Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Nyaman


__ADS_3

Setelah acara doa bersama untuk sang jabang bayi yang berada di kandungan Zoya selesai. Malam ini Zoya dan Keenan memandangi langit malam dipenuhi bintang. Menikmati suka cita dimalam hari. Zoya dulu saat lajang hanya menikmatinya sendirian. Sekarang ada seorang pria yang bahkan sudah jadi suaminya menggenggam tangannya dan menjadikan istrinya.


"Sayang?"


"Hum.." Keenan hanya mendehem.


"Kamu ngantuk ya, kita mau romantis nih, kamu jangan malah bersandar sambil tidur menganga ya!" pinta Zoya dan diangguki Keenan.


"Kamu ini, aku emang ngantuk tapi aku nggak akan tertidur juga." sanggah Keenan.


"Ini baru jam 10 malam. Masa' udah ngantuk." gerutu Zoya.


"Sayang, apa kamu nggak kelelahan, kita abis mengadakan syukuran sama calon bayi kita, aku nggak mau kamu kecapekan hanya karena besok kamu libur, terus kamu seenaknya nggak beristirahat." harap Keenan seraya memegangi perut buncit sang istri.


"Aku mau memandangi langit malam sama kamu, sambil mengenang semua hal yang udah kita lalui berdua." sahut Zoya.


"Well..kenangan somplak yang mana, waktu kita adu mulut atau pertama kali kita ketemu, hum?" tanya Zoya seraya menjimpit dagu Keenan.


"Pertama kali kita ketemu, ya. Waktu kamu jatuhin gembor berisi air ke kepalaku. Dan aku basah kuyup, padahal aku berniat baik mau menyewa rumah atap ini, untung aku ganteng, sabar dan penuh pesona jadinya aku pun memutuskan untuk singgah disini, meski dengan penyambutan yang menyebalkan hahah.." jawab Keenan dengan percaya diri.


"Dih, untung kamu beneran ganteng, kalau nggak udah aku sorakin kamu hum.." ucap Zoya mengejek.


"Itu kamu udah mulai suka kan sama aku, tapi kamu sok jual mahal, jutek, ngeselin, nyebelin, tukang marah-marah!!!" Keenan dengan antusias mengeluarkan uneg-unegnya. Lalu Zoya menutup mulut Keenan dengan telapak tangannya agar berhenti mengoceh.


"Kok kamu gitu sih, hah? Kamu sengaja keluarin uneg-uneg kamu, hah?" tanya Zoya seraya berkacak pinggang.


"Biasa aja dong perutnya nggak usah maju begini hehe.." sanggah Keenan.


"Majulah sayang, kan ada isinya didalam fiuh.." sahut Zoya.

__ADS_1


"Hihi..iya maafin ayah ya nak!"


"Udah nggak sabar aku tuh mau melhat mereka."


"Sabar sayang, oh iya gimana sih rasanya hamil sayang, kayak bawa gas tiga kilo apa bawa galon sayang, apa sih yang kamu rasain?" tanya Keenan menatap dalam pada sang istri.


"Biasa aja sih, bukan perut tapi pinggang, kayak gampang pegal aja gitu, terus kaki aku nih, kayak agak berat mungkin karena nahan beban, tapi aku enjoy aja sih, karena aku bahagia, dan anak ini adalah anak kita bukan anak hasil dari hubungan terlarang." ungkapan Zoya cukup menusuk ke hati Keenan.


Antusias Zoya memandangi Keenan, namun Zoya tak bermaksud untuk menyindirnya.


"Iya, syukurlah mereka adalah anak yang selalu kita harapkan sayang." sahut Keenan datar.


"Maafin aku sayang, aku nggak maksud,"


"Kenapa harus minta maaf, emang kenyataan, aku terlahir sebelum kedua orangtuaku menikah, mau itu anak haram, anak pungut atau apapun itu bentuknya, aku menerima ucapan itu dengan suka cita, sayang. Jadi kenapa harus kecewa." ulas Keenan sehingga Zoya mencium pipi suaminya itu.


"Selalu berusaha kata kamu, sayang? Haha.. Bukan selalu berusaha tapi inilah aku, orang berpikir karena aku terlalu banyak bercanda dan aneh, makanya aku bagai manusia yang nggak punya duka, padahal aku hanya menutupi semua itu sayang, kamu tau, terkadang orang yang paling keras tertawa adalah orang yang paling sedih hatinya. Hanya karena wajahnya tertawa belum tentu hatinya tertawa juga," jelas Keenan.


"Jadi kamu orang yang seperti itu?" tanya Zoya memastikan.


"Hum..gimana ya, mungkin hehe.. Udah sayang, aku ngantuk nih, besok juga aku harus ke pool lagi. Kita masuk yuk, malam semakin larut dan udara makin dingin nanti kamu masuk angin." ajak Keenan pada Zoya.


"Gendong?" pinta Zoya dengan manja.


"Iya!" Keenan pun membopong tubuh besar wanita hamil itu dengan hati-hati dan membawa sang istri masuk ke rumah atap. Perlahan menidurkan di ranjang. Keenan yang hendak mencumbu Zoya hanya sekedar memberi sentuhan lembut pada bibir polos tanpa polesan menghujani kecupan dan melumattnya dengan lembut.


Keenan melakukan itu dengan hati-hati agar tidak menindih perut buncit sang istri. Zoya selalu menyambutnya dengan gairah karena Keenan selalu mencumbunya dengan penuh kelembutan. Sehingga membuat si empunya melenguh dan mendesahh meski hanya mencium tengkuk saja.


Namun nafsuunya yang mulai datang lagi, sebagai pria normal, tentu junior dibawah sana kembali menegang. Zoya tersenyum saat milik Keenan mengeras dan terbangun karena begitu terasa menyentuh kepemilikannya.

__ADS_1


"Punya kamu mengeras sayang hihi.." Zoya berkelakar.


"Entah sayang, cepat banget burung ini berdiri kalau udah dekat dengan gua hehe.." imbuh Keenan terkekeh.


"Ih, gua. Sabar ya, ini masih muda, menjelang persalinan aja ya, aku nggak mau kontraksi dini!" ucap Zoya memberi pengertian.


"Hum..aku selalu sabar demi kamu sayang," Dan Keenan kembali mencium cherry pink milik Zoya hingga Zoya pun tak kuasa menahan hasrat yang merasuk dalam jiwanya. Merasakan betapa Keenan selalu membuat hormonnya naik, karena sentuhan-sentuhan lembut bagai magnet dari lelakinya itu.


Setelah lelah memadu kasih, mereka pun tertidur. Keenan dengan sengaja melepas seluruh pakaian wanita hamil itu, Zoya yang terus menghadap kiri dan berbaring kearahnya bagai kesempatan emas bagi Keenan untuk memainkan pucuk hitam ditengah areola itu. Bagai chococip, Keenan memilin dengan lembut meski Zoya kegelian, Keenan terus memainkan putting susu itu dan sesekali mengemutnya.


"Sayang, udahlah Ahh.." Zoya merasa kegelian.


"Emang nggak apa-apa sayang, tidur hanya dengan selimut seperti ini?" tanya Keenan.


"Aku selalu kepanasan, dan begah sayang. Perutku selalu terasa penuh, makanya aku jadi mudah kepanasan. Jadi setidaknya meski aku tidur tanpa busana, dengan berselimut tebal ini jadi sedikit membantu." jawaban Zoya membuat Keenan mencium Zoya lagi.


"Aku suka kamu telanjang bulat seperti ini, aku juga akan telanjang bulat hehe.." Keenan pun melepas seluruh pakaiannya dan tidur hanya terbalut selimut saja.


"Huft, terserah kamulah sayang," Zoya menggeleng dan akhirnya Keenan melucuti seluruh pakaiannya dan mereka kini tanpa busana. Keenan mengeloni sang istri dari belakang seraya mengelus perutnya. Zoya pun menikmatinya, ia selalu senang saat suami gantengnya itu memperlakukannya dengan istimewa.


Keenan tertidur seraya menggenggam buah dada sang istri sehingga Zoya merasa risih.


"Sayang, kenapa tangan kamu terus berada disini?" tanya Zoya merasa tak nyaman.


"Hum..biar kamu cepat tidur sayang!" sanggah Keenan sehingga Zoya berkali menelan saliva karena merasa kegelian.


Zoya hanya pasrah dengan kelakuan suaminya dan memilh untuk cuek. Karena ia sudah sangat mengantuk, jadilah Keenan tidur dengan menggenggam buah dada sang istri hingga pagi menjelang.


*******

__ADS_1


__ADS_2