" Sandi sama terkejutnya seperti Risna.
"Iya ayah, baru dua hari dan ibu minta aku mutusin dia, aku nggak mau, ayah. Aku sayang sama Keenan." jawab Zoya membuat sang ibu menarik telinga putrinya itu.
"Kamu ini, benar kan, ini demi kebaikan kamu!" ucap Risna kesal.
"Eh ibu udahlah, lagian Ayah juga nggak setuju kamu pacaran dengan Keenan, Zoya!" sambung Sandi membuat Zoya makin kesal. Padahal Sandi belum selesai bicara sementara Zoya sudah mengeluh.
"Ayah ini sama aja, haish!!" sungut Zoya.
Sementara Keenan tengah tiba di penyewaan taksi dan mengambil taksinya membawanya tersendat-sendat sehingga mengganggu pengendara lain.
"Eh, yang bener dong jalannya!" tegur salah seorang pengendara.
Zoya tak membalas pesan Keenan ia tak bisa memberitahukan alasan Risna yang tidak menyukai Keenan karena kasta. Zoya tak mau membuat Keenan terluka karena Zoya juga akan tetap bersama Keenan dan tak akan kemana-mana. Yang Zoya butuhkan saat ini adalah perjuangan mereka untuk tetap bersama meruntuhkan sikap batu es Risna yang menghalangi hubungan mereka.
Sandi yang melihat Zoya merengut karena sikapnya dan Risna melihat tetesan air mata yang membasahi pipi sang putri. Namun, Zoya segera menghapusnya dengan kasar.
"Zoya, jangan menangis, nak!" pinta Sandi.
Tak lama sang ibu turun dari mobil dan mencium tangan Sandi serta Zoya mencium tangan Risna.
"Sejak kapan kamu pacaran dengan Keenan?" tanya Sandi.
"Baru dua hari ayah, maafin Zoya ayah. Aku nggak maksud mengecewakan kalian, aku sama Keenan baru memulainya jadi kami belum sempat mengatakannya." jawab Zoya sehingga Sandi membelai rambut Zoya dengan senyuman.
"Kenapa pacaran, apa kamu udah siap menikah?" tanya Sandi membuat mata Zoya terbelalak.
"Me-menikah, dengan siapa ayah?" tanya Zoya seraya menghapus jejak air mata nya.
"Iya, sama Keenan. Kamu kan menyukai dia, bukan?" tanya Sandi.
"Jadi ayah setuju aku sama Keenan, pacaran?" tanya Zoya sumringah dengan kerlingan mata terpancar.
"Hum, nggak." sahut Sandi.
"Ayah katanya setuju, gimana, sih?" keluh Zoya lagi.
"Ayah nggak menyuruh kamu pacaran, ayah nggak setuju. Tapi, suruh Keenan melamar kamu!" ujar Sandi.
"Eh, melamar??" kejut Zoya hingga matanya terbelalak disertai jantung yang berdetak tak beraturan, secepat ini. Karena mereka baru dua hari mengikat tali cinta.
**********
Keenan berjanji tak akan menggebu-gebu lagi melihat drama korea yang membuatnya insomnia karena gemas dengan peran wanita di dalamnya sehingga Keenan tak beranjak tidur. Sekarang apa, sore nanti ia juga harus menemui ibunya. Dila berkata akan memasakkan sesuatu yang enak untuk Keenan.
__ADS_1
Namun, terdengar deringan ponsel dari Rayan. Pikirnya apa yang terjadi. Apa Billy berulah lagi. Keenan segera mengangkat ponselnya.
Keenan : Halo Rayan ada apa?
Rayan : Kenan, Billy kabur lagi katanya mau ketemu kamu tapi dia lari terus, tolong! kamu datang,
Keenan : Haish, nyari aku. Buat apa, Rayan?
Rayan : Nggak tau tapi dia bilang rindu honey sweety, tolong Keenan, saya akan bayar kamu hari ini kalau kamu bisa menenangkan dia, cepat ya!
Rayan mematikan ponsel sepihak. Keenan memijat pelipisnya karena sepertinya saat ini Keenan akan lebih sering berurusan dengan Billy. Keenan kembali mengacak rambutnya dan menarik nafas perlahan.
"Tenang Keenan, kamu harus sabar!" ucap Keenan tak lama Keenan melajukan taksinya menemui Billy. Terlihat Billy tengah berlari dan Rayan bahkan mengejarnya dengan terengah-engah bersama sopirnya, Asep.
Keenan segera keluar dari taksi dan mencegat Billy. Melihat Keenan yang sejak tadi dicarinya Billy berlari seolah melihat kekasih hati yang datang menyambutnya sehingga slow motion Billy akan segera menjatuhkan dirinya di pelukan Keenan.
"My love!"
Bahkan sekarang Keenan punya sebutan baru, Keenan terus menarik ulur nafasnya saat seorang pria akan datang memberi dekapan. Tak ada sambutan tentu, andai ia wanita Keenan pasti sudah merentangkan tangan menyambut dirinya.
Serta merta Billy memeluk Keenan dengan eratnya dan mengeluarkan sesuatu dari kantungnya sebuah lipstik. Ia memakai baju warna pink, rok mini kotak-kotak, dan jepitan pita di rambutnya.
"Kenapa kamu nggak sembuh-sembuh Billy!" keluh Keenan lalu Rayan menghampirinya.
Billy tak melepas dekapannya. Namun, Rayan membawa taksi Keenan dan meminta Keenan duduk di kursi penumpang sedangkan sopir pribadi Rayan memegang kemudi dan Rayan berada di kursi depan. Menyisakan Keenan dan Billy di belakang.
"Rayan, cepatlah! aku sulit bernafas dia merangkul leher aku ini terasa mencekik aku nggak sanggup dicium, please Rayan!" pekik Keenan.
"Maaf Keenan jadi merepotkan, kita ke rumahku, ya! Biar kita berikan obat penenang." ujar Rayan.
"Terserah mau kemana, yang penting Billy berhenti menciumku!" ujar Keenan.
Sementara Rayan dan sang sopir malah terkekeh melihat penderitaan Keenan.
"Kamu kenapa ketawa, sih!" keluh Keenan.
"Nggak heran Billy tergila-gila sama kamu, Keenan. Untuk ukuran fisik kamu ganteng! bahkan kamulah yang paling ganteng diantara kami haha.." ucap Rayan berusaha memecah ketegangan.
"Haish, aku bersyukur aku diberikan fisik yang lumayan tapi aku jauh lebih senang supaya kaum hawa aja yang mengagumi kaum adam nggak usah ikut-ikutan, huft!" keluh Keenan. Sementara Rayan masih saja terkekeh padahal hatinya tengah dirundung kesedihan karena kelakuan sang adik.
"My love, shut! jangan bawel deh, nanti aku karungin kamu!" ucap Billy menaruh telunjuknya di mulut Keenan. Sedangkan Keenan hanya menghela nafas.
"Kamu jangan kuatir Keenan, aku akan bayar kamu dua kali lipat." ujar Rayan.
"Aku bahkan nggak mikirin itu, Rayan. Yang aku mau sekarang, kita cepat sampai dan Billy berhenti menggelayut sama aku." tukas Keenan.
"Iya baiklah, Asep cepatlah kasian itu my love Billy!" pinta Rayan seraya menahan tawanya.
"Iya mas Rayan." sahut Asep yang juga cengar-cengir saja sejak tadi.
*********
__ADS_1
Mohon dukungannya ya 😊