Terjebak Cinta Taxi Driver

Terjebak Cinta Taxi Driver
Melepaskan


__ADS_3

Seminggu berlalu..


Setelah lukanya mulai ringan, akhirnya Keenan sudah boleh pulang. Seminggu menjadi penghuni rumah sakit. Membuat dirinya rindu bermesraan dengan Zoya. Di rumah atap, rumah yang selalu mereka rindukan dan membuat Keenan selalu bersemangat untuk pulang.


Zoya sudah memasakkan banyak makanan untuk sang suami. Namun Keenan tak berselera makan, ia lebih berselera memadu kasih dengan istri tercintanya setelah seminggu berpuasa tanpa belaian sang istri.


Saat Zoya duduk di ranjang Keenan mulai memeluk tubuh mungil istrinya, kedua tangannya terulur menangkupi wajah dan melayangkan kecupan, nafas memburu pagutan demi pagutan dilayangkan ke pemilik cherry pink itu.


Seraya tangan meremass buah kenyal yang masih tertutup kaos tipis. Tubuh Zoya meremang disertai kepemilikan Keenan yang mulai mengeras. Hanya sebatas memainkan kecupan dan remasann membuat pasangan halal itu merasakan pelepasan hasrat yang selama ini tertahan.


Kemudian Keenan melepaskan pagutannya dan membelai rambut terurai panjang. Keenan kembali menghujani kecupan wajah berseri dihadapannya dan menyusuri leher jenjang sehingga membuat si empunya merasa kegelian dan terkekeh.


"Hihi.." Zoya terkekeh dan memeluk tubuh kekar dihadapannya.


"Luka kamu udah benar-benar mendingan sayang?" tanya Zoya seraya menyingkap poni yang semakin memanjang menutupi netra sang suami.


"Udah mendingan sayang, tahap recovery lagi, seminggu di rumah sakit, bikin aku gendut, rambut juga makin gondrong, dan home sick.." ucap Keenan seraya wajahnya masih menggerayangi dan menciumi leher jenjang sang istri.


"Udah sayang, geli ah, kamu nih!" ujar Zoya kemudian beranjak pergi dari kungkungan tubuh Keenan yang merindukannya. Zoya menguncikan sang suami dari luar sehingga Keenan tak bisa mengejarnya.


"Sayang, aku dikunciin lagi, nggak ngerti apa suami kangen kepengen, aish.. Zoya!!" Zoya tak menjawab, ia tengah mengambil gembor dan menyirami bunga-bunga cantiknya.


"Biarin si mesuum kita kunciin aja ya Michi, meow..kita sirami bunga aja!" ajak Zoya seraya menikmati panggilan sang suami yang meneriakinya.


"Cih, hah..terserah dia lah, aku nonton drama korea aja," ujar Keenan kemudian merebahkan diri di ranjang dan menonton drama favoritnya.


******


"Gimana sayang, apa aku cocok memakainya?" tanya Chelsea yang tengah fitting gaun untuk prewedding.


"Ah, cantik sekali!" ucapan itu terucap begitu saja karena Aiden tak menyangka Chelsea nampak makin cantik saat kebaya Lilac membalut tubuh rampingnya.


Betapa cantik makhluk Tuhan di hadapannya kini. CEO muda itu sempat menganga karena kagum akan paras ayu sang calon istri. Rencananya mereka akan menggunakan kebaya modern sentuhan Lilac untuk melakukan sesi prewedding di taman bunga.


Mereka mengikuti arahan dari Rizal, sang photografer dan mulai terhanyut dalam jepretan kamera yang membuat mereka begitu antusias. Wajah berseri meliputi guratan bahagia. Kedua sejoli itu terus memancarkan senyumannya. Mereka begitu natural seolah tanpa celah.


"Oke, break dulu ya! Buat kostum kedua nih!" ujar Rizal.


"Oke!" sahut Aiden.


Mereka duduk di sebuah kursi, Aiden mengipasi sang calon istri dan memberikan air mineral untuk Chelsea. Chelsea menerimanya dengan senyuman.


"Capek nggak sayang?" tanya Aiden nampak mengelap keringat yang membasahi kening Chelsea dengan tisu.

__ADS_1


"Nggak, mungkin karena aku bahagia. Rasanya semuanya terasa begitu ringan, sayang." jawaban Chelsea direspon senyuman oleh Aiden.


"Unch..aku juga bahagia. Nggak nyangka temen jadi demen, jodoh sedekat ini ya hehe.." ungkap Aiden begitu bahagia.


"Bukannya kemarin mabuk cinta sama Zoya!" kelakar Chelsea.


"Udah nggak lagi sayang, malah kayaknya ada yang sempat shock banget tuh waktu Keenan tertembak!" Aiden ganti menimpali dengan candaan pada kekasihnya itu.


"Ah kamu nih, mau balas aku ya!" ujar Chelsea dengan senyuman.


"Ya abis, kamu duluan yang mulai." sanggah Keenan.


"Huh..udah ya aku fitting kebaya putih dulu, biar cepat selesai foto prewed kita!" Chelsea beranjak mengganti pakaian keduanya dengan warna senada yakni kebaya putih berhiaskan swarovski. Setelah itu mereka kembali melakukan sesi foto kedua dengan begitu romantis sehingga semua gambar diri terlihat begitu epic dan sangat bagus.


Setelah melihat hasil foto-foto yang begitu bagus, Chelsea dan Aiden mengganti pakaian casual seraya menikmati indahnya taman bunga nusantara. Justru gaya yang natural itu diabadikan oleh sang photografer. Sehingga tetap dapat gambar yang epic.


Aiden mengambil bunga dan menyelipkannya ke cuping telinga sang kekasih. Kemudian Aiden mengambil gambar mereka dengan kameranya sendiri. Chelsea terkekeh.


"Cantiknya hehe.." puji Aiden tiada henti. Sehingga kini Chelsea menidurkan diri di paha Aiden di tengah bunga-bunga yang mengelilingi pasangan yang juga tengah berbunga itu.


"Kamu juga ganteng," ucap Chelsea.


*******


Setelah menyiram bunga-bunga cantiknya Zoya kembali membuka slot kunci. Lalu memasuki rumah, terlihat Keenan tengah kesulitan melepaskan perban dan plester yang menempel di lukanya. Zoya segera menolong sang suami untuk melepaskannya.


"Apa masih sakit?" tanya Zoya.


"Masih nyeri aja sedikit." jawab Keenan seraya menahan perih.


"Nggak apa-apa kalau kena air?" tanya Zoya merasa khawatir.


"Aku bantu mandiin kamu, ya!" Keenan hanya mengangguk apapun yang Zoya katakan ia iyakan saja demi kesembuhannya.


Setelah memandikan sang suami Zoya menyiapkan pakaian dan memberikannya pada Keenan yang tengah memakai pakaiannya dan Zoya ganti mengganti dengan perban yang baru.


"Apa kabar si Vero sayang?" tanya Keenan seraya dipasangi dengan kasa dan plester yang baru di punggungnya itu.


"Hum..semua hancur karena tindakan bodohnya, kamu jangan sekali-kali menemui dia lagi!" pesan Zoya seraya menekan-nekan luka Keenan yang sudah terpasang kasa dan plester.


"Auh..auh.." Keenan mengaduh karena Zoya membuat lukanya menjadi perih.


"Eh, maaf sayang. Sakit ya, tangan aku emang nih resek hehe.." Zoya malah menyalahkan tangannya. Karena hanya menggeleng dengan tingkah sang istri.

__ADS_1


"Kamu jangan nyalahin tangan kamu deh, nanti aku cium nih, kalau nyari kambing hitam." kelakar Keenan karena kelakar dari Zoya tadi.


"Yang penting tanganku yang jadi kambing hitam bukan kamu," sanggah Zoya seraya memeluk tubuh Keenan dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung lebar sang suami menghirup aroma parfum yang menyeruak.


"Hum..wangi banget kamu nih!" ucap Zoya dan tak pelak melepaskan pelukannya.


"Makasih ya udah mandiin aku!" ucap Keenan sehingga Zoya terkekeh.


"Hehehe.."


"Kok ketawa?" Keenan merasa heran.


"Emang kalau bukan aku siapa lagi yang mandiin, kamu mau dimandiin Billy?" tanya Zoya kembali menggoda suaminya itu.


"Kok Billy sih, ah geli aku, merinding kan bulu kuduk aku!" Keenan bergidik karena Zoya terus saja menggoda Keenan dengan Billy.


"Emang dia hantu bikin merinding hehe.."


"Dia lebih seram dari hantu, tau." tukas Keenan kemudian memeluk tubuh ramping di hadapannya.


Menciumi leher jenjang yang terpampang, menidurkan tubuh di ranjang, membuka kancing baju satu demi satu hingga terbuka seluruhnya. Membuka bra dan memilin kedua put*ng sesekali menyesapnya. Si empunya melenguhh kegelian sehingga mengemut bibir bawahnya.


"Sepulang dari rumah sakit, kenapa jadi naffsuan begini, hah!" ucap Zoya hendak beranjak namun tubuh kekar itu mengungkung tubuh mungil. Keenan menopang kepalanya dengan tangan kirinya dan menahan tubuh Zoya dengan kakinya. Memainkan put*ng kenyal sesuka hati. Si empunya hanya pasrah, sementara kecupan kembali dilayangkan hingga terdengar kecipak sementara tangan meremass dada besar. Memainkan put*ng lagi, seraya melepas pagutan.


"Udah sa-.." pria yang sudah merindui sang istri menutup mulut sang istri dan mengem*t buah kenyal. Memainkannya hingga Zoya kelelahan setelah mengeluarkan hormon sek"sualnya. Keenan membuat wanita itu meremang namun merasakan kelegaan. Menangkup pipi yang sedari tadi sibuk menyesap buah kenyalnya. Kini dirinya yang ganti menghempaskan tubuh kekar itu.


Menahan kedua tangan kekar dan mendudukinya. si empunya melotot namun setelah itu tersenyum.


"Kenapa menjadikan aku kuda sekarang, Ka-." Kini ganti Zoya yang membungkam mulut bawel itu dengan lakban.


"Shut, mulut nakal ini harus dilakban karena terus menyusur kemana-mana." Keenan menghela nafas saat kedua tangannya ditahan oleh Zoya dengan mulut ditutup lakban.


Zoya pun tersenyum dan melepas kungkungan itu. Keenan hendak mencopot lakban yang mengganggunya namun Zoya menahan kedua tangan Keenan.


"Eits, jangan sekali-kali membuka lakban itu." Zoya memperingatkan.


Kini ganti kedua tangan Keenan yang ia ikat dengan lakban. Serta kedua kakinya. Keenan meronta tak mengerti, apa yang salah, kenapa dia diikat seperti sandera begini. Setelah itu Zoya menggulingkan tubuh Keenan di dalam selimut seperti lontong.


"@*##**@;@;" Keenan tak mengerti.


"Aku beli minyak oles dulu ya, berusahalah melepaskan diri kalau kamu bisa pria mes*m haha.." ujar Zoya lalu meninggalkan pria malang itu sendirian. Ia hanya membatin.


Pria mes*m dari hongkong, kenapa aku malah dibungkus begini, ahh anak itu, sepertinya dia kebanyakan nonton film porn* sehingga aku diikat segala macam tawanan begini, argh..gimana aku melepaskannya ini, gerah...

__ADS_1


Setelah kelelahan dan berhasil melepaskan diri, pria bertubuh kekar itu memilih tidur karena sang istri terlalu lama kembali. Ia memeluk guling dan terlelap untuk melakukan ritual tidur siangnya.


*******


__ADS_2