Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Michi


__ADS_3

Keenan merasa lebih baik setelah berhasil meredakan sakit karena obat perangsang tadi. Keenan baru selesai mandi dan melilitkan handuk. Keenan bercermin dan memakai lotion. Melihat Keenan yang begitu merawat dirinya. Zoya melihatnya dari ranjang.


"Kenapa sayang?" tanya Keenan.


"Kamu ganteng banget, sayang." sahut Zoya dengan masih menatap Keenan.


"Bisa aja kamu, nih!" ucap Keenan kemudian memakai deodorant, hand body, dan pelembab wajah.


Zoya menggeleng, karena Keenan ternyata begitu protect dengan tubuhnya.


"Kamu rajin juga ya, perawatan setelah mandi haha.." ucap Zoya.


"Iya, aku mau. Wajah aku ini ganteng seganteng oppa korea haha..tapi bukannya mereka oplas ya, kalau aku nih nggak oplas loh, ini apa adanya dari Tuhan. Bersyukur aja aku mah!" ujar Keenan.


"Iya udah ganteng dari sana nya!" tukas Zoya kemudian menghampiri Keenan dan mengecup bibirnya sekilas.


"Btw, masih ada nggak efek obatnya?" tanya Zoya seraya memeriksa kondisi Keenan.


"Nggak sih, setelah mencurahkannya sama kamu, tadi. Udah mendingan," sahut Keenan dengan senyuman.


"Syukur deh, aku tidur duluan, ya! Atau kita tidur bareng aja, yuk!" ajak Zoya.


"Hum..iya, ayo!" ajak Keenan kemudian ia memakai kaos panjang dan celana training panjang karena udara dingin.


Menyusul Zoya yang tengah merebahkan diri di ranjang. Keenan berniat mencumbunya lagi. Namun Zoya kelelahan setelah pergi tadi. Jadi Zoya menghalangi wajah Keenan dengan bantal dan dengan sengaja menindih bantal ke wajah Keenan sehingga Keenan gelagapan tak bisa bernafas.


Setelah puas membuat Keenan demikian, Zoya melepaskan bantalan dan mendapati wajah Keenan yang cemberut.


"Kenapa kamu tindih wajahku dengan bantal, gimana kalau aku kehabisan nafas hah..hah.." Keenan merasa kesal karena Zoya selalu menjadikannya mainan.


"Maaf sayang, abis kamu, ya pokoknya terima aja kalau aku anarkis, kamu harus menuruti apa kata aku, kalau nggak aku ngambek dan nggak kasih kamu tidur di kamar hehe.." ujar Zoya terkekeh.


"Ck, bawel banget nyai lampir hehe.." Keenan berdecak menggerutu akan sikap Zoya barusan.


"Hum..udah ah, aku ngantuk. Kamu kalau mau nonton silakan, mata aku udah lima watt soalnya. Nite, sayang muach.." sebelum tidur, Zoya melayangkan kecupannya di kening Keenan dan Keenan mengulas senyum tipisnya lalu mengeloni tubuh Zoya dengan eratnya. Kakinya pun tak mau kalah, sudah tangannya memeluk tubuhnya kakinya pun memeluk kaki Zoya.


"Gerah sayang, ah!" tukas Zoya.


"Biarin, aku suka hehe.." sanggah Keenan kemudian memejamkan matanya perlahan.


Setelah terdengar deru nafas beraturan, barulah Zoya beranjak. Keenan secepat itu tidur. Ia biasanya mengalami insomnia namun setelah menikah ia jadi mudah terlelap karena ia tak tidur sendirian lagi. Saat ini sudah ada Zoya yang menemaninya.


Zoya tak hentinya memandang wajah suami yang dikasihinya itu. Kemudian mengecup pipinya berulang kali. Dan ikut terlelap dalam alam mimpi.

__ADS_1


*******


Pagi ini, Zoya harus ke perusahaan lagi. Masa cuti nya sudah selesai. Ia tengah menyiapkan sarapan untuk sang suami. Keenan menunggu di meja dan tengah mendapat satu penumpang lagi. Keenan tersenyum dan Zoya memperhatikannya.


"Zoya, kamu suka kucing nggak?" tanya Keenan.


"Suka, kamu mau kasih aku kucing?" tanya Zoya.


Keenan mengangguk, "Pelanggan aku punya kucing Persia, dia mau pindah dan nggak ada yang urus lagi kucingnya. Daripada di kasih ke orang lebih baik untuk kamu, aja." jelas Keenan.


"Boleh deh, aku mau banget hehe.." sahut Zoya kemudian menaruh nasi goreng di piring Keenan dan meletakan untuknya.


"Hari ini aku udah masuk lagi, sayang. Nggak tau kenapa, bawaannya malas ya hehe.." ujar Zoya.


"Semangat dong, istriku muach hehe.." ucap Keenan dengan melayangkan kecupannya di pipi Zoya.


"Iya sayang." sahut Zoya kemudian melanjutkan sarapannya.


********


Aiden kali ini sedikit malas karena ia masih patah hati. Aiden kesal karena ia serapuh ini, padahal kalau Aiden mau ia bisa mendapatkan wanita impiannya daripada mengharapkan Zoya yang sudah tak sendiri lagi.


Aiden membenahi dasinya di depan cermin dan memakai jasnya. Kemudian bergegas keluar dari kamarnya dan menuju ke mobilnya. Saat tengah tiba, Aiden melihat Zoya yang baru saja turun dari taksi. Setelah itu Aiden mempercepat laju kendara ke ruang parkir perusahaan.


"Kamu udah mulai bekerja lagi?" tanya Aiden.


"Iya, pak Aiden." jawab Zoya dengan menundukkan kepalanya.


Aiden menghela nafas dan mengedarkan pandangan kearah lain. Perlahan menghampiri Zoya dan memeluknya.


"Maaf, pak Aiden. Apa yang anda lakukan?" tanya Zoya berusaha melepasnya karena bawahan Aiden banyak melihat mereka.


"Diamlah, ini titah dari atasan kamu, biarkan aku memeluk kamu, untuk mengucapkan selamat." ujar Aiden dan akhirnya membiarkan sang CEO memeluknya dengan erat.


Tak lama Aiden pun melepasnya lagi, "Yaudah, silakan kamu bekerja lagi," ujar Aiden seraya menghela nafas dan pergi dari hadapan Zoya.


Zoya mengedarkan pandangan karena entah seperti merasakan apa yang Aiden rasakan. Kemudian kembali ke divisinya untuk meneruskan pekerjaannya kembali. Sedangkan Chelsea, ia terus saja galau memandangi foto Keenan yang tak dapat dimilikinya lagi.


Lalu Chelsea menghapus seluruh fotonya bersama Keenan dan meletakan ponselnya.


"Dasar bodoh, kenapa aku harus galau kayak gini. Benar-benar melelahkan, tapi aku emang galau kok, aku masih menyukainya. Ingin rasanya aku menemui dia, tapi untuk apa lagi, dia udah mengecewakan aku, sangat." keluh Chelsea.


Tak lama Aiden datang dan melihat guratan kesedihan di wajah Chelsea. Bahkan Chelsea belum menyadari kalau Aiden sudah berada di dekatnya. Memperhatikannya yang memandangi foto Keenan. Aiden mendehem sesaat,

__ADS_1


"Ekhm..Chelsea!" sapa Aiden.


Chelsea sejenak terkesiap dan berdiri menyapa sang CEO.


"Selamat pagi pak Aiden!" ucap Chelsea seraya menundukkan kepalanya.


"Pagi, tolong siapkan berkas soal penjualan furniture bulan ini, ya! Em..kamu baik-baik aja, kan Chelsea?" tanya Aiden dan memperhatikan wajah Chelsea lebih dekat.


"Baik kok, pak Aiden, saya akan siapkan segera!" sahut Chelsea kemudian kembali duduk untuk menyiapkan berkas yang dibutuhkan.


Kemudian Aiden kembali masuk ke ruangannya. Aiden duduk di kursi panasnya dan menghubungi Keenan. Keenan tak mengangkatnya karena ia sedang ada penumpang saat ini. Namun Keenan tau Aiden menghubunginya.


"Sekarang, lebih baik fokus bekerja memajukan perusahaan. Nggak perlu lagi memikirkan cinta," harap Aiden yang mencoba menghibur dirinya.


*******


Sementara Keenan sudah mendapat kucing Persia yang diinginkan. Sang mantan pemilik sangat berterima kasih karena Keenan bersedia menampungnya. Keenan sendiri lebih berterima kasih karena diberikan kucing berbulu lebat berwarna hitam putih kuning atau si belang itu secara cuma-cuma. Karena kucingnya sudah dewasa dan jika Keenan ingin membelinya pasti harganya akan menguras kantong.


"Makasih ya Keenan," ucap Dewa yang pemilik karena sepertinya ia agak kurang rela melepasnya.


"Ngomong-ngomong kenapa kamu kasih ke aku, lumayan loh kucingnya hehe.." ujar Keenan.


"Iya, aku sebenarnya masih mau merawatnya tapi sebentar lagi aku mau nikah, dan calon istriku nggak suka kucing, yaudah dengan berat hati aku kasih ke kamu. Aku udah tawarin ke saudara nggak ada yang mau. Jadi bisa aku pastikan kalau ini adalah rezeki kamu, Keenan hehe.." ujar Dewa.


"Oke, aku akan jagain dia dengan baik. Apa kamu udah memberinya nama?" tanya Keenan.


"Udah, namanya Michi, karena dia jantan." jawab Dewa seraya menunjukan bandul yang menandakan Michi kucing jantan.


"Haha..aku tau kok. Yang nggak ada mandul..eh maksud aku bandul berarti betina kan hahah.." ujar Keenan.


"Iya, yaudah ini. Kandangnya masih ada, dan beberapa makanan untuk seminggu, setelah itu kamu bisa merawat sesuai dengan keinginan kamu, jangan jahat ya! Rawat Michi dengan baik!" pinta Dewa seraya membelai Michi.


"Iya, tuanku. Michi akan jadi kucing penurut hehe.." sahut Keenan seolah Michi.


"Haha..yaudah, bawalah dia Keenan. Aku juga mau ke kantor, udah siang soalnya!" ujar Dewa.


"Oke, aku bawa ya! Makasih Dewa," ujar Keenan.


"Sama-sama.." sahut Dewa kemudian Keenan membawanya ke taksi.


Michi sangat imut dan lucu, ia dengan tenang tertidur meringkuk di kursi depan menemani tuan barunya mencari penumpang lagi. Sebelum akhirnya pulang kembali ke kediamannya.


*********

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak guys..


__ADS_2