
Malam ini Keenan dan Zoya sudah bersiap menaiki taksi Keenan menuju ke rumah atap. Mereka hendak liburan atau pindah, Risna yang sudah tau hal itu tengah membersihkan rumah atap. Mereka tampak mengobrol didepan rumah atap.
"Kalian ini, udah ada rumah bagus malah kembali lagi kesini!" ujar Risna.
"Biarin lah bu, mereka mungkin suka yang sempit-sempit haha.." Sandi mulai berkelakar.
"Ayah bisa aja, aku cuma ikutin Zoya aja ayah, dia rindu kalian dan bunga-bunganya." sahut Keenan dengan senyuman.
"Yaudah, kalian istirahat ya, ibu udah pindahkan tempat tidur Zoya disini, jadi kalian nggak kedinginan, lagian kasur Zoya juga menganggur!" ujar Risna dan ternyata rumah atap itu sudah dibuat senyaman mungkin untuk mereka singgahi.
"Keenan, semangat ya! Kasih ayah cucu," imbuh Sandi.
"Siap ayah!" sahut Keenan dengan semangat sedangkan Zoya hanya menghela nafas karena sepasang bapak-bapak sudah dipertemukan kembali dan bahkan mulai akrab lagi.
"Ayo kita main catur nak Keenan!" ajak Sandi.
Risna yang merasa Sandi begitu mengganggu sepasang suami istri itu menyela pembicaraan.
"Ayah ini udah malam, ayo main catur sama ibu aja, haha..kami turun dulu, ya! Kalian istirahatlah!" ujar Risna dan menarik tangan suami lucunya itu kebawah.
"Selamat malam, ayah ibu!" seru Keenan sedangkan Zoya hanya meringis dengan sikap lucu sang ayah yang tak pernah berubah.
"Maaf sayang, ayah emang agak lucu hehe.." ucap Zoya dan Keenan mengangguk.
"Nggak apa-apa, yuk masuk!" ajak Keenan dan kini mereka menempati kasur Zoya berukuran 1 itu.
Keenan meletakkan beberapa barang yang mereka butuhkan. Michi yang tengah tertidur belum disadari oleh orang tua Zoya jika mereka memiliki seekor kucing saat ini. Zoya kini merebahkan tubuhnya di kasur nyaman miliknya.
"Ah, senangnya bisa kembali ke kasurku!" Zoya merasa senang karena kasur kesayangannya itu sangat nyaman.
"Kamu kayaknya senang banget, kembali kesini lagi. Kita jual aja rumah dari ayah dan kita perbesar aja rumah ini!" ujar Keenan yang masih terduduk di sisi ranjang seraya memakai pelembab wajah. Zoya nampak memperhatikan suami ribetnya itu.
"Itu krim atau apa sih, sayang. Biar apaan coba muka dipoles krim kayak gitu, bener-bener ngalahin aku kamu, nih!" ujar Zoya yang kini bangun dari berbaring dan menusuk-nusuk pipi Keenan dengan telunjuknya.
"Ini krim malam haha..lah emangnya kenapa kalau pakai krim, perawatan dimalam hari itu bagus lho, sayang haha.." ucap Keenan.
"Aish, terserah kamulah! Hah..senangnya bisa kembali lagi, aku mau tidur ah!" Dan Zoya sudah ambil ancang-ancang memeluk guling dan menyelimuti tubuhnya.
"Kamu tidur gitu aja sayang? Keenan pun beringsut mendekati Zoya dan mengeloninya.
__ADS_1
"Aku capek abis pindahan, besok aja lanjut ngobrol, besok juga kita harus kerja, kamu juga lebih dekat ke penyewaan taksi kalau disini, kan?" Zoya pun kembali menanyakan namun Keenan tak lagi menjawab pertanyaannya. Terdengar deru nafas dan Zoya berbalik memandang Keenan yang masih mengeloninya itu.
"My husband aku udah molor, fiuh..muah, nite sayang!" ucap Zoya kemudian balik menyelimuti tubuh Keenan dan mengeloninya.
🌺🌺🌺🌺
Pagi ini setelah melaksanakan subuh, Zoya beranjak ke bawah membantu Risna menyiapkan sarapan pagi. Sedangkan Sandi tengah menyiapkan barang-barang yang hendak dibawa ke peternakan. Keenan sendiri sudah bersiap melihat tampilan dirinya di cermin. Tak lama Zoya datang memeluk suaminya itu dari belakang.
"Makan dulu, sayang! abis itu kita berangkat!" ajak Zoya kemudian Keenan memutar tubuhnya untuk menghadap Zoya. Keenan hendak menciumnya namun Zoya ngeles.
"Lah kok??"
Cup...cup..
Keenan yang niat mengecup malah Zoya yang mengambil alih. Kemudian mereka jalan bergandengan tangan menuju ke bawah untuk sarapan bersama. Menu sarapan kali ini sangat banyak, Risna sangat bersemangat memasak saat putrinya kembali lagi ke rumah atap.
"Ibu masak banyak sebagai penyambutan untuk kalian, makanlah yang banyak nak Keenan!" ujar Risna seraya menatap Keenan.
"Makasih bu," ucap Keenan dan Zoya mengambilkan nasi untuk sang suami serta lauknya.
"Makan sayang!" ucap Zoya dengan senyuman.
"Iya dong ayah, nebeng sama abang grab ganteng haha.." ucap Zoya berkelakar. Keenan hanya tersenyum menanggapi ucapan istrinya.
"Nebeng mulu, suruh bayar, Keenan! Biar nggak keenakan nebeng!" seru Risna.
"Ibu nih bukannya setuju malah mempengaruhi Keenan!" keluh Zoya seraya memonyongkan mulutnya.
"Kenapa mulut kamu, tuh?" tanya Sandi sekilas tertawa.
"Iya kayak bebek aja haha.." ucap Risna.
Keenan hanya mengelus punggung Zoya supaya sabar menghadapi sikap orangtuanya yang terus meledeknya. Namun ingin rasanya Keenan tertawa terbahak-bahak. Usai sarapan mereka lanjut menaiki taksi ke perusahaan Aiden. Setelah tiba, Keenan merapikan rambut Zoya yang sedikit berantakan di bagian poninya. Lalu melayangkan kecupan di kening sang istri.
Cup...
"Udah cantik, hati-hati ya sayang, kerjanya!" ucap Keenan. Lalu Zoya mencium punggung tangan Keenan.
"Assallamualaikum sayang!" ucap Zoya lalu keluar dari taksi.
__ADS_1
"Waallaikumsalam!" sahut Keenan.
Sesaat Zoya turun dari taksi Keenan, nampak Aiden dan Chelsea berjalan seraya bergandengan tangan. Zoya menyimpulkan senyuman dan melihat mereka membiarkan pasangan baru itu berjalan duluan memasuki perusahaan.
"Syukurlah, sepertinya Aiden udah mulai menemui kebahagiannya." ucap Zoya kemudian baru melangkah masuk ketika mereka sudah tak terlihat lagi.
Aiden pun mengantar Chelsea hingga ke ruangannya. Sebagai sekertaris Chelsea sudah membuat perasaan Aiden menjadi candu. Wajahnya yang cantik dan kelembutan hatinya membuat CEO muda itu bertekuk lutut untuk memilikinya. Aiden melepaskan genggamannya.
"Ah, aku ngerasa sangat bersemangat hari ini, Chelsea!" ungkap Aiden sumringah.
"Syukurlah, Aiden. Kamu harus selalu bersemangat demi perusahaan. Hari ini ada meeting dengan Pak Sastro investor dari Angkasa Group terkait pemesanan furniture berupa kursi dan lemari kayu!" ujar Chelsea.
"Baiklah, kekasihku yang cantik, siapkan semua berkas nya. Kita akan menemui dia di restoran X, bukan?" tanya Aiden sedikit menggoda.
Aiden yang tak pandai menggoda itu terlihat aneh di hadapan Chelsea. Aiden jadi termangu, apa sikapnya aneh lagi pikirnya.
"Alay!" ucap Chelsea.
"Jadi, aku harus memanggil kamu apa?" tanya Aiden kembali bergumam. Ia terlihat sedikit manja dan menggemaskan.
"Sayang!" sahut Chelsea nampak tersipu.
"Iya sayang, fiuh.." ucap Aiden malah merasa gugup. Ia tersipu malu sehingga Chelsea menyembunyikan tawanya.
"Sudah, aku bisa gila kalau terlalu lama salah tingkah seperti ini haha..haduh..Aku akan ke ruanganku!" ujar Aiden namun ia salah arah.
"Sayang, kamu mau kemana. Ruangan CEO di sebelah sana!" ujar Chelsea.
"Ahaha..iya, ya ampun! Aku perlu minum obat sepertinya," gumam Aiden dan Chelsea sekilas menahan tawanya itu akan sikap salah tingkah yang Aiden tunjukan.
Aiden yang tengah tiba di ruangannya, meneguk teh hangat yang sudah tersedia di mejanya hingga tandas. Fokus Aiden, fokus jangan sampai bunga-bunga cinta yang merebak dalam hatimu membuatmu merasa tak karuan. Aiden tengah meregangkan otot-otot di tubuhnya mengatur irama nafasnya, ingin rasanya ia berteriak karena kegirangan.
Lima menit setelah itu kembali bersikap cool, Chelsea yang bisa melihat tingkah bosnya dari luar hanya tersenyum tipis seraya geleng kepala.
"Aiden itu begitu lucu ternyata, hum.." ucap Chelsea seraya menghela nafas.
Melihat Chelsea tersenyum saja seraya memperhatikannya. Aiden kembali bersikap layaknya manusia normal pada umumnya.
********
__ADS_1
Guys, jangan lupa tinggalin jejak dong. Sebagai penyemangat untukku 🥰...