
"Kamu darimana, kok baru pulang, apa kamu abis bermalam sama Chelsea?" tanya Zoya penuh selidik.
"Duduk dulu sayang, sabar ya, biar aku jelasin." jawab Keenan dengan lembut.
Zoya dan Keenan kini duduk di ranjang. Zoya hanya diam seraya menatap Keenan tanpa henti, sementara Keenan pun memberikan senyumannya. Lalu Zoya berpaling muka.
"Semalam aku diminta Aiden untuk mengantar Chelsea, tapi ternyata di tengah jalan bensin habis, dan mobil ngadat, yaudah kami putuskan untuk bermalam di mobil sampai pagi. Paginya, setelah aku isi bensin barulah taksi bisa jalan, makanya aku baru pulang sekarang, gitu ceritanya mommy Zoya hehe.." jelas Keenan di akhir dia berikan cengiran kuda.
"Apa yang kalian lakukan di mobil, bercumbu??" tanya Zoya dengan seringai tipisnya.
"Sayang, aku tau diri kok. Aku suami kamu dan Chelsea calon istri Aiden, aku cuma tidur hingga pagi." jawab Keenan yang terhenyak karena Zoya memepetnya tak memberi ruang.
"Tidur gimana, kamu meniduri dia di mobil?" tanya Zoya yang tiba-tiba meringis kesakitan di bagian perutnya.
"Aku,"
"Auh, ssh..keram sayang."
"Perut kamu keram, tuh kan sayang, please berhenti curiga, kamu jangan mikir yang nggak-nggak, Chelsea tidur di kursi samping kemudi. Nggak ada yang kami lakuin. Unyil sayang, bilang mommy ya, jangan cemburu lagi sama papa!" ujar Keenan seraya mengelus perut Zoya yang terasa keram.
"Udah, aku cuma pura-pura tadi, peluk aku sayang!"
Keenan menggelengkan kepalanya akan kelakuan sang istri yang membuatnya sepor jantung. Ia lalu berlutut dan memeluk sang istri yang tengah duduk di ranjang, namun tiba-tiba Zoya merebahkan tubuhnya diatas Keenan. Senyuman Keenan yang memesona selalu sukses membuatnya luluh.
"Jangan marah lagi ya, aku nggak mau kamu dan calon bayi kita kenapa-kenapa, sekarang lakuin lah apa yang kamu mau," ulas Keenan dengan senyuman.
"Hum..apa ya?" Zoya sedang berpikir seraya meremass-remass sesuatu yang berada dibalik celana Keenan.
Keenan mengerang dan mendesah, nafasnya memburu sehingga ia ganti mencium bibir yang begitu dekat di wajahnya seraya meremass buah dada membuat si empunya yang berada di sampingnya kini melenguh. Keenan yang sudah terangsang segera melakukan French kiss. Zoya terbelalak saat lidah mereka saling beradu, bukan hanya mulut lagi.
"Keenan!"
"Diam sayang, kamu yang maksa aku. Aku jadi menegang sekarang!"
Zoya sadar tangannya masih berada di atas celana Keenan yang isi dalamnya mengeras. Keduanya meneguk saliva dan menikmati ciuman mereka hingga kini tubuh mereka terebah lelah di ranjang.
"Udah puas hukum aku?" tanya Keenan seraya menoleh ke arah istrinya yang tengah terengah karena pergumulan barusan. Zoya hanya mengangguk seraya tersenyum memandang sang suami, namun kembali wanita itu menangkup wajah Keenan dan menciumi bibir Keenan. Keenan yang kelelahan hanya pasrah menerima hukuman dari sang istri.
Zoya menarik diri dan mengelus pipi mulus sang suami, membelai alis tebal dan hidung mancung.
"Kalau kayak gini, aku jadi pengen bikin salah terus ah haha.." ujar Keenan.
__ADS_1
"Jangan resek!" ucap Zoya sehingga menarik pipi Keenan kuat-kuat macam karet.
"Auuuhh..sakit sayang!!" lirih Keenan seraya meringis pelan sehingga Zoya tersenyum.
"Udah puas hukum aku, bolehkah aku mandi, rasanya lengket banget sayang!" pinta Keenan.
"Mandilah, kamu hari ini. Kerja?" tanya Zoya.
"Kerja, aku bersihkan diri dulu." jawab Keenan kemudian Zoya menarik diri dari tubuh Keenan dan Keenan pun terbangun.
"Kamu ke penyewaan taksi lagi?" tanya Zoya.
"Nggak, aku mulai hari ini akan mengurus pool taksi, ternyata ayah udah menyiapkan pool itu jauh sebelum kita nikah, intinya dia kayak kasih aku kejutan." jawab Keenan.
"Cieee..jadi pemilik pool taksi sekarang!" ucap Zoya seraya menggelitik perut six pack sang suami.
"Ahaha..bisa nggak sayang, tangan kamu nih jangan jail!" ucap Keenan seraya mencekal kedua pergelangan tangan sang istri.
"Iya, pergilah Presdir dadakan haha.." ujar Keenan.
"Hum..Zoya, apa nggak sebaiknya kamu resign aja?" tanya Keenan.
"Kenapa, aku nggak bisa ninggalin kerjaan ini, lagian aku masih hamil muda dan nggak mengalami mual yang berat," keluh Zoya.
"Iya sayang, mandilah! Kalau kamu pidato terus kamu malah nggak jadi kerja nanti, oh iya, aku pingin banget makan kue yang ada gambar foto kamu sayang, bisa nggak kamu bawakan kue itu sepulang bekerja nanti?"
"Dimana nyari kue gambar wajahku sayang, kue bolu aja mau, nggak hehe.." tanya Keenan seraya menggaruk kepalanya.
"Ck, aku maunya kue yang ada gambar wajah kamu titik!" ungkap Zoya dan diangguki oleh Keenan.
"Iya, nanti aku cari," ujar Keenan sehingga menyambar handuknya dan masuk ke toilet. Zoya pun tersenyum dan beranjak merapikan rumah atapnya itu.
********
Sementara itu, Aiden sudah bisa pulang. Ia memaksa pulang lebih awal karena tak mau berlama-lama dirumah sakit. Karena ia terus memikirkan Chelsea. Tak lama Chelsea datang dan menghampiri Aiden yang tengah duduk bersandar di bantalan brankar.
Aiden merengut dan Chelsea pun tersenyum, pria berusia 26 tahun itu memalingkan wajahnya dan tak bicara sepatah katapun. Chelsea meraih wajah Aiden menangkupnya.
"Kenapa?" tanya Chelsea.
"Apa yang kamu lakuin semalam?" tanya Aiden yang antusias memandangnya.
__ADS_1
"Lakuin apa, aku hanya tidur sama Keenan." jawab Chelsea sekenanya.
"Tidur sama Keenan, dimana? Di hotel, kurang ajar Keenan." Aiden sudah emosi yang membuat Chelsea tak mengerti.
"K-kurang ajar maksudnya?" Chelsea terhenyak.
"Berani-beraninya dia meniduri kamu, udah Zoya dia rebut, kamu juga mau diembatnya. Dia harus aku kasih pelajaran!" Aiden hendak beranjak dari brankar dan keluar dari ruangan. Segera Chelsea menahan tubuh kekar itu dan tak melepaskannya.
"Kamu ini kenapa sayang, kenapa jadi emosi begini. Kamu mau kemana?" tanya Chelsea tak mengerti.
"Aku mau kasih pelajaran sama Keenan, karena dia udah berani meniduri kamu, lepasin aku sayang!!" pinta Aiden.
"Kamu ini bicara apa, apa kamu bergurau?" tanya Chelsea tak pelak melepaskan Aiden dan menyandarkan tubuhnya di dinding lalu mengungkungnya.
"Semalam kamu tidur kan sama dia, kamu sendiri udah mengakuinya barusan?" tanya Aiden.
Chelsea mulai mencerna pertanyaan Aiden. Dan akhirnya ia memahami kalau Aiden telah salah paham padanya.
"Semalam taksi Keenan mogok sayang, karena jauh dari pom, dan eceran tutup. Kami putuskan untuk tidur didalam taksi, Keenan di kursi kemudi dan aku di sebelahnya. Keenan ataupun aku, kami nggak melakukan apapun, di taksi kami hanya tertidur menunggu pagi, setelah pagi dia mendapat bensin barulah dia mengantarku, itu aja. Kamu cuma salah paham," jelas Chelsea dengan helaan nafas.
"Beneran, kamu nggak bohong?" tanya Aiden matanya memincing dengan alis bertautan.
"Hum..anarkis banget kamu kalau cemburu ya, hanya kamu sayang yang bisa memiliki tubuh aku, aku juga sadar, status aku sama Keenan nggak sama lagi, jadi jangan kamu berburuk sangka ya!" jawab Chelsea lalu mendekap tubuh yang tengah dilanda kegalauan itu.
"Maafin aku sayang!" ucap Aiden seraya menelusupkan kepala sang kekasih dalam pelukannya.
"Iya, aku juga minta maaf udah bikin kamu khawatir, sekarang kita kembali ke brankar, kamu bersiap ya, karena sore nanti 'kan kamu udah bisa pulang, oke sayang!" pinta Chelsea dengan sumringah.
"Baiklah." sahut Aiden dengan anggukannya.
Chelsea menggandeng tangan Aiden dan membawanya kembali ke brankar. Tanpa diduga kecupan mendarat mulus di pipi Aiden. Wajah Aiden memerah seraya hatinya yang menghangat. Aiden tersipu dan meraih tangan Chelsea disertai mencium punggung tangan kekasihnya sehingga Chelsea membelai rambut Aiden dan memeluknya lagi.
"Cepat sembuh ya Chief ku yang ganteng, semangat sehat karena pernikahan kita sudah di depan mata, aku mau kamu sehat biar acara kita berjalan lancar, mengerti sayang?" tanya Chelsea seraya menangkup kedua belah pipi Aiden.
"Iya sayang, oh iya. Siapa yang menghandle kerjaan di perusahaan kalau Chief dan sekertaris bermesraan di rumah sakit hehe.." kelakar Aiden.
"Papa kamu, udah pokoknya kamu sehat aja, setelah menikah kita bisa kembali memajukan perusahaan bersama, setuju sayang?" tanya Chelsea sumringah.
"Deal sayang muah.." jawaban Aiden disertai dengan kecupan yang dilayangkan ke pipi kiri Chelsea.
Wajah mereka sama-sama memerah dan Aiden lantas memeluk Chelsea. Chelsea bisa bernapas lega karena keadaan Aiden sudah lebih baik mendekati hari H. Chelsea mengelus punggung Aiden sehingga Aiden makin mengeratkan pelukannya itu.
__ADS_1
*******