Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Tahan


__ADS_3

Sepulang dari pool taksi sore ini, Keenan pulang dengan wajah muram. Ia mengucap salam dan Zoya menyambutnya. Zoya melihat ada yang berbeda, tampak guratan kesedihan tergambar dari wajah gantengnya itu. Keenan duduk di ranjang dan melepaskan kancing kemejanya. Melonggarkan dan melepas sepatunya.


"Kamu kenapa, sayang?" Zoya menaruh teh hangat dan duduk disamping Keenan.


"Aku mau nanya, boleh?" tanya Keenan seraya menatap Zoya dengan lekat.


Zoya mengangguk seraya menatap wajah lelah suaminya itu.


"Emang nya anak hasil hubungan diluar nikah tuh, hina ya?" tanya Keenan sehingga Zoya merasa tercekat karena tiba-tiba Keenan menanyakan hal itu.


"Eh, kamu kenapa tanya beginian, apa ada masalah?" tanya Zoya balik.


"Nggak sih, sebenarnya aku udah ketemu lagi sama ayah kandungku." jawaban Keenan membuat Zoya terbelalak sembari menyiapkan hidangan makan malam untuk mereka.


"Sejak kapan?" tanya Zoya sumringah.


"Udah lama, akhir-akhir ini, dia sering mendatangi aku di pool." jawab Keenan seraya mengambil piring yang sudah Zoya siapkan dan mereka makan malam bersama.


"Bagus dong, masalahnya dimana?" tanya Zoya berusaha menelisik apa yang sudah terjadi.


"Menurut kamu, apa pantas dia memeras aku. Aku mau menolak tapi dia kan orang tuaku, aku nggak mau jadi anak durhaka." ulas Keenan.


"Dia suka minta uang ke kamu, sering? Sejak kapan?" tanya Zoya penuh selidik.


"Baru-baru ini sih, kamu jangan cerita ke siapa-siapa ya," ujar Keenan meminta.


Zoya menghela nafas, "Nggak apa-apa," jawaban Zoya diangguki oleh Keenan kemudian dirinya tersenyum.


"Syukur deh, ternyata aku nggak salah. Berarti kalau ayah minta uang lagi, aku harus memberikannya ya!" Keenan begitu polos, Zoya menggaruk kepalanya seraya mengernyit. Pikirnya Keenan itu terlalu baik atau bodoh, hah..sepertinya beda tipis.


Zoya meraih tangan halus sang suami dan menggenggamnya dengan erat. Zoya menghela nafas berat.


"Sebaiknya kalau pria yang mengatakan ayah kandung kamu itu memeras kamu lagi, kamu bisa mengusirnya Keenan!" ujaran Zoya ganti membuat Keenan mengernyit.


"Eh, kenapa aku harus mengusirnya?" Keenan mulai merubah wajahnya kesal.


"Hanya karena dia ayah kamu, bukan berarti dia bisa berbuat seenaknya sama kamu, aku tau kamu baik tapi jangan bodoh juga Keenan. Setidaknya kamu beri dia peringatan, sekarang Tuhan sedang memberi kecukupan rezeki untuk kita, tapi ada caranya juga kali," jawab Zoya kemudian menangkup wajah Keenan.


"Kamu nggak terima kan anak kecil, tegas dikit dong! Apa dia main tangan?" tanya Zoya menelisik.

__ADS_1


"Nggak." jawab Keenan dingin.


"Kamu tau, aku teringat pertama kali kamu bertemu dengan ibu kamu, kamu dulu hampir mati kan dipukuli karena nggak diinginkan. Jangan jadiin nasib kamu yang kurang beruntung jadi batu sandungan, terus kamu mau aja gitu diperlakukan seenaknya!" ulas Zoya sehingga Keenan menghela nafas.


Jadi selama ini aku udah salah, hah..menyebalkan.


Keenan membatin dan Zoya menelisik wajah suaminya itu.


"Eh sayang, kenapa lihatin aku kayak gitu?" tanya Keenan.


"Kamu lagi mikirin sesuatu kan?" tanya Zoya mendelik.


"Iya, aku lagi mikirin bibir kamu." jawaban Keenan membuat Zoya mengernyit.


"Kenapa bibir aku, apa ada nasi?" Zoya berusaha membersihkan wajahnya.


Namun Keenan menangkup wajah Zoya. Dan memberikan kecupan sekilas di bibir istrinya itu. Kembali Keenan hendak melayangkan kecupan lagi namun,


"Keenan!!!" pekik Risna membuat mereka segera menghampiri panggilan ibu mertuanya.


Keenan melihat-lihat katalog baju gamis yang Risna inginkan. Semua harganya diatas tiga ratus ribuan dan Keenan menelan saliva kasar.


"Ibu mau ketiga baju ini?" tanya Keenan.


"Iya, boleh kok. Sayang boleh kan?" tanya Keenan meminta persetujuan sang istri dimana Zoya sudah memelas.


"Bu, yang bener aja. Beli satu ajalah, kalau 3 berarti hampir satu juga, biasanya juga ibu beli baju 100 ribuan." keluh Zoya kesal.


"Biarin aja sayang," Keenan menyenggol.


"Zoya justru karena dia menantu ibu, makanya ibu minta sama dia. Kalau Aiden yang menantu ibu, ibu nggak akan minta sama dia." ujar Risna.


"Ibu ini ngapain bawa-bawa Chief Aiden."


Keenan sudah pusing karena Zoya dan ibunya sudah berdebat.


"Udah sayang, nggak apa-apa, ini aku ada uang satu juta. Ibu belilah baju itu ya!" ujar Keenan memberikan uangnya langsung pada ibu mertuanya.


"Nah pas ini, makasih ya Keenan. Ibu bisa pakai gamis baru deh, yaudah ibu kebawah dulu ya, makasih Keenan." ujar Risna sehingga Risna pergi dari hadapan mereka.

__ADS_1


"Biarin ya sayang, biar Allah yang menggantinya. Aku ikhlas kok, mungkin itu rezeki ibu kamu lewat perantaraan kita anaknya." jelas Keenan.


"Aamiin sayang, maafin ibu ya!" ucap Zoya seraya memeluk tubuh kekar dihadapannya.


"Maaf untuk apa?" tanya Keenan yang membalas pelukan sang istri.


"Matre." jawab Zoya singkat.


"Haha..jangan ngomong gitu ke ibu kamu, nggak baik loh. Udah ya, aku mau mandi dulu!"


Keenan hendak mandi dan mereka kembali menutup pintu. Setelah mandi Keenan merebahkan diri di ranjang sementara Zoya yang begitu manja menidurkan kepalanya di perut roti sobek nya sang suami.


"Sayang, lain kali kalau ibu minta uang jangan dikasih ya!" ujar Zoya menekankan.


"Kenapa? Aku nggak suka aja ibu bandingin aku sama Aiden, udah jelas kami berbeda. Bahkan masih mengharap andai Aiden yang jadi menantunya." tanya Keenan tak mengerti.


"Aku kira juga dulu aku akan menikah sama dia, Keenan." ucapan Zoya membuat Keenan tercekat.


"Hum..hehe..sayangnya kalian nggak jodoh ya." Keenan berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Iya, mungkin Chelsea emang jodohnya. Aiden itu CEO tapi perangainya bagus, siapa juga yang nggak mengaguminya. Dia ganteng, atletis, nyaman banget berada di dekat dia. Kalau punya anak lelaki aku mau nasibnya seperti Aiden. Jadi CEO di sebuah perusahaan." jelas Zoya sementara Keenan hanya menanggapi celotehan sang istri dengan senyuman.


"Aamiin." sahut Keenan meradang namun ia berusaha mengontrol perasaannya. Karena Zoya sedang hamil.


"Gimana kalau jadi supir taksi on__" belum selesai Keenan bicara Zoya sudah memutusnya dengan menutup mulut suaminya itu.


"Aku maunya dia jadi dirinya sendiri, sayang! Aku mau sesuatu bisa nggak kamu mengabulkannya?" tanya Zoya mulai mengidam lagi.


"Hum..kamu mau apa? Kalau mau makan sesuatu aku akan membelikannya setelah magrib?" tawar Keenan sumringah.


"Nggak, aku mau tiduran di perut roti sobek kamu aja," sahut Zoya yang menjadikan perut Keenan bantalan dan tangannya menyusur ke sesuatu yang berada di balik celana Keenan.


"Aish!!" Keenan menghela nafas ketika akhirnya kepemilikannya mengeras namun Zoya menahan Keenan untuk melakukannya.


"Kamu mau ngapain?" tanya Zoya.


"Tegang." sahut Keenan seraya mendesahh.


"Tetap di posisi, tahan aja nafsuu kamu!" Respon Zoya yang demikian membuat Keenan terpaksa menahannya. Namun Zoya dengan sengaja terus membuat junior dibawah sana makin menegang.

__ADS_1


"Aish.." Keenan meneguk saliva kasar seraya meremass seprai karena Zoya sedang tak mood untuk bercinta.


*******


__ADS_2