
Seperti yang Chelsea inginkan keesokan harinya, weekend tepatnya hari sabtu sehari sebelum pementasan. Keenan bekerja untuk menemani Chelsea, karena kali ini libur Chelsea bisa lebih puas cari angin terlebih Keenan bersedia menemaninya. Keenan yang keluar dari rumah atap itu terlihat sangat rapi dan wangi. Zoya merasa perlu bertanya akan hal yang akan Keenan lakukan.
"Mau kemana kamu, Keenan?" tanya Zoya.
"Eh, Zoya! Katanya nggak mau ngomong sama aku lagi hehe.." goda Keenan lalu menghampiri Zoya.
"Iya...itu, kan! Kemarin. Sekarang, aku udah nggak marah, kenapa? Kamu mau kita diam-diaman terus?" tanya Zoya lalu kembali menyiram bunga-bunganya dan menjemur pakaiannya.
"Oh, iya. Kamu hari ini libur, ya! Nggak apa-apa Zoya, eh. Menurut kamu penampilan aku udah keren belum?" tanya Keenan sejenak Zoya memperhatikan penampilan Keenan.
Apapun yang kamu kenakan, kamu selalu terlihat keren Keenan, terlebih kamu cute..
Zoya hanya bicara dalam hatinya, namun jawaban yang ada di dasar hatinya tak serta merta ia keluarkan begitu saja.
"Keren? Hah, keren dari mana, lagian ngapain sih kayak mau ngedate aja, mau jalan sama siapa, sableng?" tanya Keenan.
"Sama Chelsea hehe.." jawab Keenan.
"Seriusan, bukannya kamu mau bekerja? Kamu ngapain ngedate sama Chelsea?" tanya Zoya, namun entah kenapa hatinya seperti tak rela jika Keenan melakukan hal itu.
"Kepo haha..aku mau nembak dia." jawaban Keenan antusias membuat Zoya menoyor kepala Keenan.
"Oh, ya ampun. Kenapa semua orang senang banget, menoyor kepala, aku ish.." keluh Keenan.
"Kamu jangan asal bicara, Keenan. Emang Chelsea mau sama kamu?" tanya Zoya merendahkan.
"Ya, nggak tau. Bye Zoya, aku tinggal dulu, ya!" ujar Keenan sejenak melangkah menuruni anak tangga.
"Hum..semoga kamu ditolak ya cintanya!" seru Zoya.
Keenan yang mendengar ucapan Zoya merasa aneh. Karena, doa Zoya sangatlah tidak baik menurutnya. Ia kembali menuruni anak tangga dan terus berjalan menuju ke penyewaan taksi. Sedangkan Zoya melihat Keenan melangkah dari rumah atap.
"Secepat itu, mau menyatakan perasaan, ish..semoga kamu ditolak, Keenan! Tapi, bukannya aku mendukung mereka, kenapa saat Keenan mau menyatakan perasaan aku malah senewen begini, Ih! Nggak jelas kamu, Zoya! Ah, bodo amat terserah dia juga, aku kan bukan siapa-siapanya!" Gerutu Zoya lantas kembali turun dari rumah atap untuk memasak.
Namun, ditengah Zoya menyiapkan dirinya untuk memasak. Aiden menghubunginya, Aiden berniat untuk mengajak Zoya jalan hari ini, Zoya sangatlah antusias, yang terpenting Zoya tak mengemis cinta, Namun karena Aiden mengajaknya tentu Zoya tak akan menolaknya.
"Aku harus cepat masaknya, karena hari ini aku juga akan ngedate sama Aiden, huh..emang kamu aja Keenan yang bisa ngedate aku juga," monolog Zoya sumringah dan mempercepat mengurus pekerjaan rumah demi bisa jalan dengan Aiden.
Sementara Billy sudah beraksi saja kali ini. Rindunya sangatlah besar pada Keenan. Ia dengan sabarnya menunggu Keenan di penyewaan taksi. Dan penantiannya berakhir saat Keenan datang dan mengambil taksinya. Billy segera menggunakan maskernya agar Keenan tak lari saat melihatnya. Keenan melajukan mobilnya namun, Billy mengetuk kaca mobil saat Keenan berhenti sejenak untuk menyeberang.
"Siapa tuh orang!" Keenan membuka kaca mobil Billy segera masuk ke dalam mobil.
"Maaf, mas! Tapi, hari ini saya lagi nggak menarik penumpang!" ucap Keenan dengan ramahnya.
"Jalan aja dulu!" pinta Billy.
__ADS_1
Keenan pun terpaksa menjalankan taksinya. Sementara Billy hanya diam sambil menatap ke depan. Entah kenapa Keenan merasa tak asing dengan tampilan yang menaiki taksinya kini.
"Maaf, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Keenan.
"Pernah sweety." jawaban itu sepertinya Keenan mengenalinya.Keenan menarik nafas dan menatap ragu pada penumpang rusuhnya itu.
Billy segera membuka maskernya dan tersenyum pada Keenan.
"Sweetie!" ucap Billy.
"Billy!!" kejut Keenan lantas menghentikan laju mobilnya melipirkan ke bahu jalan.
"Ish, dia lagi!" Keenan bergidik mengatupkan kedua tangan di sisi kedua telinganya.
Sweety ku oh...Swetty aku rindu padamu, lope-lope ku muach!..
Billy bersenandung dan meluncurkan bibirnya mendekati mulut Keenan.
"No..Billy! Jangan, aku mau jalan sama pacarku hari ini kamu turunlah sekarang dari taksi!!" pinta Keenan secara perlahan.
"What!! Pacar? Sweety? Kamu punya pacar, kamu selingkuh, aku baru sebentar masuk sel. Kamu udah cari yang lain, teganya kamu!!" Ujar Billy seraya memasang wajah cemberut.
"Iya, lagian emang kamu ini siapa, kamu sadar nggak kita ini sama-sama pria!" ujar Keenan mencoba tenang menghadapi pria berkepribadian ganda di hadapannya.
"Ck, udah ah! Ayo kita foto bareng, honey!" ujar Billy memakai lipstiknya lantas merangkul paksa Keenan dan mendekatkan ke wajahnya. Saat posisi sudah pas, Billy mencium pipi Keenan dan memotretnya sehingga terdapat lipstik di pipi Keenan.
"Aku pergi dulu, Honey! Lain kali kita ketemu lagi, love you!" ucap Billy yang sudah puas mencium Keenan sehingga ia melenggang pergi keluar dari taksi.
Keenan segera melihat ke kaca dan menghapusnya dengan perasaan merinding serta geli yang berkecamuk dalam jiwanya.
"Rasanya udah nggak mood lagi. Ck, tapi semangat lah demi Chelsea!" keluh Keenan menghela nafasnya sejenak dan kembali melajukan taksinya perlahan hingga berada pada kecepatan sedang.
*********
Zoya begitu cantik dengan rambut terurai kali ini. Tampilannya selalu sederhana dan manis. Ia memakai baju terbaiknya karena sebentar lagi Aiden akan menjemput dengan mobil mewah sport miliknya. Betapa tampannya CEO muda itu dengan kaos putih dan blazer hitamnya.
Aiden menghubungi Zoya dan menunggunya di depan minimarket yang berada didekat rumah atap. Tak lama Zoya pun menghampiri Aiden dan Aiden membukakan pintu untuk Zoya dan mempersilakannya masuk.
"Silakan, Zoya!" ucap Aiden sementara Zoya tersenyum melihat pangeran hatinya memperlakukannya dengan manis.
"Makasih, pak Aiden!" ucap Zoya.
Setelah Zoya masuk Aiden kembali menutup pintu mobilnya dan beralih berlari kecil menuju ke kemudi. Mereka menggunakan seatbelt kemudian melajukan mobilnya kembali. Zoya terlihat nervous ketika ia kembali berada semobil dengan Aiden.
"Hari ini kita mau kemana, Zoya?" tanya Aiden dengan senyumannya.
__ADS_1
"Terserah, pak Aiden aja." jawab Zoya.
"Hum, maaf! rambut kamu agak menutupi wajah kamu, nah aku rapikan, ya! Begini kan cantik.." ucap Aiden dengan senyumannya namun Zoya malah memandangi Aiden dengan tatapan tanpa kedipan. Aiden segera mengibaskan tangannya sehingga Zoya langsung melihat ke arah lain.
"Hehe..yaudah kita jalan sekarang, Zoya!" ajak Aiden sedangkan Zoya mengangguk.
Sementara kali ini Chelsea dan Keenan sudah bermobil ke mall. Sesekali Keenan melihat Chelsea namun saat Chelsea menatapnya, Keenan seolah melakukan hal lain. Chelsea tau apa yang Keenan lakukan. Meskipun ia bahkan bingung akan perasaannya kini.
Tak lama mereka tiba di mall, saat berjalan di mall Keenan sesekali mencuri kesempatan meraih tangan Chelsea untuk menggandeng tangannya. Chelsea terkejut namun entah kenapa ia seperti merasa nyaman. Sehingga Chelsea tersenyum dan membiarkan Keenan menggandeng tangannya itu hingga mereka tiba di funworld.
"Kita mau ngapain kesini, Chelsea?" tanya Keenan lantas melepas genggaman tangannya itu.
"Kita main yuk! Gimana kalau kita adu masukin basket ke dalam ring?" tanya Chelsea.
"Hum, boleh tuh! Ayo!" Dan lagi Keenan meraih tangan Chelsea sehingga Chelsea tersenyum.
"Oke, yang menang hadiahnya apa, nih?" tanya Chelsea bersemangat.
"Hadiah hehe...Oke kalau kamu menang aku traktir kamu es krim hehe.." jawab Keenan.
"Es krim aja, huft! yaudah nggak masalah, kalau aku yang menang aku mau kamu temani aku seharian ini!" pinta Chelsea.
"Seharian? Maaf Chelsea, aku harus latihan ngedance sore nanti karena dua hari lagi kami akan tampil, dan itu disiarkan live di tv." jawab Keenan.
"Serius kamu, yaudah. Kalau kamu menang aku mau lihat kamu latihan dance sore ini!" pinta Chelsea.
"Ah, serius, emang nggak apa-apa? hehe..Okelah, nggak masalah!" ujar Keenan.
Keenan memulainya, terlebih dahulu ia memasukkan bola basket ke ring dengan mulusnya. Ia sudah terbiasa main basket dan memasukkan itu adalah hal yang cukup mudah. Sepertinya sore ini Keenan akan mengajak serta Chelsea ke studio untuk latihan.
Ketika Chelsea ia beberapa kali gagal melakukannya sehingga Keenan pun menang. Keenan begitu senang sehingga mereka saling berpegangan tangan dan jingkrak-jingkrak kemudian tertawa karena mereka malah asyik sendiri. Setelah itu mereka malah tersipu malu.
"Apa sih kita ini hehe.." ujar Chelsea.
"Nggak apa-apa Chelsea, aku suka kok! Ternyata kamu orangnya asyik banget!" ucap Keenan.
"Kamu juga Keenan hehe..aku ngerasa nyaman berada di dekat kamu!" ucap Chelsea seraya memandang Keenan dengan tatapan penuh keteduhan.
"Makasih, Chelsea." ucap Keenan.
"Yaudah kita cari mainan lain aja, ya!" ajak Chelsea, kini ganti Chelsea yang menggandeng tangannya membuat jantung Keenan berdebaran tak karuan. Padahal sejak tadi dialah yang memulainya, bak gayung bersambut. Sekarang Keenan malah tak bisa mengontrol perasaannya.
Entah apakah Keenan jadi menyatakan perasaannya kali ini, karena Keenan malah jadi tak karuan perasaannya. Ia takut Chelsea menolaknya sehingga Keenan mengurungkan niatnya dan memilih menikmati kebersamaan tanpa adanya perasaan apapun karena Keenan tak ingin melunturkan dengan sikap gegabahnya. Hanya saja genggaman tangan Chelsea yang tak dilepasnya itu, akan Keenan ingat selalu.
"Yaudah ayo, Chelsea." sahut Keenan.
__ADS_1
**********