
Setelah saling diam untuk beberapa saat Chelsea meminta sesuatu pada Keenan. Keenan yang sejak tadi bingung hendak memulai obrolan jadi merasa sedikit tenang.
"Keenan." ucap Chelsea seraya memandang Keenan.
"Iya." sahut Keenan dengan pandangan yang membuat Chelsea berpaling.
"Maaf aku sebenarnya sedikit canggung, aku sebenarnya agak malas pulang dengan kamu." ungkap Chelsea.
"Oh begitu, kalau kamu nggak nyaman sama aku, aku bisa carikan taksi lain menuju ke rumahmu." ujar Keenan.
"Nggak usah, kita sebentar lagi sampai, selamat ya sebentar lagi, kalian akan dikaruniai seorang anak." ucap Chelsea seraya menatap nanar ke depan.
"Makasih,, kamu juga pasti akan segera dikaruniai seorang anak karena kamu juga akan menikah sama Aiden."
"Aamiin, gimana keadaan kamu setelah kejadian itu, apa lukanya masih terasa sakit?" tanya Chelsea mulai merasa nyaman lagi mengobrol dengan Keenan.
"Masih nyeri aja, alhamdulillah udah mulai mengering." jawab Keenan.
"Syukurlah, makasih ya kamu udah perhatian sama Aiden. Padahal sebelumnya Aiden sempat menyakiti hati kamu." ucap Chelsea.
"Iya."
Namun tak lama taksi malah tersendat dan hujan pun mengguyur lingkungan cukup sepi itu.
"Kenapa Keenan?" tanya Chelsea mengernyit.
"Bensinnya habis Chel, gimana ya, mana hujan lagi." jawab Keenan kuatir akan keadaan Chelsea karena sesuai keinginan Aiden. Aiden ingin Keenan mengantar Chelsea hingga ke rumah.
"Kamu naik taksi aja ya, biar aku cariin taksi. Sebentar ya!" ujar Keenan namun Chelsea meraih tangan Keenan dan menahannya.
"Tunggu!" pinta Chelsea sehingga Keenan menatap tangannya yang dipegangi oleh Chelsea.
"Diujung jalan sini sepertinya ada penjual bensin eceran, apa taksinya benar-benar nggak bisa jalan?" tanya Chelsea.
"Mogok, bensinnya kosong banget, maaf ya! Aku lupa ngecek tadi, yaudah aku beli dulu ya, kamu sendiri disini dulu nggak apa-apa kan?" tanya Keenan dan diangguki Chelsea, namun waktu sudah menunjukan pukul 11 malam dan ternyata tokonya juga tutup.
"Ya ampun, gimana nih, masa' aku harus bermalam sama Chelsea di mobil??"
Keenan mengacak rambutnya kasar dan kembali menuju taksinya.
"Gimana Keenan?" tanya Chelsea.
"Ck, maaf Chel. Udah tutup, taksi juga nggak ada yang lewat. Aku jadi nggak enak sama kamu," Keenan jadi gusar karena ia mengkhawatirkan Chelsea.
"Yaudah, kita tunggu aja sampai pagi disini. Kamu nggak apa-apa kan, kabari aja sama Zoya, takutnya dia cemas!" Keenan hendak menelfon Zoya namun karena bumil mudah mengantuk, Zoya tentu sudah ketiduran.
"Mungkin dia udah tidur, sejak hamil dia mudah lelah, membuatnya cepat tertidur." ujar Keenan.
Chelsea hanya mengangguk dan mengambil posisi untuk tidur. Sedangkan Keenan melihatnya kedinginan sehingga Keenan menyelimuti tubuh Chelsea dengan jaketnya. Keenan tersenyum memandang wanita yang sangat cantik saat tengah tertidur. Keenan juga memutuskan untuk tidur karena rasa kantuk yang tak tertahankan.
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Hingga pagi menjelang, Zoya berpikir Keenan pulang malam ini. Ia meraba kasurnya namun hampa tanpanya. Pagi sudah menunjukan waktu subuh sehingga Zoya mengikat rambutnya dan beranjak mandi lalu melaksanakan subuhnya.
Setelah sholat, Zoya berusaha menghubungi Keenan namun tak bisa. Karena saat ini ponsel Keenan mati, ia hendak menghubungi Aiden. Namun rasanya takut-takut, tapi karena penasaran ia hubungi saja bosnya itu.
Aiden merasa tumbenan Zoya menghubunginya, sehingga Aiden mengangkatnya.
"Iya Zoya, ada apa?" tanya Aiden.
"Gimana kabar anda pak Aiden, udah mendingan?" tanya Zoya.
"Aku hanya mengalami luka ringan, besok aku bisa pulang kok." jawab Aiden.
"Oh syukurlah, semoga anda cepat pulih, ya!" ucap Zoya.
"Makasih Zoya, Oh iya ada apa?" tanya Aiden.
"Eng..anu Chief, apa Keenan masih disana, dia nggak pulang sejak semalam?" tanya Zoya.
"Dia nggak pulang? Semalam dia pulang sekitar setengah sebelas dari rumah sakit, emang rumah sakit ke kediaman Chelsea agak jauh, jadi perjalanan agak memakan waktu." jawab Aiden.
"Tunggu, Chelsea. Keenan pulang bersama Chelsea?" tanya Zoya meyakinkan.
"Iya, aku minta Keenan mengantar Chelsea semalam. Coba kamu hubungi langsung nomor Keenan!"
"Keenan nggak bisa dihubungi, yaudah gitu aja ya pak Aiden, semoga anda lekas sembuh, assalamualaikum!"
Klik..
Dan Zoya mengakhiri panggilan telfonnya. Aiden saat ini keadaannya sudah mulai stabil, esok ia sudah bisa pulang, namun kenapa ia mendengar berita kurang baik dari Zoya. Kemanakah sebenarnya Keenan dan Chelsea. Atau hanya Keenan saja, atau Chelsea juga turut bersamanya.
Ponsel Keenan low bat sedangkan Chelsea di silent, jadilah Chelsea dan Keenan tak bisa dihubungi. Hanya saja Keenan terbangun dengan matahari yang muncul. Ia merasa ada kepala yang bersandar di pundaknya. Sehingga Chelsea begitu terlelap tidur dengan menyandarkan kepala di bahu Keenan.
"Chelsea, bangun Chel!" pinta Keenan dengan lembut membangunkan wanita cantik yang bersandar di bahunya.
"Eng.." Chelsea menggeliat dan perlahan membuka matanya. Sepertinya karena terlelap ia tak menyadari kepalanya yang sudah bersandar di tubuh kekar pria disampingnya itu. Chelsea segera menarik diri dan membenahi rambutnya.
"Maaf Keenan, aku ketiduran dan nggak tau kalau badan aku bersandar di lengan kamu," ucap Chelsea.
Badan kekar itu terasa nyaman untuk bersandar sehingga Chelsea merasa nyaman ketika tiba-tiba tanpa sadar tubuhnya terkulai begitu saja di pundak Keenan.
"Nggak apa-apa Chelsea,"
Chelsea mengambil ponselnya dan melihat begitu banyak panggilan Aiden. Sedangkan Keenan membuyarkan lamunan Chelsea karena hendak membeli bensin eceran di ujung jalan.
"Chelsea,,aku beli bensin dulu ya. Kamu aku tinggal dulu, nggak apa-apa kan?" tanya Keenan
"Iya, pergilah Keenan!" sahut Chelsea dan diangguki oleh Keenan yang beranjak mencari bensin.
__ADS_1
Chelsea beranjak menghubungi Aiden dan Aiden yang sejak tadi memegang ponselnya segera menjawab telfon dari sang kekasih.
"Halo sayang, apa yang terjadi? Tadi Zoya telfon aku nanyain Keenan, kamu udah dirumah kan sekarang?" tanya Aiden namun suara Aiden terdengar putus-putus karena ponsel Chelsea yang tiba-tiba mati karena ponselnya low bat juga.
"Sayang, kenapa mati, halo Chelsea!!!"
Aiden merasa kesal, tangannya mengepal. Ia harap Keenan tak mencari kesempatan akan kepercayaan Aiden, Chelsea menghela nafas saat berkali ia berusaha menghidupkan ponselnya namun tak bisa karena sangat low batt.
"Ck, apa yang sebenarnya Keenan lakuin sama Chelsea semalam!!" Aiden terlihat marah sehingga membuat kepalanya sedikit pusing sehingga ia ganti menghubungi Keenan yang ponselnya juga sudah mati sejak semalam.
"Bahkan ponselnya juga mati??"
Aiden memukul ranjang dengan kencang dan ia merasakan nyeri di kepalanya sehingga ia memilih untuk tidur saja.
🌺🌺🌺🌺🌺
Setelah mendapat bensinnya, Keenan segera mengisinya bersama abang tukang jualannya sehingga mobilnya bisa berjalan lagi. Keenan membayar dan kembali melajukan mobilnya. Tampak Chelsea sumringah karena taksi bisa berjalan lagi.
"Ah syukurlah, bisa berjalan lagi." ucap Chelsea sehingga Keenan tersenyum dan melajukan taksinya lagi.
"Kamu habis telfon Aiden?" tanya Keenan.
"Hum..tapi batre ponselku low bat. Tolong dipercepat ya Keenan, maaf kejadian tadi." ucap Chelsea merasa tak enak.
"Sama aku juga low bat,"
"Oh iya, Keenan. Tadi Zoya sempat menghubungi Aiden. Makanya Aiden tau kalau kita nggak pulang semalam. Apa Zoya akan marah?" tanya Chelsea cemas.
"Oh, nggak kok. Aku akan jelasin kronologinya, jadi kamu tenang aja," jawab Keenan meski sebenarnya ia juga merasa cemas karena Zoya sangat cemburuan.
"Em..gimana dengan Aiden? Aku nggak mau dia salah paham, setelah sampai dirumah nanti segeralah jelaskan sama dia, ya!" pinta Keenan.
"Iya, Keenan." sahut Chelsea dengan senyuman.
Tak lama mobil melaju dan tibalah di kediaman Chelsea. Chelsea hendak beranjak keluar dari taksi.
"Makasih ya Keenan, hati-hati di jalan." ucap Chelsea.
"Iya," Chelsea beranjak keluar dari taksi dan menutupnya. Keenan hanya menundukkan kepala saat ia menatap Chelsea. Taksi melaju lagi dengan kecepatan tinggi supaya bisa tiba di penyewaan taksi tepat waktu.
🌺🌺🌺🌺🌺
Zoya terus saja menghubungi sang suami yang tak juga bisa dihubungi. Sementara Keenan perlahan menaiki anak tangga karena ia sudah tiba. Keenan membuka pintu dan mengucap salam.
"Assallamuallaikum!" ucap Keenan.
"Waalaikumsalam,"
Zoya beranjak dan menatap Keenan dengan tatapan elang.
__ADS_1
"Sayang!" Keenan meringis mendapat sorotan itu.
*****