Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
I love you Chelsea


__ADS_3

Pagi ini keempat orang tua Keenan datang dan melihat keadaan Alvan yang berada di kediaman Keenan saat ini. Ternyata mereka menolak keras akan keinginan Zoya yang berniat mengangkat Alvan sebagai anaknya. Keenan juga sebenarnya kurang setuju, tapi Zoya sepertinya sudah terlanjur cinta pada Alvan.


"Zoya, maaf bukan kami ikut campur, tapi ini soal hak asuh, nak! Sebaiknya, kita menunggu cucu dari rahim kamu. Memang terdengar kejam, tapi nggak ada salahnya juga menitipkan di panti asuhan, bukan?" tanya Danu.


"Iya nak, kamu nggak usah takut. Hanya karena kita titipkan ke panti asuhan, itu bukan hal yang jahat. Kamu bisa tetap menjenguknya," tambah Sandi lagi.


"Tapi, kasihan dia, ayah. Dia sangat kecil dan lemah," sanggah Zoya seraya memandangi wajah polos Alvan.


"Panti asuhan itu banyak tenaga perawat Zoya, mereka akan menjamin kehidupan semua penghuninya. Kamu tenang aja, ayah pastikan Alvan akan dirawat dengan baik, disana." ujar Danu.


Zoya memandang Keenan, ia menghela nafas berat dan dengan berat hati melepaskan Alvan ke panti asuhan yang Danu inginkan. Maksud Danu mungkin demikian namun ia sangat ingin Zoya dan Keenan berjalan perlahan menjalani biduk rumah tangga tanpa terbebani. Berharap mereka bisa menjalani seperti air yang mengalir saja.


"Yaudah, aku setuju sama ayah Danu." sahut Zoya dan akhirnya Keenan menghela nafas lega.


Mereka bermobil bersama ke panti asuhan, menitipkan Alvan disana. Zoya sangat tak rela sebenarnya namun jika ini demi kebaikan bersama, Zoya tak akan masalah. Setelah mengantar Alvan, Keempat orangtuanya pergi lagi dan menyisakan Zoya yang termenung.


"Sayang, maafin aku, ya! Aku bukan memihak orangtua kita, tapi sejujurnya aku lebih senang menanti anak dari rahim kamu, maaf bikin kamu sedih!" ucap Keenan yang tengah duduk di ranjang disamping Zoya saat ini.


"Hum..nggak apa-apa sayang, kamu benar, kok! Kita jalani aja semua perlahan, kita bisa menikmati masa pacaran dulu, sebelum Tuhan memberikan kita keturunan, iya, kan?" tanya Zoya seraya mendusel lengan Keenan.


"Uh, ada yang mulai manja, nih hehe..Iya sayang, apapun demi kamu, yang penting kamu bahagia," ungkap Keenan seraya merangkul Zoya dan membenamkan tubuhnya dalam pelukannya.


"Oh iya, aku tuh niatnya mau ngajak pacaran sama kamu, tapi sempat ada masalah itu. Jadi ke tunda gimana kalau malam ini kita jalan, pas juga kan malming hehe.." ujar Keenan.


"Hum..boleh juga, sayang." sahut Zoya seraya memandangi Keenan dengan seksama.


"Kenapa sih ngeliatin terus, ada yang aneh apa?" tanya Keenan jadi salah tingkah.


Zoya pun mengulum senyum dan membawa Keenan berbaring. Keenan hanya terdiam memandang Zoya yang mulai agresif lagi, satu kecupan mendarat di bibir Keenan. Keenan tersenyum begitu imut sehingga Zoya kembali menciumnya.


"Zoya, aku mau," Keenan hendak bicara namun kembali Zoya diam tanpa kata kemudian melumatt bibir Keenan dengan penuh kelembutan. Keenan pun membalas cumbuan istrinya dengan lembut. Setelah puas mencium Keenan, Zoya menarik diri dari tubuh Keenan dan beranjak ke dapur untuk memasak.


"Mau kemana sayang?" tanya Keenan.


"Masak makan siang sayang, kalau kelamaan sama kamu nanti aku nggak ingat masak." sahutan Zoya membuat Keenan terkekeh. Sementara Zoya sudah pergi berlalu menuju ke dapur.


"Hah..anak itu, udahlah aku juga menarik penumpang aja hari ini. Sayang, aku kerja, ya!" ucap Keenan yang menyusul Zoya ke dapur.


"Iya, hati-hati ya! Jangan bikin masalah lagi!" pinta Zoya seraya mencium punggung tangan Keenan sedangkan Keenan mencium kening Zoya.

__ADS_1


"Iya sayang, assallamuallaikum!" ucap Keenan.


"Waalaikumsalam, hati-hati sayang!" ucap Zoya sedangkan Keenan beranjak pergi untuk mencari nafkah lagi.


Bagi seorang yang sudah berstatus sebagai istri mengajak suami terlebih dahulu sangat disarankan dan berpahala. Jadi alangkah baiknya sebagai seorang istri jika memang menginginkan tak perlu gengsi lagi, karena jika sudah menikah dan masih gengsi itu tak akan dapat apa-apa.


Karena dengan sering berhubungan intim, itu akan mempererat hubungan dalam rumah tangga. Mengeluarkan hormon terutama wanita sangat-sangat disarankan untuk tidak menahan hasrat yang membara, ajak suami ke ranjang dan lakukanlah maka pahala akan didapat.


*******


Baru beberapa meter mengeluarkan taksinya. Rangga terlihat mencegat Keenan dan Keenan segera membuka pintu kemudian Rangga bergegas masuk ke taksinya. Keenan segera menekan argo taksi karena kesal.


"Kenapa kamu nggak kasih aku naik gratis, Keenan. Biasanya aku boleh nebeng?" tanya Rangga kecewa niatnya ingin gratisan namun Keenan tak mendukungnya.


"Eh, kampret! Gara-gara kamu sama Jordan kemarin aku jadi kayak orang sakau tau nggak. Untung Zoya mau aku suruh pulang cepat!" keluh Keenan yang masih dendam pada kedua temannya itu.


Hahaha...


Dan Rangga memuaskan tawanya, "Maaf Keenan, iya itu ide aku haha..Gimana kemarin, enak kan?" tanya Rangga seraya menaik-naikan alisnya.


"Enak, enaaaak banget." sahut Keenan kesal dengan penekanan.


"Haha..tuh kan, aku tuh teman yang baik. Kapan lagi punya teman perhatian kayak aku gini, iya, nggak haha.." Rangga masih saja memuji kepayahan dirinya itu.


"Jangan kesel dong Keenan, bapak-bapak tuh harus nyimpen stok sabar, sebagai bapak-bapak baru, kamu harus lebih dewasa menyikapi kelakuan teman lajang kamu yang masih cetek pengalaman!" jelas Rangga membuat Keenan mengelus dada.


"Oh iya, ini nanti bayar argonya ya, awas kalau kamu kabur, aku nggak mau nombok!" ujar Keenan.


"Ck, iya tenang aja. Aku punya duit kok, nih! Dompet aku tebal," ulas Rangga seraya memperlihatkan dompet berkantung tebal itu seketika mata Keenan terbelalak hijau.


"Lagian, kamu ngapain sih nyalain argo segala, biasanya kalo aku naik juga dimatiin?" tanya Rangga sedikit kesal.


"Sekali kali bro bayar, masa' gratisan mulu maunya." sahut Keenan sesekali menatap ke depan.


"Iyalah," sahut Rangga seraya menjitak kepala Keenan.


Pletak!!


"Aish," Keenan yang berniat membalas tak jadi melakukannya karena Rangga mengancam.

__ADS_1


"Eits, kalau balas. Aku nggak mau bayar haha.." ucap Rangga.


"Ck, dasar! Naik gerobak aja sana kalau maunya gratis." ujar Keenan dan Rangga menjulurkan lidah masih mencibir Keenan. Keenan kembali fokus berkendara sementara Rangga masih sibuk menggoda Keenan tiada puasnya.


*******


Weekend di hari sabtu, Chelsea yang sudah lama tak mengunjungi kediaman Aiden kembali datang. Sudah lama setelah sekian lama, Chelsea kini hendak diajak Aiden ke suatu tempat namun mereka terlebih dahulu makan bersama kedua orangtua Aiden yang sangat senang karena Chelsea kembali mendatangi kediaman Aiden.


"Udah lama ya, Chelsea. Kamu akhirnya main lagi?" ujar Nike yang tengah mengunyah makanannya itu.


"Iya tante, maaf aku baru main!" ucap Chelsea dengan manisnya.


"Nggak apa-apa, tante sangat senang. Ngomong-ngomong apa kalian masih saja berteman, belum ada hubungan yang spesial?" tanya Nike.


"Mama, nggak enak ah nanyain itu, mereka kan memang berteman dekat selama ini!" ucap Hilman supaya Nike tak menyinggung soal perasaan keduanya.


Aiden dan Chelsea saling berpandangan serta tersenyum. Kemudian mereka kembali mengobrol di rooftop saat ini. Aiden memberikan minuman perasa buah dan Chelsea menerimanya.


"Makasih ya." ucap Chelsea dan Aiden mengangguk kemudian duduk disamping Chelsea.


"Adem ya disini, angin berhembus kencang!" ujar Chelsea mengawali obrolan karena mereka belakangan ini malah jadi saling canggung.


"Iya, rambut kamu juga beterbangan, Maaf ya!" ucap Aiden kemudian menyelipkan kedua rambut Chelsea kebelakang cuping telinganya. Sehingga Chelsea tersenyum begitu cantik.


"Cantik banget kamu, Chelsea." ucap Aiden dan Chelsea menanggapinya dengan senyuman.


Chelsea menatap ke arah lain sedikit menundukkan kepalanya karena pujian itu.


"Em..Chelsea?" tanya Aiden lagi dan Chelsea menatapnya kembali.


"Em..aku, kamu, em..Aish.."


Aiden merasa tak mampu, rasanya tercekat dan jantungnya makin berdebar tanpa aturan. Namun Chelsea tersenyum tipis melihat CEO itu kikuk di hadapannya.


"Kamu kenapa, bicaralah!" pinta Chelsea.


Perlahan Aiden mengatur nafasnya, ia meneguk saliva berkali-kali dan meraih jemari mulus Chelsea menggenggamnya dengan erat. Chelsea menatap Aiden dan kini ganti dia yang berdebar.


"Aku sayang sama kamu, Chelsea? Aku cinta sama kamu, mau nggak kamu menerima cintaku?" secepat kilat Aiden menyatakan perasaannya bagai kereta lewat.

__ADS_1


Chelsea hanya tersenyum sekilas menanggapi ungkapan CEO Aiden putra Company tersebut.


********


__ADS_2