Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Garis dua


__ADS_3

Zoya yang baru datang membawakan minyak oles tiba-tiba mengeluarkan isi perutnya. Keenan beranjak melihat sang istri yang tak mengalami demam namun mengalami pusing dan mual tak tertahankan.


"Kamu kenapa sayang? Sakit? Kita periksa ke dokter ya!" ajak Keenan.


"Mual sayang, oh iya ini minyak oles tolong usapkan ke tengkuk dan punggung aku sayang. Aku udah menahannya sejak semalam. Tapi ini rasanya udah nggak tahan." ujar Zoya.


Setelah itu Keenan mengolesi minyak di punggung dan tengkuk sang istri namun Zoya kembali merasa mual dan beranjak kelimpungan ke kamar mandi. Keenan makin khawatir akan kondisi sang istri sementara Zoya merasa mual yang datang tiba-tiba itu baru kali ini ia alami. Apa yang sebenarnya menimpanya. Ia tak merasa masuk angin namun sangat mual.


"Aku nggak masuk angin sayang tapi rasanya sangat mual, hoek.." Zoya memekik dari toilet.


Tak lama Zoya keluar dan teringat akan tespack yang ia beli. Ia sudah telat satu minggu, belum banyak pengalaman namun katanya jika telat suka ada yang terjadi. Mumpung masih pagi, Zoya pun memeriksa air seninya. Keenan tak mengerti apa yang sebenarnya istrinya lakukan.


Setelah memeriksa selama beberapa detik, Zoya melihat dua garis terpampang di tespack. Zoya bahagia seraya menelan saliva dan terbelalak.


"Garis dua, Oh.."


Keenan masih merasa khawatir takut-takut Zoya pingsan di dalam karena tak ada suara apapun yang ia dengar.


"Sayang, kamu baik-baik aja kan, ada apa, jangan bikin aku khawatir!" pinta Keenan bersandar di samping pintu toilet sesekali melihat ke arah pintu dan mengetuknya.


Tak lama kemudian Zoya keluar dari toilet, Keenan segera memegang kedua lengan Zoya dan mengelus pucuk kepala Zoya.


"Ada apa, kalau sakit kita periksakan kondisi kamu, yuk ke rumah sakit!" ajak Keenan yang terus saja memberikan sentuhan lembut ke rambutnya. Zoya mengeluarkan sesuatu yang tersembunyi dibalik punggungnya. Kemudian memberikannya pada Keenan.


"Apa ini?" tanya Keenan melihat dua garis merah yang terpampang di tespack. Desiran seperti merasuk dalam jiwanya. Pria berwajah tampan beralis tebal itu menarik kedua sudut bibirnya.


"Aku hamil sayang." jawaban Zoya lantas membuat Keenan berhambur memeluk Zoya dengan eratnya.


"Alhamdulillah, berarti sebentar lagi aku jadi bapak-bapak haha.." ujar Keenan namun tiba-tiba Zoya melepaskan pelukan Keenan.


"Jadi ayah, ish pengen banget sih jadi bapak-bapak. Bapak-bapak kan identik dengan tua hehe.." ulas Zoya dengan merengut.


"Iyalah jadi ayah hehe..makasih ya sayang aku senang banget. Jagain malaikat kecilku dengan baik!" ucap Keenan kemudian membawa Zoya duduk di ranjang dan memegangi perutnya serta menempelkan kepalanya di perut Zoya.


"Kok belum bergerak sayang?"tanya Keenan. Sehingga Zoya yang kesal menarik rambut sang suami hingga Keenan meringis.

__ADS_1


"Auh, sakit sayang. Aku salah apa, kenapa dijambak?" Keenan meringis kemudian Zoya melepaskan tangannya.


"Ya iyalah masih terlalu kecil sayang, Belum berbentuk haha..kamu nih," ujar Zoya merasa gemas pada suaminya itu.


"Maaf aku kan nggak tau, yaudah mulai hari ini kamu jangan terlalu capek ya! Biar Keenan unyil sehat sampai persalinan!" pinta Keenan seraya membelai perut Zoya dan menciuminya.


"Iya sayang." sahut Zoya kemudian Keenan beranjak melayangkan kecupan pada pemilik cherry pink dengan lembut. Setelah itu memeluknya dengan erat. Dan kembali melumatt dengan lembut dan menciumi leher jenjang hingga si empunya merasa kegelian dan tertawa kecil.


"Udah sayang, aku jambak lagi kamu nanti!" Keenan segera menarik diri dan mengusap-usap rambutnya. Padahal Keenan bermaksud memberikan hadiah karena Zoya sudah memberikan kebahagiaan padanya hari ini.


Zoya tersenyum melihat Keenan mengerucutkan bibirnya seraya mengulik perut Zoya dengan telunjuknya sehingga Zoya melayangkan kecupan di kening sang suami seraya memeluk kepalanya itu. Terbitlah senyuman dan Keenan ikut melingkari tangannya di pinggul ramping sang istri.


*******


Aiden tengah fokus dengan laptopnya di kamarnya melihat hasil jepretan kamera foto prewedding kemarin. Ia tersenyum seraya menjimpit dagunya. Sesekali memainkan laptopnya menggeser touchpad dan melihat semua foto itu.


"Kok, aku kangen ya!"


Aiden mengirimkan pesan pada Chelsea dan hendak menanyakan ingin makan apa. Agar Aiden bisa mengirimkannya. Chelsea pun berujar tak ingin makan apapun, namun jika Aiden memasakkan sesuatu untuknya. Chelsea mau memakannya.


Chelsea minta Aiden memasakkan dirinya ikan nila goreng siram kuah kuning. Aiden menghela nafas dan beranjak ke dapur untuk memasakkan keinginan sang calon istri. Aiden dan Chelsea sama-sama mahir dalam memasak. Nanya saja Aiden sudah jarang melakukan itu karena kesibukan sebagai CEO menuntut ia jarang melakukan pekerjaan dapur, apalagi sudah ada art di mansion. Tentu kesibukan memasak bukan prioritasnya lagi.


"Eh, ada yang masuk dapur ya, tumben nih hehe.." ucap Nike.


"Aku mau buatin Chelsea ikan nila kuah kuning Ma." jawab Aiden seraya sibuk mengolah bahan masakan.


"Rajinnya calon pengantin ini. Pernikahan akan dilangsungkan seminggu lagi, jangan buat diri kamu terlalu lelah ya, supaya hari H kalian tampil dengan memesona." pesan Nike pada anak sematawayangnya itu.


"Iya ma, aku cuma masak. Nggak akan buat aku lelah, pekerjaan di perusahaan jauh lebih melelahkan." ujar Aiden sementara Nike membantu Aiden membuatkan ikan nila kuah kuning sementara Aiden menggoreng ikan nilanya.


"Ganteng-ganteng masak hehe..Mama arisan dulu ya, kamu yang semangat masaknya!" ucap Nike seraya melayangkan kecupan di pipi sang putra.


"Hati-hati ma!" ucap Aiden menengok sebentar pada Nike kemudian melanjutkan memasak.


Tak lama hidangan siap matang, Aiden segera meletakan di rantang pack. Dan meminta ojek online untuk mengantarkannya ke kediaman Chelsea. Setelah menerimanya Chelsea tersenyum dan mencicipinya. Masih sama seperti yang selalu Aiden buat enak dan bikin kangen.

__ADS_1


"Nggak nyangka CEO lucu itu, masih sempat juga masakin aku, makasih ya calon suami hehe.." Chelsea bergumam dan mengirimkan pesan manis untuk Aiden.


Mendapatkan pesan manis itu ada yang guling-gulingan di ranjang empuknya karena bahagia calon bojo menyukai masakannya. Aiden terlihat begitu imut selayaknya pria muda yang tengah dimabuk cinta.


"Ah dia itu, aku jadi pengen peluk," Aiden kembali menutup kepalanya dengan bantal dan menghentakkan kakinya tiada henti. Benar-benar seperti anak kecil yang baru diberi permen.


********


Sementara Chelsea tengah memandangi foto sang ibu yang sudah tiada. Harapan sang ibu jadi kenyataan, karena sejak kecil mereka sudah berteman dan berharap mereka berjodoh. Tak ada yang menganggap serius karena ucapan itu terlontar kala usia Chelsea masih sepuluh tahun. Namun siapa yang tau Tuhan mengijabah doa sang ibu hingga akhirnya sang pemilik hati menemukan tambatan hatinya.


"Seperti yang ibu harapkan kan, sekarang aku udah bersama Aiden. Semoga ibu bahagia karena harapan ibu jadi kenyataan." ucap Chelsea seraya memeluk foto kecilnya yang tengah berada dalam gendongan sang ibu.


Sang ayah yang tengah melihatnya hanya tersenyum dan kembali mengurus pekerjaan lain.


*******


Setelah memastikan akan kehamilan terjadi. Keenan mengajak Zoya periksa kandungan ke dokter, Zoya mendapat obat-obatan dan vitamin untuk menunjang kesehatan janin. Setelah itu, mereka beranjak mendatangi taman dan duduk dibawah rindangnya pohon.


"Sayang, kamu berhenti aja dari pekerjaan kamu, biar aku yang kerja, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa!" pinta Keenan.


"Kamu itu istirahat aja, baru dapat kabar aku hamil kamu langsung minta aku berhenti! Penghasilan kamu aja pas-pasan kalau ngarepin kamu gimana kita bisa bayar uang persalinan nanti." ucap Zoya ketus.


"Iya deh, aku cuma supir taksi, beda sama kamu yang udah jadi karyawan dengan gaji besar, aku mah apa atuh, fiuh.." keluh Keenan lalu menunduk seraya menghela nafas berat.


"Bukan itu maksud aku sayang, aku bukannya mau bandingin profesi kita, maksud aku em.." ucapan Zoya terpotong karena Keenan tiba-tiba mencium pemilik cherry pink itu. Zoya memejamkan mata menikmati ciuman yang Keenan berikan. Sejenak Keenan menarik diri dan mengelus rambut Zoya.


Keenan celingukan takutnya ada yang melihat kemesraan mereka yang berciuman di depan umum.


Zoya tersenyum kemudian menyandarkan tubuhnya di dada bidang sang suami.


"Aku beruntung sayang memiliki kamu, kamu benar-benar suami yang penyayang dan bertanggung jawab. Kalau anak kita lelaki aku mau dia tampan wajah dan hatinya seperti ayahnya!" harap Zoya.


"Aamiin sayang!" ucap Keenan.


"Keenan!"

__ADS_1


Namun terlihat ada sesosok wanita yang memanggilnya, Keenan terbelalak sementara Zoya merasa bertanya-tanya tentang siapa wanita yang hendak menghampirinya itu dan memandangi sang suami yang mengusap wajahnya dengan kasar.


*******


__ADS_2