Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
KEENAN


__ADS_3

Aiden memacu mobilnya menuju ke rumah, ia merasa seharusnya tak lagi mendekati Zoya. Karena Zoya tak akan mungkin ia miliki, ia juga jadi sering mengabaikan Chelsea padahal dalam hitungan hari mereka akan mengikat hubungan menjadi pasangan suami istri.


Aiden hendak mengajak Chelsea ke suatu tempat selain membahas mengenai rencana pernikahan. Ia tengah kembali ke rumah dan Nike kembali datang ke kamarnya.


"Aiden, kamu mau kemana?" tanya Nike sedangkan Aiden tengah mengganti pakaian resmi jadi casual.


"Jalan sama Chelsea ma, kangen!" sahut Aiden namun Nike melarangnya.


"Chelsea nggak mau ketemu kamu, kalian jangan sering ketemu dulu, kan hitungan hari lagi kalian nikah." ujar Nike. Aiden duduk di ranjang dan Nike duduk di sampingnya.


"Tapi aku," Nike hanya tersenyum dan memegang pundak Aiden.


"Chelsea yang minta ini, tetaplah dirumah!" pinta Nike sehingga Aiden mengangguk.


"Ma, boleh aku bertanya?" tanya Aiden.


"Bertanyalah, kenapa harus minta izin dulu?" tanya Nike seraya membelai rambut putra sematawayangnya itu.


"Selama ini aku tergolong cuek akan urusan cinta, jujur aku sempat menyukai pegawaiku. Aku terlambat menyadari hingga dia dimiliki orang lain, jujur ada penyesalan dan perasaan nggak rela, jadi apa yang harus aku lakuin sekarang?" tanya Aiden murung.


"Kamu pernah menyukai pegawai kamu, siapa? Jangan sembarangan Aiden, Chelsea adalah jodoh terbaik kamu, belajarlah mencintainya mulai sekarang!" titah Nike pada Aiden.


"Aku sedang belajar menyukainya dan itu udah aku lakukan, aku bahkan cemburu saat dia mengingat masa lalunya." tukas Aiden dengan menghela nafas berat, ia teringat Chelsea sempat berbeda saat Keenan mengalami kemalangan kemarin.


"Makanya kamu harus sepenuhnya mencintai Chelsea, jangan membaginya dengan yang lain, atau kamu akan menyesal!" ujar Nike.


"Iya Ma." sahut Aiden dengan senyuman.


"Mama keluar dulu, istirahatlah!" ucap Nike sehingga Aiden mengambil gambar diri foto prewedding mereka yang terpajang dilayar ponselnya.


"Maafin aku canduku, fiuh!" keluh Aiden.


Sementara Chelsea tengah memasak sesuatu untuk makan malam. Ia teringat saat Aiden mengiriminya makanan, seharusnya hari ini mereka bertemu. Namun karena pernikahan seminggu lagi Nike melarang mereka bertemu sementara waktu. Jadilah calon pengantin itu hanya sesekali bertemu di kantor.


"Chelsea!" sapa sang ayah.


"Iya ayah." sahut Chelsea.


"Emang serius ayah boleh tinggal dengan kalian, ayah takut mengganggu kalian." ujar Fadli.


"Nggak ayah, ayah adalah keluarga aku satu-satunya ibu udah nggak ada, rumah ini terlalu besar jika hanya Aiden dan aku yang menempatinya." jelas Chelsea dengan mengulas senyuman.


"Yaudah, ayah ikut kamu aja. Kalau gitu terusin masaknya ya, ayah mau membersihkan halaman depan!" tukas Fadli.


"Iya ayah." sahut Chelsea.


Entah kenapa Chelsea terbayang akan peristiwa yang menimpa Keenan kemarin. Sejak Keenan menikah, Chelsea benar-benar tak pernah lagi menghubunginya. Terakhir ia menemui Keenan saat di rumah sakit.


"Kenapa teringat sopir taksi itu. Ah udahlah Chel, lupakan aja Keenan. Dia udah mengecewakan kamu, sangat. Harusnya kamu bersyukur ada Aiden yang sayang sama kamu saat ini, tapi apa Aiden udah melupakan Zoya. Apa dia masih ada dihatinya??" Chelsea terus bergurau sendiri bertanya-tanya dalam hati akan rasa gamang yang berkabut di hatinya.


*******


Di sisi lain...


Mia sudah kembali mendapatkan Alvan bersamanya. Ia kesal dan sebal, beredar foto yang mengulas tentang Keenan di media massa akan statusnya sebagai anak seorang miliarder. Seandainya Keenan belum menikah tentu Mia bisa mendekati Keenan untuk memanfaatkannya.

__ADS_1


"Alvan!" seraya menatap anak lelakinya. Mia hendak memancing Keenan masuk dalam perangkap nya.


Mia memperlihatkan video saat dirinya menyiksa Alvan dan dikirimkan padanya. Keenan yang tengah membasuh wajahnya di wastafel melihat video itu.


"Alvan!"


Mia mengancam jika Keenan bicara pada yang lain Mia akan menyakiti Alvan.


"Dasar, dia emang udah nggak waras. Kenapa dia menyakiti Alvan, dasar bodoh!!" ucap Keenan merasa kesal.


Namun Zoya melihat Keenan yang berwajah marah itu dan hendak bertanya.


"Sayang, kenapa?" tanya Zoya.


"Em..aku keluar sebentar ya sayang!" Keenan lantas meminta izin.


"Kemana?" tanya Zoya singkat.


"Ke- membeli sesuatu." jawab Keenan nampak tergesa memakai jaketnya dan keluar menuju pintu.


"Kamu mau kemana sayang?" Namun Keenan tak menjawabnya dan ia sudah secepat kilat pergi dari hadapan Zoya.


Zoya merasa aneh, tak biasanya Keenan seperti itu. Namun ia biarkan saja suaminya itu menyelesaikan urusannya.


********


Keenan kembali menuju ke kontrakan Mia untuk melihat keadaan Alvan. Setibanya di kontrakan Mia dengan tangan terbuka mempersilakan Keenan untuk masuk dan mengunci pintu.


"Hai ganteng, aku nggak nyangka kamu datang." ucap Mia seraya memeluk punggung Keenan.


"Dia ada, sedang tidur. Keenan kamu peduli kan sama Alvan?" tanya Mia sedangkan Keenan hendak pergi lagi.


"Aku cuma mau memastikan kalau Alvan baik-baik aja, jangan mencoba menjadikan Alvan sebagai umpan untuk membawaku kesini!" jawab Keenan namun Keenan tak bisa membuka pintu. Mia sudah menguncinya.


"Buka pintunya Mia!"


"Kamu akan aku izinin keluar, setelah kamu menanam benih di rahimku!" jawaban itu sontak membuat Keenan terbelalak.


"Menanam benih? Bicara apa sih kamu, mana kuncinya? Serahkan!" pinta Keenan namun bukan kunci yang Mia berikan namun pipi kanan ia sodorkan memberi isyarat pada Keenan untuk menciumnya.


"Ayolah Keenan, sekali aja kita bermain. Aku udah lama nggak merasakannya lagi!" pinta Mia dengan bergelayut manja di ceruk pria bertubuh tinggi itu.


"Bermain apa, lakukanlah dengan pria lain!" Keenan berusaha mengambil kunci itu namun Mia meletakkannya didalam bra miliknya.


"Ambilah kalau bisa!" Keenan menjauh dan bersandar di dinding. Sedangkan Mia mendekat dan memeluk tubuh kekar itu.


.


"Lepasin!" Keenan menghempaskan tubuh Mia hingga terjatuh.


"Kamu kasar banget sih!" ucap Mia kesal.


"Berikanlah kuncinya, aku mau pulang!" pinta Keenan lagi.


Mia terbangun dan segera menangkup wajah Keenan dan menciumi bibirnya.

__ADS_1


Plak..


Tak sengaja Keenan mendaratkan tangannya di pipi Mia.


"Dasar pria kasar! Sudah tadi mendorong aku sekarang malah menampar aku!" kesal Mia.


Lalu wanita itu membuka pakaiannya dan menyisakan bra yang terpampang di hadapannya. Keenan benar-benar kesal dengan kelakuan wanita menyebalkan di hadapannya ini. Ia tak kehilangan akal untuk terus memancing berahinya.


"Ambilah kunci ini, aku udah membuka pakaianku sekarang!"


"Sebenarnya apa yang mau kamu lakukan?" Keenan sudah kesal tiada terkira.


"Tentu saja menikmati tubuh kamu Keenan, aku tau kamu pasti juga nggak mau kan melewatkan tubuhku??"


"Menikmati tubuhku, carilah gigol* untuk menikmati tubuh kamu, aku bukan pria kayak gitu!" kesal Keenan.


"Kalau begitu ambilah kuncinya di dalam bra ku dan pergilah dari sini!" ujar Mia.


Keenan perlahan mengangkat tangannya menuju ke buah dada yang terpampang di hadapannya. Berkali ia menghela nafas kesal akan perbuatan wanita di hadapannya.


"Kamu ingat pesan terakhirku kemarin, aku bilang aku nggak akan melepaskan kamu, jadi kalau kamu berani mengambil kunci itu didalam sini, aku akan membawamu ke ranjang." ujar Mia.


"Dasar wanita mesum!"


Keenan segera memeluk tubuh ramping itu dan dengan cekatan mengambil kunci yang berada diantara dua bukit kembar milik Mia. Keenan segera membuka pintu dan berhasil keluar. Keenan segera menuju ke taksinya dan kembali ke rumah atap. Namun Danu memintanya untuk datang ke mansion dan menemuinya. Keenan bergegas datang menghampiri sang Ayah.


Keenan menemui sang ayah di kamarnya yang tengah bersama Dila.


"Hai nak, kata Ibu kamu, kamu bertemu dengan ayah kandung kamu kemarin?" tanya Danu.


"Iya ayah, tapi dia mengusir aku. Dia menyalahkan aku atas apa yang udah terjadi sama dia dan ibu." jawab Keenan.


"Bahkan kedua orang tua kandung kamu kompak menyalahkan kamu atas perbuatan mereka!" ujar Danu seraya melirik Dila yang salah tingkah.


"Apa ibu memberitahu ayah?"


"Ayah yang tau sendiri. Ibu, ayah nggak mau Mario menyakiti anakku. Keenan udah terlalu banyak mengalami kemalangan. Ayah mau kamu nggak usah mendekati Mario!" titah Danu pada Keenan.


Keenan hanya mengangguk,


"Oh iya, ayah udah selesai membangun pool taksi untuk kamu. Dan ayah udah belikan 10 unit mobil sedan untuk kamu jadikan sebagai taksi untuk para pekerja yang melamar nanti." tanya Danu.


"Pool taksi? Aku nggak salah dengar?" tanya Keenan.


"Nggak, kamu bisa mengelola pool itu. Ayah udah memesan 10 unit mobil, ayah baru dapat rezeki kemarin, mitra ayah semakin banyak, jadi ayah pikir untuk memberikan pool itu agar kamu bisa mengelolanya." jelas Danu.


"Pool taksi online, jangan sedih jika hanya jadi seorang supir taksi, karena tanpa supir taksi pekerja seperti ayah pasti akan kerepotan." ujar Danu.


"Kenapa ayah begitu baik, makasih ayah! Aku akan menjalani usaha ini dengan sebaik mungkin!" ujar Keenan.


"Oke, pool ini masih kecil jadi sebagai pemula kamu harus sabar membawanya hingga ke puncak. Ayah bangga memiliki anak seorang supir taksi, semangat ya nak!" ucap Danu seraya memeluk tubuh putranya itu.


"Iya ayah!" Sehingga Keenan pun membalas pelukan sang ayah dengan eratnya.


******

__ADS_1


__ADS_2